Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Hati Yang Terluka


__ADS_3

[BAR]


Hingar bingar musik yang menghentakkan langkah seorang wanita cantik berambut coklat sepunggung yang sedang sibuk meliuk-liukkan tubuhnya. Menggoda setiap pria yang ditemuinya sepanjang jalan menuju lantai disko.


Dengan pakaian ketat hitam sebatas paha. Berwajah cantik yang begitu memikat. Wanita itu mampu memikat pria manapun yang disukainya. Siulan, decakan dan ajakan untuk menari pun berbondong-bondong mengiringi setiap langkahnya.


Namun tak banyak dari mereka yang berhasil menaklukan hati sang ratu yang angkuh.


Lalu tiba-tiba mata wanita itu melihat kearah Pemuda tampan, manis dan juga cantik. Bahkan mengalahkan kecantikannya. Lalu wanita itu pun tertarik akan pemuda tersebut. Lalu detik kemudian, wanita itu pun memutuskan untuk mendekatinya.


"Hei, tampan. Ingin berkencan denganku?" tanya wanita itu sembari tangannya mengelus wajah tampan pemuda yang ada dihadapannya.


"Maaf, nona. Aku ingin sendiri. Tolong tinggalkan aku," ucap pemuda itu.


Pemuda itu adalah Naufal. Naufal saat ini berada di sebuah BAR.


Naufal bisa sampai di Bar hanya untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sedang kacau.


Dipikirannya saat ini masih terngiang-ngiang kejadian dimana Vanesha yang disakiti dan dikasari oleh laki-laki lain yang berstatus sebagai calon suaminya. Naufal menyalahkan dirinya karena merasa gagal untuk melindungi kekasihnya Vanesha.


Sang wanita tersebut tampak kecewa. Namun dirinya tidak mau menyerah begitu saja. Dirinya akan tetap merayu pemuda tampan itu untuk bisa membuatnya terasa hangat di ranjang.


"Ayolah, tampan. Hanya satu malam saja. Aku tidak akan mengikatmu dan menjadikanmu kekasihku. Hanya menjadikan teman kencamu malam ini saja. Bagaimana?"


"Sekali lagi aku katakan. Aku tidak berminat denganmu apalagi dengan tubuhmu itu. Jika kau ingin merasakan sentuhan hangat ditubuhmu, kau cari saja laki-laki yang lain. Jangan aku," jawab Naufal dingin.


Wanita itu terus saja merayu Naufal. Dan kini tangannya sudah merayap menyentuh tubuh Naufal. Dan bahkan wanita itu juga berani menyentuh privasi milik Naufal. Dan dengan sekali hentakkan kuat. Naufal menarik tangan wanita itu dengan kasar.


Kemudian..


PLAAKK!!


Naufal menampar keras wajah cantik wanita itu. Dan hal itu sukses membuat para beberapa tamu yang melihatnya terkejut.


"Aku sudah berapa kali mengatakan padamu. Jika kau ingin merasakan kehangatan diatas ranjang. Carilah laki-laki lain. Jangan menggangguku. Tapi kau masih saja berusaha merayuku agar aku mau menuruti keinginan menjijikkanmu itu," ucap Naufal sembari berteriak tepat dihadapan wanita itu.


Setelah mengatakan hal itu, Naufal pun langsung pergi meninggalkan Bar tersebut.


Naufal saat ini dalam keadaan sedikit mabuk. Kini Naufal sudah berada di dalam mobilnya.


Flasback On


Naufal dalam perjalanan dari Studio untuk segera sampai di rumahnya. Namun saat di perjalanan, Naufal tak sengaja melihat Vanesha tengah duduk di sebuah kursi taman yang ada di sekitar jalan tersebut. Naufal pun reflek menginjak rem mobilnya.


Naufal berniat untuk menemui Vanesha. Tapi niatnya diurungkan ketika Naufal melihat seorang pemuda yang menghampiri Vanesha. Pemuda itu mencium Vanesha. Lebih tepatnya pemuda itu memaksa Vanesha.


"Derry Alvaro. Kau tidak bisa melakukan hal ini padaku," ucap Vanesha yang berusaha menolak ciuman tersebut.


"Memangnya kenapa? Bukankah sebentar lagi kita akan menikah. Jadi tidak ada salahnya kan aku mencium bibir calon istriku sendiri."


"Aku tahu. Tapi ini ditempat umum."

__ADS_1


"Aku tidak peduli."


Derry tetap terus memaksakan kehendaknya untuk mencium bibir Vanesha. Tapi dengan keberanian yang tinggi. Vanesha pun berhasil mendorong tubuh Derry menjauh.


"Kau berani menolak ciuman dariku dan sekarang kau juga berani melawanku!" bentak Derry.


PLAAKK!!


"Aakkkhhhh."


Derry memberikan tamparan keras di wajah Vanesha.


Setelah itu, Derry menarik kasar tangan Vanesha untuk masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu pun melaju sangat kencang.


Naufal yang sedari tadi menyaksikan kejadian tersebut membuat hatinya terluka dan sesak. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat orang yang dicintainya disakiti.


Naufal ingin menolongnya, tapi dirinya tidak mau jika pria tambah menyakiti Vanesha.


"Aarrrggghhhh!!" teriak Naufal.


"Kau benar-benar brengsek, Derry. Tunggu pembalasanku."


Flasback Off


"Hiks.. Hiks.. Vanesha. Maafkan aku. Aku janji akan melepaskanmu dari bajingan itu." monolog Naufal.


***


[Kediaman Naufal]


Para anggota keluarga Naufal beserta para sahabat dari Albert Alexander beserta para kakak-kakaknya dan sahabat-sahabatnya telah berkumpul di rumahnya. Mereka telah berada di rumah Naufal sekitar setengah jam yang lalu.


"Ini sudah pukul setengah delapan malam. Kenapa Naufal belum pulang juga?" tanya Aditya sembari melirik jam yang melingkar di tangan kanannya.


"Iya, ya! Kenapa Naufal belum pulang juga?" Rayyan juga ikut bersuara.


"Seharusnya Naufal sudah sampai setengah jam yang lalu sebelum kami," sela Nathan.


"Tapi kenapa Naufal belum sampai juga?" ucap Theo.


"Apa kalian yakin?" tanya Barra.


"Yakin, kakak! Bahkan sebelum pulang, Naufal meminta kami untuk hadir makan malam di rumahnya," jawab Henry.


"Naufal juga mengatakan pada kami, kalau dia akan langsung pulang," pungkas Ricky.


"Aku akan menghubungi Naufal," sela Elvan.


Elvan pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi adik bungsunya itu.


Namun detik kemudian yang terdengar adalah namor yang ada hubungi sedang tidak aktif.

__ADS_1


"Ponsel Naufal tidak aktif," ucap Elvan.


"Sayang. Bagaimana ini?" tanya Helena pada suaminya. Helena sudah terlihat khawatir.


"Naufal. Kau ada dimana?" batin ketiga kakak-kakaknya.


"Fal. Kau dimana sekarang?" batin keempat sahabatnya.


Mereka semua tampak mengkhawatirkan Naufal. Dan mereka berharap tidak terjadi sesuatu pada kesayangan mereka.


Saat mereka semua tengah memikirkan Naufal, tiba-tiba mereka mendengar suara klason mobil.


Tin.. Tin..


"Itu pasti, Naufal!" seru Rayyan.


Rayyan langsung berdiri dan pergi menuju pintu utama untuk membukakan pintu.


^^^


CKLEK!!


Pintu dibuka oleh Rayyan. Saat pintu telah terbuka, Rayyan melihat adiknya keluar dari dalam mobilnya.


Dan ketika Naufal keluar dari dalam mobil, Rayyan terkejut saat melihat penampilan adiknya sedikit berantakan.


Naufal melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya.


Saat Naufal berjalan, tubuhnya sedikit terhuyung ke samping. Hal itu sukses membuat Rayyan khawatir. Dan langsung berlari menghampiri sang adik.


"Naufal."


Naufal memapah adiknya masuk ke dalam rumah.


^^^


Saat setelah sampai di ruang tengah. Mereka semua menatap khawatir Naufal yang tengah dipapah oleh Rayyan.


"Naufal." Elvan dan Aditya langsung menghampiri Naufal.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Elvan.


"Kenapa kamu baru pulang? Kami semua mengkhawatirkan kamu," ucap Aditya.


Naufal menatap satu persatu wajah anggota keluarganya, sahabatnya, para kakak-kakaknya.


"Aku lelah. Aku mau istirahat," ucap Naufal dan langsung pergi. meninggalkan mereka semua.


"Naufal." Elvan berhasil mencekal tangan adiknya itu.


Namun detik kemudian, Naufal menarik tangannya lalu menghentakkan kasar tangan Elvan.

__ADS_1


Mereka semua yang melihatnya benar-benar terkejut.


"Ada apa denganmu, Fal?" batin ketiga kakaknya itu.


__ADS_2