Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Kekalahan Alex Alvaro Dan Derry Alvaro


__ADS_3

Braakkk..


Alex seketika menggebrak meja dengan keras ketika mendengar ucapan sekaligus ancaman dari Naufal. Dirinya menatap marah kearah Naufal.


Naufal berada di kediaman utama Alvaro dimana saat ini Naufal bersama dengan kedua kakak beradik Alvaro di ruang tengah.


Sesuai yang sudah direncanakan oleh Naufal, dirinya datang dengan satu tangan kanannya dan empat anggotanya. Sementara Alex dan Derry memiliki anggota sekitar 50 orang yang kini berjaga-jaga di sekitar mereka.


"Tenang, tuan Alex! Jangan marah-marah," ucap Naufal dengan wajah santainya.


"Apa maumu, hah?!" tanya Alex dengan wajah yang tak bersahabat.


"Kerja sama. Aku akan berikan perusahaan baru untukmu dan untuk adikmu dengan bidang yang sama. Aku juga akan memberikan sejumlah uang untuk kehidupan kalian karena aku tahu bahwa kalian tidak memiliki uang sama sekali."


Deg..


Alex dan Derry terkejut ketika mendengar ucapan dari Naufal yang mengatakan bahwa mereka sudah kehabisan uang saat ini. Mereka berpikir dari mana Naufal mengetahui masalah tersebut.


"Dari mana kau mengetahui masalah aku dan adikku yang tidak memiliki uang sama sekali?" tanya Alex.


"Itu perkara mudah untukku. Bagaimana dengan tawaranku barusan, hum?


"Tidak akan pernah aku menerima tawaran darimu. Lebih baik kau pergi dari sini!" bentak Alex.


"Tidak semudah itu kau atau pun adikmu mengusirku dari sini. Permainan baru saja dimulai. Dan hanya aku yang bisa mengakhiri permainan ini," ucap Naufal dengan menatap tajam kearah Alex dan Derry.


Braakk..


"Brengsek! Apa maumu, hah?!" bentak Alex.


"Mengambil semua apa yang sudah kau ambil dari gadis yang aku cintai. Kau pasti pahamkan maksudku?" Naufal menatap tajam kearah Alex, lalu beralih menatap Derry.


"Gadis? Apa maksudmu, hah?!" bentak Derry.


"Aku tekankan sekali lagi. Apa yang sudah menjadi milikku akan kembali lagi padaku, termasuk gadis yang ingin kau nikahi itu," jawab Naufal dengan tatapan remehnya.


"Vanesha Naladhipa, dia adalah kekasihku. Calon istriku. Dan kau!" Naufal menatap tajam kearah Derry Alvaro. "Kau sudah merebut gadisku. Dan aku akan merebutnya kembali," ucap Naufal.


Mendengar ucapan sekaligus tantangan perlawanan membuat Derry mengepal kuat tangannya.


"Hahaha. Kau tidak akan bisa merebut Vanesha dariku karena ibunya ada padaku dan kakakku. Begitu juga dengan kakak laki-lakinya yang masih di dalam penjara," ucap Derry.


Baik Alex maupun Derry masih bersikap seolah-olah ibu dan kakak laki-lakinya Vanesha masih berada di rumah sakit dan kantor polisi biar Vanesha selamanya menjadi milik Derry Alvaro.

__ADS_1


Naufal tersenyum ketika mendengar ucapan dari Derry. Dirinya meyakini bahwa Alex dan Derry berpikir bahwa dia tidak tahu tentang keberadaan ibu dan kakak laki-lakinya Vanesha.


"Mau sampai kapan kalian berdua berakting soal ibu dan kakak laki-lakinya Vanesha, hum? Sedikit bocoran untuk kalian bahwa aku sudah tahu kalau ibunya Vanesha sudah tidak ada lagi di rumah sakit itu. Dan untuk kakak laki-lakinya Vanesha juga sudah bebas dari penjara."


Seketika Alex dan Derry terkejut ketika mendengar penuturan dari Naufal tentang ibu dan kakak laki-lakinya Vanesha. Mereka tidak menyangka jika Naufal sudah mengetahui tentang ibu dan kakak laki-lakinya Vanesha.


"Kalian sudah kalah. Dan kalian sudah tidak memiliki apa-apa selain rumah mewah ini." Naufal berucap dengan tatapan sinisnya.


"Brengsek!"


Alex dan Derry seketika berdiri dari duduknya dengan tatapan amarahnya menatap kearah Naufal. Seketika Alex dan Derry mengetahui dalang dibalik semua kejadian yang mereka alami.


"Jadi kau orangnya?!" teriak Alex.


Mendengar ucapan dari Alex. Ditambah lagi dengan tatapan amarah yang diberikan oleh Alex dan juga Derry membuat Naufal tersenyum manis.


Prok.. Prok..


Prok..


"Akhirnya kau mengetahui juga siapa dalang disetiap permasalahanmu dan adikmu," ucap Naufal. "Iya, akulah dalangnya."


"Brengsek!"


Sreekk.. Sreekk..


Beberapa senjata mengarah kepada dirinya dan siap untuk memuntahkan peluru-peluru tersebut ke seluruh tubuhnya.


Alex dan Derry seketika terkejut ketika melihat beberapa anggotanya dan anggota kakaknya. Bukan beberapa, melainkan semuanya anggotanya mengarahkan senjata padanya.


Bukan hanya Derry yang terkejut. Alex Alvaro juga terkejut ketika melihat semua anggotanya dan anggota adiknya mengarahkan senjata kearah adiknya.


Alex berdiri dari duduknya dengan tatapan matanya menatap kearah para anggotanya itu.


"Apa yang kalian lakukan?! Kami ini Bos kalian!" bentak Alex.


Sementara Naufal saat ini tersenyum bahagia melihat kekalahan Alex dan Derry. Dirinya saat ini tengah duduk santai menyaksikan kekalahan dua musuh-musuhnya.


"Turunkan senjata kalian! Seharusnya dia yang kalian arahkan senjata kalian. Bukan aku atau adikku!" bentak Alex.


"Awalnya memang seperti itu. Tapi tida saat ini!"


"Kami sudah tidak sudi lagi menjadi budak kalian berdua!"

__ADS_1


"Kami bisa bekerja pada kalian berdua karena kalian menekan kami dengan menggunakan anak dan istri kami!"


"Jika kalian tidak menyentuh istri dan anak-anak kami, maka kami tidak akan ada disini!"


"Dan inilah saatnya kami ingin terbebas dari manusia keji seperti kalian!"


Mendengar ucapan demi ucapan dari anggota-anggotanya membuat Alex dan Derry terkejut sekaligus marah.


"Apa kalian yakin ingin mengkhianati kami, hah?! Bagaimana dengan nasib keluarga kalian?!" bentak Derry.


"Tuan Derry tenang saja. Para anggota keluarga mereka sudah terbebas sekarang. Justru itulah yang membuat mereka berani melawan anda dan kakak anda," jawab Naufal.


Derry dan Alex terkejut ketika mendengar ucapan dari Naufal yang mengatakan bahwa semua anggota keluarga dari para anggotanya sudah terbebas sehingga membuat para anggotanya berbalik melawan dirinya dan adiknya.


Naufal berdiri dari duduknya lalu tangan kanannya mengarahkan kearah tangan kanannya yang sejak tadi berdiri di belakang punggungnya.


Mengerti apa yang maksud uluran tangan sang Bos, laki-laki itu langsung meletakkan sebuah senjata ke tangannya.


"Sudah waktunya mengakhiri permainan tuan Alex dan tuan Derry. Kalian berdua sudah banyak melakukan kejahatan di dunia ini. Sudah banyak orang-orang yang menderita atas perbuatan kalian."


Naufal berlahan mengarahkan senjatanya kearah salah satu betis Alex dan Derry. Yah! Naufal hanya ingin membuat kedua kakak beradik tersebut lumpuh permanen. Dengan keduanya lumpuh, maka mereka tidak akan bisa lagi melakukan kejahatannya.


Dor..


Dor..


"Aaakkkhhhh!" teriak Alex dan Derry.


Brukk..


Sebenarnya Naufal tidak tega melakukan hal tersebut, namun kembali lagi dengan apa yang telah dilakukan oleh keduanya sehingga membuat Naufal mau tidak mau harus melakukannya.


Jika pun keduanya terluka, itu pun hanya sebelah kaki mereka saja. Sedangkan sebelah kaki mereka masih bisa digunakan. Dengan kata lain, keduanya masih bisa berjalan.


"Sebenarnya aku tidak tega untuk melakukan hal ini kepada kalian. Kalian yang telah membuatku untuk melakukan ini kepada kalian. Niatku ingin buat kalian tidak bisa berjalan lagi dengan kehilangan kedua kaki kalian,ntapi aku tidak melakukannya. Makanya aku hanya menembak satu kaki kalian tepat di tulang kering kaki kalian. Jadi dengan begitu kalian tidak bisa berjalan dengan dua kaki."


"Maafkan aku. Berubah jadi orang baik. Setidaknya kalian masih bisa melakukan pekerjaan, walau hanya satu kaki. Aku akan berikan kalian satu perusahaan sehingga kalian bisa mengelolanya."


Alex dan Derry seketika terdiam ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Naufal. Keduanya tidak menyangka jika orang yang mereka jahati memberikan hukuman ringan untuknya.


"Kalian! Bawalah mereka ke rumah sakit. Pastikan mereka mendapatkan perawatan yang bagus."


"Baik, tuan!" jawab para anggota dari Alex dan Derry.

__ADS_1


Setelah itu, Naufal pun pergi meninggalkan kediaman utama keluarga Alvaro.


__ADS_2