Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Penyerangan Naufal


__ADS_3

Saat ini Ardian bersama dengan kekasihnya Zora berada di sebuah Mall yang terkenal di kota Jakarta. Keduanya menghabiskan waktu bersama sembari berkencan.


Ardian dan Zora berjalan menyusuri luasnya Mall tersebut dengan bergandengan tangan sehingga membuat beberapa pasang mata menatapnya dengan iri, kagum, suka dan memuji.


"Sayang, kita kesana ya!" Zora berucap sembari menunjuk kearah toko yang menjual tas wanita.


Ardian melihat kearah tunjuk kekasihnya. Dan dapat dilihat oleh Ardian sebuah toko tas wanita.


Seketika Ardian tersenyum sembari tangannya mengacak-acak rambut kekasihnya dengan gemas.


"Baiklah!"


Setelah itu, keduanya pun melangkahkan kakinya menghampiri toko tas tersebut dengan Zora yang memeluk pergelangan tangan Ardian. Dan jangan lupakan senyuman manisnya yang tercetak di bibirnya.


"Selamat datang di toko kami, nona dan tuan!" pelayan wanita itu langsung menyambut dengan lembut kedatangan Ardian dan Zora.


"Kak, coba lihat tas yang itu!" seru Zora dengan menunjuk tas yang berwarna biru di atas etalase tersebut.


Sang pelayan tersebut langsung melihat kearah tunjuk pelanggannya. Dan kemudian pelayan wanita itu langsung mengambil tas tersebut.


"Inikah yang nona maksud?"


"Iya."


Zora Langsung mengambil tas tersebut. Dia tersenyum ketika melihat bentuk dan warna tasnya.


"Sayang, aku mau yang ini!"


"Baiklah." Ardian langsung mengiyakan keinginan kekasihnya itu. "Berapa?" tanya Ardian kepada pelayan tersebut.


"Tas ini harganya sekitar Rp 5.000.000, tuan!"


"Baiklah."


Ardian langsung mengambil dompetnya yang ada di saku celananya. Setelah dompetnya di tangannya, Ardian mengeluarkan kartu hitam miliknya, lalu memberikannya kepada sang pelayan itu.


Beberapa detik kemudian..


"Ini kartu anda, tuan! Dan ini tas anda, nona! Terima kasih sudah mampir di toko kami. Silahkan datang kembali."


"Terima kasih kembali. Pasti," balas Zora.


Setelah itu, Ardian dan Zora pun pergi meninggalkan toko tersebut untuk pergi ke tempat lain.


***

__ADS_1


Naufal yang baru saja meninggalkan perusahaannya untuk pulang ke rumahnya. Dirinya membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.


Naufal tidak sabaran untuk sampai di rumahnya karena dirinya akan pergi jalan-jalan dengan pujaan hatinya yaitu Vanesha Naladhipa.


Namun ketika Naufal sedang fokus menyetir, tiba-tiba ada beberapa kendaraan bermotor yang mencegat mobilnya. Mereka berjumlah sekitar 20 orang.


"Ach, sial! Siapa mereka sebenarnya? Apa masalah mereka denganku? Setahuku aku tidak pernah mencari masalah dengan siapa pun?" ucap Naufal di dalam mobil.


DUG!


DUG!


DUG!


Orang-orang itu memukul-mukul kuat kaca mobil Naufal sambil berteriak menyuruh Naufal untuk keluar dari dalam mobilnya.


Dan pada akhirnya, Naufal keluar dari dalam mobil dengan cara membuka pintu mobilnya dengan keras sehingga menghantam tubuh beberapa orang yang berada didekat pintu mobil tersebut.


Kini Naufal sudah berada diluar dan menatap tajam kearah ke 20 orang-orang yang kini menatapnya.


"Siapa kalian? Aku tidak punya masalah apapun dengan kalian!" teriak Naufal.


"Kami hanya menjalankan tugas," jawab salah satunya.


"Tugas? Apa maksudmu, hah!?" bentak Naufal.


Mendengar penuturan dari salah satunya orang-orang yang ada di sekitarnya, Naufal seketika terkejut.


Namun beberapa detik kemudian Naufal tertawa keras.


"Hahahaha. Jadi perempuan murahan itu yang sudah membayar kalian untuk mengincarku, hum? Wah! Berani juga dia. Aku pikir dengan apa yang aku lakukan padanya melalui anggota keluarganya membuat dia berhenti mengusikku. Namun dugaanku salah," sahut Naufal dengan menatap tajam orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Dengarkan aku baik-baik. Berapa perempuan itu membayar kalian. Aku akan bayar lebih dan bahkan aku akan membayar kalian tiga kali lipat asal kalian melakukan apa yang aku minta," ucap Naufal dengan tersenyum di sudut bibirnya.


Mendengar ucapan dari pemuda di hadapannya itu membuat orang-orang tersebut marah. Kedua tangannya mengepal kuat.


"Jika perempuan murahan itu ingin aku mengembalikan milik keluarganya. Suruh dia menemuiku dan bersimpuh di kakiku."


"Brengsek!" teriak laki-laki yang berstatus pimpinan. "Jangan beraninya kau menghina Bos kami!" teriak orang itu.


"Kenapa? Kau marah? Jika begitu pulanglah sekarang dan katakan pada perempuan murahan itu kalau aku tidak akan pernah menyerahkan apa yang sudah aku rebut dari keluarganya. Katakan padanya, jika ingin aku mengembalikan milik keluarganya, dia harus mengemis padaku. Kalau perlu memohon padaku," sahut Naufal.


"Kau....," tunjuk orang itu. "Kalian! Serang dan bunuh bajingan itu!" perintah laki-laki itu kepada anak buahnya.


Setelah itu, terjadi perkelahian tak seimbang antara Naufal dan ke 19 orang-orang itu.

__ADS_1


BUGH!


BUGH! DUAGH!


BUGH! SREEKK!


BUGH! BUGH!


BUGH! DUAGH!


SREEKK! SREEKK!


Naufal berhasil melumpuhkan sepuluh orang-orang itu sehingga kelimanya tersungkur dan tidak sadarkan diri dengan posisi kepala yang dipatahkan oleh Naufal.


Sementara sisa kesepuluh orang-orang yang lainnya terkejut saat melihat teman-temannya mati dengan menggenaskan.


"Lebih baik kalian pergi dari sini. Aku tidak ingin punya urusan dengan kalian atau pun Bos kalian?" teriak Naufal.


Setelah mengatakan hal itu, Naufal pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kesepuluh orang-orang itu.


Namun tanpa Naufal ketahui, salah satu dari kesepuluh orang-orang itu memukul kepada Naufal dari belakang.


BUUGGHH!


Naufal seketika jatuh tak sadarkan diri di aspal. Orang itu tersenyum menyeringai.


"Cuih! Rasakan itu," ucap orang itu.


"Ayo, pergi!"


Setelah itu kesepuluh orang-orang itu pun pergi meninggalkan Naufal yang tergeletak di pinggir jalan.


Beberapa menit kemudian, melintas sebuah mobil.


Seketika mobil langsung berhenti saat melihat seseorang yang tergeletak di jalan.


Pria itu langsung keluar dari dalam mobil untuk menolong seseorang yang tergeletak di depannya.


Kini pria itu sudah berada didekat seseorang yang tergeletak itu lalu kemudian pria tersebut menyentuh wajahnya.


Saat melihat wajah dari orang itu, seketika pria itu menjadi terkejut saat melihat wajah dari orang itu.


"Naufal," ucap pria itu.


Kemudian pria itu langsung mengangkat tubuh Naufal dan membawanya masuk ke dalam mobil. Pria itu saat ini benar-benar khawatir akan kondisi Naufal.

__ADS_1


"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa, Fal!" batin pria itu dengan melirik kearah Naufal yang tak sadarkan diri.


__ADS_2