
Vanesha saat ini bersama dengan keenam sahabatnya sekaligus kakak perempuan baginya. Mereka menghabiskan waktu bersama di sebuah rumah mewah milik keluarga Ishana. Saat ini mereka berada di kamar Ishana.
Vanesha sudah menceritakan tentang gadis yang bernama Alona Divia Eknath kepada keenam sahabat-sahabatnya.
Mendengar cerita dari Vanesha membuat Ishana, Jennitra, Nattaya, Zora, Syafira dan Enzi langsung memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada Vanesha.
"Menurut kamu sendiri bagaimana tentang Naufal ketika bertemu dengan mantannya itu?" tanya Zora kepada Vanesha.
"Kakak Naufal bersikap biasa saja. Bahkan cara kakak Naufal bicara sedikit kasar dan ketus," jawab Vanesha.
"Jika memang seperti yang kamu lihat dan yang kamu dengar akan sifat Naufal. Berarti kamu harus percaya dengan Naufal," ucap Jennitra.
"Tapi...." perkataan Vanesha langsung dipotong oleh Syafira.
"Apa kamu benar-benar mencintai Naufal?" tanya Syafira.
"Kenapa kakak nanya seperti itu?" tanya Vanesha balik.
"Jawab saja. Apa kamu benar-benar mencintai Naufal?" tanya Syafira lagi.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai kakak Naufal. Aku tidak bisa hidup tanpa kakak Naufal. Dan aku tidak rela jika kakak Naufal ninggalin aku," jawab Vanesha.
"Jika kamu benar-benar mencintai Naufal. Seharusnya kamu lebih mempercayai Naufal dan tidak mempercayai semua yang dikatakan oleh gadis itu," pungkas Enzi.
"Semua manusia di dunia ini punya masa lalu. Dan tidak semua manusia yang mau menceritakan masa lalunya kepada orang lain, apalagi masa lalunya itu begitu menyakitkan untuk diingat. Termasuk masa lalu Naufal. Naufal tidak menceritakan soal Divia pada kamu karena menurut Naufal itu tidaklah penting. Bagi Naufal kamulah yang terpenting." Nattaya berucap sembari menatap wajah cantik Vanesha.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi antara Naufal dan Divia di masa lalu. Hanya Naufal dan keluarga besarnya yang mengetahui masalah tersebut. Jangan pernah kamu tinggalkan Naufal, apalagi sampai melepaskan Naufal hanya karena mantannya datang," ucap Jennitra.
"Ingat, Vanesha! Naufal sudah berkorban banyak buat kamu dan keluarga kamu. Kamu bisa lepas dari Derry itu semua karena Naufal. Kakak Daniel bisa keluar dari dalam penjara itu berkat keluarga Naufal. Ibu kamu bisa keluar dari rumah itu dan berakhir tinggal beberapa bulan di sebuah desa terpencil hingga kondisi Jasmine ibu kamu sembuh total. Kamu bisa berkumpul kembali dengan ibu dan kakak laki-laki kamu itu semua tak lepas dari bantuan Naufal dan keluarganya. Jadi kakak minta tolong sama kamu, jangan sakiti Naufal. Tetaplah bersama Naufal." Ishana berbicara sembari menatap lekat wajah cantik Vanesha. Dirinya berharap hati Vanesha tidak goyah akan perkataan dari mantan Naufal.
"Hanya satu yang dibutuhkan Naufal dari kamu. Kepercayaan! Dengan kamu mempercayai Naufal itu akan membuat hidup Naufal benar-benar bahagia." Nattaya berucap sembari tersenyum menatap wajah Vanesha.
"Kamu masih ingatkan tentang wanita yang mengaku sebagai diri kamu di hadapan Naufal ketika Naufal amnesia? Dan kamu masih ingatkan ketika wanita itu mengatakan bahwa dia hamil anaknya Naufal?" tanya Nattaya dengan menatap wajah Vanesha.
Mendapatkan pertanyaan dari Nattaya membuat Vanesha seketika mengingat ketika seorang wanita yang mengaku dirinya di depan Naufal dan juga mengaku hamil anaknya Naufal.
Ketika kejadian itu Vanesha berusaha untuk tidak mempercayai perkataan wanita tersebut. Dan dia juga langsung menceritakan kejadian tersebut kepada Naufal.
"Iya, aku ingat!" Vanesha menjawab pertanyaan dari Nattaya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan saat itu?" tanya Ishana.
"Aku langsung menceritakannya sama kakak Naufal," jawab Vanesha.
Mendengar jawaban dari Vanesha membuat Ishana, Jennitra, Nattaya, Zora, Syafira dan Enzi tersenyum.
"Seharusnya itu juga yang harus kamu lakukan ketika kamu bertemu dengan mantannya Naufal. Kamu tanyakan saja kepada Naufal. Kakak yakin jika Naufal pasti akan cerita," sahut Syafira.
"Tapi jika Naufal tidak ingin bercerita. Itu tandanya kalau masa lalu Naufal dengan mantannya itu sangat buruk. Dan kamu harus bisa membuat Naufal melupakan masa lalunya itu," ucap Zora.
"Jika kamu tetap ingin tahu siapa Divia di dalam kehidupan Naufal di masa lalu. Kamu temui keluarga Naufal. Tanyakan langsung kepada keluarganya. Secara Naufal adalah putra, adik dan keponakan kesayangan keluarga Alexander dan keluarga Sheehan. Mereka sangat menyayangi Naufal. Sedikit saja Naufal terluka, mereka semua akan panik dan khawatir. Naufal sangat dijaga oleh kedua keluarga itu. Jadi mereka tahu kehidupan pribadi Naufal luar dalam." Ishana berbicara sembari menjelaskan tentang kehidupan Naufal kepada Vanesha.
Ishana sudah mengetahui bagaimana seorang Naufal yang begitu disayang, dijaga, dimanja oleh keluarga Alexander dan keluarga Sheehan dari Arsya kekasihnya.
Arsya menceritakan semua yang dia ketahui dari ketiga kakak laki-laki Naufal dan juga dari kedua orang tuanya Naufal kepada Ishana kekasihnya.
"Apa yang dikatakan oleh kak Ishana benar. Jika kamu ingin tahu tentang hubungan Naufal dengan Divia di masa lalu, ada baiknya kamu langsung tanyakan kepada keluarganya. Jangan sekali-kali kamu percaya dengan orang lain, sekali pun orang itu pernah menjadi bagian dari kekasih kamu." Enzi berbicara sembari menepuk pelan bahu Vanesha.
"Naufal laki-laki yang baik dan setia. Dia laki-laki terbaik yang dikirim oleh Tuhan untuk kamu. Jangan sia-siakan dia. Jika kamu cinta sama Naufal, maka kamu akan selalu ada di sampingnya dan akan mempercayai setiap apa yang diucapkan oleh Naufal. Apapun yang terjadi," ucap Enzi lagi.
__ADS_1
Mendengar ucapan demi ucapan dari keenam sahabat-sahabatnya sekaligus kakak perempuannya membuat Vanesha tersenyum. Sebenarnya sejak awal dia bertemu dengan mantan kekasih dari kekasihnya itu, di hati kecilnya menaruh kepercayaan besar terhadap kekasihnya itu. Hanya saja saat ini hati ingin makin memperluas kepercayaan tersebut dengan cara bertukar pikiran dengan keenam sahabat-sahabatnya. Salah satunya adalah ingin mendengar saran serta nasehat dari keenam sahabatnya itu agar dirinya tidak melakukan kesalahan.