
Di hari ketiga, Dona sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Kehadiran bayi mungil di tengah-tengah keluarga mereka, menambah keramaian dan tentu saja kehebohan kakak-kakaknya.
Di Sabtu pagi, setelah sarapan. Dona membawa Alta ke ruang keluarga dengan strollernya. Tentu saja, membuat ketiga kakaknya tidak lepas memandangi adik barunya itu.
" Ayah mau jemput mbak Aisha, siapa yang mau ikut?? "
Tak ada satu pun yang menjawab,
" Ehm ehm, Ayah mau jemput Aisha, ada yang mau ikut ga?? kalau ga, Ayah berangkat sekarang "
" Hati-hati Yah. Assalamu'alaikum " jawab Ara tanpa melihat ke arah ayahnya.
" Eh bocah... "
" Maaf, Ayah sudah ga laku... " ucap Dana sambil tertawa.
" Waaah ternyata yaaa, harus bersaing sama Alta???!!! "
" Efek samping yang tak terduga yaa "
" Haaddeee ketika Ayah dilupakan "
" Bukan dilupakan, tapi tersingkirkan sesaat, nanti kalau mereka butuh, bakalan nyari juga "
" Yowes, Mas jemput Aisha dulu. Mau dibeliin apa?? "
" Ga usah, langsung pulang aja "
" Pergi dulu ya, assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Setelah Khalis pergi, ketiga anaknya masih asyik memandangi adik barunya itu.
" Udah, ntar kebangun lho "
" Kok tidur terus?? kapan bangunnya?? " tanya Zalfa.
" Bayi baru lahir memang tidurnya banyak, kebangun cuma karena lapar atau haus, bisa juga karena popoknya basah "
" Sudah yuk, biarin Alta tidur. Hari ini pada mau ngapain?? "
" Bu, bikin pizza yaa " pinta Ara.
" Kamu yang bikin lah, resepnya ada di laci dapur, nanti minta tolong Bi Eni bantuin "
" Tapi aku ga bisa ngebentuknya "
" Sebisanya aja, latihan. Peyang-peyang dikit ga papa, yang penting rasanya "
" Yah Ibu!! pizza pun jadi peyang??!! "
" Udah sana, kalau mau bikin pizza, buruan aja"
" Tapi aku ga mau pizza " ucap Zalfa.
" Trus maunya apa?? "
" Aku mau cilok!! "
" Yaaa, Zalfaaa!! masa' pizza saingan sama cilok???!! " protes Ara.
" Bikin 2-2nya aja, ibu nonton yaa "
" Yaaaa Ibuuu!!! "
" Eh iya dong, ibu libur dulu. Kalian aja ada liburnya, masa' ibu ga?? "
" Ara dibantu Bi Eni untuk bikin pizza. Zalfa, minta tolong tante Rahma untuk bikin cilok "
Rahma yang semalam menginap baru saja turun,
" Sepertinya ada yang menyebut namaku dan cilok?? "
" Tuh, yang mau dimintain tolong sudah kelihatan "
" Ada apa dengan cilok?? "
" Ada Zalfa yang minta cilok, Ma "
" Hooo, ayok!! tante bikinin !! "
Ketika ketiga anaknya tengah sibuk di dapur, Dona mendorong stroller ke teras belakang, matahari bersinar cerah, tetapi udara tidak panas maupun dingin.
" Ngadem sebentar di luar yaa, kena matahari sedikit "
Ibu Dona menghampiri,
__ADS_1
" Don, sudah sarapan?? "
" Sudah Bu, suplemen juga sudah "
" Keluarga Khalis jadi datang ?? "
" In syaa Allah jadi, lusa sampai Jogja. Mas Khalis udah booking 3 hari di ' Rumah Jogja' (penginapan yang tak jauh dari rumah orang tua Dona dan cukup berjalan kaki) . Oiya, Selasa, nasi kotak dan gulainya diantar jam 1 siang "
" Alhamdulillah, terima beres yaa, ga pakai repot, ga seperti waktu Aisha dan Ara "
" Iya "
Alta mulai bergerak,
" Hmmm mau bangun nih.... yak nangis... hmmm melek dulu... ayo... haus?? laper?? masuk yuuuk "
" Kamu susuin dulu di kamar, ibu ngecek anak-anak di dapur "
" Nggih "
Menjelang dzuhur, Khalis telah sampai di rumah kembali.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Alta manaaaa!! " teriak Aisha dari ruang tamu.
" Eeeee cuci tangan dulu, datang-datang langsung lari aja!! " tegur ibu Dona.
" Hehehe maaf Yangti, ibu mana?? "
" Di kamar, kamu cuci tangan trus ganti baju dulu. Sudah makan belum?? "
" Sudah, tadi sebelum pulang "
" Ganti baju dulu di kamar, baru ketemu Alta "
" Iya, Yangti "
" Sha, nih ada pizza sama cilok!! " Rafif menawarkan dari ruang makan.
" Maauuuu, potongin pizzanya Mas!! "
" Udah nih, aku taruh di piring yaa "
" Iya, makasih Maaasss "
" Fif, ayo ke Masjid " panggil Khalis.
" Iya, Yah!! "
Setelah berwudhu,
" Bu, saya langsung ke Masjid ya "
" Iya, eh tunggu, sama Bapak sekalian "
" Iya, Bu "
Setelah selesai shalat dzuhur,
" Alta masih bobok?? " tanya Aisha.
" Masih, udah biarin, ibu makan dulu. Setelah ibu makan, boleh bangun "
" Oiya, Rahma kapan nginap lagi?? " tanya Khalis.
" Ga tahu, coba aku tanya. Eh, kenapa?? "
" Orang tua Dimas mau datang melamar Rahma. Acaranya disini aja "
" Kapan?? "
" Sabtu depan, masih ada waktu untuk ngabarin ke Bulik Uci "
" Rahma sudah tahu belum?? " tanya ibu Dona.
" Belum, Dimas baru bicara ke saya " jawab Khalis.
" Yowes, aku panggil Rahma "
" Yah, emangnya om Dimas mau nikah sama tante Rahma?? " tanya Rafif.
" In syaaAllah, do'akan saja "
" Serius Yah!!! Waaaa waaa ntar ada resepsi lagiiiii!!! "
__ADS_1
" Baju baru!!!! makan-makan!!! " seru Ara.
" Hmmm happynya beda "
Dona memanggil Rahma,
" Kenapa mbak?? "
" Makan bareng lah, sudah siang "
" Ntar ah, masih kenyang efek cilok sama pizza "
" Jadi ga makan nih?? "
" Ntar aja "
" Yowes, disini aja, jangan naik dulu "
" Ada apakah?? "
" Nanti setelah makan, saya mau bicara " ucap Khalis.
" Hmm kulkasnya kembali kah?? " canda Rahma.
Setelah Khalis dan Dona selesai makan siang, mereka bertiga duduk di ruang keluarga.
" Ma, kamu telpon ibu, bilang kalau Sabtu ini, Dimas mau ngelamar kamu " ucap Dona tanpa basa-basi yang membuat Rahma bingung.
" Maksudnya?? "
" In syaa Allah Sabtu jam 10, Dimas sama keluarganya mau ngelamar kamu. Saya bilang disini aja. Orang tua Dimas jum'at sore sampai disini, nginap di Rumah Jogja, kemarin sudah saya booking " jelas Khalis.
Dengan ekspresi terkejut,
" Mas?? serius??? beneran?? bang Dimas??? ngelamar??? "
" Iya. Kamu kabarin Bulik Uci, biar kesini sebelum Sabtu besok " jawab Khalis datar.
" Hold it!!! aku mau dilamar??? Mbaaak baju!!! aku pakai baju apa!!! "
Khalis dan Dona,
" Dasar cewek!! "
" Eh Yang, Sayang kan cewek juga!! "
" Tapi aku ga gitu!! "
" Wait !! .. back to me duluu!!! aku pakai baju apa?? serius nanya!! trus nyiapin apa!! "
" Baju yang kemarin buat acara resepsiku kan bisa, cantik tuh bajunya, baru sekali pakai kaaan "
" Oiya, bener. Ok, trus, aku nyiapin apa?? "
" Siapin mental aja " jawab Dona santai.
" Yeeee mbaaaak!! "
" Maaaas!! "
" Apa sih Ma, bener kata Mbak Dona, kamu siapin mental aja. Baju untuk lamaran kan sudah ada, pembahasan selanjutnya pas lamaran "
" Kok, Bang Dimas ga kasih tahu aku?? "
" Dia cut komunikasi ke kamu sampai akad " jawab Khalis.
" Dan Mas Khalis yang bertindak sebagai jubirnya " tambah Dona.
" Haadeee, yang ngurus lamaran aku kok pasangan ajaib inih!!! "
" Terima nasib aja Ma, memang sudah begitu takdir yang Allah beri " jawab Dona.
" Kok jadi serem yaa "
" Eh serius, ngasih tahu lamaran kok mukanya serius gitu!!! ga ada senyum, ga excited gimana gitu??? "
" Ma, ini muka orang capek baru punya bayi. We're in flat mode "
" Ada yaa yang kayak gini!! "
" Ada "
" Jadi weekend ini kamu siap ya, ngomong lah ke Bulik Uci " lanjut Dona.
" Kirain ga jadi.. ternyata tetep lanjut tho?? "
" Ya iya, wis lah aku mau istirahat dulu. Sabtu siap yaa "
__ADS_1
" Mbaaak?? Mas??? "
" Kita ga bercanda, pokoknya Sabtu kamu harus siap. Telpon ibu, minta datang hari jum'at. Aku ke kamar, istirahat yaa "