
Dua hari setelah kepulangan Dona ke Jogja, ia mendapat kabar dari kakak iparnya jika Tyo telah melayangkan gugatan cerai untuknya.
Dona bersyukur, akhirnya Tyo melakukan apa yang ia inginkan. Tetapi kini timbul pertanyaan di dalam benak Dona, apakah yang akan menjadi alasan gugatan cerai dari Tyo?
Dua pekan kemudian, Dona mendapatkan surat panggilan sidang dan setelah membaca alasan gugatan cerai Tyo, Dona tak henti tertawa, ia menertawakan kebohongan dan kebodohan suami yang akan segera menjadi mantannya itu. Tertulis dalam gugatannya bahwa Dona tiba-tiba pergi meninggalkan rumah bersama ketiga anaknya. Lalu dicantumkan juga bahwa Dona bukanlah ibu yang baik untuk anak-anaknya, karena kerap kali memberikan hukuman yang menurut Tyo itu berlebihan.
Pada kenyataannya, Tyo lah yang sering menghukum anak-anaknya sehingga mereka menangis histeris dan Dona lah yang kemudian menenangkan anak-anaknya, memberikan pengertian kenapa ayahnya menghukum mereka, kemudian memberikan pelukan dan ciuman hangat agar mereka tidak trauma. Hal itu terbukti, ketiga anak Dona tidak ingat dengan hukuman yang ayah mereka berikan, sampai Dona mencoba bertanya tentang perasaan mereka ketika dihukum ayahnya.
"Kalian ingat nggak, dulu pernah dihukum sama ayah, Icha sama Ara pernah di usir malam-malam, terus Ara pernah di kunciin di halaman belakang ba'da Isya, ingat ?" tanya Dona.
Icha dan Ara pun berusaha mengingat peristiwa yang Dona sebutkan.
"Nggak ingat, emang pernah ya ? kapan sih ?" tanya Icha.
"Ya sudah kalau lupa, nggak papa. Trus yang kalian ingat kalau pergi sama ayah itu apa ?" tanya Dona lagi.
"Hmmm ayah pasti marah-marah setiap mau pulang, katanya pergi mau senang-senang malah bikin ayah marah," jawab Icha.
"Kalian tahu apa alasannya?"
Kedua putri Dona pun menggelengkan kepalanya. Dona bersyukur tidak satupun kenangan buruk akan perlakuan Tyo kepada putrinya yang terekam.
Lalu beberapa saat kemudian, ingatan itu perlahan muncul tetapi tidak tampak rasa takut atau trauma ketika mereka bercerita, bahkan mereka tertawa mengingat kenakalannya pada saat itu.
"Eee itu ! waktu ayah ngomel-ngomel, tapi aku lupa ngomelnya kenapa," sahut Ara tiba-tiba.
"Ayah kebanyakan ngomel, Bu. Jadi kita lupa, ayah tuh ngomelnya karena apa," ucap Ara.
"Trus, apa yang kamu pikirkan sewaktu ayah ngomel-ngomel ?"
"Aku bingung, ayah ngomong apaan sih ? beneran Bu, aku nggak ngerti kenapa terus apa yang diomongin itu ?" kenang Aisha sambil tertawa.
Dona memperhatikan mimik wajah kedua putrinya yang menunjukkan rasa tanpa beban dan sakit ketika bercerita, hal itu membuat Dona benar-benar bersyukur.
Pada pasal ketiga, dicantumkan bahwa Dona bukanlah istri yang baik, karena lebih sering mengurus anak-anaknya daripada suaminya, terlebih ketika ia baru pulang dinas luar kota.
Dona tak habis pikir, bisa-bisanya Tyo membuat gugatan yang tidak masuk diakal seperti ini.
Apakah Dona harus membiarkan balitanya menangis selalu untuk melayani kebutuhan Tyo? Sepertinya Tyo lupa, bahwa ketiga putrinya tidak membesar dengan instan, bahwa semua itu membutuhkan proses dan kesabaran.
Dona pun teringat akan teguran dari Tyo akan caranya mendisiplinkan anak-anaknya.
__ADS_1
"Belajar psikologi anak, dong ! Anak-anak itu nggak perlu diajak ngomong panjang lebar, mereka nggak akan ingat itu ! Kamu hanya buang-buang waktu nasehatin mereka!" tegur Tyo suatu kali.
Bukankah teguran, nasihat dan pujian itu adalah bagian dari pendidikan?
Bagaimana mungkin mendidik tanpa memberikan nasihat?
Mungkin saja mereka tidak akan ingat, tetapi mereka juga tidak akan menyimpan kemarahan akibat hukuman yang diberikan. Selain itu, semuanya akan berimbas pada efek psikologis jangka panjang yang akan dialami oleh putri-putrinya.
Itulah pertanyaan yang timbul di dalam benak Dona, ia pun menggelengkan kepalanya.
"Keajaiban gugatan model apa lagi yang kamu pikirkan, Yo !" lirih Dona.
Akhirnya Dona meminta Wawan untuk menghadiri persidangan cerainya. Ia tidak ingin suatu saat, Tyo meminta hak asuh anaknya karena fitnah yang tak ia luruskan.
Wawan pun menghadiri sidang perdana perceraian Dona, tetapi ada yang tidak ia ketahui akan peraturan dalam persidangan itu. Maka dari itu, selesai menghadiri sidang perceraian perdana kakaknya, Wawan segera menghubungi Dona.
"Gimana Wan ?"
"Mbak harus datang, aku nggak bisa wakilin, harus pakai surat kuasa kalau mau diwakilkan, tapi mendingan datang aja deh, Tyo kayaknya pakai trik memelas ke hakim," jawab Wawan.
"Hadeeh, aku males banget ! tapi ya udah deh, ntar aku bilang bapak ibu dulu. Eh kapan sidang lanjutan?"
"Dua pekan lagi, hari Senin jam setengah sembilan pagi."
"Jadi Ahad dua pekan lagi, aku ke Jakarta. Mau nggak mau, aku harus ngadepin dia langsung," ucap Dona.
"Ya sudah, kalau memang harus begitu. Hati-hati, nanti Bapak hubungi Lik Edi kalau kamu mau kesana, kamu nginap disana aja."
"Nggih Pak."
Lik Edi adalah adik bungsu ayah Dona yang tinggal di Jakarta. Sementara rumah yang ditempatinya adalah rumah ayah Dona ketika masih bekerja dan setelah pensiun, ayah Dona baru pindah ke Jogja. Tak lama, setelah pindah, adik ayah Dona membeli rumah tersebut, karena ia dipindahkan tugas ke Jakarta dari Palembang.
Dona kemudian mempersiapkan berkas-berkas bukti perselingkuhan Tyo, berupa foto-foto Tyo dan Uma, status FB dan WA Tyo ke Dona, yang telah ia kumpulkan di komputernya.
Lalu ia pun tak lupa untuk menghubungi Ita akan rencananya ke Jakarta.
"Hati-hati Don, ingat dia itu manipulatif dan licik, jangan sampai senjatamu nyerang balik."
"In sya Allah aku siap ngadepin kelicikannya. Wawan bakal nemenin sampai sidang selesai, kok," jawab Dona.
"Kabarin nanti ya, jangan lupa," pesan Ita.
__ADS_1
Sepekan pun berlalu, tiba-tiba Dona mendapatkan pesan di FB dari seseorang wanita yang tak ia kenal.
Mbak, mbak itu siapanya Tyo ya ? Maaf ada yang ngasih tahu ke saya kalau beberapa bulan yang lalu, mbak datang ke rumah Tyo.
Dona pun bertanya-tanya, siapakah orang ini?
Maaf, mbak siapa yaa? Ada urusan apa yaa ? tanya Dona balik pada pesan tersebut.
Saya nggak ada urusan apa-apa sih Mbak, saya cuma penasaran aja, Mbak ada hubungan apa dengan Tyo atau Uma, balasnya lagi.
Tyo itu calon mantan suami saya, dan Uma selingkuhannya, jawab Dona.
Oo, jadi Mbak itu istrinya. Maaf Mbak, saya Sari tetangga Uma di komplek rumah yang lama, yang masih sama mantan suaminya.
Jadi kamu tahu Uma? tanya Dona.
Tahu banget, dia itu public enemy di komplek sini. Mulutnya jahat banget !
Eh, tapi Mbak tahu Pak Tyo selingkuh sama Uma dari kapan ya ? tanya Sari.
Dari Agustus, Tyo yang bilang ke saya.
Sari pun mulai bercerita tentang rumor-rumor perselingkuhan Tyo dan Uma yang selama ini masih membingungkan Dona. Bagaimana mereka bertemu atau berkenalan, kemudian cerita Tyo tentang kehebatan Uma yang single parents tetapi mampu berkarir dan punya usaha pre order cake online.
Maaf mbak, aku ketawa, karena itu bohong semua, Uma itu nggak pernah kerja kantoran, terima orderan cake? mixer sama oven aja dia nggak punya ! saya tuh tetangganya banget Mbak, bahkan anak saya satu sekolah sama anaknya. Ngayal tingkat tinggi memang!
Jadi Uma itu cewek matre, pencari harta. Nah, mantan suaminya itu, dulu kerjaannya bagus, sampai akhirnya perusahaan tempat suaminya kerja bangkrut. PHK dong ! Disitulah Uma mulai mencari 'kantong' yang baru. Dia mulai pencarian dari FB kira-kira di bulan Desember tahun lalu. Kantor tempat suami Mbak kerja kan suka posting kegiatan luar kantor kan, ada foto-foto kegiatannya juga. Nah suami Mbak, kan waktu itu sering di upload di FB yang presentasi di mana-mana itu lah, trus yang jadi MC acara kantor juga, banyak kan Mbak. Nah dari situ Uma kenalan, dari status yang di kasih 'like' trus komen, berlanjut tuh japri. Coba deh Mbak cek FB suami Mbak, yang bulan Desember- Maret. Itu yang bikin suami Uma ngamuk, akhirnya ditalak tuh. Waa padahal suaminya baik banget Mbak, semuanya dikasih. Dua bulan sekali jalan-jalan ke Singapura, belanja apa aja disana. Eee tiba-tiba di PHK, kan nggak mungkin dong ke Singapura lagi, cari mangsa baru deh, jelas Sari.
Ooo jadinya kenal dari FB ? tanya Dona yang cukup terkejut dengan fakta yang diungkapkan Sari
Iya Mbak, tapi sekarang aku nggak bisa buka FB Uma, aku sudah di blokir, hahaha. Mungkin dia takut ketahuan bohongnya, takut aku buka ke seluruh dunia, hahaha.
Sama aku juga ga bisa buka FB mereka berdua, ketik Dona.
Nah, kayaknya mereka berdua sekarang punya akun baru, karena aku cek yang biasa itu sudah lebih dari empat bulan nggak aktif, biarin deh . Eh tadi Mbak bilang calon mantan suami? tanya Sari.
Iya, saya minta cerai, otw sidang pekan depan di Jakarta, jawab Dona.
Ooh, baguslah! jangan disimpan suami model gitu, Mbak. Duh saya lihat Mbak, terus ada tetangga juga yang lihat, kemana-mana juga cantikan dan anggunan Mbak dari si pelakor itu !
Dona sedikit bingung, karena seingatnya pada saat ke rumah Tyo, komplek rumahnya masih sepi bahkan ia tidak melihat ada orang yang berlalu-lalang di luar rumah mereka karena memang saat itu masih terlalu pagi jadi bagaimana mungkin Sari mengetahuinya.
__ADS_1
Tetapi Dona membiarkannya saja, kemudian setengah Sari selesai memberikan keterangan yang merupakan benang merah dari semua pertanyaan akan hubungan terlarang antara Tyo dan Uma, Dona meminta Sari untuk menghubunginya melalui WA jikalau ia memiliki informasi yang lainnya.