
Keesokan paginya, pukul 07.30, keluarga Khalis telah tiba di taman Hotel, tempat akad nikah ia dan Dona akan dilangsungkan. Beberapa anggota keluarga besar Dona juga telah sampai di lokasi akad nikah.
Tenda putih yang dihiasi dengan pita berwarna biru dan putih telah dipenuhi dengan para tamu undangan dari kedua belah pihak. Khalis tampak gagah dengan balutan jas koko panjang berwarna putih, berdiri di depan tenda menyambut kedatangan para tamu undangan.
Dimas, yang bertugas sebagai MC tengah bersiap menyambut kedatangan Dona beserta keluarganya.
Tak lama kemudian, terlihat rombongan keluarga Dona, memasuki area akad nikah.
Orang tua Dona, beserta kakak dan adik laki-laki Dona disambut oleh Khalis dan keluarganya.
Dona ditemani oleh kedua kakak perempuannya, tengah menunggu di dalam ruang tunggu pengantin yang terletak di dalam hotel. Di ruang tersebut dilengkapi dengan flat screen yang menayangkan proses akad nikahnya, sehingga mereka dapat menyaksikan proses ijab qabul Khalis dengan ayah mereka.
Setelah serangkaian acara sambutan, tepat pukul 08.15, penghulu meminta Khalis dan ayah Dona untuk berjabat tangan, tanda dimulainya prosesi ijab-qabul.
" Saya nikahkan dan kawinkan kamu Khalis Ghiban bin Khairi Umar, dengan putri saya, Dona Aquella binti Ismail Ahmad dengan mas kawin 1 set perhiasan platina seberat 8,5 gram, dibayar tunai"
" Saya terima nikah dan kawinnya Dona Aquella binti Ismail Ahmad dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai "
" SAH "
Khalis yang sedari tadi tampak tegang, terlihat mulai tenang, walaupun degup jantungnya masih kencang.
Penghulu pun meminta Dona untuk memasuki ruang akad nikah.
Tidak berbeda jauh dengan Khalis, dengan degupan jantung yang sangat cepat, Dona mulai berjalan memasuki area akad nikahnya.
5 menit berjalan, serasa 1 jam, itulah yang dirasakan Dona. Walaupun ini adalah akad nikah kedua baginya, tetapi baginya terasa lebih dahsyat dari yang pertama.
Dona tampak anggun, berjalan dengan gaun putih gading berbahan lace yang menjuntai hingga tanah. Ia diapit oleh kedua putri nya, Aisha dan Ara. Zalfa yang memakai gaun berwarna violet yang sama dengan kedua kakaknya, berjalan di depan Aisha dan Ara dengan membawa rangkaian bunga.
Ketika Dona mulai mendekati meja ijab kabulnya, Khalis mengulurkan tangannya dan Dona pun menyambutnya. Senyum terpancar dari keduanya.
Setelah itu Dona mencium tangan Khalis dan Khalis melakukan hal yang sama, membuat Dona terkejut dan keluarga yang menyaksikan bertepuk tangan dengan meriah.
Setelah proses penandatanganan buku nikah dan serangkaian rukun akad telah terlaksana, tibalah yang dinantikan yaitu sesi foto pengantin.
Tetapi sebelum dimulai sesi foto, tampak Rafif dengan ketiga adik barunya, yang telah bersiap di samping meja akad bercakap-cakap.
" Eh sekarang salaman dulu sama Mas Rafif, kan sudah jadi kakak beneran!! " pinta Rafif.
Ara dan Zalfa segera menyalami Rafif, sedangkan Aisha masih tampak malu-malu.
" Sha, ga mau salaman sama aku?? " goda Rafif.
" Iya bentar Mas"
Rafif pun menghampiri Aisha dan menjabat tangannya, sambil berkata,
" Mulai hari ini, kita tak akan terpisahkan oleh pasukan avenger manapun!! 1 untuk semua, semua untuk 1 !! Kita akan selalu melindungi ayah dan ibu dari semua kekuatan negatif di luar sana !!"
" MERDEKA !!! " teriak Ara dan Zalfa dengan kompak dan suara yang lantang.
Gelak tawa tak terbendung menyaksikan keempat anak Khalis dan Dona berkelakar.
Khalis lalu menggendong Zalfa dan mencium kedua pipinya. Rafif mendekati Dona kemudian memeluknya,
" Makasih ya Bu, sudah mau jadi ibu buat Rafif"
" Ibu juga terima kasih, Rafif sudah mau jadi anak instannya ibu " keduanya pun tertawa.
Setelah sesi foto pengantin selesai, tibalah sesi foto keluarga.
Keempat anak Khalis dan Dona telah bersiap dengan aneka pose yang telah mereka siapkan sebelumnya, sehingga foto keluarga mereka jauh dari kesan kaku dan monoton.
" Dan aku merasa pendek, anak 1 dan 2 ini kenapa tingginya sudah lebih dari ibu!! "
" Fif, tinggimu berapa?? "
" 170 Bu!! "
" Ish anak SMP kok setinggi itu!! bagi dong !! "
Kemudian Khalis melihat ke arah kaki Dona,
" Lho, Sayang ga pakai heels?? "
Dan paduan suara keempat anaknya pun di mulai,
" Ciiieeeee Ayah manggil Ibu 'Sayang' nii yeee"
Dona yang telah menduga hal ini akan terjadi, bersikap santai dan menjawabnya.
" Iya dong, harus"
" Ibu ga pernah mau pakai sepatu jinjit Yah!! " jawab Ara.
" Iya, sepatu sama sandal ibu, semuanya model pendek gitu " jelas Aisha.
" Kenapa?? " tanya Khalis.
" Pegel, lagian itu kan sama saja seperti bohong, kelihatan lebih tinggi dari aslinya. Lebih nyaman yang seperti ini, nyeker sekalian juga asik "
" Pantesan, isi seserahan ga ada sepatu dan sandal tinggi " ucap Khalis.
Barang-barang seserahan memang Dona sendiri yang menyiapkannya, atas permintaan Khalis, agar semuanya sesuai baik ukuran dan selera Dona.
" Walaupun diriku menyadari bahwa aku tidak tinggi, tetapi mempunyai suami yang tinggi itu sudah cukup membuatku semakin menyadari bahwa aku memang tidak tinggi "
" Sayangku kambuh!! tapi kambuhnya disini!!! "
" Paksu!! terima ajah!! "
Tak lama, Dimas mengumumkan sesi pemberian ucapan selamat dimulai.
Keluarga besar kedua mempelai pun memberikan ucapan selamat dan kemudian menikmati hidangan yang telah di sajikan.
Rahma yang sedari tadi mengabadikan momen sakral kakak sepupunya itu, segera mengirimkan video ijab kabul dan sesi foto tadi ke grup kantornya.
Setelah 2 jam, pelaminan telah sepi.
Khalis dan Dona asyik bercanda dengan keempat anak mereka.
" Yah, kita wefie aja. Biar seru!! " usul Rafif.
" Ok!! " Khalis mengambil HPnya dari saku jasnya.
Fotografer acara pun tak ingin luput dari momen tersebut, sehingga mereka juga mengabadikan di kameranya.
" Siap semua yaaa..... kejuuuuu "
" Kejuuuuu !!!! "
" Lihat Yah !! lihat !!! " keempatnya berebut untuk melihat hasil fotonya.
" Sabar, ntar ayah gedein dulu... "
__ADS_1
Lalu...
" Manyun semuaaaa hahaha... lagi Yah!!! yang lucu lagi!! " pinta Zalfa.
" Ayo sekali lagi yaa, tapi ganti posisi, hmmm ibu aja yang motoin, biar beda hasilnya " Khalis memberikan HPnya kepada Dona.
" Woke !! siap semua !!! formasi power rangers siaap !!! "
" Siaaaapp!! jawab keempat anaknya.
" Ciluk.. Baaaaa!!!! " ucap Dona.
" Baaaaaa "
Khalis menggelengkan kepalanya melihat gaya Dona yang memang benar-benar berbeda dari wanita yang ia kenal, termasuk Nadia.
" Dah yuk, 1 jam lagi Jum'atan, makan duluuu " ajak Khalis.
" Sekaraaaang!! " jawab Dona.
" Iya sekarang, yuk "
Dimas, sang asisten pun menghampiri.
" Pak, Bu selamat yaa "
" Makasih, kamu sudah makan?? " jawab Khalis.
" Sudah Pak, baru selesai "
" Pak, nanti interview sebentar yaa "
" Boleh "
" Mas, aku ikutan juga yaa " pinta Rahma.
" Hmmm baiklah " jawab Khalis.
Dimas mendekati Rahma,
" Kok kamu manggil Mas?? "
" Mbak Dona kan kakak sepupu aku, yaa otomatis Pak Bos jadi kakak sepupuku juga dong "
" Eh jadi beneran kamu sepupunya Bu Dona??"
" Ya benarlah, kalau ga, mana berani manggil Pak Bos dengah panggilan 'Mas' "
" Iya sih, yowes kamu makan dulu "
Setelah sarapan singkat, Dimas dan Rahma mendatangi Khalis dan Dona untuk wawancara.
" Pak Bos Melted aka kakak sepupu n Mbak Dona, barakallahu fiik!!! semoga samawa sampai akhir hayat!!
" Ok, interview singkat akan dimulai, wah ini privilege banget bisa interview langsung dengan pengantin baru " lanjut Rahma.
" Sooo, Pak Bos, sejak kapan mulai ada ' hmm kayaknya inih!! ' ke Bu Dona " tanya Dimas.
" Ini pertanyaan macam apa?? " protes Khalis.
" Udah deh Pak, jawab aja, durasi!!! "
" Sejak awal presentasi katering "
" Iya, bener. Ibu sudah bilang kan, waktu famgath itu?? "
" Iya sih, tapi masa' sih?? "
" Yaa memang gitu, dari pas aku masuk ruang rapat, rasanya kok beda aja di ruangan. Tetep harus cool dong, yaaa makanya aku ga banyak tanya dan langsung keluar setelah selesai yaaa karena ini " Khalis mengambil tangan Dona dan meletakkan di dadanya, yang terasa bergetar karena detak jantungnya sangat kencang.
Dona pun memandang wajah Khalis,
" Ternyata so sweet!!! "
" Ehm ehm lanjut yaa " ucap Rahma yang malu menyaksikan keromantisan atasannya.
" Pertanyaan kedua, kenapa?? "
" Hmmm awalnya kenapa yaa?? "
" Apakah diriku begitu memukau dirimu?? " canda Dona.
" Yang, sekali lagi niii yaaa... beneran nih!!! jangan protes akibatnya!! "
" Huhuhu taakuuuuttt "
" Ok Cut!!! ini ada apa?? kenapa ada protes??" tanya Rahma yang bingung melihat canda keduanya.
Dona hanya tertawa sambil memandang Khalis, yang membuat Khalis tersipu dan membuat tawa Dona semakin menjadi.
" Ini sebenarnya ada apa sih?? apa hanya aku yang ga ngerti?? " protes Rahma.
" Ih ga dijawab!! "
" Next questions Ma!! " ucap Dona.
" Saya aja Bu " pinta Dimas.
" Baiklah, Pak Bos, kemarin kan udah ajukan cuti 5 hari, emang mau honeymoon kemana?"
" Eh cuti 5 hari?? mau kemana?? " Dona ikut bertanya.
" Ga tahu mau kemana. Sayang mau kemana?? "
" Maaf interupsi. Pak, boleh dong manggil Bu Dona kalau di depan saya jangan pakai 'Sayang', merinding ndengernya pakai mukanya gitu lagi!! " protes Dimas.
" Emangnya muka saya kenapa?? sudah ganteng dari lahir ga boleh diprotes!! "
" Pak!! kulkas dulu dong, balikin sebentar kulkasnya!!! 2 tahun jadi bos, ternyata kulkas itu cuma akting !!! sukses bikin kita semua langsung diam kalau Pak Bos ada!! serius dong Pak Bos "
" Baik, lanjut Dim "
" Duh sampai mana tadi?? "
" Honeymoon " ucap Dona.
" Nah, honeymoon kemana Bu?? "
" Kemana yaaa, hmmm di Jogja aja..."
" Umroh mau ga?? Kita ke Yordania lanjut umroh " usul Khalis.
" Kapan?? "
" 2 pekan lagi "
__ADS_1
" Emang sudah booking tiket, hotel?? paket travel?? "
" Belum, nanya dulu. Daripada salah trus ngambek, ga jadi honeymoon deh "
" Laaa Pak, itu cuti Pak Bos kan cuma 5 hari!! emang bisa Pak?? "
" Bisain aja, tinggal tambahin cutinya lagi. Maaf, semalam baru buka-buka paket tour, trus lihat yang umroh plus Yordania, Al Aqsa, itu 10 hari. Nambah 5 hari ya Dim. Tapi itu masih 2 pekan lagi. Jadi Senin, saya tetap masuk, trus cuti 10 hari, 2 pekan lagi "
" Laaa itu jadwalnya cutinya Pak ??? "
" Yaa kamu atur ulang, untuk rapat-rapat dimajukan. Atur aja "
" Ke Yordania?? Petra?? " tanya Dona.
" Iya, mau ga?? kalau mau, aku booking paketnya sekarang, mumpung masih ada slot kosong "
" Apakah ini berhubungan dengan kelangsungan pekerjaan di kantor?? apakah dapat berefek kepada.... "
" Honey, pleeeaaseee stop right now... " ucap Khalis dengan wajah memelas.
" Ok, I'll stop.... but.. "
" No 'but', just stop... take a deep breath and realese... then stop.... pleaseee.. "
" Ok, got it "
Dimas dan Rahma hanya memandang dua orang di depannya dengan tatapan tidak mengerti,
" Mereka ini kenapa sih?? stop apaan lagi?? " ucap mereka dalam hati.
Lalu Dimas melanjutkan pertanyaannya,
" Jadi honeymoon?? "
" Ngikut Pak Bos sajah, aku bertugas packing dan belanja "
" Wah, istri idaman!! love you!! "
Dona langsung memalingkan wajahnya ke arah Khalis,
" He's absolutely melted guys!!!! "
Dimas dan Rahma tidak sanggup menahan tawanya lagi, hingga waja mereka memerah.
" Puas Dim, Rahma ??!! Hiburan dari saya, sungguh luar biasa yaa "
" Banget Pak, maaf tapi Pak Bos sama Bu Dona... "
" Menggemaskan... ya khaaaan... " potong Dona.
" Plus lucuuuuu..... " tambah Dimas.
" Hmmm itu mah sudah biasa.... eh Dim, kamu sudah nikah belum?? " tanya Dona.
" Belum Bu "
" Usia kamu berapa?? "
" Saya 30 "
" Laa kok belum, nyari yang kayak apa?? "
" Saya sih yang penting shalihah, menutup aurat secara sempurna itu in syaa Allah jelas shalihah "
" Hmmm usia?? "
" Hmmm berapa aja sih Bu, tapi yaa kalau bisa jangan lebih tua, biar bisa dimanjain " jawab Dimas malu-malu.
" Ini kenapa jadi biro jodohnya Dimas??? kan kita yang lagi di interview?? " protes Khalis.
" Sekalian Mas. Eh, Rahma juga jomblo. Umur berapa Ma?? " tanya Dona.
" 25 Mbak"
" Nah tuh, cocok 5 tahun!! "
" Haaa apaan?? " tanya Rahma.
" Kalian berdua, aku comblangin yaa "
" Nooooo, ga Bu. Ntar kalau liburan, rasa kerja terus "
" Tenang Dim, Bos kamu kalau di rumah pasti beda, ntar kubuktikan dulu. Dah daripada ribet kaan, sama Rahma ajah. In syaa Allah shalihah"
" Gimana Ma?? "
" Terserah ajah, aku ga mau mikir. Maunya bikin video " jawab Rahma santai.
" Jadi interviewnya lanjut atau udahan nih??" tanya Khalis.
" Lanjut Pak!! eh tadi sampai mana?? "
" Honeymoon " jawab Khalis.
" Oiya, mau kemana Pak?? "
" Yaaa itu tadi ke Yordania trus umroh, 10 hari yaa. Atur ulang jadwal saya, jangan salah "
" Iya Pak Bos!! "
" Lanjut yaa Pak, Bu. Rencana kedepannya, mau nambah anak ga ?? "
" Mau lah, yang laki cuma 1 " jawab Khalis cepat.
" Bu Dona?? "
" Aku ??? Hmmm sama, paling 1 aja yaaa "
" Terakhir ucapan untuk para suporter " ucap Rahma.
" Hmmm dia kira ini pertandingan bola?? suporter dibawa-bawa!! " protes Dona.
" Hihihi pokoknya gitu deh Mbak "
" Jazakumullah Khairan Katsiro atas do'a dan kehadiran kalian semua. Bagi yang belum menikah, semoga di berikan kemudahan untuk menemukan tambatan hatinya dan kelancaran prosesnya. Bagi yang sudah menikah, semoga rumah tangga kalian senantiasa di berkahi Allah. Bagi yang sudah menikah tetapi belum dikaruniai momongan, semoga Allah memberikan yang terbaik, ikhtiar and the power of du'a" ucap Khalis.
" Jangan lupa like dan subscribenya yaa " canda Dona.
Dimas dan Rahma kembali tertawa dengan candaan Dona.
" Yowes Pak, Bu, Barakallahu fiik!! "
" Sakinah Mawaddah wa Rahmah sampai Jannah "
" Aaamiiinn Ya Rabbal'aalamiiin "
__ADS_1