Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Meretas Mobile Banking


__ADS_3

Naufal saat ini berada di perusahaan NFL CORP. Dia berada di ruang kerja bersama dengan dua tangan kanannya.


"Apa kalian sudah mendapatkan apa yang aku minta?" tanya Naufal kepada tangan kanannya.


"Sudah, Bos! Ini Bos. laki-laki itu memberikan sebuah lipatan kertas putih lalu meletakkan di atas meja.


Naufal kemudian mengambil lipatan kertas itu. Ketika kertas itu sudah di tangannya, Naufal secara berlahan membuka lipatan tersebut.


Beberapa detik kemudian, Naufal melihat dua User Id dan dua sandi kartu atm CIMB milik Derry dan kartu atm OCBC milik Alex.


Melihat User Id dan Sandi kartu atm milik Alex Alvaro dan Derry Alvaro membuat Naufal tersenyum di sudut bibirnya. Dirinya benar-benar bahagia saat ini.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Naufal pun mulai beraksi. Naufal masuk ke dalam mobile banking milik Derry. Setelah berhasil masuk, Naufal menguras semua uang milik Derry dan mentransfer ke rekening palsu miliknya.


Selesai menguras semua uang milik Derry. Naufal kembali masuk ke mobile banking milik Alex. Apa yang dilakukan oleh Naufal terhadap semua uang milik Derry, itu juga yang dilakukan oleh Naufal terhadap semua uang milik Alex.


"Selesai!" seru Naufal.


Naufal tersenyum penuh kebahagiaan karena sudah berhasil menguras habis semua uang milik Alex dan Derry. Tinggal rencana terakhir yaitu membawa Vanesha ke pelukannya.


***


Dhafin berada di ruang kerjanya di perusahaan. Dirinya saat ini tengah sibuk dengan laporan perusahaan. Mulai laporan keuangan, laporan pemasukan, laporan kinerja para karyawan dan karyawatinya dan laporan kerjasama perusahaan miliknya dengan beberapa perusahaan yang sudah berkembang di beberapa negara dan kota-kota besar.


Ketika Dhafin tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan panggilan masuk. Dhafin melihat ke samping dimana ponselnya berada. Terlihat di layar ponselnya nama kekasihnya 'Nattaya'.


Dhafin tersenyum ketika melihat nama kekasihnya, kemudian Dhafin pun segera menjawab panggilan dari kekasihnya itu.


"Hallo, sayang!"


"Hallo juga sayang. Sibuk ya?"


"Sibuk, tapi tidak terlalu. Kenapa?"


"Pulang kamu dari kantor, kita jalan yuk!"


Mendengar permintaan dari Nattaya kekasihnya membuat Dhafin tersenyum. Dirinya juga sudah berjanji akan mengajak kekasihnya itu jalan-jalan sembari pergi kencan.


"Baiklah. Kita mau jalan kemana?"

__ADS_1


"Kemana saja asal sama kamu pacar aku."


Dhafin tersenyum ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Nattaya.


"Baiklah. Sesuai keinginan pacarku."


Kini Nattaya yang tersenyum ketika mendengar ucapan dari Dhafin ketika menyebut kata 'Pacarku'.


"Nanti setelah aku berada di rumah. Aku akan hubungi kamu untuk bersiap-siap," ucap Dhafin.


"Baiklah. Kamu jangan terlalu lelah dalam bekerja. Jika badan kamu terasa lelah. Segeralah istirahat. Setelah itu, baru kamu lanjut lagi."


"Baik sayangku," jawab Dhafin sembari tersenyum bahagia.


"Semangat bekerja pacarku."


"Sama-sama pacarku."


Setelah mengatakan itu, baik Dhafin maupun Nattaya sama-sama mematikan panggilan teleponnya.


Setelah selesai berbicara dengan kekasihnya, Dhafin kembali dengan pekerjaannya yang sempat terhenti beberapa menit.


***


Dan lagi-lagi usaha keduanya membuahkan kegagalan. Begitu juga dengan tangan kanannya dan beberapa anak buahnya.


Sekarang ini mereka hanya memiliki anak buah sebanyak 100 orang dengan masing-masing dua tangan kanannya. Baik Alex maupun Derry tidak mengetahui bahwa semua anggotanya sudah tewas dan hanya menyisakan 100 orang saja.


"Aku benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi untuk mencari tahu siapa orang yang sudah menghancurkan semuanya. Tangan kanan kita dan para anggota kita juga mengalami kegagalan. Ini sudah masuk dua minggu penyelidikan orang misterius itu. Tapi kita tidak mendapatkan hasilnya."


Mendengar ucapan demi ucapan serta keluhan dari adiknya membuat Alex hanya diam. Saat ini dirinya juga sama seperti Derry sang adik yaitu pusing, stress dan dilema akan masalah ini. Dia juga merasakan kelelahan karena usahanya dan tangan kanannya tidak membuahkan hasil sama sekali.


"Orang itu benar-benar bersih melakukan pekerjaannya sehingga aku dan adikku kesulitan melacak keberadaannya," batin Alex.


"Siapa dia? Aku benar-benar penasaran akan orang itu," batin Alex.


Ketika Alex dan Derry sedang pusing-pusingnya dan lelah pikiran, tiba-tiba baik Alex maupun Derry mendapatkan panggilan masuk dari seseorang.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Alex dan Derry langsung menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"Hallo."


"Hallo, tuan Alex! Kamu dari bank CIMB."


"Hallo, tuan Derry! Kami dari bank OCBC."


"Iya, ada apa?!" Alex dan Derry bertanya secara bersamaan.


"Beberapa jam yang lalu anda baru saja melakukan transaksi dengan nominal yang cukup besar sehingga membuat saldo rekening anda berkurang dan habis."


Seketika Alex dan Derry terkejut ketika mendengar ucapan dari salah satu pekerjaan dari Bank yang mengatakan bahwa uang semua habis, padahal mereka tidak melakukan penarikan atau transfer kemana pun.


"Maaf, nona! Saya sama sekali tidak melakukan transaksi apapun. Bagaimana bisa semua uang saya habis?" ucap dan tanya Alex kepada pihak Bank tersebut.


"Jangan bercanda, nona! Satu minggu ini saya tidak melakukan transaksi apapun. Bagaimana bisa semua uang saya habis begitu saja di rekening milik saya," ucap Derry.


"Untuk informasi lebih jelas. Silahkan tuan Alex cek saldo rekeningnya. Setelah itu, saya tunggu tuan Alex untuk datang ke Bank."


"Jika tuan Derry tidak mempercayai saya. Silahkan cek saldo rekening anda, sekarang! Setelah itu, datanglah ke bank untuk menyelesaikannya."


Setelah mengatakan itu kepada Alex dan Derry. Karyawati Bank tersebut pun langsung mematikan panggilan teleponnya.


Selesai berbicara dengan karyawan atau karyawati Bank, Alex dan Derry langsung mengecek saldo rekeningnya melalui mobile banking untuk memastikan perkataan pihak bank itu.


Detik kemudian...


"Apa-apaan ini! Kenapa sisa saldonya minim!" teriak Alex.


"Bagaimana bisa saldo rekeningku menjadi minim begini? Jelas-jelas dua hari yang lalu aku cek saldonya lumayan banyak. Uang itu cukup sampai aku nikah dan punya anak," ucap Derry tak percaya.


Alex dan Derry mengepal kuat tangannya. Mereka benar-benar marah saat ini. Baik Alex maupun Derry meyakini bahwa pelaku pengambilan uangnya di rekening anda pelaku yang sama.


"Brengsek!" teriak Alex dan Derry bersamaan.


"Keluar kau! Perlihatkan wajahmu padaku dan adikku!"


"Aarrgghhh!" teriak Alex.


"Bajingan itu pintar mencari kelemahan kita kak. Kita tidak bisa seperti ini. Kita harus lebih keras lagi mencari tahu siapa bajingan itu. Kita jangan menyerah."

__ADS_1


Mendengar ucapan dari adiknya membuat Alex langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dia harus tetap kuat dan lebih bekerja keras lagi untuk mencari tahu orang yang sudah menghancurkan semua rencananya dan miliknya serta milik adiknya.


"Tunggu saja. Gue pasti mendapatkan siapa lo yang sebenarnya. Jika gue berhasil mendapatkan jati diri lo. Gue akan balas lo berkali-kali lipat," batin Alex.


__ADS_2