New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 80 Pertemuan Akhwat SMU dan Kejutan Kecil dari Doha


__ADS_3

" Don, Ahad tanggal 10 cafenya free ga?? " tanya Ayu sahabat Dona sedari SMU.


" In syaa Allah masih free, ada apa?? "


" Kita mau booking untuk pertemuan rutin 3 bulanan akhwat "


" Jam berapa?? Berapa orang?? "


" Ba'da Isya, biar ga kepotong waktu shalat. Oiya, untuk 20 orang itu kalau tanpa pasukan, tapi kalau anggota sirkus pada ikut yaa bisa 40-50 orang "


" Hmmm kapasitas cafenya 60 seat doang "


" Ga masalah, itukan kalau ikut semua "


" Ok, ntar aku atur. Oiya, jam berapa, jumlah orangnya tolong dipastikan lagi. Ini aku kirim list menunya, biar cepet langsung order sekalian "


" Waa siaaaap, seperti biasa, dirimu memang selalu siaga "


" Haruslah. Oiya, untuk menunya paling lambat dua hari sebelum acara sudah fix yaa "


" Woke Don, ntar ku kabarin lagi. See you there yaa "


Dona pun memberitahu Khalis perihal pertemuan teman SMUnya di Dona's Kitchen.


" Mas, in syaa Allah, tanggal 10 teman SMUku mau booking restonya untuk acara pertemuan rutin 3 bulanan "


" Kira-kira sekitar 40-50 orang. Tadi aku sudah kirim menunya, aku tunggu konfirmasi orderan paling lambat dua hari sebelum hari H "


" Alhamdulillah, akhirnya ikut pertemuannya juga. Oiya, yang datang sama seperti yang kemarin, waktu grand opening?? "


" Hmmm kayaknya sih "


" Yowes Sayang siapin aja. Mau ada dekorasi tambahan ga?? "


" Ga lah, ngapain "


" Aku mau nyumbang pastry sama silky puding aja, boleh ya Mas "


" Ya bolehlah, tambah yang lain juga boleh "


" Rujaaaak!!! Asinan!! waaa kumpul-kumpul ga lengkap tanpa rujak atau asinan "


" Mas bagian tim icip, seperti biasa yaa "


" Siap Gan "


Beberapa hari kemudian, tibalah hari pertemuan teman-teman SMU Dona di Dona's Kitchen.


Dona memutuskan untuk menutup Dona's Kitchen lebih cepat, dikarenakan pertemuan dengan teman-temannya yang akan menghabiskan seluruh kursi di cafenya.


Dona menggabungkan beberapa meja sehingga membentuk 3 susunan meja yang panjang, dengan 20 seat di setiap mejanya.


Dona juga telah mengatur hidangan pembuka dan snack di setiap meja.


Pukul 19.30 WIB, satu persatu teman SMU Dona datang bersama keluarganya.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Langsung ambil posisi yaa " ucap Dona mempersilahkan.


Setelah semua berkumpul,


" Don, anak suami kamu masih di Doha?? "


" Iya, Rafif masih ada kontrak kerja disana "


" Kapan pulang?? "


" Paling kalau lebaran aja "


" Tapi enak lah dia disana, gajinya berapa kali lipat dari disini, pulang-pulang sudah milyuner bukan jutawan lagi " ucap Ayu.


" Aaamiiinnn "


" Hmmm sudah kuduga pasti ada rujak sama asinan kalau di jamuannya Dona. Ini pastry pasti bikin sendiri " sahut Sarah.


" Waaah dirimu memang sangat mengerti akan diriku. Tambo lagi laaa, sok atuh di dozo!!! "


" Don, kenapa bahasanya semakin ajaib aja sih?? " tanya Lala.


" Karena La.... "


" Haadeeee.... "


Acara ramah tamah kawan SMU ini pun diselingi dengan canda dan tawa. Anak-anak dari mereka pun tampak asyik bertukar cerita.


Khalis pun nampak bercakap-cakap dengan para suami dari teman-teman Dona, dari seputar bisnis kulinernya hingga otomotif.

__ADS_1


Satu persatu hidangan makan malam mulai disuguhkan, sambil menikmati makan malam, pembicaraan mereka pun mulai dalam.


" Don, jadi sudah berapa tahun pernikahan kamu sama Khalis?? "


" Hmmm sekitar 9 tahun lah "


" Eh si bungsu namanya siapa tadi?? "


" Al?? "


" Iya, Al itu, benar-benar perpaduan kamu sama suami kamu ya, 50-50 "


" Iya, banyak yang bilang gitu. Tapi namanya aja bungsu, jarak usianya jauh dari kakaknya, jadinya malah mandiri. Karena ga nyambung juga kalau main sama kakaknya yang cewek-cewek ini "


" Sering main sendiri yaa?? "


" Iya, seringnya main sendiri. Palingan kalau naik sepeda keliling komplek, baru tuh, barengan, rame-rame "


" Oiya Don, nanti aku order buat take away yaa "


" Oiya, yang mau take away, langsung aja ketik disini. Biar ga kelamaan nunggunya nanti " ucap Dona sambil memberikan tablet menu pemesanan kepada teman-temannya.


Ditengah acara ramah tamah berlangsung, tiba-tiba.....


" Assalamu'alaikum "


Suara yang Khalis dan Dona sangat rindukan terdengar dari depan cafenya.


" Wa'alaikumsalam... !!! Rafiiiiif ..... !!!! "


Dona pun segera berlari memeluk putra sambungnya yang sangat ia rindukan.


Khalis pun menghampiri keduanya dan ikut memeluk mereka berdua.


Dona tak kuasa menahan air mata bahagianya, melihat Rafif setelah berpisah hampir 4 bulan lamanya.


" Kamu nakal!! pulang kok ga ngabarin ibu!! bawa apa!! "


Rafif pun tertawa sambil menitikkan air mata rindu akan keluarganya.


Keempat adiknya pun ikut memeluk kakak laki-laki mereka.


Dona segera menyadari, jika teman-temannya kebingungan melihat adegan berpelukan ala Teletubbies ini pun, mulai memperkenalkan Rafif.


" Maaf ada interupsi keluarga sesaat. Kenalin ini Rafif "


" Oooo ini yang tadi dibahas ternyata datang, padahal tadi bilangnya pulang pas lebaran "


" Surprise Bu!! "


" Surprise ??!! Bikin ibu khawatir tahu ga!! rencananya kalau malam ini kamu ga bisa ditelpon juga, ibu mau lapor polisi "


Rafif hanya menunduk tersenyum malu sambil menggengam tangan Dona.


" Ibu ga bercanda Fif, tadi sore ibu bilang gitu ke Ayah " ucap Khalis.


" Ibu, maaf. Aku mau kasih kejutan, kalau aku bisa pulang "


" Eh tapi kok kamu pulang sekarang?? ada apa?? " tanya Dona.


" Ada tugas ke Singapura, hanya 5 hari. Yaa aku sekalian pulang aja, ijin 3 hari "


" Kok tahu kalau ayah ibu disini?? "


" Tadi sudah WA Aisha... "


Dona dan Khalis pun memandang tajam ke arah Aisha, yang hanya menundukkan kepalanya.


" Mas Rafif bilang, jangan kasih tahu Ayah, Ibu "


Teman-teman Dona menyaksikan drama keluarga Dona dengan senyum dan tertawa geli. Sesuai dengan ekspektasi mereka, selalu ada cerita dan kejutan dari keluarga Dona.


" Ya sudah, Rafif welcome home. Kamu mau minum dan makan apa?? " tanya Dona.


" Tadi Aisha sudah pesenin buat mas Rafif "


Waiter pun datang membawa makanan dan minuman pesanan Aisha untuk Rafif, tentu saja hal ini membuat Khalis dan Dona menggelengkan kepalanya.


Teman-teman Dona pun kembali tertawa menyaksikan drama komedi keluarga Dona.


Rafif kemudian duduk bersama adik-adiknya, yang semuanya berebut untuk bercerita kepada Rafif.


Khalis dan Dona pun kembali duduk di tempatnya semula.


" Umur berapa, Don ?? "


" 2 tahun lebih tua dari Aisha. 23 tahun "


" Kerja di Doha?? "

__ADS_1


" Iya, di tempat ayahnya kerja juga "


" MasyaAllah, jutawan muda dong!! "


" Aamiin "


" Sudah punya calon?? "


" Kayaknya sih belum... "


" Fif, kamu sudah ada calonnya belum?? " tanya Dona.


" Calon?? calon apaan Bu?? calon presiden?? "


" Haadee, teman-teman ibu pada kepo nih. Kali aja ada yang mau nikahin anak perempuannya sama kamu " ucap Dona yang membuat teman-temannya melancarkan serangan pandangan mata yang tajam disertai dengan cubitan dahsyat mengguncang pinggang Dona.


" Laaa nanya itu kan biasanya ada modusnya " ucap Dona membela diri.


" Belum lah Bu, masih mau lanjutin S2 dulu. Nikahnya ntar aja "


" Hmm padahal sudah sempat bikin hati para emak disini bahagia.... "


" Kok?? " tanya Rafif.


" Angkat tangan yang anak pertamanya perempuan " ucap Dona.


Dari 20 orang teman Dona, hanya 3 orang yang tidak mengangkat tangannya.


Khalis dan para pria pun tertawa.


" Baru kali ini, datang ke pertemuan mantan aktivis Rohis SMU bisa selucu ini "


" Ini adalah bakat alami Dona yang ga ada lawannya. Dari SMU dia sudah terlihat berbeda dan sedikit aneh, ternyata masih tetap dipertahankan " ucap Ayu sahabat Dona.


" Pokoknya dari jaman kita masih belum pada nikah, jilbab masih gaya sana gaya sini. Masih ngelayap kesana kemari, Dona tetap asyik " tambah Sarah.


" Eh, tim ngelayap itu siapa aja sih?? " tanya Ami.


" Dona, Ayu, Sarah. Tuh bertiga kelayapan sampai ke Bandung naik kereta " jawab Nur.


Ketiganya pun tertawa mengingat masa muda mereka.


" Bagus waktu itu belum bermedsos ria, kalau sudah.... dijamin, pasti Ayu bakalan posting jalan-jalan ajaib kita " ucap Dona.


" Memangnya pada kemana aja sih?? "


" Yang sering ngelayap bareng tuh Ayu, kalau aku cuma pas ke Bandung naik kereta bertiga, trus nginap di kost-an mbak Hana "


" Trus kita diajak mbak Hana ngeliat lampu!!! "


Dona, Ayu dan Sarah pun tertawa mengingat masa-masa itu.


" Ngeliat lampu?? "


" Iya, kita ke Lembang, trus mbak Hana berhenti di pinggir jalan, ngasih lihat pemandangan kota Bandung di malam hari dari atas. Kan banyak titik-titik lampu tuh, jadilah kita ngeliat lampu " jawab Dona.


" Kita dulu ngaco banget yak, bisa-bisanya pergi bertiga kayak gitu "


" Trus yang ke kota wisata pagi-pagi. Waktu itu Dona, ngejajal mobil barunya. Baru dibeliin sebulanan yaa?? " tanya Ayu.


" Kayaknya sih. Baru bisa nyetir, baru dapat SIM, baru dibeliin mobil, nekat pagi-pagi jam 7 kita pergi ke kota Wisata " jawab Dona.


" Pulangnya kita beli apa aja tuh di kampung Cina?? " tanya Ayu.


" Sandal!!! kembaran beda warnanya aja !!! " jawab Dona sambil tertawa.


" Trus yang nonton konser Raihan di Senayan, pulangnya ketemu Tyo, kita ajak bareng aja. Kan deketan sama rumah aku " lanjut Sarah.


" Hahaha tapi yang parah waktu kita ke Pondok Gede.... "


" Hoooo iya, kita njenguk Fitri habis melahirkan.... " Sarah menghentikan kalimatnya dan tertawa.


" Ketawa deh.... cerita tuh kudu sampai selesai baru ketawa!! pada bingung tuh!!! "


" Dona ngamuk ke Sarah, gara-gara jalan di Pondok Gede rusak, banyak lubangnya!! " jawab Ayu.


" Lagian tahu mobilku kecil dan pendek, eeee diarahin ke jalan yang berlubang, lubangnya banyak lagi!! gimana ga, kesel "


" Haadee masa-masa itu!! "


" Don!! ibu tahu ga yang kita ke Kota Wisata?? " tanya Ayu.


" Ya ga lah!! kalau tahu, disita langsung itu mobil, belum bakalan dapat episode horor bersama tuan Raja "


" Tuan Raja??? " tanya Khalis.


" Bapak!! " jawab Dona sambil tertawa.


" Aku bakalan dimarahin habis-habisan sama Bapak, kalau ketahuan bawa mobil sampai Kota Wisata "

__ADS_1


" Ternyata sempat bandel juga yaa "


" Iya dong!!! " jawab Dona sambil tertawa.


__ADS_2