New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 15 Rindu yang Terobati


__ADS_3

Mas Deni sekeluarga mengajak Dona dan ketiga anaknya untuk makan di mall, sekaligus membelikan kebutuhan anak-anak Dona.


Wajah ketiga anak Dona tampak sangat bahagia, karena perhatian dari pakde, bude dan sepupu mereka yang telah lama tidak mereka rasakan.


" Ayo mau makan apa?? bebas pilih aja " ucap Mas Deni.


" Aku mau chicken katsu " jawab Ara dan Zalfa.


" Aisha?? "


" Aku mau seblak "


" Kita ke food court aja, ada banyak pilihan, makanan Jepang juga ada" jawab Dona.


" Ok deh, kita ke sana. Kamu jalan duluan, kan yang tahu tempatnya yang tinggal di Jogja "


Dona dan ketiga anaknya berjalan menuju food court di lantai paling atas Mall.


" Dah, sana pesan makan apa aja, nanti Bude yang bayar "


" Makasih Budeee " jawab Aisha dan Ara.


" Sarah, temenin Zalfa pesan makanan "


" Iya, Ummi " jawab Sarah.


" Yuk Fa, mbak Sarah temenin beli makan "


Ketiga anak Dona dan sepupunya pun berjalan bersama untuk memesan makanan.


Dona dan kedua iparnya duduk di food court menunggu anak-anak mereka sambil berbincang-bincang.


" Sudah berapa lama Tyo ga ngontak kamu?? " tanya Mas Deni.


" Kalau sekarang, setelah Aisha masuk SMP dia ga ngontak aku, yaaa kira-kira hampir 1 tahun"


" Maaf, kami ga bisa support kamu secara finansial setiap bulannya. Tapi in syaa Allah jika ada rezeki lebih, kami akan langsung transfer "


" Ga pa-pa Mas, syukron "


" Oiya, suatu saat nanti kalau Tyo ngontak kamu, kamu harus tetap hati-hati yaa. Jangan lepasin anak-anak tanpa kamu mendampingi "


" Iya Mas, saya juga ga mau anak-anak ketemu Tyo tanpa saya "

__ADS_1


" Pokoknya kalau Tyo menghubungi kamu, jangan lupa WA saya segera, agar saya juga bisa memantau "


" Baik Mas, InsyaAllah "


Tak lama anak-anak mereka kembali membawa makanan.


" Gantian, sekarang ibu sama bude yang beli makan yaa "


" Saya saja yang belikan, kamu duduk aja disini sama anak-anak. Kamu mau makan apa?? "


" Makasih Mbak, aku mau ramen aja "


" Ok. Ummi sama Abi beli makanan dulu yaa "


" Iya Ummi "


Siang itu, Dona menghabiskan waktu bersama dengan keluarga kakak iparnya hingga menjelang sore hari.


Setelah puas berbelanja dan makan-makan, akhirnya tibalah saat berpisah.


" Sudah hampir ashar, aku pamit pulang. Setelah ini mau antar Aisha kembali ke asrama, batas waktunya jam 5 "


" Kalau gitu sekalian, kita juga mau lihat asramanya. Pakde ikutan nganter ya, Sha "


" Ya sudah, kalau gitu kita semua ke rumah Yangkung trus lanjut antar Aisha ke asrama!! "


" Yeeeiiii!!! " anak-anak bersorak kegirangan.


Setelah sampai di rumah,


" Sha, jangan sampai ada yang ketinggalan"


" Iya Bu. Aku langsung masukin ke mobil aja ya"


" Iya. Kamu langsung mandi dan shalat, setelah ini kita berangkat "


" Baik Bu "


Di lantai bawah, keluarga Mas Deni tengah bercakap-cakap dengan orang tua Dona.


Pukul 15.30, semua kebutuhan Aisha di asramanya nanti telah masuk ke dalam mobil.


Setengah jam kemudian, Dona telah siap untuk mengantarkan Aisha kembali ke asrama.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan orang tua Dona, mereka segera berangkat menuju asrama.


Mas Deni mengikuti mobil Dona dari belakang.


Jarak dari rumah ke asrama sekitar 5km, yang ditempuh sekitar 20-30menit, tergantung kepadatan lalu lintas.


Dona sering memilih menggunakan jalur alternatif untuk menghindari traffic light.


Setelah sampai di asrama, Dona dan Aisha menurunkan barang-barang kebutuhan Aisha dari mobil dan segera memasukkannya ke dalam asrama.


Keluarga mas Deni menunggu di parkiran mobil asrama di depan kamar Aisha.


" Pakde, Bude, Aisha pamit yaa. Makasih sudah ngajakin jalan-jalan "


" Iya, kamu baik-baik ya sekolahnya. Jaga kesehatan, in syaa Allah kalau liburan sekolah lagi, Pakde kesini lagi "


" Makasih Pakde"


" Oiya, sekalian Don, kita juga pamit. Nanti malam saya lanjut pulang ke Bogor"


" Langsung nih Mas?? "


" Iya. Makasih yaa sudah mau kita ajak jalan-jalan "


" Eee saya yang terima kasih, Mas. Sudah dibelanjain trus ditraktir makan. Oiya, salam buat Bapak, Ibu sama kakak-kakak yang lain ya, Mas "


" In syaa Allah. Ya sudah saya jalan duluan yaa. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Setelah Mas Deni berlalu, Dona juga kembali pulang ke rumah bersama kedua anaknya.


Hari itu Dona dapat melihat kebahagiaan dimata ketiga anaknya. Rasa rindu yang tak terucapkan oleh ketiga anaknya, terhapus dengan kedatangan salah satu pakde favorit mereka. Mas Deni memang pakde favorit anak-anaknya, bukan saja karena karakter mas Deni yang sangat membaur dengan mereka tetapi juga gaya santai dari keluarga Mas Deni membuat Dona dan ketiga anaknya lebih akrab satu sama lainnya.


Tak lama setelah mereka berpisah, mbak Tini mengirimkan foto-foto pertemuan mereka 2 hari ini.


Kedua anak Dona pun segera membukanya.


" Bilang terima kasih ke Bude yaa "


" Iya Bu "


Ara pun segera mengirim WA balasan berisi ucapan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2