Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Kemarahan Yosef Terhadap Mareta


__ADS_3

"Ah, selesai juga!" seru Theo sembari merentangkan kedua tangannya keatas.


Naufal bersama keempat sahabatnya berada di ruangan studio. Mereka saat ini tengah meregangkan otot-ototnya di sofa karena lelah.


Satu jam yang lalu Naufal, Theo, Nathan, Ricky dan Henry baru saja menyelesaikan pembuatan album baru untuk empat penyanyi solo, baik penyanyi laki-laki maupun penyanyi perempuan.


"Fal, habis ini lo mau kemana?" tanya Ricky.


"Rencana aku mau singgah dulu sebentar ke NFL Corp. Setelah dari sana, baru aku pulang." Naufal menjawab pertanyaan dari Ricky.


"Oh iya, Fal! Apa kamu akan diam saja dengan keberadaan mantan kamu itu?" tanya Nathan.


"Biarkan saja dia mau melakukan apa. Selama dia tidak menyentuh atau mengusik kehidupan Vanesha. Aku tidak peduli," jawab Naufal yang saat ini fokus menatap layar ponselnya.


"Jika dia berani mengusik kehidupan Vanesha, bagaimana?" tanya Henry.


"Berarti dia mencari mati," jawab Naufal.


Mendengar jawaban demi jawaban dari Naufal membuat Nathan, Ricky, Henry dan Theo hanya bisa diam dan tidak lagi memberikan pertanyaan kepada Naufal. Mereka tahu bagaimana sifat dan watak Naufal yang sebenarnya.


Drrtt.. Drrtt..


Tiba-tiba ponsel milik Naufal berbunyi ketiga Naufal tengah asyik dengan gamenya. Naufal melihat nama 'Kakak Rayyan' di layar ponselnya.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Naufal pun langsung menjawab panggilan dari kakak ketiganya itu. Dia tidak ingin membuat kakaknya itu terlalu lama menunggu.


"Hallo, kak!"


"Kamu dimana sekarang, Fal?"


"Masih di Studio. Kenapa?"


"Masih lama pulangnya?"


"Sebentar lagi. Tapi aku mau ke NFL Corp dulu. Ada sedikit pekerjaan yang belum aku selesaikan. Selesai dari sana aku akan langsung pulang."


"Baiklah. Kakak tunggu kamu di rumah."


"Ada apa, kak?"

__ADS_1


"Nanti saja di rumah kakak ceritakan."


"Baiklah."


"Jangan terlalu lelah bekerja."


"Iya."


Setelah itu, baik Rayyan maupun Naufal sama-sama mematikan panggilannya secara bersamaan.


"Sebenarnya kakak Rayyan mau menceritakan apa?" batin Naufal.


***


"Lebih baik kau pergi dari sini," usir Yosef kepada Mareta.


Mendengar ucapan kejam dan pengusiran yang dilakukan oleh Yosef membuat Mareta terkejut. Dirinya tidak menyangka jika Yosef akan bersikap kasar padanya.


"Ada apa denganmu, Yosef? Apa kesalahanku? Satu minggu ini kau terus menghindariku dengan berbagai alasan."


Yosef menatap tajam kearah Mareta. "Kau mau tahu apa kesalahanmu, hah?! Baiklah jika itu maumu. Kesalahanmu sangat fatal dan tidak bisa diampuni. Kesalahanmu itu adalah kau dengan keji menyakiti ibuku, perempuan yang sudah melahirkanku dan merawatku?" bentak Yosef.


Deg..


"Aku menyesal menjalin hubungan denganmu di belakang Tasya. Aku menyesal telah mengkhianati perempuan baik seperti Tasya demi perempuan ular sepertimu. Aku menyesal telah meninggalkan Tasya demi memilih perempuan busuk sepertimu.!" bentak Yosef.


"Lebih baik kau pergi dari rumahku sekarang! Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun lagi denganmu!"


Plak..


Mareta seketika langsung memberikan tamparan keras ke wajah Yosef. Dirinya benar-benar akan ucapan yang tak mengenakkan dari Yosef.


"Setelah kau menikmati tubuhku. Kau dengan mudah mencampakkanku, hah?!" teriak Mareta.


Mendengar ucapan serta bentakan dari Mareta membuat Yosef menatap tajam kearah Mareta. Dia tidak terima akan sikap Mareta padanya.


Plak..


Yosef balik memberikan tamparan di wajah Mareta. Bahkan tamparannya begitu keras sehingga membuat sudut bibir Mareta berdarah.

__ADS_1


"Dasar perempuan murahan! Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan kepadaku. Pertama, kau yang terlebih dulu menggodaku dan juga merayuku. Awalnya aku mampu untuk menahan diri sehingga aku tidak tergoda akan rayuanmu. Bagaimana pun aku sudah memiliki calon istri. Dan calon istriku itu adalah sahabat kamu sendiri!"


"Kau!" tunjuk Yosef tepat di hadapan wajah Mareta. "Kau dengan liciknya menjebakku dengan minuman pemberianmu sehingga aku tidur denganmu dan melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah aku sadar, aku berada bersama denganmu diatas ranjang yang mana saat itu kau sedang menangis. Kau mengatakan padaku bahwa aku sudah merenggut kesucianmu. Dari situlah aku mulai melakukan kesalahan dengan mengkhianati Tasya. Bahkan kita sering melakukan hal menjijikan itu di belakang Tasya!" bentak Yosef.


Deg..


Mareta seketika terkejut ketika mendengar penuturan dari Yosef yang mengatakan bahwa dirinya dijebak. Mareta tidak menyangka jika Yosef akan mengetahui hal tersebut.


"Asal kau tahu saja. Ketika Tasya memergoki kita melakukan hubungan menjijikan itu, aku merasakan sakit luar biasa di hatiku. Apalagi ketika melihat dia menangis. Namun karena janjiku padamu untuk selalu bersamamu setelah kejadian itu, aku menjadi seorang laki-laki brengsek di hadapan Tasya! Itu semua karena ulahmu!" bentak Yosef dengan sedikit berteriak di hadapan wajah Mareta.


"Jika kau tidak menggodaku. Jika kau tidak menjebakku. Sampai detik ini hubunganku dengan Tasya baik-baik saja. Bahkan aku dan Tasya sudah resmi menjadi suami istri."


Mareta hanya diam membeku di tempat ketika mendengar ucapan demi ucapan serta bentakan demi bentakan yang diberikan oleh Yosef. Di dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Yosef bahwa dirinya yang biang semua masalah ini.


"Aku melakukan itu karena aku mencintaimu."


"Kau mencintai laki-laki yang salah. Laki-laki yang kau cintai itu adalah calon suami dari sahabatmu sendiri. Seharusnya kau paham dan kau sadar akan kesalahanmu. Bukan justru makin jauh melangkah!"


Yosef menatap penuh amarah kearah Mareta. Dirinya benar-benar tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan wanita yang ada di hadapannya ini. Sekali pun Tasya membenci dirinya dan enggan memberikan kesempatan kedua untuknya, Yosef tidak akan pernah sudi untuk menjalin hubungan dengan perempuan yang sudah menyakiti ibunya, perempuan yang sudah menghancurkan hidup keluarganya dan perempuan yang sudah menghancurkan kebahagiaannya dengan Tasya.


"Sekarang kau pergi dari sini. Dan jangan pernah lagi kau menampakkan wajah menjijikanmu itu di hadapanku!"


"Apa kau ingin kembali kepada Tasya?"


"Itu bukan urusanmu."


"Aku yakin kalau Tasya tidak ingin kembali menjalin hubungan denganmu."


"Aku tidak peduli. Mau dia memaafkanku, mau dia membenciku atau dia tidak ingin menjalin hubungan lagi denganku. Aku tidak peduli. Yang aku inginkan sekarang ini adalah menjauh darimu. Aku tidak ingin memiliki hubungan lagi denganmu. Selamanya!"


"Sekarang, enyahlah kau dari hadapanku. Dan jangan pernah lagi menginjakkan kakimu di rumahku!"


Walau Tasya sudah membalaskan rasa sakitnya terhadap Yosef dan Mareta dengan membuat hidup Yosef dan keluarganya hancur. Bukan berarti Yosef dan keluarganya tidak memiliki tempat tinggal.


Tasya hanya membalaskan rasa sakitnya dengan menghancurkan perusahaan milik Yosef dan milik ayahnya Yosef dengan cara menjual semua saham miliknya yang dia tanam di dua perusahaan itu sehingga membuat kedua perusahaan itu mengalami kesulitan.


Sementara untuk rumah, Yosef dan keluarganya masih memiliki rumah mewah untuk mereka tinggali secara Yosef dan keluarganya memang berasal dari orang berada.


Berbeda dengan Mareta dan keluarganya yang berasal dari keluarga sederhana. Mareta dan keluarganya kehilangan semuanya yang mana semua kekayaan itu adalah pemberian Tasya. Dan Tasya mengambilnya kembali

__ADS_1


__ADS_2