
Malam harinya, Khalis dan Dona berangkat menuju Turki bersama rombongan tour menggunakan penerbangan Turkish Air.
Selama perjalanan keduanya memperbanyak dzikir mengingat Allah.
Setelah perjalanan panjang selama hampir 12 jam, akhirnya mereka tiba di Istanbul pukul 05.00 waktu setempat.
Mereka kemudian menuju hotel untuk beristirahat.
" Mas, dah di videoin?? "
" Sudah, tadi pas landing, turun dari pesawat, sampai ke Hotel lengkap "
" Nanti Mas kirim ke Rafif. Kalau kirim sekarang, pasti langsung video call. Pingin ngelurusin badan dulu "
" Yuk sini " ajak Khalis sambil menepuk-nepuk kasur.
" Ntar ah, mau mandi, biar seger "
" Bareng!! "
Dona melemparkan sabun ke arah Khalis.
" Hahaha bercanda Yang.... yowes selamat mandi yaaa, diriku menunggu disini "
" Mas!! kulkasnya balikin dikit dong!!!! centil amat sih!!"
" Eh... Sayangku sewot!! hmmm ingat ga, Khansa bilang kalau aku tuh badut kalau di rumah... ya maaf... beginilah diriku yang asli "
" Tapi jangan over centil dong!!! cowok kok centil!! "
" Ga papalah, centil sama istri, dapat pahala "
" Dah ah, ku mandi "
Sesuai jadwal tour, pukul 8 pagi mereka sarapan di hotel lalu pukul 10.00 mereka menuju tempat- tempat wisata sekitar Istanbul.
Hagia Sofia menjadi destinasi ketiga, setelah Masjid Biru dan Masjid Suleyman.
Selama berjalan-jalan di Turki, Khalis tidak sekali pun melepaskan genggaman tangannya dari Dona.
" Mas, apakah dirimu selalu menggenggam tanganku karena untuk menjaga ku?? melindungi ku?? atau biar ga tetiba menclok buat belanja printilan ga penting itu??!! "
" Hahaha haduuuh kenapa tiba-tiba marah??? dah nih Mas lepas "
Khalis melepaskan genggamannya dan melingkari tangannya ke pinggang Dona yang membuat terkejut hingga berteriak dan melompat.
" Eh kenapa?? "
" Haaduuuuuh Maaaassss, aku ga bisa tiba-tiba dipegang pinggangnya, auto kaget!!!! "
Khalis tertawa geli mendengar kata-kata Dona.
" Eh, malah ketawa??!!! "
" Baru kali ini ada yang kayak gini!!! "
" Baru tahu?? !! aku memang langka, ga ada duanya, karena aku anak ketiga!! "
Khalis semakin kencang tertawa.
" Mas, jadi tomas tuh!! "
" Apaan tomas?? "
" Tontonan massal!! "
Khalis pun menghentikan tawanya tetapi,
" Ya Allah Yang!!! perut Mas kenceng rasanya, kalau sering-sering, ga perlu sit-up lagi. Cukup menikmati lawakannya Sayang!! "
" Yeee dikira diriku OVJ!! Andre atau Sule!!! idih!!! cakepan juga aku!!! eh beda gender yaa?? "
" Eee malah semakin ngelawak!!! hmmm siap-siap di serang nanti malam nih!! "
Dona pun mencubit pinggang Khalis, tetapi...
" Ih, pinggang kok keras amat!!! Badan otot semua???!! " Dona pun mencoba mencubit keseluruh badan Khalis.
" Yang!!! ini sakit sih enggak, geli iya!!! " ucap Khalis sambil menahan tangan Dona untuk menghentikan aksi mencubitnya.
" Perasaan aku ga pernah lihat Mas olahraga deh, kok badannya bisa keras kayak gini?? "
" Makanya ga usah pakai perasaan, ga penting dibahas. Dah yuk, nanti kita ditinggal rombongan "
__ADS_1
Khalis menggandeng tangan Dona kembali untuk menikmati perjalanan mereka dengan sesekali dihiasi dengan bercanda diantara mereka.
Hari itu mereka dijadwalkan untuk mengunjungi masjid Biru, masjid Suleyman dan masjid Hagya Sofia. Lalu menikmati makan siang di sebuah restoran tak jauh dari masjid Hagya Sofia. Sebuah restoran yang menyajikan makanan khas timur tengah terletak diatap sebuah bangunan pertokoan, dengan pemandangan mengarah ke masjid Hagya Sofia.
Khalis dan Dona menikmati makan siang mereka bersama rombongan tour yang lain. Mereka pun saling berbincang untuk mengakrabkan satu sama lainnya.
" Pak Khalis dan Bu Dona ini seperti pengantin baru saja, mengingatkan kami dulu sewaktu baru menikah "
" Sudah berapa tahun menikah Pak?? " tanya Khalis.
" Alhamdulillah sudah 20 tahun "
" Barakallah fiik " ucap Khalis dan Dona.
" Kami baru 2 pekan " jawab Khalis.
" Eh jadi beneran ini pengantin baru?? " tanya yang lain lagi.
Pernyataan Khalis membuat semua mata dan telinga ke arah mereka berdua.
Dengan senyum yang merekah, Khalis menjawab,
" Kami mantan Duda anak 1 dan janda anak 3"
" Waaaa, selamat Pak Khalis dan Bu Dona, selamat menjadi keluarga besar yaa "
Mereka pun mengucapkan selamat kepada Khalis dan Dona.
" Anak-anak usia berapa Pak?? "
" Yang pertama usia 15 tahun, kedua 13 tahun, ketiga 11 tahun dan terakhir.... untuk saat ini 8 tahun "
" Anak-anak bagaimana adaptasinya?? "
Khalis dan Dona pun tertawa kecil.
" Mereka langsung dekat dan akrab, seperti saudara kandung " jawab Khalis.
" Anak dari Mas Khalis kan laki-laki, sedangkan saya 3 perempuan semua. Yaaa kakak laki-laki ini jadi rebutan, Alhamdulillah Rafif sabar, dia menikmati dirinya menjadi kakak "
" Keinginan Rafif sejak lama untuk mempunyai adik, jadi yaaa begitu dapat adik, seperti balas dendam perhatiannya, dilimpahkan semua ke adik-adiknya. Bahkan yang mendorong saya untuk menikah lagi yaa, anak saya ini "
" Kebalikan dari anak-anak saya, 2 anak tertua saya selalu ingin mempunyai kakak laki-laki. Selalu mengatakan ke saya, aku mau kakak laki-laki. Saya bilang gimana caranya kamu mau punya kakak?? mereka dengan kompak menjawab ' yaa ibu nikahlah sama duda yang punya anak laki-laki lebih tua dari kita '. Alhamdulillah keinginan mereka di dengar Allah "
" Iya Pak, mereka yang jauh lebih semangat dan gembira akan pernikahan ini " jawab Khalis.
Khalis lalu memperlihatkan foto-foto pernikahan dirinya dan Dona yang tersimpan dalam HPnya.
" Waaah kelihatannya mereka benar-benar bahagia mempunyai keluarga baru "
" Wajahnya juga mirip semua, ga kelihatan dari orang tua yang berbeda "
" Alhamdulillah " jawab Khalis dan Dona.
Handphone Khalis berbunyi,
" Ayaaaaahhh!!! ibuuuuuuu!!!! dimanaa!!!!! " teriak Zalfa.
" Astagfirullah!! salam dulu dong Sayaaaang!!... Assalamu'alaikum " jawab Dona.
" Eh iya, Wa'alaikumsalam. Ibu dimana?? "
" Lagi di restoran, lagi makan siang "
" Makan apa?? "
" Ga tau namanya, nih lihat aja sendiri "
Dona mengarahkan kamera HPnya ke meja makan.
" Bawa pulang Bu!! 1 aja " pintar Zalfa yang membuat peserta tour tertawa.
" Ibu cuma bisa bilang, 'dalam mimpi'!! "
" Yaaaa ibuuuuu!! Ayah mana ... Ayah??? Ayaaaaah!!! kok ga kelihatan!!! "
" Ini kenapa teriak-teriak?? mas Rafif sama mbak Ara mana?? " jawab Khalis.
" Ada tuh dibelakang. Maaaas, mbaaak dicari ayah!!! "
" Assalamu'alaikum Yah, Ibu "
" Wa'alaikumsalam. Fif, besok kamu WA om Dimas buat jemput Aisha, ayah sudah pesan, tapi besok pagi kamu ingetin lagi aja "
__ADS_1
" Siap !! Yah, besok aku ikut jemput yaaa, mampir boleh?? "
" Mampir kemana?? "
" Ada pameran buku di JEC, jadi setelah jemput, pulangnya mampir ke JEC "
" Oke, tapi kalau gitu semua pasti minta ikut. Kamu jagain adik-adik kamu yaa, bareng om Dimas juga masuknya "
" Iya Yah "
" Uangnya ada kan?? "
" Ada, kan kemarin Ayah ninggalin uangnya banyak "
" Ya sudah, nanti Ayah kabarin lagi. Sekalian nanti dikirimin videonya lagi yaa "
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Anak-anaknya ramai yaa, kayaknya seru kalau di rumah "
" Hmmm memang ramai, apalagi kalau mereka main di halaman belakang. Balapan naik sepeda sampai saya yang ngeliat ngeri rasanya. Kalau membersihkan kolam, yaaa artinya main air, seluruh badan pun basah kuyup, main semprot sana semprot sini, heboh semua " ucap Dona.
" Kolam renang?? "
" Iya, ga besar sih, yaaa cukup buat main air. Ada juga kolam ikan, ini saingan besarnya sama kolam renang. Anak-anak juga senang kalau harus membersihkan kolam ikan "
" Sepertinya memang keluarga seru yaa "
" Alhamdulillah "
" Tinggalnya dimana?? "
" Kami tinggal di Sleman, Jogja "
" Ooo, berarti kemarin berangkat dari Jogja?? "
" Iya, dengan penerbangan pagi kami ke Jakarta, ke rumah orang tua saya "
" Pak Khalis dari Jakarta?? dimana Pak?? "
" Saya di Menteng "
" Wah dekat, saya di Cikini "
" Dulu SMA dimana Pak? "
" SMAN 68, Salemba "
" Waaah SMA favorit nih, angkatan berapa Pak?? "
" Waduh angkatan tua!! sepertinya ini menanyakan usia secara terselubung " jawab Khalis yang disambut dengan tawa.
" Saya angkatan '93 " jawab Khalis.
" Eh sama saya juga angkatan '93, tapi bukan di 68 saya di 21 Pulomas " seorang wanita menimpali.
" Saya juga di 21 angkatan '98 " ucap Dona.
" Eeeh kakak kelas dan adik kelas ketemunya di Turki!!! "
" Kenal Hana Riana, SOS 1 ?? " tanya Dona.
" Eh itu adik kelas saya, kok tahu?? "
Dona pun tertawa,
" Itu kakak saya "
" Yaaa Allah!! adiknya Hana!!! "
" Iya Mbak "
" Hana tinggal dimana sekarang?? "
" Tinggal di Bandung "
" Boleh dong minta nomor WAnya. Walaupun beda angkatan tapi kami cukup dekat "
Dona pun memberikan nomor WA Hana.
Keakraban peserta tour semakin terjalin hangat setelah perkenalan dan hubungan tak langsung diantara mereka.
__ADS_1