Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Kemarahan Keluarga Besar Harisman


__ADS_3

Di kediaman Naufal terlihat ramai dimana semua anggota keluarga berkumpul. Mereka mengobrol banyak hal disana. Sesekali kali mereka memberikan kata-kata lucu sehingga membuat orang-orang tertawa.


Ketika mereka tengah bersenda gurau, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seorang gadis yang memanggil sang ibu sembari menangis.


"Mami!"


Mendengar suara panggilan tersebut, Andhira yang mengenali suara tersebut langsung berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan Felix, Pasya dan Arsya. Dan dengan kompak mereka melihat keasal suara tersebut.


"Mami!"


Grep..


"Hiks... Mami," isak gadis itu ketika sudah berada di dalam pelukan ibunya.


"Kamu kenapa Tasya? Apa yang terjadi padamu?"


"Dhira, bawa duduk Tasya nya!" Helena berseru.


Setelah itu, Andhira langsung membawa duduk putrinya yang masih memeluk tubuhnya.


"Mami... Aku nggak jadi nikah sama Yosef. Dia laki-laki brengsek... Hiks," adu Tasya kepada ibunya.


Deg..


Andhira terkejut ketika mendengar ucapan dari putrinya yang mengatakan bahwa dia tidak ingin menikah dengan Yosef laki-laki yang dicintai putrinya sejak satu tahun lalu.


Bukan hanya Andhira saja yang terkejut mendengar ucapan dari Tasya. Albert selaku ayah, Pasya selaku kakak laki-lakinya dan Rasya selaku adik laki-lakinya terkejut. Mereka tidak menyangka jika Tasya membatalkan pernikahan. Yang mereka tahu selama ini bahwa Tasya sangat menantikan hari bahagianya ini bersama Yosef.


Melihat putrinya sudah tenang, berlahan Andhira melepaskan pelukannya. Tangannya mengusap lembut air mata putrinya dan juga pipi putih putrinya.


"Sekarang katakan pada Mami. Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba datang, nangis dan mengatakan kalau kamu tidak ingin menikah. Bahkan kamu kalau Yosef laki-laki brengsek?" tanya Andhira.


"Hiks... Hiks..." Tasya semakin terisak ketika mendapatkan pertanyaan dari ibunya. Ingatannya kembali teringat kejadian dimana calon suaminya berhubungan badan dengan sahabatnya sendiri.


"Tasya, jawab pertanyaan dari Mami. Kamu kenapa? Kalau kamu nangis terus, kita tidak akan tahu. Dan kita juga tidak bisa mau berbuat apa?" sahut Pasya.


"Yosef... Yosef, dia selingkuh dengan sahabat aku. Bahkan mereka berdua melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah yang aku beli itu tepatnya di kamar yang akan aku dan Yosef tempati setelah menikah."

__ADS_1


"Apa?!"


Andhira, Felix, Pasya dan Arsya seketika terkejut ketika mendengar penuturan dari Tasya mengenai Yosef dan Mareta.


"Brengsek! Berani sekali dia menyakiti kamu. Kurang baik apa kamu sama dia. Kamu sudah banyak membantu dia. Dan ini balasannya," ucap Pasya marah.


"Apa kakak akan diam saja? Apa kakak nggak akan membalas kedua manusia busuk itu?" tanya Arsya.


"Tentu kakak akan membalasnya. Sebelum pergi kakak sudah mengatakan kepada mereka kalau kakak akan mengambil semua yang pernah kakak berikan kepada mereka. Baik kepada mereka maupun kepada keluarga mereka."


"Kakak juga mengatakan kalau kakak akan menarik saham kakak 60 persen yang ada di perusahaan mereka dan keluarga mereka."


Mendengar jawaban memuaskan dari Tasya membuka Pasya, Arsya tersenyum penuh kebahagiaan. Ini yang mereka inginkan.


"Papi senang mendengarnya. Kalau perlu Papi akan menambahkan penderitaan kepada laki-laki tidak tahu diri itu dengan memasukkan namanya dan nama keluarganya ke dalam daftar hitam dunia bisnis. Jadi, dengan begitu mereka tidak akan bisa lagi berbisnis dan mengembangkan sebuah perusahaan."


"Terima kasih, Pi! Aku ingin kedua manusia menjijikan itu tidak memiliki apa-apa lagi. Dan aku juga ingin membuat kedua manusia menjijikan itu malu atas apa yang mereka lakukan sehingga mereka akan dipandang jijik oleh orang-orang diluar sana," ucap Tasya.


"Ide yang bagus itu kak Tasya. Apa perlu aku yang melakukannya?!" Naufal tiba-tiba menyuarakan pendapatnya.


Mendengar ucapan dari Naufal. Tasya langsung melihat kearah adik sepupunya itu. Begitu juga dengan anggota keluarganya.


Tasya seketika tersenyum ketika mendengar ucapan dari Naufal. Ditambah lagi dengan mimik wajah adiknya yang begitu serius dalam ucapannya.


"Baiklah. Kakak mau pakai jasa kamu. Pastikan kedua manusia menjijikan itu hancur sehancur-hancurnya." Tasya berucap sembari tersenyum di sudut bibirnya.


"Sesuai keinginan kakakku yang cantik ini " jawab Naufal yang juga tersenyum di sudut bibirnya.


"Yosef, Mareta! Tunggu kejutan dariku dan dari keluargaku," batin Tasya.


***


Plak..


Terdengar suara tamparan keras di ruang tengah kediaman Harisman. Pelaku penamparan tersebut adalah seorang pria paruh baya. Sedangkan yang menjadi korban penamparan tersebut adalah putra dari pria tersebut.


"Apa yang ada di otakmu, hah?! Kenapa kau bisa melakukan hal menjijikan itu dengan perempuan lain, sementara kau akan segera menikah!" bentak pria itu dengan menatap nyalang putranya.

__ADS_1


Yah! Pemuda yang menjadi korban tamparan keras itu adalah Yosef Harisman.


"Lihatlah hasil dari perbuatan bejatmu bersama perempuan murahan itu! Perusahaan Papa dan perusahaan kedua Pamanmu mengalami penurunan pemasukan. Bukan itu saja, Papa dan kedua Pamanmu kehilangan sekitar 30 rekan kerja yang mana ketiga puluh rekan kerja itu sangat berpengaruh dalam perusahaan. Mereka pergi meninggalkan perusahaan Papa dan perusahaan milik kedua Pamanmu karena Tasya menarik semua sahamnya!" bentak pria itu dengan menatap penuh amarah putra keduanya.


Deg..


Yosef seketika terkejut dan juga syok ketika mendengar ucapan demi ucapan dari ayahnya. Dia tidak menyangka jika Tasya benar-benar melakukan sumpahnya untuk menghancurkan dirinya dan keluarganya.


"Puas kamu sekarang, Yosef!" bentak Paman pertamanya.


"Apa ini yang kau inginkan?!" bentak Paman keduanya.


"Demi mempertahankan wanita menjijikan itu, kau membuang sebuah mutiara. Dan inilah hasilnya?" bentak sang Bibi adik bungsu ayahnya.


"Hiks... Hiks," seketika wanita itu menangis memikirkan nasib Tasya.


"Kau memang laki-laki brengsek, Yosef! Jika kau tidak mencintai Tasya, kenapa kau tidak mengaku saja. Bibi sangat yakin jika saat itu kau mengatakan bahwa kau tidak mencintainya, Tasya pasti akan menerimanya dengan lapang dada. Tasya itu perempuan baik. Dia tidak akan bertingkah seperti wanita murahan demi mengejar laki-laki yang dia sukai," ucap sang Bibi.


"Kau mau tahu kenapa Bibi bisa berbicara seperti itu tentang Tasya? Karena Bibi sudah tahu seperti apa sifat dan watak asli dari Tasya karena Bibi mencari tahu semuanya tentang Tasya."


"Tasya mencintai kamu, tapi hanya 50 persen. Jadi, jika suatu hari nanti kamu mengkhianati dia, dia tidak akan berlarut-larut dalam kesedihannya."


"Bibi tidak menyangka kamu tega menyakiti Tasya yang mana Tasya sudah banyak berkorban dan membantu kita, terutama kamu! Ingat Yosef! Jika terjadi sesuatu dengan keluarga kita akibat ulah kamu, maka Bibi orang pertama yang akan mengusir kamu dari keluarga Harisman. Dan Bibi juga melarang kamu memakai marga Harisman lagi!"


Setelah mengeluarkan kemarahannya di hadapan keponakannya yang kurang ajar dan tidak tahu diri tersebut, wanita itu pun langsung pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju kamarnya.


"Paman juga akan melakukan apa yang dikatakan oleh Bibi kamu itu. Silahkan pergi dari kediaman utama Harisman jika Tasya benar-benar melakukan pembalasan terhadap kamu dan gadis menjijikan itu." adik laki-laki kedua dari ayahnya Yosef berucap dengan penuh penekanan dan dengan tatapan amarahnya.


Setelah mengatakan itu, pria itu pun pergi. Dan diikuti oleh ayahnya, Paman keduanya dan anggota keluarga lainnya. Kini tinggal Yosef dan ibunya.


Wanita itu menatap kecewa kearah putra keduanya. Dia tidak menyangka jika putranya itu akan melakukan hal serendah itu dengan gadis lain, sementara dirinya akan segera menikah.


"Mama tidak tahu harus bicara apa padamu. Yang jelas saat ini Mama benar-benar kecewa padamu. Kau menghancurkan hati gadis sebaik Tasya hanya demi Mareta yang jahat itu. Satu hal yang tidak kau ketahui tentang Mareta dan kelakuan busuknya di belakang kamu. Kecelakaan yang menimpa Mama satu bulan yang lalu sehingga membuat Mama tak sadarkan diri selama dua bulan, itu adalah ulah dari Mareta. Dia membayar orang untuk mencelakai Mama. Dan apa kau ingin tahu alasan Mareta sampai melakukan hal itu kepada Mama? Mareta melakukan hal itu kepada Mama karena Mama mendengar perkataannya yang mengatakan bahwa dia ingin merebut semua kekayaan milik keluarga Harisman."


Seketika Yosef membelalakkan matanya ketika mendengar pengakuan dari ibunya. Dirinya tidak menyangka jika Mareta sejahat itu.


"Jika kau tidak mempercayai ucapan Mama. Silahkan kamu buktikan sendiri."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, wanita itu pergi meninggalkan Yosef sendirian di ruang tengah.


__ADS_2