
Selama di Turki, Khalis dan Dona disajikan pemandangan yang indah, bukan hanya masjid-masjid dengan gaya arsitektur yang berbeda dengan masjid di Indonesia, tetapi keindahan alam yang berbeda juga.
Mengunjungi kota Cappadocia adalah yang dinanti-nanti para peserta tour, selain menaiki balon udara, mereka juga secara langsung menikmati keindahan kota dari atas dengan struktur batu yang menjadi daya tarik tersendiri.
Pagi hari setelah adalah waktu terbaik untuk menaiki balon udara. Udara yang masih dingin dan segar, matahari juga masih malu untuk menunjukkan sinarnya, tetapi rombongan tour dengan semangat menaiki balon udara.
Setelah sarapan dan briefing singkat dari operator, mereka pun segera menaiki balon udara. Satu balon udara mempunyai kapasitas maksimal 26 orang, dikarenakan jumlah peserta tour 46 orang, maka mereka dibagi ke dalam 2 balon udara.
Tepat pukul 6 pagi, balon udara pun mulai diterbangkan. Mereka akan berkeliling selama 1 jam. Khalis berdiri memeluk Dona dari belakang.
" Mas, ga ngambil videonya?? "
" Hmm tangannya lagi sibuk, Sayang aja "
" Ish " protes Dona.
" Ush, lagi romantis Yang, nikmatin dulu lah. Anak-anak biarin liat videonya di youtube "
" Hmmm siap-siap diprotes nih!! "
" Biarin, dah lah. Enjoy our moment together laa "
" You speak macam Singaporean laaa " komen Dona.
Keduanya pun tertawa.
Dona kemudian mengambil HPnya dan memvideokannya.
Setelah 1 jam, perjalanan balon udara pun berakhir.
Setelah turun, kesempatan untuk berfoto bersama dengan latar balon udara pun tidak mereka lewatkan. Lalu operator menyerahkan sertifikat kepada tiap penumpang.
" Hihihi lucu, naik balon udara dapat sertifikat. Bisa dipakai buat apa nih sertifikatnya?? " tanya Dona.
" Buat nyombongin diri di medsos " jawab Khalis yang membuat para peserta tour tertawa.
" Pak Khalis ada-ada aja. Tapi bener sih, kalau mau pamer dan sombong yaa pajang sertifikat ini di medsos "
" Jadi yang masang sertifikat ini di medsos artinya sombong yaaa!! " sambung yang lain lagi.
Suasana pun semakin pecah dengan gurauan mereka.
Setelah menikmati keindahan uniknya alam Cappadocia, mereka pun kembali ke Istanbul.
Di hari terakhir sebelum menuju Madinah, mereka berbelanja di kawasan Istiklal street. Sebuah kawasan perbelanjaan di kota Istanbul, yang di penuhi dengan butik-butik lokal maupun desainer kenamaan dunia.
Khalis mengajak Dona masuk ke salah satu butik, Dona pun menahan tangan Khalis.
" Mau ngapain?? " tanya Dona.
" Yaa belanja, masa' tidur?? "
" Yaaa ngapain belanja disini?? emangnya mau beli apa?? "
" Gamis buat oleh-oleh "
" Oooo, ayok " Dona segera memasuki butik yang dimaksud.
Khalis tersenyum, ternyata teknik ini berhasil membuat Dona tidak menolak ajakannya.
" Mas, mau beli berapa gamis?? "
" 6 "
__ADS_1
" Banyak amat!!! "
" Kan orangnya banyak, dah silahkan di pilih, sesuai selera Sayang aja "
" Serius?? 6 yaa?? "
" Iya, 6 kalau lebih juga boleh "
" 6 dulu deh, pusing milih nih, bantuin Mas "
" Sayang suka warna apa aja "
" Marun, Dongker, Hitam, Toska "
Khalis lalu mengambil beberapa gamis sesuai dengan warna-warna yang Dona sebutkan.
" Pilih 2 untuk setiap warna, bedain motifnya "
" Hmm kayaknya balik ke mode ' pilih!! pilih!! ' " sindir Dona.
Khalis dengan gemas mencubit dagu Dona.
" Dejavu yaa. Memang kharisma seorang Khalis itu tiada tara " ucapnya.
" Hmmm kharisma?? tiada tara?? ya iyalah, laa wong adanya Khalis sama Dona, kalau ada Tara nanti bisa jadi orang ketiga " canda Dona.
" Hmmm minta di cium juga nih!! buruan pilih, Pak Su memberikan perintah!! "
" Siap Paksu "
Setelah memilih beberapa gamis, Khalis juga memilih beberapa pashmina yang senada dengan gamis yang Dona pilih.
" Ok done!! "
" Mas, pashmina dikit aja, aku ga make, ibu juga ga, kan seringnya pakai langsungan aja "
" Kan bisa buat yang lain " jawab Khalis.
" Baiklah terserah Paksu ajah "
Setelah selesai, mereka menuju tempat yang menjual oleh-oleh untuk keempat anaknya.
Dona memilih beberapa gantungan kunci unik dengan fitur tempat wisata di Turki.
" Gantungan kunci?? " tanya Khalis.
" Iya, dulu kalau bapak-ibu pergi selalu bawa pulang gantungan kunci. Gantungan kuncinya masih awet sampai sekarang, ada yang di pakai buat tas anak-anak. Mereka juga senang dapat printilan seperti ini "
" Kalau gitu beli yang banyak aja, 1 model 1 "
" Aku pilih yang unik aja, ga semuanya "
Lalu Dona mengambil tumbler bergambar obyek wisata Turki, lalu ia membeli 4 tas slempang kulit sedangkan Khalis membeli aneka T-shirt untuk keempat anaknya.
" Ini tas slempang beli 4 ?? satu lagi buat Sayang?? "
" Ga, yang satu ini buat Rafif. Kan yang ini desainnya lebih laki dibandingkan yang 3 ini "
" Ooo, ah bisa pinjam Rafif nih!! tasnya bagus!! "
" Laaa kenapa ga beli sendiri?? malah mau pinjam?? "
" Pinjam lebih nyeni, paling dia protes "
__ADS_1
" Ish, ngerjain bocah!! "
" Eee dia juga suka pinjam sepatu!! masa' ayahnya ga boleh pinjam tas?? ga adil itu Yang "
" Ayah yang aneh!! "
" Hihihi yuk ke kasir "
" Dari sini kita ke tempat oleh-oleh makanan " ucap Khalis.
" Siap!! "
Setelah selesai membeli beberapa souvenir khas Turki, mereka segera beralih ke pusat oleh-oleh yang lain, yaitu makanan.
Mereka berjalan melewati butik-butik dengan beraneka ragam desain, lalu Dona berhenti di salah satu teras butik.
" Mas, masuk yuk, aku mau beli gamis untuk anak-anak, sama baju koko buat Mas sama Rafif "
Tanpa menjawab, Khalis membuka pintu masuk butik tersebut.
Dona segera memilih 6 gamis untuk ketiga putrinya, serta 4 kemeja koko untuk Khalis dan Rafif.
" Mas, gimana?? cocok ga?? "
" Cocok aja, kalau Sayang yang belikan pasti bagus "
" Ga gitu!! cobain dulu, sesuai selera ga?? ntar ga sesuai, sampai di rumah ga dipakai "
" Iya deh, Mas cobain "
Khalis kemudian mencoba kemeja yang dipilih Dona.
" Ok Yang, bagus semua, see I like it "
Tak lupa mereka juga membeli beberapa sajadah khas Turki.
" Sok lah bayar " ucap Khalis.
" Pakai kartu debitku?? "
" Iya, kan sudah diisi berjuta-juta, pakai aja. Lagian ini kan Sayang yang milih dan selama disini kartunya baru dipakai sedikit. Silahkan dipakai, biar nanti bisa diisi lagi "
" Waaah kata-kata idaman para wanita!! "
" I know lah!! "
Kemudian mereka mencari oleh-oleh makanan kering yang tahan lama dan awet. Beberapa jenis manisan dan permen pun menjadi pilihan utama, selain kue kering dalam kemasan.
" Yang, kita cobain baklava yang disini yuk. Sayang mau yang manis atau asin?? "
" Yang asin aja, karena aku sudah manis "
Khalis terdiam dan memandangi Dona, kemudian dengan menarik nafas panjangnya,
" Waaaa emang manis banget!! semut aja sampai bingung, kok ada yang semanis inih "
Dona tertawa mendengar Khalis.
" Ada yang sensi niiii "
" Yang, kalau mau ngelawak atau narsis, lihat tempat dan waktu dong!! jangan nyiksa kayak gini!! " protes Khalis yang membuat Dona semakin tertawa.
" Aku bukan penyiksa. Dah ah, ku mau jajan!! "
__ADS_1
Dona pun membeli aneka cemilan khas Turki, yang akan ia nikmati di bandara.