
Acara arisan eksklusif pun dimulai, tamu-tamu dari kalangan konglomerat Jakarta yang telah datang disuguhi sajian pembuka dari Dona's Catering.
Tak lupa, Khalis dan Dona diperkenalkan oleh James dan Kinanti sebagai pemilik katering.
Perbincangan pun merambah dari bisnis cafe hingga bengkel milik Khalis.
Kaum jet set Jakarta berkumpul, membuat Khalis menjadikan kesempatan ini untuk mempromosikan bisnisnya.
" Oooyaa, saya tahu KA's Auto Service yang di Mampang kan?? "
" Iya, dan ada 1 cabang lain di Buaran, dengan konsep yang sama. " jawab Khalis.
" Anak saya sering ke KA's Cafe bersama teman-teman kuliahnya. Mereka sering posting di instagramnya. " ucap salah satu tamu.
" Makanannya enak, favorit saya melted cheese beef pastry, makan 1 saja, kenyangnya awet !! "
" Service di bengkelnya juga profesional banget, mekaniknya ramah, memberikan penjelasannya juga jelas. Service excellent banget!! "
Testimoni positif dari pelanggan membuat Khalis dan Dona bersyukur atas pencapaian mereka.
Khalis pun memberikan diskon 10%, khusus kepada tamu acara hari itu, dengan memberikan kartu namanya.
Lalu Khalis sedikit merasa terganggu oleh salah satu tamu pria yang berulang kali ia dapatkan memandangi Dona.
Khalis tak menampikkan, pria yang memandangi Dona adalah pria berkulit putih itu tampan dan sangat menarik. Bahkan bagi pria sekalipun.
Untuk itu, Khalis tetap mengenggam tangan Dona, ia tidak akan melepaskannya sedetik pun, berada di tengah-tengah kumpulan orang-orang yang mereka tidak kenal membuatnya sedikit over protective.
Tiba-tiba pria tersebut menghampiri Khalis dan Dona.
" Hallo, how are you?? " sapanya.
" Oo hi, I'm fine thanks " jawab Khalis.
" Excuse me, are you Dona, EF's student Kelapa Gading ... hmmm what year yaaa hmmm around late 90's ?? "
" Yes I was, how do you know?? " jawab Dona sedikit bingung.
" Don't you remember me?? "
Dona kemudian mengingat-ingat guru-guru yang mengajarnya dulu. Lalu...
" Are you Toby??? Toby Mace??? the English actor wannabe !!! "
" Yes I am!!! " jawabnya penuh semangat sambil tertawa.
" Wow you still remember!! but I am profesional actor now, though still not made on Hollywood, but I made some movies and TV series appereances in UK ."
__ADS_1
" Well congratulations, Sir!! "
" Oyeah, this is my husband, Khalis Ghiban. "
Toby pun menyalami Khalis yang masih sedikit bingung.
" Ini Toby, guru EF waktu aku masih SMU, " bisik Dona.
Khalis pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" I remember Dona, 'cause she's the most dilligent and strait A student of my class. The youngest too, right?? "
Dona menganggukkan kepalanya.
" And the most unforgetablle moment was when she's making a dialog for the video task. That was brilliant and funny!! I told you to become a sitcom writer, do you remember?? "
Dona pun tertawa mengingat hal itu.
" Of course, but I never interested to be a sitcom writer "
" It's to bad, because you had that natural talent. So, James said, it's yours ?? " tanya Toby sambil menunjuk ke arah meja yang penuh dengan hidangan.
" Yes, thats mine. There's my name on it " tunjuk Dona pada standing card di atas meja.
" I'm gonna make a vlog of it. The review from foreigner!! Accept my friend request in your Facebook and I'll follow your Instagram account, I'll promote your business to the entire world!! "
Khalis dan Dona pun tersenyum senang karena mendapatkan promosi gratis dari pihak yang tak disangka- sangka.
Tibalah pada jamuan makan siang.
Toby terlihat sibuk dengan vlognya. Khalis tertawa melihat ekspresi Toby yang penuh penghayatan ketika memakan makanan yang tersaji di hadapannya. Toby juga mengambil video di bagian barbeque, yang menampilkan atraksi kedua anak buah Dona dalam memanggang daging.
" Hmmm lebih keren kalau Pak Bos yang manggang, " ucap Dona mengingat acara family gathering 10 tahun yang lalu.
" Ga ada yang ngalahin kalau Pak Bos sudah on the grill " sahut Khalis.
Beberapa tamu pun ikut mengambil video acara tersebut dengan atraksi BBQ yang menjadi peran utamanya.
Acara makan siang pun berlangsung meriah, semua orang terlihat sibuk dengan piringnya masing-masing. Wajah-wajah puas dan penuh senyum terpancar membuat Khalis dan Dona bersyukur atas hasil yang mereka raih di hari itu.
Menjelang Ashar, acara pun berakhir. Tamu undangan telah meninggalkan kediaman Mr. James, begitu juga dengan Khalis dan Dona.
" Toby itu orangnya ekspresif banget ya?? " tanya Khalis ketika dalam perjalan pulang.
" Iya, ngajarnya seru banget, full of games. Tapi dia cuma ngajar 4 bulan trus balik ke London, katanya kuliah di perfilman. Kepala sekolah EF tuh sering banget muji Toby, katanya the best teacher lah, trus kuliahnya itu dapat beasiswa dari Anthony Hopkins "
" Serius?? kok bisa?? " tanya Khalis.
__ADS_1
" Sir Anthony Hopkins itu punya badan amal, salah satunya yaa memberikan beasiswa untuk siswa yang kurang mampu. Toby salah satunya yang dapat. Trus dia kerja 4 bulan jadi guru, sebelum masuk kuliah, kebetulan ditempatkan di Jakarta. Itu EF Kelapa Gading pas baru buka, teachernya baru dia dia sama Drew, si bapak kepsek."
" And banyak yang masuk EF karena lihat teachernya ganteng, tapi banyak yang kecewa juga, karena dia ngajar cuma sebentar. "
" Sayang juga?? "
" Juga apa?? kecewa?? ya ga lah, ngapain kecewa. Lagian dia balik ke London kan buat kuliah. "
" Eh, kalau ga salah dia seumuran Mas deh, coba aku lihat di FB. "
Dona membuka FBnya, ia pun menerima permintaan pertemanan yang berasal dari Toby.
" Nah iya bener, tuh kelahiran '75. "
" Jadi waktu itu Sayang masih 16 tahun?? "
" Iya, SMU kelas 1, yang lain masuk LIA aku masuk EF. "
" Tetap yaa, milih yang beda. "
" LIA jauh, pakai antri daftar, ujiannya juga di jam sekolah. Kalau ujian LIA, banyak yang ijin ga masuk. "
Setelah acara arisan eksklusif itu, bisnis Khalis dan Dona semakin ramai didatangi pelanggan. Oderan kateringnya akhirnya rutin untuk acara arisan tersebut setiap bulannya.
Nama Dona's Katering telah berhasil mencapai ke kalangan atas, hingga undangan untuk Khalis dan Dona menghadiri acara-acara kaum soaialita pun tak terhitung lagi jumlahnya.
Khalis pun bersemangat menghadirinya,, berbeda dengan Dona yang sering tampak malas-malasan untuk datang.
Konflik pun terkadang tak terelakkan terjadi.
" Mas aja, aku ga mau, aku ga kenal. "
" Sama, Mas juga ga kenal, tapi kan ini undangan, hukumnya wajib didatangi. "
" Tapi acaranya gitu-gitu aja, kalau ibu-ibunya seperti pamer kekayaannya aja, males aku tuuuu Maaass."
" Yaa sama, bapak-bapaknya juga pamer bisnis, koleksi mobil, saham dimana lah, ga beda jauh, cuma beda kemasannya aja. "
" Mas aja, aku ga. Mau rebahan di rumah. "
" Yang, ga gitu dong??!! kita harus datang."
" Ga mau. Aku ga mau!! "
Khalis memang sering gagal membujuk Dona, jika ia sudah mengatakan tidak berulang kali. Hingga terkadang membuat Khalis kesal, tak jarang ia pun memilih untuk keluar rumah sekedar mendinginkan hatinya.
Dona sedari dulu memang tidak peka akan kemarahan Khalis, ia selalu menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Ia beranggapan bahwa suaminya hanya kesal sesaat dan tidak masalah untuknya.
__ADS_1
Sehingga ia membiarkan Khalis pergi dan ketika kembali, Dona bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.