New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 51


__ADS_3

Setelah pemeriksaan pertama, Khalis terlihat lebih protektif terhadap Dona. Trauma akan kehilangan istrinya, muncul kembali. Untuk itu, ketika ia sedang bekerja, hampir setiap saat ia akan menghubungi Dona, yang membuat Dona menjadi kesal.


" Maaaassss, baru 1 jam yang lalu nelpon!!! kenapa nelpon lagi??? aku ga bisa pindah dimensi secepat itu Rudolfooooo!!! "


Itulah salah satu alasan Khalis sering menelfon Dona, karena walaupun kesal, Dona tetap saja mengeluarkan kata-kata yang membuatnya tertawa.


" Ih malah ketawa!!! tekan 1 untuk melanjutkan tawa Anda, tekan 2 untuk melanjutkan halu Andaaaa!!! "


" Ya Allah Yang, halu?? halu apaan??? "


" Aku pingin ngehalu .... pingin ngehalu Masnya ga nelpon aku hari ini!!! trus ntar kita kangen-kangenan, halu ku sesederhana itu Maassss !!! "


Sambil menahan tawanya,


" Baiklah Yang, aku beri kesempatan untuk berhalu ria. Oiya, ntar pulang mau dibeliin apa?? Susunya masih cukup?? "


" Susu masih cukup untuk 2x minum lagi. Aduh aku tersiksa harus minum susu!!! "


" Buat kesehatan Sayang dan bayinya, Yang "


" Iya, aku tahu, makanya maksain banget buat minum. Hmmm tambahin es krim ala-ala milkshake kali ya Mas "


" Coba aja, tapi jangan keseringan, lemaknya itu. Ingat asupan kalori per hari "


" Hiks hiks hiks mau makan disuruh ngerjain matematika dulu "


" Yowes, nanti sore aku beliin susunya lagi. Hmm mau marshmello?? "


" Apakah hal itu harus ditawarkan?? saya rasa tanpa harus dijawab, Anda sudah mengetahui jawabannya "


" Ups!! my mistake!! I'll buy it then. See you soon honey. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Wajah kulkas Khalis telah hilang sepenuhnya, setelah mengetahui kehamilan Dona. Bahkan ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya itu dari siapapun. Membuat karyawannya tersenyum juga melihat kebahagiaan atasannya itu.


Saat makan siang,


" Eh Rahma!!! Pak Bos belakangan kayaknya happy banget deh, apa sih rahasianya Bu Dona?? "


" Hmmm kalau aku tahu juga ga bakalan aku kasih tahu, namanya juga rahasia "


" Ntah lah, yang jelas kalau di rumah, Pak Bos tuh perhatian luar biasa, ngemanjain mbak Dona banget. Sampai kadang bikin mbak Donanya kesal "


" Aneh, dimanjain kok kesal?? "


" Mbak Dona itu tipe fighter, ga ada kamus menyek-menyek di dia. Kalau moodnya lagi ga bagus, waaa aselik galak banget!! tapi itu malah bikin Pak Bos ketawaaaaa muluk kalau lihat mbak Dona sudah mulai sewot "


" Kayaknya seru yaa kalau di rumah "


" Hiburan banget!! pasangan ajaib deh "


" Aku pingin jadi saudaranya sehari aja, pingin lihaaat "


" Maaf, stoknya sudah habis!!! sudah pada nikah semua!! " jawab Rahma diiringi dengan tawa.


" Dimas belakangan juga kayaknya happy banget tuh!! "


" Iya laaah, Pak Bosnya happy, asisten kecipratan happy juga lah "


" Misteri banget sih!! Rahasia Bu Dona apaan!!!?? "


Rahma pun hanya tertawa mendengarkan rekan kerjanya penasaran.


Sore harinya, ketika pulang kerja, seperti janjinya, Khalis mampir ke minimarket untuk membeli susu dan marshmello untuk Dona.


Sesampainya di rumah,


" Ini susu dan marshmello untuk istri tercinta "


" Mas, pliiiiissss ga usah pakai istri tercinta, tersayang, terimut, apalah, apalah!!! kembalikan kulkasnyaaaaa sedikiiiit aja pliiiiiss??? "


" Hmmm sudah lupa naro kulkasnya dimana " jawab Khalis yang kembali membuat Dona gemas.


" Kok sepi?? Anak-anak kemana?? "


" Pulang sekolah pada tidur semua, sebentar lagi aku bangunin "

__ADS_1


" Eh jangan, biar Mas aja yang ngebangunin. Sayang ga boleh naik turun tangga "


" Baiklah. Mas, ga minum dulu?? "


" Minum ini aja " jawab Khalis lalu mencium bibir Dona.


Malam harinya sebelum tidur,


" Oiya, besok pagi Mas mau ke Solo. Setelah antar anak-anak, Mas langsung berangkat ga pulang lagi "


" Sendiri?? "


" Ga, sama Dimas. Diusahakan sore sudah pulang, makanya berangkat pagi "


" Mau aku siapin sandwich atau sushi?? "


" Yang ga repot "


" Aku siapin 2-2nya deh "


" Lah, itu jadi repot Yang "


" Ga kok, sama aja "


" Sekalian sarapan sama bekal anak-anak, jadi yaa sama aja "


" Yang penting jangan.... "


" Iya, kecapean kaaan.... kalau aku punya ilmu kedipan mata langsung jadi, ilmunya beneran bakalan aku pake!! "


" Eh Yang sini deh "


" Ada apa?? sudah dekat gini kok masih disuruh mendekat lagi "


" Sini Mas pangku sebentar?? "


" Apakah tes kekuatan?? nyobain beratku?? "


jawab Dona sambil duduk dipangkuan Khalis.


" Yang, maaf yaaa kalau Mas nelponin Sayang bolak-balik. Ga tahu juga kenapa, tapii rasanya tuh kangeeeen terus, belum lagi jadi gampang melow juga "


" Bawaan orok nih "


" Eh, kemarin waktu Sayang tes kehamilan itu, apa karena sudah telat?? "


" Hmmm yaa lumayan sih telat semingguan, tapi bukan karena itu, tapi karena Mas yang berubah banyak. Dimas cerita kalau Mas belakangan moodnya ga jelas, kadang kulkasnya hilang, kadang balik gituu "


" Hmmm ternyata bisa juga yaa, tanda-tanda kehamilan itu dari suami "


" Bisa, nih buktinya... walaupun pun aku juga sudah agak ngerasa ada yang beda di badan "


" Tapi kalau beda banget trus nanti berubah, biasanya itu satria baja hitam " tambah Dona.


" Sayaaaaaaangg...... kalau mau ngelawak bilang-bilang doooong!!!!??? "


" Yowes ntar kalau aku mau ngelawak aku info-infoin. Perhatian, perhatian!! Hati-hati!! Dona Qanita mau ber-OVJ mode on!!! "


" Ih Sayaaaang..... !!! "


Dona pun tertawa.


Keesokan paginya, seperti biasa, Dona telah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal keluarganya.


" Bu, Pak Dimas sudah sampai " Eni memberitahu.


" Makasih En "


Dona pun menuju kamarnya untuk beritahu suaminya.


" Mas, Dimas sudah sampai "


" Ok, sebentar lagi Mas ke depan "


Dona pun kembali ke dapur.


Ara yang telah siap dengan seragam sekolahnya menghampiri Dona.

__ADS_1


" Bu, Om Dimas sudah datang "


" Iya, ibu tahu. Ra, kamu bawa piring ini ke meja makan "


" Iya Bu "


" Zalfa sudah siap?? "


" Tinggal sisiran aja, sebentar lagi juga turun"


Dona menuju ruang makan membawa piring berisi sandwich dan sushi, kemudian


" Sarapan dulu, dah siap niiii "


Khalis yang baru saja menemui Dimas, mengajaknya untuk sarapan bersama.


" Permisi Bu "


" Silahkan, ayo sarapan dulu. Biar kuat menghadapi kehidupan "


" Siap!! biar strong ya Bu!! " jawab Rafif yang baru saja turun bersama Zalfa.


" Ayah, nanti ayah yang nganter atau Om Dimas " tanya Zalfa.


" Ayah sama Om Dimas, sekalian ayah mau ke Solo "


" Pulangnya kapan??? "


" In syaa Allah, nanti malam sudah sampai di rumah lagi ga nginap kok "


" Nanti yang jemput aku?? tetap Pak Andi?? " tanyanya lagi.


" Iya, yang jemput setiap hari tetap Pak Andi " jawab Khalis.


Setelah selesai sarapan,


" Pak, Bu, hari ini Saya ke Solo, in syaa Allah nanti malam sudah sampai rumah lagi "


" Pagi ini langsung berangkat setelah antar anak-anak?? "


" Iya Pak "


" Hati-hati di jalan. Dimas, ga usah ngebut "


" Baik Pak "


" Hati-hati, fii amanillah " do'a kedua orang tua Dona untuk Khalis dan Dimas.


" Yang, berangkat dulu yaa. Jangan lupa susu dan suplemennya diminum "


" Iya Mas "


" Oiya, ini minumnya. Yang ini air putih dan yang ini kopi panas. Trus ini sushi sama sandwichnya "


" Syukron Yang. Mas berangkat ya. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Seperti biasa, Dona akan mengantar sampai depan pagar dan ia akan masuk setelah mobil Khalis tak terlihat.


Di dalam mobil,


" Yah, nanti sampai rumah jam berapa?? "


" Ayah usahakan sebelum isya sudah di rumah, yaaa paling lambat jam 8 lah "


" Yah, oleh-oleh dong!!! " pinta Zalfa.


" Maunya apa?? " tanya Khalis.


" Aku ga tahu, di Solo ada apa?? "


" Ada serabi Solo, ada hmmm... eh pada suka pastry kan?? nanti Ayah belikan pastry sama cake kekinian, apalah namanya "


" Ih Ayah, ngomongnya sudah sama kayak Ibu!! apalah namanya??? apa siiii?? " protes Ara.


" Ayah lupa namanya, Ra. Tapi nanti in syaa Allah Ayah belikan sebelum pulang "

__ADS_1


__ADS_2