Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Kemarahan Serta Ancaman Rayyan Terhadap Divia


__ADS_3

Rayyan bersama dengan kekasihnya Dira Kayana sedang berada di sebuah Mall yang terkenal di Jakarta. Keduanya sedang menghabiskan waktu bersama sembari berkencan.


Kini Rayyan dan Dira berada di pusat perbelanjaan. Keduanya tengah memilih-milih beberapa pakaian dan aksesoris yang akan mereka beli.


Jika Rayyan akan membelikan Dira perhiasan. Sementara Dira akan membelikan Rayyan beberapa setelah jas untuk dipakai orang Rayyan ke kantornya.


Ketika Rayyan dan Dira fokus dengan kegiatannya, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar toko sehingga membuat beberapa pengunjung yang ada di toko yang sama dengan Rayyan dan Dira keluar untuk melihatnya.


"Sayang, itu ada apa ya?" tanya Dira sembari tatapan matanya menatap kearah beberapa pengunjung yang keluar.


Rayyan yang mendapatkan pertanyaan dari kekasihnya langsung melihat kearah kekasihnya lalu melihat kearah beberapa pengunjung yang keluar meninggalkan toko pakaian dan toko perhiasan.


Toko yang dikunjungi oleh Rayyan dan Dira adalah toko pakaian laki-laki dan toko perhiasan. Toko tersebut pemiliknya orang yang sama dan toko tersebut berukuran besar, luas dan satu.


"Tidak usah ikut campur. Biarkan saja," jawab Rayyan.


Setelah Rayyan mengatakan itu, Rayyan kembali pada kegiatannya yaitu memilih-milih perhiasan. Dia tidak ingin terlalu ikut campur, apalagi ingin tahu permasalahan tersebut.


Melihat kekasihnya kembali melanjutkan memilih-milih barang yang akan dibelinya, Dira pun juga kembali pada kegiatannya yaitu memilih-milih beberapa setelan jas untuk Rayyan


^^^


Di luar toko tempat Rayyan dan Dira berbelanja terlihat begitu ramai dimana beberapa pengunjung tengah melihat keributan dua gadis. Yang satu gadis tersebut tampak diam. Sementara yang gadis yang satunya tampak berkoar-koar dengan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Kau itu perempuan perusak. Dengan kata lain, kau perempuan yang sudah merusak hubunganku dengan calon suamiku!"


Mendengar ucapan kejam serta tuduhan dari gadis di hadapannya membuat gadis tersebut hanya diam. Dia tidak menjawab. Hanya saja dia ingin melihat sejauh mana gadis tersebut berbicara sesuka hatinya.


"Aku Alona Divia Eknath calon istri dari Naufal Alexander. Kita akan segera menikah, namun akibat rayuan kamu dan jebakan dari kamu membuat Naufal membatalkan pernikahannya denganku!" bentak Divia.


Perempuan yang sedang beradu mulut dengan seorang gadis itu adalah Alona Divia Eknath, mantan pacar dari Naufal Alexander.


Gadis yang menjadi bahan hinaan serta gunjingan tersebut adalah Vanesha Naladhipa, kekasih sekaligus calon istri sah Naufal Alexander.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Divia membuat beberapa pengunjung langsung mengeluarkan sumpah serapahnya, hinaan dan makiannya untuk Vanesha.


[Dasar perempuan murahan]


[Perempuan tidak tahu diri dan tidak tahu malu]


[Hei, nona! Jika ingin punya kekasih. Cari laki-laki lain]


[Jangan merebut kekasih orang lain. Apalagi merebut calon suami dari gadis lain]


Sementara untuk beberapa pengunjung lainnya tidak mengeluarkan kata-kata apapun dari mulutnya. Mereka hanya melihat dan mendengar saja. Bahkan mereka menatap kearah Vanesha yang tampak santai dan tak terusik sama sekali akan perkataan dari gadis di hadapannya itu.


[Aku rasa gadis yang berkoar-koar itu yang jahat. coba saja lihat bagaimana dia berbicara dan menatap lawannya]


[Iya. Aku percaya dengan gadis yang diam itu. Dan jahat itu adalah gadis yang berkoar-koar itu]


[Aku rasa juga seperti itu. Coba saja lihat cara dia berbicara. Terlihat sombong dan arogan]


Itulah beberapa ucapan-ucapan dari beberapa pengunjung yang tidak ikut menghina dan memaki Vanesha. Mereka bisa menilai sendiri mana gadis yang baik dan mana gadis yang jahat.

__ADS_1


"Vanesha, aku peringkatkan padamu. Menjauhlah dari calon suamiku. Jangan ganggu Naufal lagi. Lepaskan Naufal. Biarkan Naufal bahagia bersamaku."


^^^


Di dalam toko dimana Rayyan dan Dira tampak masih sibuk dengan memilih-milih barang-barang yang akan mereka beli.


Namun seketika Rayyan menghentikan kegiatannya ketika pendengarannya tak sengaja mendengar nama adik kesayangannya disebut oleh seorang gadis. Bahkan pendengarannya juga mendengar nama calon adik iparnya ikut disebut-sebut.


"Rayyan, itu nama Naufal disebut." Dira berucap.


"Iya, aku juga dengar. Bahkan aku juga dengar nama Vanesha juga ikut disebut," jawab Rayyan.


Setelah mengatakan itu, Rayyan kemudian pergi meninggalkan toko tersebut lalu pergi keluar dan diikuti oleh Dira di sampingnya.


Setibanya Rayyan dan Dira di luar, seketika tatapan matanya Rayyan terbelalak. Rayyan melihat calon adik iparnya diserang dengan kata-kata yang kejam dan tuduhan tak mendasar oleh mantan kekasih adiknya.


"Siapa yang kau sebut calon suamimu, hah?!" Rayyan berucap begitu keras sehingga semua pengunjung termasuk para pengunjung yang sejak tadi menonton kejadian itu terkejut lalu melihat kearah Rayyan. Begitu juga dengan Divia.


Deg..


Divia seketika terkejut ketika melihat kedatangan salah satu kakak laki-laki Naufal dengan tatapan matanya menatap tajam kearah dirinya.


[Siapa pemuda itu?"


Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut para pengunjung mall termasuk mulut beberapa pengunjung yang menghina Vanesha.


Rayyan dan Dira sudah berdiri di samping kiri dan kanan Vanesha dengan Dira langsung merangkul bahu Vanesha.


Rayyan menatap penuh amarah kearah Divia, gadis yang sudah membuat adik kesayangannya terpuruk, tertekan dan menderita.


Deg..


Semua para pengunjung terkejut ketika mendengar pemuda tersebut menyebut kata 'adikku'. Mereka berpikir dan juga meyakini bahwa pemuda tersebut adalah kakak laki-laki dari laki-laki yang disebut sebagai calon suami orang gadis bernama Divia.


"Kenapa kau diam? Sudah kehabisan kata-kata, hum?" tanya Rayyan dengan tatapan jijiknya.


Divia saat ini ketakutan. Bahkan tatapan matanya tak berani menatap wajah Rayyan. Tatapan matanya hanya berpusat kepada Vanesha.


"Lihat kearahku. Jangan kau perlihatkan tatapan matamu seperti itu kearah calon adik iparku!" bentak Rayyan yang langsung mengetahui bahwa Divia menatap marah kearah Vanesha.


Tubuh Divia tersentak ketika mendengar ucapan sekaligus bentakan dari Rayyan. Dia tidak menyangka jika mantan calon kakak iparnya itu tahu bahwa dia sedang menatap marah kearah Vanesha.


"Sekarang jawab pertanyaanku yang barusan. Siapa yang kau sebut sebagai calon suamimu? Dan siapa yang kau sebut sebagai perempuan perusak dalam hubunganmu dengan Naufal?"!


Mendengar pertanyaan dari Rayyan membuat Divia memberanikan diri untuk menatap wajah Rayyan, walau di hatinya berdetak kencang dan tubuhnya sedikit bergetar.


"Naufal Alexander, dia adalah calon suamiku. Dan perempuan itu!" ucap dan tunjuk Divia kearah Vanesha. "Dia perempuan yang sudah merusak hubunganku dengan Naufal. Dia merayu dan menggoda Naufal sehingga pernikahan kita gagal." Divia menjawab pertanyaan dari Rayyan dengan sombong dan angkuhnya. Serta penuh percaya diri.


Plak..


"Itu untuk perlakuan burukmu di masa lalu terhadap adik kesayanganku!" bentak Rayyan.


Plak..

__ADS_1


"Itu untuk sifat murahanmu yang mana kau menjalin hubungan dengan adik kesayanganku, tapi kau juga menjalin hubungan dengan laki-laki lain!" bentak Rayyan.


Plak..


"Itu untuk perlakuan bejadmu dimana kau meninggalkan adik kesayanganku yang mana adik kesayanganku sangat mencintaimu dan juga membutuhkanmu. Adikku tidak ingin berpisah denganmu!"


Plak..


"Itu untuk semua sifat burukmu sehingga membuat adik kesayanganku depresi, tertekan dan stres sehingga adikku berulang kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya!" bentak Rayyan sembari menunjuk kearah wajah Divia.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Rayyan membuat semua para pengunjung terkejut. Termasuk beberapa pengunjung yang menghina dan memaki Vanesha.


"Selama kau berhubungan dengan adik kesayanganku, kau hanya memanfaatkan ketenarannya sebagai seorang penyanyi di Grup PANTA BOY! Kau membanggakan adikku kepada semua teman-temanmu dan keluargamu. Kau selalu memaksakan kehendakmu kepada adikku untuk mau memenuhi semua keinginanmu. Dikarenakan adikku begitu mencintaimu, dia ikhlas dan tulus melakukan semua itu." Rayyan menatap penuh amarah kearah Divia sehingga membuat Divia ketakutan.


"Dan apa balasan darimu atas apa yang telah dilakukan oleh adikku padamu? Kau mengkhianatinya dengan jalan bersama laki-laki lain. Kau meminta uang kepada adikku, lalu kau gunakan untuk berpacaran dengan laki-laki brengsek itu. Dan sekarang seenaknya kau mengatakan bahwa adikku adalah calon suamimu! Dan calon adik iparku itu sebagai perempuan perusak hubunganmu dengan adikku?!" Rayyan menatap penuh dendam kearah Divia. Dirinya benar-benar marah kebahagiaan adiknya diusik oleh wanita ular seperti Divia.


Sementara semua pengunjung menatap jijik kearah Divia. Mereka melontarkan hinaan dan makian kearah Divia.


"Dengarkan aku Alona Divia Eknath. Kau tidak tahu siapa aku, siapa Naufal dan siapa itu keluarga Alexander. Kau tidak tahu bagaimana keluarga Alexander membalaskan sakit hatinya kepada para musuh-musuhnya yang sudah berani mencari masalah dengan keluarganya."


"Jika kau tidak ingin terjadi sesuatu terhadap semua anggota keluargamu. Aku sarankan padamu, menjauhlah dari kehidupan adik kesayanganku. Jangan mencoba untuk masuk ke dalam kehidupannya lagi. Adikku sudah hidup bahagia dengan pilihannya. Pilihannya itu adalah Vanesha Naladhipa. Mereka sudah menjalin hubungan lumayan lama. Dan mereka sebentar lagi akan segera menikah. Jangan coba-coba kau berniat untuk menghancurkannya. Jika kau nekat melakukan hal itu, maka aku Rayyan Alexander bersumpah akan membuat semua anggota keluargamu bernasib sama seperti adikku. Aku akan buat kedua orang tuamu bercerai dan aku juga akan buat kedua kakak perempuanmu ditinggalkan dan dicampakkan oleh pasangannya masing-masing. Dan berakhir keluargamu membuangmu."


Rayyan berbicara dengan tatapan matanya menatap penuh amarah dan dendam kearah Divia. Dia tidak main-main dengan ucapan dan ancamanya barusan.


"Aku tidak main-main dengan ucapanku barusan, Alona Divia Eknath! Bukan aku saja yang akan melakukan pembalasan tersebut jika kau masih mengusik kehidupan adik kesayanganku dan calon adik iparku. Semua anggota keluarga Alexander termasuk semua anggota keluarga Sheehan juga akan melakukan pembalasan terhadapmu dan keluarga besarmu. Baik keluarga dari pihak ayahmu maupun dari pihak ibumu."


"Ingat Divia! Aku dan seluruh keluargaku sudah mengetahui latar belakangmu. Kami sudah mengetahui semuanya tentangmu dan tentang seluruh keluarga besarmu. Jadi, berpikirlah sebelum bertindak. Jangan hanya karena kesalahanmu, semua anggota keluargamu ikut terkena imbasnya."


Setelah mengatakan itu, Rayyan menatap kearah adik iparnya yaitu Vanesha Naladhipa. Dia menatap khawatir calon adik iparnya itu.


"Apa kamu baik-baik saja, Vanesha?"


"Aku baik-baik saja kakak Rayyan. Kakak tidak usah khawatir," jawab Vanesha.


"Apa dia menyentuhmu?" tanya Rayyan sembari melirik kearah Divia.


"Tidak, kak!"


"Lalu bagaimana dengan para pengunjung disini? Apa mereka menghina dan memaki kamu ketika mereka semua mendengar ucapan demi ucapan dari perempuan murahan itu?" tanya Rayyan dengan suara yang sengaja dikeraskan.


Mendengar pertanyaan dari Rayyan membuat Vanesha seketika diam. Dirinya tidak tahu harus menjawab apa.


Sementara beberapa pengunjung yang beberapa menit yang lalu menghina dan menghujat Vanesha seketika membeku di tempat. Tubuh mereka seketika merinding ketika mendengar pertanyaan dari Rayyan.


Tidak mendapatkan jawaban dari adik iparnya membuat Rayyan langsung mengerti dan langsung bisa menebaknya. Dia tahu bahwa adik iparnya itu tidak ingin memperpanjang masalah. Adik iparnya itu ingin masalah ini selesai sampai disini.


"Baiklah jika kamu tidak ingin menjawabnya. Kakak mengerti. Dan kakak tidak akan memaksa kamu untuk menjawabnya," ucap Rayyan.


Rayyan menatap satu persatu wajah para pengunjung mall yang masih berada di hadapannya.


"Aku tidak tahu siapa diantara kalian yang telah menghina dan menghujat calon adik iparku akibat telinga kalian mendengar ucapan demi ucapan murahan dari gadis tidak tahu malu itu," ucap Rayyan sembari melirik sekilas kearah Divia. "Aku hanya memberikan saran kepada kalian untuk pembelajaran kalian ke depannya. Jangan pernah kalian menghina seseorang hanya karena kalian mendengar ucapan dari orang lain. Tuhan memberikan kita dua telinga gunanya agar kita mendengar penjelasan dari kedua belah pihak bukan hanya satu pihak saja."


"Untuk kali ini aku memaafkan kesalahan kalian karena sudah menghina dan menghujat calon adik iparku. Jika lain kali, tidak ada kata maaf untuk orang-orang yang menghina orang-orang terdekatku."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Rayyan membawa pergi Dira dan Vanesha untuk meninggalkan Mall tersebut.


Setelah kepergian Rayyan, Dira dan Vanesha. Semua pengunjung tersebut langsung mengeluarkan sumpah serapahnya dan makiannya untuk Divia sehingga membuat Divia malu lalu pergi.


__ADS_2