
Bulan berganti, anak-anak mulai masuk sekolah dan kuliah. Tinggallah Alta di rumah yang mengikuti ibunya kesana kemari.
" Apa sih Al, ngikutin ibu terus?? " tanya Dona.
Al tidak menjawab dan tetap mengikuti Dona, kali ini sambil menarik rok yang dikenakan Dona. Akhirnya Dona berjongkok menghadap ke arah putra bungsunya itu.
" Al, mau main?? "
Alta menggelengkan kepalanya.
" Al mau makan?? "
Ia kembali menggelengkan kepalanya.
Dona menarik nafasnya kemudian menggendong putra bungsunya itu, menuju ke area bermain di samping ruang keluarga.
Dona memangku Al, diatas karpet spons plastik bermotif angka dan huruf.
Dona pun mengeluarkan mainan berbagai jenis hewan. Lalu...
" Hai singa!! kamu mau apa kesini!! tanya kambing "
" Aku mau melihat kamu bermain.... jawab singa "
" Tapi aku tidak mau dilihat... aku mau main sendiri. Kata kambing "
" Lalu kambing berlari menjauh dari singa. Singa ikutan lari, mengejar si kambing. Karena singa ingin ikut bermain bersama kambing, terus mereka main kejar-kejaran "
Alta melihat ke arah Dona dan
" Ibu, singa itu makan kambing, ga main sama kambing "
" Siapa yang bilang?? "
" Mas Rafif "
" Ooo Mas Rafif ceritanya masih versi lama. Kalau ibu, ceritanya versi terbaru. Kambing sama singa itu berteman "
Alta masih memandangi ibunya.
" Al, namanya juga cerita, beda sedikit kan ga papa "
" Ga ah, ibu ceritanya aneh. Al main sendiri aja "
" Waaah hebat anak ibu. Baiklah anak shalih gantengnya Ibu, Al silahkan bermain sendiri "
Dona berpindah duduk ke ruang keluarga, sambil memperhatikan Al bermain,
" Alhamdulillah, berhasil juga. Hmmm mainan anak jaman now kok ga berubah dari jaman dulu. Apa memang singa harus musuhan sama kambing?? ga bisa baikan?? "
Dona pun mulai merasakan bosan dengan kesehariannya yang tidak banyak beraktivitas. Walaupun sesekali ia pergi bersama dengan ibu-ibu 'pejabat', tetapi tidak dapat ia pungkiri, hatinya tidak berada disana. Karena ia memang tidak dibesarkan dengan kehidupan yang serba glamor dan mewah.
Hingga kebiasaan hidup yang serba hemat, membuat ia stress dengan uang yang ia terima, tetapi tidak dengan Khalis. Dibesarkan dengan harta yang selalu lebih dari cukup, membuatnya cukup royal dalam menggunakan uangnya, terlebih dengan penghasilannya yang sangat besar itu, ia pun mulai kembali ke kebiasaannya yang dinilai boros oleh Dona. Sehingga tak jarang, Dona merasa kesal dengan suaminya itu.
" Mas??? beli apa lagi siii?? "
" Cuma ini kok "
__ADS_1
" Ini?? cuma?? stick golf sudah banyak, masih bagus semua, mau ngalahin koleksinya Tiger Woods??!! "
" Mending dia dapat duit kalau main, kalau Mas main?? malah keluar duit!! "
" Yaaa kan ga banyak Yang. Di tabungan juga masih banyak "
" Ga banyak kalau sekali!! kalau berulang kali yaa jadinya banyak "
" Stick golf, sepatu golf, sarung tangan, topi, kaos, tas!!! tuh sepatu sampai 3 pasang??!! only for golf?? kalau sama sepatu kerja dan yang casual ada 7 pasang!!! "
" Tas golf nih!! Yang besar ada 2, medium 3 yang kecil 2 !! 7 in total!!! "
" Topi!! semua warna ada, putih, krem, hitam, biru, merah!! sekalian aja tuh pelangi!! "
" Sarung tangannya juga, pakai matching sama kaos n tas!!! Waaa dirimu mengalahkan diriku yang perempuan ini Mas!!!! "
" Makanya Yang, belanja yuk. Mas beliin deh "
" GA MAU!! "
" Oooops, the lion is out now "
" I'm not joking Mas "
" All right, I'm sorry. You hold my card then "
" Ga ngaruh!! bisa beli online kan "
" Hihihi iya sih "
" Sayang sih ga mau dibeliin apa gitu?? "
" Yaa buat apa?? sepatu masih bagus, tas juga, baju masih cukup semua. I don't need new things "
" Aku kan pingin mbeliin Sayang barang "
" Ga butuh, ntar kalau ada yang rusak atau memang butuh, baru beli. For now, I really don't need new things and I mean it "
" Nyalon?? spa?? "
" Nyalon?? emang sudah pilkada?? pilpres?? "
" Hmmm kambuh nih. Tuh ibu-ibunya ada jadwal spa ga tuh, ikutan aja. Meni, pedi, facial, creambath?? "
" Mas aja, aku ga betah "
" Biar kinclong terparipurna Yang "
" Ooo my??!!! how can you use that words!!! "
" Biasa deh Yang, santai aja sih!! "
" Ga!! aku kesel!!! "
" Aku beliin es krim "
" Nyogok!! "
__ADS_1
" Gelato?? with waffle and kebab... large full of mozzarella "
" Ga terima sogokan!!! aku kesel to the max!! kesel terparipurna!!! "
" Pokoknya itu semua barang di sortir, aku ga mau lihat seabreg-abreg barang ga penting numpuk disini!! " lanjut Dona penuh emosi.
" All right, calm down. I'll get rid some of this "
" Pokoknya ga ada belanja lagi!! for a whole year!! "
" A whole year???!!! seriously??? "
" Am I look like joking now ??!! "
" All right Mama Bear.... "
" Hmm by calling me 'Mama Bear', it doesn't make you a teddy bear!! "
" Honey, I wanna be serious right now, but honestly its difficult "
" Serius kok manggilnya 'Mama Bear'?? you start it "
" But, baru aja mau DP mobil buat Rafif kuliah. Kan sudah masuk, kan dia naik bis atau MRT, yaa dikasih mobil buat kuliah kan ga masalah, kan sudah punya SIM "
" Ya Allah, baru masuk sudah mau di kasih mobil??!!! aku dulu ngangkot sampai lulus!! aku baru dikasih mobil setelah lulus!! Nope !! biar dia fight!! ada usahanya untuk sampai ke kampus. Bis atau MRTnya kan bagus, ga masalah. Ga ada mobil untuk Rafif!! "
" Tapi kalau motor boleh yaaa, vespa nih lucuk. 17 ribu riyal, yaa 67 jutaan "
" Besok kalau ada barangnya langsung ambil, cash. Tapi kalau ga, yaa DP dulu. Gimana?? "
" DO I HAVE TO ANSWER THAT!!!??? "
" All right, just calm down. I was just asking "
" Just.. yaaa just!!! "
" Oouugh I really wanna hit on something !! "
Dona pun berjalan ke arah taman di belakang rumahnya.
Khalis perlahan mengikuti Dona, lalu ia pun memeluknya dari belakang.
" Apa peluk-peluk??!! "
" Don't get mad at me, please??? Jebal??"
" Look, Mas I know you make a lot of money in here, but it doesn't mean you can spend it carelessly. Mas ingat?? ibu bilang apa sebelum kita pindah kesini ?? "
" Iya, I do remember it. I'm sorry, really sorry. Please don't mad at me, no more... pleaseee. I promise I wouldn't spend any for golf and car"
" For everything!! not just golf and car or whatever you wanna buy!! "
" Yes, Hon, I promise "
" I wouldn't spend, no more "
Sesuai janjinya, Khalis pun menjual kembali beberapa perlengkapan golfnya, demi 'keamanan negara'.
__ADS_1