
" Yu, eike ke rumah yuke yaa."
" Haadeee Donce, dikira kita drummer!!! "
" You know laaa."
" Ade ape Mak?? " tanya Ayu.
" Ade eike Mak. "
" Don, sandal mana sandal!!! "
" Noh, di kaki. " jawab Dona santai.
" Baiklah, ga kelar-kelar kita begini. Eh iya pas banget Lo nelpon, sekalian mau ngasih tahu, alhamdulillah Syifa pekan lalu sudah dilamar nih. Lo jadi tim hore yak, seperti biasa barengan Nur, Sulis sama Sarah. "
" Alhamdulillah anak gadis sudah laku, siapa nih calonnya?? " tanya Dona dengan sedikit rasa kecewa.
" Kakak kelasnya waktu SMA."
" Ooo, barakallah fiikum. Anyway, kapan akadnya?? "
" Belum fix tanggalnya, ntar gw kabarin."
" Sip sip, yowes see you ntar di rumah. "
Dengan rasa kecewa, Dona menutup sambungan teleponnya.
" Hmmm siapa kandidat yang lain yaa?? "
" Kenapa, Yang?? Nanti sore jadi?? " tanya Khalis.
" Ayu sudah nerima lamaran untuk Syifa, kakak kelasnya waktu SMA. Aku jadi tim hore, seperti biasa. Hmmm harus cari calon baru untuk Rafif nih."
" Tapi nanti sore tetap ke rumahnya, yaa sebagai tim hore harus ke sana lah. "
" Sendiri atau sama Mas?? "
" Sama Mas yaa, aku males nyetir."
" Ooo jadi Mas di ajak buat jadi supir?? "
" Yaa kan sayang istri.... ya ya ya??"
" Hmmm iya ga yaaa, tapi Yang nanti... "
" Kan ada Ardi, suami Ayu, Mas juga sudah kenal, kan?? ayolah pleaseeee. "
" Baiklah. Tapi calon untuk Rafif jadinya gimana?? "
" Nanti kita cari barengan. Dari teman-teman Mas?? coba deh. "
" Nanti cara seleksinya gimana?? "
" Kita tetapkan kriterianya, kalau sudah ada yang cocok, tukeran CV sebagai bagian dari ta'aruf. "
" Oke deh. "
Sore harinya, ba'da Ashar Khalis dan Dona pergi menuju rumah Ayu di Cakung.
" Nah, itu rumahnya yang pagar hitam " tunjuk Dona pada sebuah rumah bewarna krem dengan pohon mangga di halaman depannya.
Telah terparkir beberapa kendaraan di depan rumah Ayu, sehingga Khalis memarkirkan kendaraannya di seberang rumah Ayu.
" Assalamu'alaikum " salam Khalis dan Dona.
" Wa'alaikumsalam.... masuk Don!! " jawab Ayu dari dalam.
" Masih tetap yaaa ala Japanese style... lesehan mode on " ucap Dona ketika melihat ruang tamu Ayu yang minimalis tanpa sofa dan kursi.
" Biar muat semuanya masuk, lesehan is the best Don "
__ADS_1
Khalis yang segan untuk masuk karena tidak melihat adanya pria di ruang tamu pun memilih untuk duduk di teras.
Ayu yang menyadari hal tersebut segera memanggil Ardi, suaminya.
" A', temenin suaminya Dona di depan tuh. Ajakin ngobrol apa, gitu. "
Ardi pun menemui Khalis di teras.
Sementara itu, di ruang tamu telah berkumpul teman-teman Ayu.
" Jadi kapan akadnya?? " tanya Nur.
" In syaa Allah 3 bulan lagi, Ahad pagi di Masjid Walikota."
" Hmmm perdana yaa?? "ucap Dona.
" Perdana?? " tanya Ayu.
" Iya, dari kita berempat, yang mau mantu yaa baru kamu. "
" Oiya, eh Rafif gimana?? sudah punya calon?? " tanya Sarah.
" Lagi nyari, tapi dasar bocah, ga mau repot, minta aku sama ayahnya yang cariin, nanti dia tinggal milih aja. "
" Yaaa enak tuh, sesuai kriteria emak, itu penting. "
" Trus ?? " tanya Nur.
" Yaa, lagi minta Rafif buat CV, nyambi kita cari juga, siapa yaa yang cucok marucok. "
" Kriterianya apa Don?? " tanya Nur.
" Lulus S1 itu jelas lah, nyunnah, nah ini yang penting punya sense of humor yang seimbang."
" Eh kok jadi ngebahas Rafif, kita disini kan ngebahas nikahannya Syifa. "
Pembicaraan pun beralih ke persiapan pernikahan Syifa.
" Ini kan khusus untuk kalian, tim hore, spesial pokoknya, buat acaranya sih full keluarga yang atur, tapi bagian kalian kan beda. "
" Eh Don, si Bapak, anteng aja di luar, " ucap Nur.
" Emangnya dia mau gedumbrangan?? "
" Haadeee, kapan yaa, dirimu bisa serius?? " protes Ayu.
" Kapan-kapan, " jawab Dona santai, yang membuat keempat temannya menarik nafasnya.
" Eh, anyway, setelah Al sembuh, si Bapak sepertinya lebih tenang yaa?? " tanya Nur.
" Yaa jelaslah, anaknya sudah sehat pasti senang dan tenang. Tapi memang karakter dasarnya kalem, tenang banget sih, kadang aja suka error, tapi yaa kalem, " jawab Dona.
" Tapi kalian satu frekuensi ya?? Lo kan aneh Don, " canda Sarah
" Kalian lebih aneh, mau berteman sama gw yang aneh. "
" Hmmm emang ga bisa dilawan. Eh Aisha gimana Don?? kapan mau dinikahin?? " tanya Ayu.
" Kalau bisa sih secepatnya, sudah ada yang minta ke gw, tapi anaknya masih mikir. Nunggu jawaban aja. Kalau dia oke, yaaa acaranya mau gw barengin sama Rafif."
" Siapa Don?? " tanya Nur.
" Anaknya mbak Ita, teman main Aisha waktu kecil, Raffa. Sekarang sudah jadi dokter, praktek di RS Premier, Jatinegara. "
" MasyaAllah, lucuuuu, teman main waktu kecil trus nikah, " ucap Ayu.
" Mereka kalau gw liatin foto waktu main dulu, malu kuadrat. Main salon-salonan, masak-masakan, kadang main bola juga, Aisha sama Ara dijadiin kiper. Terkadang suka diajak belanja bareng mbak Ita, renang bareng juga pernah, kalau yang ini sewaktu belum sekolah, masih balita. Terakhir ketemu kapan yaa, kayaknya sih setahunan yang lalu. "
" Nah, tinggal cari calon buat Rafif nih, bantuin dong!! " lanjut Dona.
" Siapa yaa, eh umurnya?? " tanya Sulis.
__ADS_1
" Rafif sekarang 25 tahun, yaa kalau bisa calonnya sekitar 21-24 tahun deh. "
" Karakternya?? " tanya Ayu.
" Nah, Rafif ga ngomong ke gw maunya yang seperti apa, tipe yang dia suka tuh gimana, katanya terserah ibu, lah bingung kan?? "
" Mendingan si bapak diajak masuk aja deh Don, kita bahas sekalian " usul Ayu kemudian ia meminta Ardi untuk mengajak Khalis berkumpul bersama di ruang tamu.
Dengan segan, Khalis pun mengikuti Ardi.
" Don, kita bahas Rafif sekalian mumpung banyak anggota."
" Terserah tuan rumah yang mengundang saja, diriku ngikut aja, " ucap Dona.
" Nah, jadi kriteria calonnya Rafif gimana?? " tanya Ayu.
" Waktu dan tempat saya persilahkan, Mas silahkan dijawab."
" Laaaa elu... " protes Ayu, Nur dan Sarah.
" Saya jawab yaa, Rafif suka tipe yang enerjik, rame, humoris, pintar masak.... "
" Itu tipenya Rafif atau si bapak?? " celutuk Sarah.
" Rafif itu 11-12 dengan saya. Banyak hal yang kami sukai bersama, untuk tipe wanita, yaa ga beda jauh, karena Rafif pernah bilang ke saya, suatu saat nanti ingin punya pendamping yang bisa berteman dengan Dona. Rafif sangat mengagumi Dona, jadi karakter yang dia inginkan tidak jauh dari Dona."
" Serius, Mas?? beneran gitu?? " tanya Dona.
" Laaa ini gimana?? memangnya kalian ga ngobrol?? " tanya Sarah.
" Ngobrol tapi paksu ga pernah cerita. "
" Wait, sejak kapan Rafif mengagumi diriku ini ?? "
" Sejak awal ketemu di rumah waktu ambil katering, yang anak instan itu. "
" Waaa sinchaaa?? "
" Yup, he likes you from the start, not just me "
" Kalau lihat ekspresi Dona, seakan-akan ini adalah rahasia keluarga yang terkuak " celutuk Nur yang diikuti oleh tawa teman-teman Dona.
" Eh emang bener, aku baru tahu. Perasaan waktu itu yang salting kan Mas yaa, Rafif happy banget, ketawa trus senyum-senyum aja. "
" Yaaa dia happy ketemu calon ibunya, bedalah kalau ketemu sama yang ditaksir "
Ekspresi teman-teman Dona pun berubah menjadi penuh senyum dan tawa kecil, melihat pasangan yang seperti ABG ini.
" Pak Khalis, selama nikah sama Dona, ada perasaan yang ngeganjal ga?? " tanya Ayu.
" Ngeganjal?? apa yaa?? sepertinya tidak ada, " jawab Khalis.
" Dah ah, end of discussion yaa, back to acara Syifa aja lah, " potong Dona.
" Eeee, ga boleh gitu dong Don. Kan yang datang 1 paket tuh kamu, jadi harus terima interogasi sedikit lah. "
" Jujur Pak, masa' sih ga ada yang ngeganjal?? yang bikin gemes pingin nyubit gitu?? " tanya Nur.
" Apa yaaa?? selama ini adem-adem aja. "
" Serius nih ga ada?? " tanya Sarah tidak percaya.
" Ada laah, si Bapak mah kesel kalau ngajak aku shopping. "
Khalis pun tertawa mendengar jawaban Dona.
" Sebenarnya bukan kesal, tapi gimana yaa?? gemes aja sih. 10 tahun nikah, selalu gagal ngasih hadiah. "
" Contohnya?? " tanya Nur.
" Perhiasan, sampai sekarang cuma 1 yang bertahan, itu yaa cincin nikah aja, mau beliin yang lain, selalu ditolak. Tas, dari awal nikah sampai sekarang yaaa itu 1 tas yang selalu dipakai, ada 1 lagi tapi jarang dipakai. Trus mau beliin sepatu juga ditolak alasannya kakinya cuma 2, sedangkan dia sudah punya 2 pasang. Tapi yang ga ditolak itu yaa perlengkapan dapur dan baking. "
__ADS_1
" Pantesan tajir, bisa nabung banyak ya!! "