
Nattaya dan Zora saat ini berada di sebuah Cafe. Mereka tidak sengaja bertemu ketika sama-sama tengah istirahat jam kantornya. Mereka kini tengah menikmati makan siangnya bersama.
"Oh ya! Zora, aku dengar dari beberapa orang kamu dekat banget sama William. Ada hubungan apa kalian berdua? Ingat Zora kamu sudah Ardian. Bahkan aku dengar orang-orang itu mengatakan bahwa kamu sering kali ngobrol sama William." tanya Nattaya sembari menyeruput Milkshake miliknya.
"William? Tidak, Nat! Aku sama William hanya sebatas rekan kerja doang. Kita dekat itu karena kita lagi mengerjakan proyek bersama. William itu senior di perusahaan lalu disatukan di dalam proyek itu. Lagian William juga sudah punya kekasih. Bahkan aku sudah pernah bertemu dengan kekasihnya." Zora menjawab perkataan dari Nattaya sembari menjelaskan kedekatannya dengan William.
Sementara Nattaya seketika tersenyum lega ketika mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari Zora tentang kedekatannya dengan William.
"Kalau masalah orang-orang yang menggosipkan tentang kedekatan aku sama William, itu karena mereka sengaja manas-manasi seseorang yang sejak dulu menaruh hati sama William. Dia tuh selalu ngejar-ngejar William, sementara William berusaha mati-matian menghindari dia. Sementara sama aku, William justru dekat. Bahkan William sengaja berbohong dengan mengatakan bahwa aku pacarnya dia, gila kan?"
"Hahahaha." Nattaya seketika tertawa ketika mendengar cerita Zora yang mengatakan bahwa William mengklaim Zora sebagai kekasihnya di depan cewek yang naksir sama dirinya.
Tanpa diketahui oleh Zora dan Nattaya ternyata cewek yang mengejar-ngejar William juga berada di cafe yang sama. Cewek itu bernama Irene.
Irene berlahan melangkahkan kakinya menghampiri meja Zora dan Nattaya dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Zora.
"Oh iya! Aku udah nih. Aku balik ke kantor dulu ya, Nat!"
"Sekalian kita keluar. Aku juga mau balik ke kantor," ujar Nattaya.
Setelah itu, Zora dan Nattaya beranjak dari duduknya. Namun ketika keduanya berbalik badan, tiba-tiba seseorang langsung menyiram minuman ke baju yang dikenakan oleh Zora.
Byur..
"Upps! Sorry, Zora! Gue nggak sengaja," ucap gadis itu tersenyum mengejek kearah Zora.
Zora menatap tajam kearah Irene. Dirinya benar-benar marah atas apa yang dilakukan oleh Irene terhadap dirinya.
Detik kemudian..
Byur..
Zora mengambil minuman yang dibawa oleh seorang pelayan lalu menyiram minuman itu ke baju yang dikenakan oleh Irene.
"Upps! Sorry, Irene. Gue nggak sengaja. Tadi ada yang narik tangan gue lalu nuntun gue buat melakukan itu sama lo," ucap Zora tanpa rasa bersalah sama sekali.
Sementara Nattaya seketika tersenyum ketika melihat apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu terhadap orang yang mencari masalah dengannya.
"Udah ach. Ayo!"
__ADS_1
Nattaya menarik tangannya Zora untuk pergi meninggalkan cafe tersebut. Dirinya tidak ingin melihat peperangan yang makin parah antara sahabatnya melawan Irene.
***
Naufal berada di ruang kerjanya. Dirinya saat ini sibuk berkutat dengan laptop miliknya. Jari-jarinya begitu lihai menari-nari di atas keyboard dengan tatapan mata menatap layar laptopnya.
Disaat Naufal sedang fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk!"
Cklek..
Pintu dibuka setelah itu masuklah seorang gadis ke dalam ruangan kerjanya Naufal.
"Permisi, Pak! Ada apa ya memanggil saya?" tanya Laura.
"Ini." Naufal menyodorkan beberapa berkas kepada Laura. "Segera rangkum data keuangan NFL Corp selama dua kuartal terakhir. Sebelum makan siang sudah ada di mejaku."
Laura berusaha untuk mengingat-ingat perintah dari Naufal sampai ke titik koma. Laura melakukan itu agar dia tidak lupa apa yang diperintahkan oleh Naufal.
"Berikan juga analisa karena aku dan Henry akan meeting dengan pengembang yang menangani proyek di negara Amerika.
"Baik, Pak!" Laura menjawab perkataan dari Naufal dengan tegas dan sigap. "Ada lagi, Pak?"
Naufal mengangkat kedua alisnya dengan tatapan matanya menatap Laura. Setelah itu, Naufal kembali dengan pekerjaannya yang sempat terhenti beberapa menit.
"Tida ada. Sekarang kamu boleh pergi."
Seketika Laura menghembuskan nafas leganya. Kemudian Laura berjalan menuju pintu keluar dan pergi meninggalkan ruang kerja Naufal.
Beberapa detik pintu ruang kerjanya kembali dibuka. Dan orang yang membuka pintu ruang kerjanya itu adalah Henry, sahabatnya.
"Sibuk, Fal!" seru Henry.
__ADS_1
Mendengar seruan dan suara sahabatnya, Naufal langsung melihat kearah sahabatnya itu. Dan dapat dilihat oleh Naufal sahabatnya itu berjalan menuju meja kerjanya.
"Ini pekerjaan kemarin yang belum sempat aku kerjakan. Bagaimana rapatnya? Sukses kah?"
"Sesuai keinginanmu. Tiga perusahaan ini mau bekerja sama dengan NFL Corp," jawab Henry.
Mendengar jawaban dari Henry membuat Naufal tersenyum bahagia dan bangga terhadap Henry. Naufal sangat beruntung sekali ada Henry di perusahaan miliknya. Dirinya bisa sedikit santai dan tidak buru-buru dalam melakukan pekerjaannya.
"Oh iya, Fal! Bagaimana dengan JM baru itu? Apa dia bisa bekerja?" tanya Henry.
"Aku belum tahu. Beberapa menit yang lalu aku membeli pekerjaan padanya yaitu merangkum data keuangan NFL Corp selama dua kuartal terakhir. Aku juga meminta dia untuk memberikan analisa tentang meeting kita dengan pengembang yang menangani proyek di negara Amerika." Naufal menjawab perkataan dari Henry sembari menjelaskan jenis pekerjaan yang dia berikan kepada Laura.
"Bagus. Kita bisa lihat hasilnya nanti," sahut Henry.
"Iya, itu yang aku tunggu. Aku mau melihat kinerja kerjanya," balas Naufal.
"Kau sudah makan siang, Hen?" tanya Naufal.
"Belum," jawab Henry.
"Kebetulan aku juga belum makan siang. Kita makan siang dulu yuk. Nanti sekitar jam 2 siang kita akan Studio. Barusan Theo menghubungiku dan meminta kita kesana." Naufal berucap sembari memberitahu Henry tentang Theo yang meminta untuk datang ke Studio.
"Baiklah," jawab Henry
Henry dan Naufal bersamaan beranjak dari duduknya. Kemudian keduanya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Henry membuka pintu tersebut lalu keluar. Naufal yang terakhir tak lupa menutup kembali pintu ruang kerjanya.
***
Rayyan bersama seorang gadis cantik yang bernama Dira Kayana. Keduanya tampak akrab terlihat cara bagaimana keduanya mengobrol dan tertawa.
Kini Rayyan dan Dira berada di sebuah Cafe terkenal di Jakarta. Keduanya menikmati makan siangnya bersama.
"Apa kau senang?" tanya Rayyan.
"Tentu aku senang apalagi kalau sedang bersama pria tampan seperti kamu. Makin cinta deh," jawab Dira sembari tersenyum menatap wajah tampan Rayyan.
Sementara Rayyan merasakan kehangatan ketika mendengar jawaban dari Dira. Ditambah lagi ketika melihat senyuman manisnya.
Rayyan dan Dira sudah resmi menjadi sepasang kekasih ketika Dira resmi bekerja di perusahaannya sebagai fotografer. Ada beberapa para kaum hawa yang iri, cemburu dan bahkan tak suka melihat Rayyan dan Dira menjadi sepasang kekasih. Dan ada juga beberapa orang yang menyukai hubungan Rayyan dan Dira. Mereka bahkan mendoakan semoga keduanya berlanjut sampai jenjang pernikahan.
__ADS_1