
Pernikahan Khalis dan Dona telah memasuki bulan ketiga, rutinitas harian mereka lakukan seperti biasa. Sesekali Dona mengirimkan makan siang untuk Khalis, ya, memang tidak setiap hari, karena terkadang Khalis makan siang bersama koleganya di luar kantor. Seperti hari ini, Khalis harus melakukan pertemuan dengan salah satu rekan bisnis kantornya, di sebuah restoran dalam Mall yang tak jauh dari rumahnya.
" Siang Pak Khalis, silahkan "
" Siang, terima kasih "
" Maaf Pak, kami memilih bertemu sambil makan siang agar lebih santai "
" Langsung saja "
" Baik Pak, saya Hari, dari Lex Accessories, menawarkan diskon 25% untuk pemasangan seat covers, karpet selama 2 bulan " sambil memberikan berkas diskonnya kepada Khalis.
Khalis hanya melihat sepintas berkas tersebut, menandakan ketidak tertarikannya.
" Maaf, kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan aksesoris mobil yang lain "
" Tapi kami sedang promo lho Pak. Kami bisa turunkan harga lagi untuk dealer Bapak "
" Semakin turun harganya, artinya kualitas kurang baik " jawab Khalis datar.
" Waaa jangan begitu Pak, kami tidak pernah menurunkan kualitas kami. Ini promo khusus dari kami, coba di cek dulu Pak. Kualitas kami tidak main-main Pak "
" Maaf, tetapi saya tidak tertarik "
" Tetapi Pak "
Dimas pun turun tangan,
" Maaf, seperti yang telah disampaikan oleh atasan saya, beliau tidak tertarik. Gunakan adab yang baik!!! "
Tiba-tiba seorang wanita dengan wangi parfum yang sangat menggoda dan berpakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas dan pun menghampiri.
" Siang Bapak-Bapak, silahkan duduk dulu. Saya Anneke, rekan kerja Hari " ucapnya dengan tidak kalah menggoda dari gaya berpakaiannya.
Membuat Khalis dan Dimas, segera pergi tanpa permisi.
" Pak!! Pak!!! " panggil keduanya tetapi Khalis dan Dimas tetap berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa menengok sedikit pun.
" Astaghfirullah!!! masih ada aja model seperti ini!!! " ucap Dimas menahan kekesalannya.
" Banyak Dim, makanya saya ajak kamu. Saya sudah curiga dari awal, setelah beberapa kali mereka menghubungi saya dan saya tolak. Saya pilih lokasi di luar, karena yaa ini, lebih aman ketimbang menerima mereka di kantor "
" Jadi kita makan siang dimana Pak?? "
" Di rumah "
Dimas pun mengarahkan kendaraannya ke rumah orang tua Dona.
" Yang, aku pulang sama Dimas untuk makan siang. Ceritanya nanti " WA Khalis kepada Dona.
" Ok " jawab Dona singkat.
Tak lama mereka pun sampai di rumah.
Khalis membuka pintu rumahnya dan memberikan salam,
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam " jawab Dona yang segera berjalan menuju ruang tamu.
Setelah mencium tangan Khalis,
" Langsung ke ruang makan aja yuk "
" Permisi Bu " ucap Dimas.
" Ayuk langsung aja " ajak Dona sambil berjalan ke ruang makannya.
" Bapak, ibu?? " tanya Khalis.
" Baru selesai "
Setelah mencuci tangannya, Khalis dan Dimas duduk di kursi makan.
" Ayo Dim, ambil aja " ucap Dona sambil mengambil nasi untuk Khalis.
" Makasih Bu "
Ditengah makan siangnya,
" So, what's the story ?? " tanya Dona.
" Dim.. "
Dimas pun menarik nafasnya, lalu ia pun mulai bercerita tentang pertemuan itu. Lalu,
" Hooo, masih ada ya model seperti itu " Dona berkomentar.
" Masih dan banyak " jawab Khalis.
" Yaaa banyakin istighfar aja, agar ga ketemu sama kejadian seperti tadi " ucap Dona.
__ADS_1
" Hmmm, kalau suatu saat, semoga sih tidak, call me ajah. Let's the woman speak. Lagian kalau dia lihat, Mas bawa bodyguard berhijab, hitam-hitam dari kepala sampai kaki, kalau mereka ga sungkan??!! Waaah, cara kedua harus dilakukan!!! "
Khalis tertawa mendengar kalimat Dona, sedangkan Dimas menahan tawanya.
" Dim, ketawa aja, ga papa. Sakit perut nanti kalau ditahan " tambah Dona yang membuat keduanya semakin tertawa.
" Pak, besok-besok kita makan siang disini aja deh, seru ada hiburan "
" Kamu mau saya kasih SP?? "
" Ya Allah Paaaak, bercanda Paaak. Bu, maaf atas ketidaksopanan saya "
Dona pun tertawa lirih.
" Santai aja Dim " jawab Dona.
Selesai makan siang, Khalis menuju ke kamarnya di belakang dan diikuti oleh Dona. Sampai di kamar, Khalis segera memeluk erat Dona.
" Thank you for come back home " ucap Dona.
" No, I thank you " jawab Khalis lalu ia pun mencium bibir Dona.
Setelah beberapa saat,
" Jadi males balik ke kantor "
" Hmmm moodnya anjlok nih "
" Yowes, santai aja dulu di sini. Ambil wudhu, baca Qur'an, tenangkan diri Mas dulu, yaa "
" Ok. Yang, tolong bilang ke Dimas ya "
" Iya. Aku ke depan sebentar "
Dona keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu.
" Dim, Pak Khalis mau istirahat sebentar, kamu nunggu ga papa yaa "
" Baik Bu. Oiya Bu, belakangan moodnya Pak Bos agak kurang enak deh "
" Maksudnya?? "
" Kulkasnya sedikit kembali, trus tiba-tiba suka kesal sendiri. Kadang pagi masih bisa senyum, ntar siangan dikit, kulkas lagi atau sebaliknya. Bingung saya, Bu "
" Hooo jadi meltednya ga stabil yaa "
" Hihihi iya Bu "
" Sama-sama, Bu "
Setelah beberapa menit beristirahat, Khalis dan Dimas kembali ke kantor.
" Nanti aku pulang lebih cepat, sekalian jemput Ara dan Zalfa, mereka pulang bareng kan?? "
" Iya, hari ini Zalfa ada ekskul menggambar jadi pulang bareng Ara "
" Ok, nanti setelah jemput mereka, saya langsung pulang. Sayang istirahat aja "
" Iya, syukron "
" Afwan "
Keduanya pun menuju pagar,
" Mas ke kantor lagi yaa. Assalamu'alaikum "
" Wa'aikumsalam "
Keesokannya, sebelum shubuh Dona sudah terbangun. Ia mengeluarkan alat tes kehamilan dari dalam laci kamarnya lalu menuju kamar mandi.
Sambil menunggu, Dona membangunkan Khalis untuk shalat tahajud berjamaah.
Selesai shalat, Dona segera ke kamar mandi untuk melihat hasilnya dan sesuai dugaannya, 2 garis merah terlihat jelas.
" Yang ada apa?? " tanya Khalis dari luar.
Dona sengaja tidak menjawabnya, ia keluar kamar mandi dengan membawa hasil tes kehamilannya dan memberikannya kepada Khalis tanpa berkata apa pun.
Khalis terdiam, melihat bergantian ke arah test pack dan Dona. Hingga akhirnya, sambil memeluk erat Dona, tangisnya pun pecah.
" Pantes Pak Bosnya moody " ucap Dona sambil mengelus punggung Khalis.
Setelah beberapa saat,
" Alhamdulilah, makasih Yang, makasih " ucap Khalis sambil menciumi Dona.
" Udah ah... " ucap Dona sambil menjauhkan dirinya dari Khalis.
" Sayang harus sehat yaaa, jangan kecapean. Nanti biar supir kantor yang antar jemput anak-anak "
" Eh Mas, memangnya boleh?? "
__ADS_1
" Nanti aku bayar mereka, kalau aku sempat yaaa aku jemput atau Dimas "
" Sayang, just stay at home. Eh lihat jadwal obgyn, hari ini aja " lanjut Khalis.
Dona pun membuka web RS Islam di dekat rumahnya.
" Hari ini ada Mas "
" Yowes, daftar untuk pagi ini. Nanti aku bilang ke Dimas, kalau terlambat "
Dona mendaftar melalui telepon dan ia mendapatkan jadwal pukul 16.30 sore.
" Kalau gitu, nanti aku jemput setelah pulang kantor, kita langsung ke RS. Pagi ini aku ke kantor dulu yaa"
" Iya Mas "
Sore harinya, Khalis dan Dona telah berada di dalam ruang praktek dokter obgyn.
" Assalamu'alaikum " sapa Dona.
" Wa'aikumsalam, silahkan "
" Ada keluhan apa?? " tanya dokter Niza.
Dona memperlihatkan alat test pack nya.
" Barakallahu fiik. Kalau begitu, silahkan tiduran, saya USG yaa "
Dona pun menuju bed periksa diikuti oleh Khalis.
Dokter Niza pun mengoleskan gel lalu memulai USGnya.
" Hmmm nah ini, kelihatan, masih kecil sekali "
Lalu ia pun mencetak hasil USGnya.
" Bu Dona, ini sudah kelihatan yaa, dari hasil USG, disebutkan sudah 8 minggu. Oiya, ini anak ke berapa Bu?? "
" Anak ke-4 Dok, jaraknya 8 tahun dari yang terakhir "
" Waaah, rasanya ini akan seperti anak pertama lagi. Sebentar, usia ibu.... "
" Saya 40 tahun "
" Walaupun sekarang banyak wanita yang mengandung di usia 35 tahun keatas, tetapi tetap saya harus mengatakan bahwa resikonya cukup tinggi. Tekanan darah tinggi, hingga diabetes selama kehamilan dapat terjadi. Untuk itu, ibu harus rajin kontrol dan dietnya harus diatur dengan baik. Ini saya berikan daftar kalori yang dibutuhkan dalam 1 hari. Kemudian konsumsi suplemen dan vitamin juga harus setiap hari. Oiya, disini Bu Dona ada catatan menderita auto imun?? "
" Iya Dok, saya auto imun. Setiap hari saya mengkonsumsi vitamin D3 1000iu, omega 3, kalsium dan asam folat "
" Nah itu semua suplemen yang dibutuhkan selama kehamilan dan menyusui, sepertinya saya tidak perlu memberikan suplemen tambahan. Cukup suplemen yang tadi saja, itu sudah cukup "
" Saya minta Bu Dona untuk cek darah terlebih dahulu, cek darah lengkap yaa kemudian gula darah juga. Ada riwayat diabetes?? "
" Ayah saya penderita diabetes "
" Ada kalanya di usia 40 tahun ke atas, mengalami kenaikan kadar gula dalam darah selama kehamilan, tetapi setelah melahirkan akan berangsur normal kembali. Untuk itu saya minta sekalian tes gula darahnya "
" Satu hal lagi, jika terdapat keluhan yang tidak biasa, jangan didiamkan, segera dikonsultasikan "
" Baik Dok "
Dona segera menuju laboratorium untuk pengambilan darah.
" Hasilnya berapa lama yaa?? " tanya Dona kepada petugas lab.
" In syaa Allah sekitar 1 jam, apa mau ditunggu?? "
" Iya, sekalian daripada bolak-balik "
" Kami usahakan secepatnya. Nanti akan kami hubungi nomor Ibu jika sudah selesai "
" Baik, terima kasih "
Dona dan Khalis keluar dari laboratorium.
" Mas kita nunggu dulu ya "
" Iya. Makan dulu yuk, laper "
" Maaf, tadi ga nyiapin cemilan "
" Ga papa, Sayang kan tadi dengar dokter bilang apa, jangan kecapean. Pokoknya sekarang Sayang harus santai, don't get easy to feel guilty. I'm not asking alot, I just want you to stay healthy and happy, okay?? "
Setelah 1 jam menunggu hasilnya, mereka kembali ke ruang konsultasi.
" Alhamdulillah hasil pemeriksaan darahnya bagus semua, semua normal "
" Jadi sekarang Bu Dona seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa kehamilan di usia diatas 40 tahun itu cukup beresiko, tetapi jika pola hidup sehat diterapkan dengan baik, in syaa Allah semuanya akan baik-baik saja "
" Saya jadwalkan untuk pemeriksaan selanjutnya, 6 pekan lagi ya "
" Syukron Dok "
__ADS_1