
Setelah hampir 3 pekan, akhirnya Aisha memberikan jawabannya.
" Bu, in syaa Allah aku terima lamaran dari Bunda."
" Alhamdulillah, nah gituh!! ibu telpon Bunda yaa, fix yaa !! "
" In syaa Allah. "
Setelah memberitahu Khalis, Dona pun segera menghubungi Ita.
" Mbak, Aisha oke. Kapan ke rumah?? "
" Alhamdulillah, haadeee kebiasaan yaa. Ditembak dia balas nembak. Aku tanya jadwal Raffa dulu, nanti aku kabarin. "
" Sip, eh tapi nanti kalau ke rumah ga se-RT kan?? "
" Ga lah, paling se-kecamatan atau kelurahan. "
" Hooo, baiklah ku siapin untuk 1 kabupaten deh."
" Sombong."
" Emang."
" Mbak, don't mefet yaa nanti, kan aku juga harus nyiapin ransum. Trus berapa kompi nanti yang datang, aku harus mereadykan semuanya "
" Donaaaa, bahasa... bahasaaaa!!! "
" Indonesia, emang bahasa mana yang ku pakai?? "
" Gelap ah Don. Yowes, nanti aku berkabar kapannya yaa?? "
" Sama jumlah pasukan yang datang juga. Aku harus ngimbangin "
" Banyakan juga kamu Don, paling nanti tambahannya Ummi sama adiknya Bang Farhan sekeluarga. "
" Ok lah, pokoknya aku tunggu yaa."
3 hari sebelumnya, di Ahad pagi, keluarga Khalis dan Dona tengah bersiap untuk acara lamaran Rafif.
Kotak berisi makanan dan hantaran untuk lamaran Rafif telah siap.
" Fif, ayo cepat. Kita sudah ditunggu!!" panggil Dona.
" Sebentar Bu, lagi touch up!! " jawab Rafif dari dalam kamarnya.
" Haadeee laki pakai touch up juga!!! "
Dona pun menghampiri kamar Rafif yang pintunya setengah terbuka.
Dilihatnya Rafif sedang merapikan rambutnya.
" Heran yaa, laki jaman kekinian, kalau dandan suka ngalahin perempuan, " komentar Dona dari depan kamar Rafif.
" Perempuannya itu ibu, makanya kita kalah, coba perempuan lain?? tuh adek 3 orang, belum ada yang siap juga. "
" Dah siap!! how do I look, Bu " tanya Rafif.
" Wangi amat!! kamu pakai berapa botol?? "
" Ratusan... "
Khalis yang sedari tadi memperhatikan, hanya tertawa mendengar percakapan Dona dan Rafif.
" Trio A dan Z!! ayo cepat !!" panggil Dona.
" Trio A dan Z ?? " tanya Khalis.
" Daripada manggil satu-satu, mereka juga tahu kalau dipanggil "
" Ibu tuh hematnya ajaib, sampai ngomong juga hemat " protes Ara.
__ADS_1
" Efisien itu namanya Ra " jawab Dona.
Orang tua Khalis dan keluarga Khansa telah menunggu di ruang keluarga sambil memeriksa hantaran untuk keluarga calon istri Rafif.
" Sudah siap semua?? satu anak bawa satu kotak yaa!! "
Mereka kemudian bergerak dengan 3 mobil beriringan menuju rumah Annisa, calon istri Rafif.
" Gimana Fif, deg-degan ga?? " tanya Dona.
" Iya lah, ga mungkin ga kan, Bu "
" Hmm umurnya lebih muda dari aku nih " ucap Aisha.
" Bude Devi itu kan setahun lebih muda dari ibu, artinya jauh lebih muda dari bude Hana. "
" Hah, bude Devi sama ibu, lebih tua ibu?? " tanya Aisha.
" Iya. Nah, ayah seumuran pakde Verdi. Tapi pakde Dicky itu setahun lebih tua dari Pakde Verdi." jelas Dona lagi.
" Waaah ribet!! " ucap Ara.
" Makanya usia ga penting, urutannya aja yang dilihat. "
Tak lama mereka pun sampai di rumah keluarga Annisa.
Orang tua Annisa yang telah menunggu kedatangan Rafif di teras rumah mereka, segera menyambut Rafif.
Setelah perkenalan singkat, Khalis pun menyampaikan maksud kedatangannya yaitu untuk melamar Annisa sebagai calon istri Rafif.
Rafif dan Annisa yang tampak malu-malu, hanya tersenyum dan menundukkan kepala mereka, mendengarkan kedua orang tua mereka berbicara.
Aisha yang akan akan segera dilamar pun memperhatikan acara lamaran kakaknya ini dengan seksama.
Sedangkan Ara, asyik mendokumentasikan momen tersebut di dalam handphonenya.
Hingga momen yang ditunggu pun tiba,
Senyum dan wajah bahagia terpancar dari 2 belah pihak keluarga.
Penentuan tanggal akad dan resepsi pun segera ditentukan. Keduanya sepakat untuk mengadakan acaranya 2 bulan mendatang.
Dalam perjalanan pulang,
" Alhamdulillah, 1 selesai tinggal 1 lagi nih, semoga Aisha cepat memutuskan. " ucap Dona.
" Iya Sha, biar nanti acaranya bisa barengan sama aku, kita deg-degan bareng, kan seru daripada deg-degan sendiri. " tambah Rafif.
" Hmm untung Mas Rafif yang nyetir, kalau ga nyetir.... "
" Mau cium pipi Mas?? ga usah malu-malu, mumpung masih sendiri nih !! "
" GR!!!!! males banget!! " ucap Aisha kesal yang membuat Rafif tertawa.
" Nikmati isengnya, sebentar lagi bakalan... " ucap Khalis.
" Tambah anggota tim iseng!!! " potong Rafif.
" Baiklah.... Fif, berhenti sebentar. " ucap Khalis.
" Kenapa Yah?? "
" Ayah mau mukulin kamu dulu !! " jawab Khalis kesal.
Mereka pun tertawa mendengar ayah mereka kesal.
" Jangan dong Yah, nanti aku ga jadi pengantin terhits, " canda Rafif.
" Didikan ibu Dona, sukses total yaaa."
" Iya dong Pak, Alhamdulillah sukses, berhasil dengan menyebalkan. "
__ADS_1
Kelima anak mereka pun tertawa mendengar kedua orang tuanya.
" Kok menyebalkan, Bu ?? " tanya Zalfa.
" Ketika narsis melanda " jawab Dona yang membuat Rafif tertawa semakin kencang.
" Mas, bagaimana jika kita segerakan saja proses menyingkirkan si sulung ini!! sungguh menguras emosiku !! "
" Sabar Yang, kita ikuti saja alurnya. Jika dia menguji emosi kita, kita juga bisa lakukan hal yang sama, lihat siapa yang bertahan. "
" Waaaaa, ga bisa gitu dong Yah!! Iya deh aku nyerah, no more narsisme. I'll be normal. "
" Ini semakin ngeri Mas!! " canda Dona.
" Ibuuuu....!!! " protes Rafif.
Sepekan berlalu, lamaran Aisha pun dilaksanakan di kediaman Khalis dan Dona.
Seperti pekan sebelumnya, orang tua dan adik Khalis menghadiri lamaran Rafif, kali ini mereka juga turut hadir ditambah oleh keluarga Ewing, adik Dona.
Pukul 9 pagi, keluarga Rafif telah sampai. Setelah penyambutan dan perkenalan, prosesi lamaran pun dimulai.
Setelah Aisha menerima lamaran Raffa, diskusi akan waktu dan lokasi akad dan resepsi pun dimulai.
" Sabtu atau Ahad?? " Pagi atau sore?? " tanya Ita.
" Rencananya kan barengan sama Rafif, kemarin keputusannya gimana Fif?? " jawab Dona.
" Akad Sabtu pagi, lanjut resepsi di kompleks Taman Mini, Grand Ballroom Sasana Kriya, kapasitasnya 3000 orang. "
" Pakai katering sendiri ya, Don?? "
" Iya dong, Mbak. "
" Nanti aku kirim daftar menu paket untuk pernikahan ya, Mbak. "
" Sip, aku tunggu. "
" Dari Doha kirim ucapan selamat, mungkin nanti ada beberapa mantan petinggi Chrysler Doha akan datang, " ucap Khalis.
" Hmmm kaum milyuner jadi tamu, dekorasinya ga bisa yang biasa, " ucap Dona.
" Biasa aja ga masalah, sepantasnya aja. "
" Oiya, Aisha jadinya siapa wali nikahnya ?? " tanya Farhan.
" Pakde Dedi, " jawab Aisha.
" Tyo ga masalah?? "
" Masalah dong, marah-marah ke aku, seperti biasa WA ga jelas mode on. Yaa aku bilang aja, anaknya ga mau, masak mau dipaksa. Lagian salah sendiri menjadi ayah yang tak dirindukan, " jawab Dona.
" Sepertinya Dona sudah kebal yaa, " ucap Ita.
" Iyalah, harus sudah mempersiapkan perisai berlapis anti baja. "
" Keluarga sana ga masalah?? nanya ga, kenapa Mas Dedi yang dipilih?? " tanya Farhan.
" Alhamdulillah mereka semua paham, tapi yaa memang nanya kenapa Mas Dedi, kan ada Mas Mukti dan Mas Agus yang lebih tua."
" Aku jawab, yaa karena Mas Dedi yang merangkul anak-anak, dia datang sekeluarga, ngajak mereka main, makan dan belanja kebutuhan sekolah, itu sih ga seberapa tapi perhatian yang dirindukan anak-anak itu yang penting. Trus setelah itu masih suka video call, nanyain kabar anak-anak, yaa otomatis bondingnya muncul lagi. "
" Semoga di hari H, Tyo ga membuat masalah."
" Bapak bilang, Tyo boleh datang, tetapi hanya untuk akad, setelah itu silahkan pulang. Aku yang takut kalau begini."
" Sudah kamu sampaikan ke sana?? " tanya Farhan.
" Belum Bang, pasti mereka akan tersinggung dan marah. Tetapi Mas Dedi ga mempermasalahkan itu, karena Tyo tidak akan hadir, kalau dia ada. Selama ini Tyo selalu menghindar untuk bertemu dengan Mas Dedi. Jadi yaa kalau Mas Dedi jadi wali nikah Aisha, sudah otomatis Tyo tidak akan datang, betul ga Sha?? kamu memilih Pakde Dedi karena itu juga alasannya ?? " tanya Dona.
" Ibu tahu aja, kan menolak secara halus, aman tidak ada yang tersinggung, karena sudah pasti mengundurkan diri."
__ADS_1
" Memang cerdas anak Bu Dona!!! " puji Ita.