New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 56 Dimas dan Rahma


__ADS_3

Setelah pertemuan di pantai, Dimas dan Rahma terlihat lebih akrab di kantor.


Jika hari-hari sebelumnya mereka tidak banyak berkomunikasi, hanya kata sapa ketika bertemu, tetapi kali ini mereka lebih banyak berinteraksi. Membuat rekan kerja mereka berdua bertanya-tanya, seperti di saat makan siang.


" Eh, Pak Dimas sama Rahma kok kelihatan lebih akrab yaa?? "


" Iya, sejak kapan?? "


Rahma yang baru saja duduk bergabung dengan temannya pun mulai diinterogasi.


" Ma, ada apa sama Pak Dimas?? "


" Ada apa?? emang Pak Dimas kenapa?? "


" Laaa, malah balik nanya!??!"


" Emangnya ada apa?? ga mudeng aku tuu "


" Hmm sejak kapan jadi akrab sama Pak Dimas?? dia kan 11-12 sama Pak Bos, kulkas juga, yaa ga sekulkas Pak Bos, tapi intinya kulkas!! kok kamu bisa akrab?? "


" Efek adanya pernikahan dengan Pak Bos " jawab Rahma singkat.


" Kok?? maksudnya?? "


" Yaa, Pak Bos setelah jadi kakak sepupu aku, kan sering ngajak kalau ada acara keluarga dan kadang Pak Bos juga ngajak Pak Dimas, yaa dari situ jadi lebih akrab "


" Trus?? "


" Yaa udah gitu aja "


Rahma mendapatkan notifikasi WA dari Dimas, ia pun segera membukanya.


" Pak Bos ngajakin makan malam di rumah, malam ini "


" Sudah tahu, tadi mbak Dona sudah WA "


" Ok, perlu dijemput ga?? "


" Ga, nanti aku langsung dari kantor. Makasih "


" Ok, see you there "


Rahma kembali meletakkan HPnya.


" Hmmm senyum-senyum nih, WA dari siapa??"


" Ada deee "


" Hmmm mulai berahasia nih "


" Ada lah, ga penting juga diomongin. Yuk makan aja "


Di waktu pulang kantor,


" Ma, sekalian pulang?? " tanya Khalis.


" Iya, nebeng ya Pak "


Sesampainya di rumah,


" Assalamu'alaikum " salam Rahma.


" Wa'alaikumsalam " jawab Dona.


" Mbak, aku langsung naik yaa "


" Sok lah "


" Mas, aku bikin rujak, mau?? "


" Boleh, eh pedes ga?? "


" Sedeng aja, tapi kalau karetnya 2 itu pedes, apalagi mulut emak-emak itu biasanya lebih pedes. Oiya lupa, maaf permisi, aku ngelawak dulu "


Khalis pun menunduk dan menggelengkan kepalanya.


Dona pun membawakan rujak untuk Khalis ke ruang makan.


" Sok lah "


" Syukron, Sayang ga?? "


" Aku tadi sudah berkloter-kloter makannya "


" How's your feeling today?? " tanya Khalis.


" I'm okay, good, fine "


" Kenapa senyum-senyum ?? " tanya Khalis lagi.


" Hihihi ga papah. Lucu aja "


" Mas ga ngelawak, kok lucu?? "


" Tadi ndengerin kajian dr. Aisyah, ' suami kalau pulang kantor itu mukanya rata, datar '. Hihihi bener, ternyata emang rata "


" Ngeri dong, kalau mukanya rata??!! "


" Ekspresinya Maaaasss.... iii sekarang dia yang ngelawak "


" Apa aja isi kajiannya "


" Ntar Mas dengerin aja sendiri "


" Direkam?? "


" Di youtube sama di FB, aku follow. Lumayan daripada lumanyun "


" Oiya, nanti malam, mau kita apain itu Dimas sama Rahma??!!" tanya Dona.


" Serem amat Yaaang!!! kita paksa nikah aja!! "


" Itu lebih serem Maaasss!! "


" Apa yang serem?? " tanya ibu Dona yang baru masuk dari halaman belakang.


" Horor deh Bu "


" Apaan sore-sore horor?? "


" Mas Khalis mau maksa Dimas nikah sama Rahma!!! "

__ADS_1


Khalis hanya tersenyum mendengar Dona berbicara secara hiperbola.


" Oh, kamu sehat ya, Alhamdulillah "


" Alhamdulillah ya Bu "


Ibu Dona hanya menggelengkan kepalanya kemudian,


" Khal, yang sabar yaaa "


Khalis pun tertawa.


" In syaa Allah Bu, stok sabar saya masih banyak kok "


" Ih emang aku ngapain ??"


" Mas, mau rujakan terus?? kayaknya ... "


" Enak sih, maap yaa, ntar dihitung aja semuanya "


" Waa aseeek transferan masuk lagih!! "


" Eeee siapa yang ntansfer?? kan tadi cuma bilang, hitung aja. Yaa hitung aja, Yang!! "


" Ish, tak patut sangatlah!! "


" Mas, susah juga kalau harus ngitungin rujaknya!!! lihat tuh kan sudah dipotong-potong kecil, dicincang!! masa aku harus hitung??!! tega kali kau Mas!!! "


" Yang, sehatnya jangan berlebihan dong!! sungguh terlalu!! "


" Udah ah bubar!! bubar !! bubar semua!!! " canda Dona.


" Laaa cuma kita berdua kok bubar?? "


" Aku pamit undur diri dari hadapan kakanda yaa, lelah aku tuuu "


Khalis akhirnya tertawa lepas,


" Ada yang happy banget kayaknya??!! "


" Dah ya Mas, aku ke kamar duluan, mau ikut ga?? " lanjut Dona lagi.


" Iya, tunggu "


Tiba-tiba Dona menghentikan langkahnya, sambil meringis kesakitan.


" Kenapa Yang?? "


" Ga papa, mungkin agak capek, jadi kontraksi. Dari tadi lumayan kontraksinya, tapi ga sering sih... begitu aku diam, ga lama juga hilang "


" Ooo... tapi hati-hati yaa, kan dah menjelang hari H "


" Iya Mas "


Tepat pukul 8 malam, Dimas tiba di rumah orang tua Dona.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam " jawab Khalis sambil membukakan pintu ruang tamu.


" Masuk, sekalian kita makan malam dulu "


" Pak, ga usah deh, langsung aja "


Dengan setengah hati, Dimas mengikuti Khalis ke ruang makan.


Dilihatnya kedua orang tua Dona sedang makan malam bersama anggota keluarga yang lainnya.


" Ayo, silahkan makan dulu. Maaf saya duluan " ajak Ayah Dona.


" Iya, Pak. Terima kasih "


Beberapa saat kemudian, setelah selesai makan malam, di ruang keluarga.


" Jadi ada apa Dimas kesini malam-malam?? " tanya ayah Dona.


" Mau saya jodohin sama Rahma, ini pertemuan yang ketiga dan masih belum ada jawaban dari mereka berdua " jawab Khalis.


Dimas dan Rahma hanya pasrah mendengar kejujuran atasannya itu.


" Alhamdulillah, Ma!! buruan diiyain " ibu Dona menyetujui.


" Yaaa Budeee, ga gituuuu " protes Rahma.


" Lho kenapa?? Dimas ganteng juga, asistennya Khalis, trus... Bude ga tahu lagi, tapi nunggu apa?? usia Dimas berapa?? "


" 29 Bude " jawab Dimas.


" Nah kan, sudah pinter manggilnya, Bude "


" Ya Allah, ini gimana ceritanya, aku ditembak sekeluarga??!! " protes Rahma.


" Welcome Ma, kemarin aku pun begitu!! now you know how it feels "


" Ga enak ya mbak, kirain bakalan sparkling-sparkling apalah gitu, ternyata ga yaa??!! "


" Itu di komik, Ma. Aslinya ga kan?? "


" Iya, ga!! "


" Trus kenapa malah ngobrol berdua?? Dona bukannya ngebantuin malah ikutan Rahma " tegur ibunya.


" Eh iya, lupa. Nah, gimana Ma!! udah iyain aja"


" Wait!! Iyain apa?? Dimas kan belum ngelamar Rahma!! " ucap Khalis yang menyadarkan semuanya.


" Ooo iya, Dimas kamu kenapa diam aja sih!! " protes Dona.


" Laaa, dari tadi saya ga ditanya, yaa saya mau ngomong apa?? "


" Baiklah kalau begitu!! tarik nafas... tahan.... dan hembuskan.... tarik nafas.... dan.... udahlah ga penting!!! " Dona pun kesal sendiri.


" Dim, gimana kalau kamu nikah sama Rahma?? saya ga mau ngulang berkali-kali lagi. Yes or no??!! " tanya Khalis sedikit kesal.


" Hmm Yes, I will "


Rahma membelalakkan matanya,


" Serius Baaaang??? "


" Serius lah!! Sudah dipikirin beberapa hari ini kok "

__ADS_1


" Mbak!!! bantuin!!! " pinta Rahma ke Dona.


" Oooh, bantuin ya, baiklah. Dim, kapan rencana akadnya?? "


" Mbaaaaakkk!! ga gitu!!!! "


" Laaa terus, gimana?? udah ah ribet. Ma, suka ga sama Dimas?? kepo kah dirimu akan dirinya?? "


" Mbak Donaaaa!!! you're not helping!!! "


" Ma, aku adalah bagian dari tim perjodohan ini. Dah lah Ma, nyari yang gimana sih?? Dimas ga bakalan macem-macem sama kamu. Kalau dia berani!! dia harus berhadapan sama aku dan mas Khalis!! kalau kata yang lagi viral tuh, panik ga !! panik ga!! yaa panik lah masa' ga!! yakin deh dia akan menjadi your dream husband!! "


" Mbaaaaaak!!!! "


" Apa sih teriak, aku disini kok!! "


" Ibu Dona Qanita, boleh saya minta waktunya sebentar?? "


" Owh, boleh Bapak Khalis Ghiban "


Khalis mengajak Dona ke teras belakang.


" Ada apakah?? "


" I don't think it's gonna work if you push her "


" Hmm iya sih, I'll talk to her privately then "


" That'll be better "


Keduanya pun kembali masuk ke ruang keluarga.


" Ma, bentar "


Dona mengajak Rahma ke teras belakang.


" Duduk sini dulu, pasti sumpek rasanya di dalam "


" Baaangeeeettt!!! Mbaaaaaak!!! "


" Apa sih Ma "


" Itu Bang Dimas serius?? "


" In syaa Allah dia serius, ga boleh bercanda dalam urusan seperti ini. Mas Khalis sempet bicara ke aku, dia bilang kalau Dimas sebetulnya beberapa bulan terakhir ini mulai merhatiin kamu, yaa setelah aku 'todong' kalian berdua. Jadi yaa dia sudah mulai 'berfeeling' ria ke kamu "


" Mbak, berfeeling ria yaa. Haadeee Mbaaak, aku tuh pingin buka kepala Mbak, trus ku lihat itu isi otaknya ada apa??!! "


" Waaah, apakah belah lah dadaku berubah menjadi belah lah otak ku?? kamu bagaikan dokter bedah syaraf yang mengulik isi otakku!! "


" Kan!!??? ga heran Aisha sama Ara suka bingung sama ibunya. Ibunya kayak gini!! "


" Yowes back to lamaran, piye Ma?? wis lah mbok ya diiyain ngono lho, ndang beres. Aku yo seneng ne' koe nikah karo Dimas. Iki mengko judule dhadhi ' ketika atasan menjadi kakak sepupu ipar, ketika rekan kerja menjadi suami, disitu pertemuan keluarga rasa rapat di kantor "


" Aaaaa mbaaaaak!!! mboh lah!! "


" Dah gini deh, ku kasih kamu 10 menit, buat mempertimbangkan masalah kamu dan Dimas. Kalau sudah, langsung masuk. Kutunggu "


" Iya Mbak "


" Kalau bingung, sudah telpon ibu?? Ufi sama Bila?? "


" Belum Mbak, aku belum telpon ibu sama Mbak Ufi atau Mbak Bila "


" Coba lah kamu telpon, siapa tahu ada pencerahan dari kakak-kakakmu "


" Hmmm ntar ku pasang lampu biar cerah "


" Nah, pinter!! yowes buruan. Ta' tunggu di dalam "


Dona membiarkan Rahma menyendiri untuk memikirkan keputusan yang akan dibuatnya nanti.


" Gimana?? " tanya Khalis.


" Biar dia mikir sendiri dulu, aku kasih waktu 10 menit "


Dona pun duduk di samping Khalis.


Beberapa saat kemudian, Dona terdiam sambil menahan sakit dan meremas tangan Khalis.


" Yang kenapa?? "


Remasan tangan Dona semakin kuat.


" Sekarang??? Yang??? sekarang??? kan masih 3 pekan lagi??!!! "


Dona tidak dapat menjawab karena sakitnya kontraksi yang ia rasakan.


" Fif, ambil tas ibu yang untuk ke rumah sakit!! " pinta Khalis.


Ibu Dona mendekat, ia memeriksa Dona.


" Ibu mantan Bidan, kamu tenang aja " ucap ibu Dona sebelum Khalis bertanya.


Setelah beberapa saat,


" Don, kamu rileks dulu. Kamu capek jadinya kontraksi. Ga usah panik, kita tunggu aja. Bisa jadi cuma kontraksi palsu "


" Ara, buatin ibu air madu " pinta ibu Dona.


" Iya Yangti "


Setelah Dona meminum madunya, tak lama kemudian kontraksi pun datang kembali. Saking kuatnya kontraksi, hingga air mata Dona menetes.


" Khalis, kita ke rumah sakit, kayaknya it's time"


" Baik Bu "


" Fif, mana tas ibu?? " pinta Khalis.


" Bawa ke mobil, Ayah sama ibu ke rumah sakit sekarang "


Rahma yang mendengar dari belakang, segera masuk.


" Mas, aku ikut!!! "


" Ma, tolong yaa " pinta ibu Dona.


" Iya Bude "


Dimas pun segera beranjak,

__ADS_1


" Pak, saya yang nyetir, Bapak temenin Ibu aja"


" Makasih, ayo segera. UGD JIH ya "


__ADS_2