
Setelah pertemuan 'reuni' dengan teman SMUnya dulu, Dona terlihat tampak lebih segar.
Khalis yang baru mendengar masa-masa sekolah Dona dengan 'kenakalan'nya itu, membuat ia bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang yang teratur dan cukup disiplin ini, dulunya pernah melakukan hal-hal yang cukup nekat.
" Jadi dulu pernah kabur ke kota wisata?? cuma berdua??!! " tanya Khalis dengan nada sedikit tinggi.
" Ssstt bukan kabur, tapi ngebolang sesaat "
" Dan itu baru dapat SIM???!!! "
" Ya Allah Mas, bapak ibu ga tahu sampai sekarang karena aku tahu, kalau bapak ibu tahu, aku pasti langsung dimarahin. Laaa kok, sekarang Mas yang marahin aku. Itu berapa puluh tahun yang lalu!!! umurku waktu itu sudah 22-23 tahun!!! sudah dewasa itu Mas "
" Yaa tetap Yang!! coba kalau Aisha seperti itu, Sayang beri izin?? "
" Yaa kenapa ga?? kalau dia bisa bertanggung jawab, why not "
" Nih ya Mas, aku berangkat jam 7 pagi ke rumah Ayu, trus dari sana kita langsung ke Kota Wisata. Jalan-jalan ke kampung China, jajan, belanja dikit lah trus pulang. Jam 2 siang juga sudah sampai rumah. Dan sekarang sudah jadi Ny. Khalis " lanjut Dona.
" Apa hubungannya??? "
" Anyway, Mas aja ga berani. Serius!! waktu umur segitu, Mas sudah punya SIM sekitar 3 tahun, tapi ga berani pergi keluar kota tanpa izin. Mas laki lho!! "
" Ya siapa juga yang bilang kalau Mas itu perempuan, ngeri dong "
" Santai aja sih Mas "
" Mbak Hana atau yang lain ada yang tahu?? " tanya Khalis lagi.
" Ga, hehehe. Ssstt udah dong, mukanya jangan gituuuuu "
Khalis menggelengkan kepalanya, ia sungguh tidak menyangka jika Dona ternyata cukup nekat melakukan hal yang ia sendiri tidak akan berani melakukannya.
" Trus nonton Raihan?? "
" Ooo itu berdua sama Sarah, ga tahu kok berduaan aja, lupa. Pulangnya lihat Tyo sama temannya lagi nunggu bus di halte, yaa tawarin pulang bareng sekalian. Dulu rumahnya di belakang rumah Sarah "
" Ooo, trus apalagi jalan-jalannya?? "
" Pernah datang ke JakJapan Matsuri di Senayan, dari pagi sampai selesai bon odoro. Berangkat naik bis, pulangnya di jemput sama supir. Anterin Ayu pulang dulu, rumahnya di pondok kopi. Pokoknya sampai rumah jam 11 malam hehehe "
" Trus nonton acara musik anak Teknik Minyak. Ada teman SMU yang kuliah di Minyak situ, nah terus aku sering nebeng sama mereka kalau berangkat atau pulang kuliah. Jadilah waktu fakultasnya ada acara, aku sama temen-temen diajakin datang. Acaranya di Taman Ria Senayan. Yaa dijemput sama dianterin pulang sama mereka "
" Laki atau perempuan?? "
" Anak minyak yaa Laki. Tapi aku bukan perempuan sendiri, tapi yaa banyakan lakinya sih. Waktu itu belum tahu hukumnya Mas, lagian diijinin juga sama bapak ibu. Aku juga biasa berangkat atau pulang bareng mereka "
" Jadi dulu punya teman laki-laki juga "
" Ya iyalah. Ibu aja masih ingat temanku itu. Nah kalau teman kuliah juga ada nih, chinese, cowok juga. Kerja di Singapura. Masih suka WA juga sampai sekarang, yaa paling kalau lebaran aja sih. Nah, waktu teman kuliah dapat kabar kalau aku cerai, dia langsung japri aku, konfirmasi beritanya. Dia pernah ketemu Tyo juga, waktu aku liburan ke sana, aku sempat ketemu sama dia. Jadi yaa tahu Tyo juga "
" Jadi masih sering WA?? "
" Cuma sekali setahun, pas lebaran. Yaa kalau ada kabar tentang teman kuliah atau apalah, tapi seringnya hanya waktu lebaran "
Dona pun memperlihatkan percakapannya di HP kepada Khalis.
" Gini doang isi WAnya?? "
" Iyes, tetep unfaedah kan "
Dona kemudian memperlihatkan WA dengan temannya yang laki-laki.
__ADS_1
" Gitu doang, just say Hi waktu lebaran, saling mendo'akan and thats it. Rutin, cuma copas doang hahaha "
" Lucu juga yaa pertemanannya "
" Yaa saling tahu batasan lah "
" Hmmm tapi kalau dipikir-pikir lagi, Sayang memang pemberani. Waktu ngejar Tyo itu klimaksnya yaa "
" Ooouuch, don't reminds me "
" Trus apa lagi?? " tanya Khalis.
" Hmmm nonton konser Westlife segambrengan sama temen kuliah dan hasilnya kuciwa "
" Astaghfirullah, sempat nonton Westlife juga???!!! "
" ABG itu ABG!!! "
" Haaaduuuuh... trus kenapa kecewa "
" Tiketnya mahal, ngebayangin konser live music full band performance, ternyata minus one!!! mana tata panggungnya standar banget!! hadeee kualitasnya lokal banget, malah bagusan lokal kayaknya sih. Ntah siapa promotornya, kesyel deh "
" Ssst jangan sampai bocah tahu kalau emaknya dulu bandel yak!! "
Khalis menatap lekat wajah Dona,
" Speechless "
Hanya satu kata yang terucap dan membuat Dona tertawa geli.
" Tenang Mas, aku sudah tobat kok. Beneran, aku ga bakalan kabur-kaburan lagi kok "
Khalis pun kembali merebahkan badannya di tempat tidur dan melanjutkan perbincangannya.
" Oiya Yang, out of topic. Senin besok, Mas ke bengkel yaa. Mungkin full disana, tapi nanti pulangnya tetap diusahakan mampir ke Mall "
" Iya, katanya mau ngeberesin bengkel. Sok lah, giliran bengkelnya yang butuh ownernya. Dona's kitchen kan sudah jalan 3 bulan, jadi in syaa Allah sudah aman ditinggal "
" Oiya, bengkelnya mau diapain?? itu bengkel servis atau reparasi?? "
" Servis. Rencananya mau dirapikan, biar nyaman buat yang mau nunggu "
" Buat seperti tempat servis kekinian, Mas. Ada waiting roomnya, trus disediakan snack sama free drink. Dijamin pasti banyak yang kesitu "
" Boleh tuh idenya. Nanti bantuin desainnya ya "
" Siap Pak Bos!! "
" Kalau gitu, besok ikut aja ya. Sayang langsung fotoin aja ruangannya, yang mana yang bisa dijadikan untuk ruang tunggu "
" Hmmm back to work deh "
" Help me laaa "
" Baiklah, traktir kebab yaaa "
" Jangankan kebab, apa aja yang Sayang minta, Mas beliin "
" Ouuu co cwiiit "
" Lagian dari awal nikah, yang sering diminta kok barang printilan yang murah. Kenapa ga minta yang mahalan?? "
__ADS_1
" Misalnya apa Mas?? "
" Yaa apa terserah, perhiasan deh. Mas belum pernah mbeliin Sayang perhiasan "
" Kan sudah ku bilang, ga suka "
" Tapi ada yang bagus banget nih Yang, desainnya elegan dan simpel. Nih lihat, cincin ada yang berlian, safir dan zamrud "
" Zamrud khatulistiwa!! kita sudah disini. Ga butuh lagi lah "
Khalis pun melirik ke arah Dona.
" Kenapa lirak-lirik?? atau diriku harus bernyanyi, ' lirikan matamu menarik hati... ' dah segitu aja, ga tahu lanjutannya lagi "
" Yaaaaannngg!! berikan suamimu ini kesempatan untuk memanjakan istri tersayangnya, pleaseeee "
" Yowes, terserah Mas aja, mau beliin aku apa. Tapi jangan yang aneh-aneh "
" Yang aneh-aneh itu apa?? "
" Hmmm apa yaa. Ntah lah "
" Mas beliin ini mau ga ?? " tanya Khalis sambil memperlihatkan foto custom mug.
" Nanti tulisannya hmmm surprise aja ah "
" Terserah, yang penting lucu "
" Eh tapi kok cuma mug yaa. Apa yaa?? Sayang mau apa?? "
" Mau pinjem badannya buat bantal "
Khalis pun menyerah, setelah 9 tahun menikah, ia belum pernah berhasil memberikan barang mewah untuk Dona, kecuali mobil.
Ntah berapa juta yang telah ia siapkan untuk membelikan Dona hadiah, tetapi selalu saja digagalkan dengan gaya khas Dona.
Dona pun meletakkan kepalanya di dada Khalis dan melanjutkan perbincangan mereka.
" Jadi besok mau berangkat jam berapa?? tempatnya dimana?? aku lupa "
" Besok setelah antar anak-anak sekolah aja. Di Matraman "
" Baiklah "
" Berarti aku bawa meteran, sama buku sketsa "
" Desain bengkelnya jangan girly yaaa "
" Mas, apakah setelah sekian tahun nikah sama aku, Mas mendapatkan aku membuat sesuatu yang girly??? anak aja cowok juga akhirnya "
Khalis pun tertawa,
" Iya, istri kesayangan itu tomboy sih ga, macho juga ga, tapi ga suka barang-barang perempuan, ga suka dandan... ga suka yang cute and girly kind of think "
" Nah tuh tahu. Tenang aja ntar ku bikin desain bengkelnya ala-ala transformer atau superhero apalah "
" Superhero apalah ??? baru dengar deh.... "
" Oyasuminasai..... " ( selamat tidur ) ucap Dona untuk menghentikan percakapannya.
" Oyaa sudah... "
__ADS_1