New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 67 Bersosialisasi


__ADS_3

Setelah 2 pekan tinggal di Doha, akhirnya Dona kedatangan tamu, istri-istri pejabat dari tempat Khalis bekerja. Untuk itu, ia mempersiapkan jamuan untuk menyambut tamu ekslusifnya.


Satu persatu mobil mewah terparkir di depan rumahnya, Dona pun keluar menuju teras untuk menyambut kedatangannya.


Walaupun ia telah masuk ke dalam grup WA istri-istri pejabat, ini adalah kali pertama mereka bertemu.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Silahkan masuk "


Setelah masuk, ramah-tamah dan perkenalan, Mrs. Amira, sebagai istri dari Direktur menyampaikan program kegiatannya.


" Kami ada kegiatan amal setiap bulannya, biasanya diperuntukkan untuk buruh-buruh tenaga kerja asing, dengan memberikan paket sembako dan uang tunai. Kemudian kami juga menggalang dana setiap bulannya untuk Palestina dan Suriah, semoga Allah menolong mereka "


" Aaamiiinnn "


" Kemudian kami juga mengadakan pertemuan sebulan sekali, yaa sekedar untuk mempererat hubungan kekeluargaan biasanya dengan acara makan siang bersama. Lokasinya bisa di hotel, rumah makan atau mungkin di rumah salah satu dari kita yang bersedia "


" Kami juga terkadang shopping bersama, yaa sebetulnya bukan shoppingnya yang utama, tetapi kebersamaannya " tambah Dinara istri dari Wakil Direktur.


Dona hanya tersenyum sambil mendengarkan apa yang mereka sampaikan.


Malam harinya sebelum tidur,


" Gimana tadi pertemuan sama ibu-ibu 'pejabat'?? " tanya Khalis.


" MasyaAllah, mereka looks elegant and absolutely rich!! "


" Walaupun model pakaiannya standar Timur Tengah, tapi you can tell that's very expensive!! "


" Kepingin?? "


" Me?? ga lah, nanti jalanku berat bawa beban 'ratusan dollar' "


" Ga papa, beli aja.... "


" Nope!! big no no!! " potong Dona.


" Don't try buy anything online for me!! I wouldn't accept it!! " lanjut Dona.


" Hmmm kambuh pelitnya "


" Bukan gitu Mas, ngeri aku tuh pakai yang mahal seperti itu, berat rasanya "


" Yaa, tapi kan juga tetap harus menyesuaikan. Jangan sampai terlihat beda jauh sama yang lain "


" At least tadi aku pakai gamis yang beli di Turki dulu itu, jadi ga njomplang lah "


" Trus, mereka tinggi amat ya. I look so small around them "


Khalis pun tertawa.


" Di Indonesia, aku termasuk standar, standar pendek!! disini aku bagaikan kurcaci, I feel so small "


" Kecil tapi berhasil menaklukkan hati ku "


" Oooo tidaaaak!!! dia mulai lagi!!! "


Khalis yang sudah menduga reaksi Dona pun tertawa. Lalu ia menarik badan Dona untuk bersandar pada bahunya.


" Yang, nanti kalau diajak shopping ikut aja, kan kartunya masih banyak isinya. Ikutin aja, setelah gajian nanti, isinya mbludak lho "


" Mas percaya kok, Sayang bisa ngaturnya "


" Hmmm baiklah, tapi waktu bayar aku mending tutup mata "


" Hahaha, ntar salah masukin pinnya akhirnya terblokir deh kartunya "


" Aduuuuh bigimana duong... "


" Santai aja, jangan dibuat seolah-olah tugas negara, enjoy, have fun, you need it Hon "


" Lagian, mereka kan juga kalau ngasih sumbangan nominalnya bikin geleng kepala, sesuai lah. You have to get use to it " lanjut Khalis.


" I know.... fighting Bro!! "

__ADS_1


" Iyes Sis.... "


" Mas, kenapa kalau kita ngobrol, ujungnya ngelawak begini sih?? "


" Because.... "


" Hmmm yaa I knew it.... just because yaa... "


" Oiya, Sabtu ini rencananya mau golf lagi, kalau ga salah, ibu-ibunya diajak ikutan. Nemenin aja sih kayaknya... atau Sayang mau main golf juga?? "


" Hmmm, kalau aku main golf, Tiger Woods langsung panggil security.... "


Khalis kembali tertawa.


" You always surprise me with your unpredictable comment "


" Hmmm aku aja bingung, sebetulnya isi otakku tuh seperti apa. Ada sih hasil MRI otak jaman baheula, biasa aja, normal. Eh ada selangnya.... "


" Memangnya kelihatan selangnya?? "


" Kelihatan lah, before and afternya juga kelihatan bedanya. Ternyata, otakku normal!!! tapi kenapa ku suka eror yaa "


" Is it another unsolved mistery?? " canda Khalis.


" And backsound itu muncul kembali... "


" Seriously?? Why do you always have backsound from all our conversations ?? "


" Nah, I wonder why also, but not wonder woman "


" You are my wonder woman... a woman who always makes me wonder... "


" Aaaa sinchaaaa !!! Mas, ususku geliiiii "


" See.... a normal woman would be happy, shy and give a hug or a kiss, but not this one!! "


" That's why I love you... " lanjut Khalis.


" Aku langka yaa... harus dilestarikan dong... atau dibudidayakan??!! "


" Hon, just quiet now, ususku bisa keram ketawa terus "


" Ih, punya usus juga... "


" Hon, may I elus-elus your head... just once!! "


" Mas, what is 'elus-elus' in English?? if you can answer it, then you may "


" Hooonnn, it's not fair!!! there's no 'elus-elus' in English!! "


" Then just quiet "


" Why man can never win over a woman?? "


" Because.... "


" Hmm, just because... "


" Yowes, tidurnya aku kelonin?? "


Dona mengangguk, tak membutuhkan waktu lama, keduanya pun terlelap.


Di hari Sabtu, seperti yang telah di rencanakan, Khalis bermain golf bersama para petinggi perusahaan tempatnya bekerja.


Di restorannya juga berkumpul para istri.


Kali ini Dona mengajak Alta untuk ikut bersamanya, karena anak-anaknya tengah mempersiapkan ujian bahasa Arab dan Inggris di hari Ahad nanti.


" He looks so cute, how old is he?? " tanya Dinara.


" He's 2 " jawab Dona.


" Mirip sekali dengan ayahnya ya?? "


" Iya, banyak yang bilang seperti itu "


" Maaf, tapi jarak usianya sepertinya jauh dari kakaknya?? bukannya yang pertama sudah kuliah?? "

__ADS_1


" Benar, jarak usianya 16 tahun dengan yang pertama dan 9 tahun dengan yang keempat "


" MasyaaAllah, jauh juga. Maaf ini kebobolan atau bagaimana?? "


" Ooo tidak, ini kehamilan yang direncanakan kok. Sebetulnya saya dan Pak Khalis belum lama menikah, baru sekitar 3 tahun. Sebelumnya beliau duda dan saya janda "


" MasyaAllah, jadi masih pengantin baru dong?? "


" Yaa begitulah "


" Pantas, sikapnya berbeda dari bapak-bapak yang sudah lama menikah. Kalau melihat Pak Khalis memandang Bu Dona itu seperti dunia milik berdua, yang lain ngontrak "


" Hahaha bisa aja "


" Yang pertama sekarang kuliah dimana?? "


" Alhamdulillah sudah diterima di Universitas Qatar, di Fakultas teknik mesin, jurusan otomotif "


" Sepertinya ada penerusnya, yaa "


" Rafif itu duplikat ayahnya. Hobbynya sama, kalau sudah membahas otomotif, yaa dunia milik mereka berdua. Makanya sewaktu Rafif diterima di jurusan otomotif, yang senang luar biasa yaa ayahnya "


" Next pertemuan, kita ajak anak-anak semua, agar saling mengenal " usul Amira.


Hari semakin siang, permainan golf pun telah usai. Khalis dan petinggi di kantornya menuju restoran untuk makan siang di area restoran yang terbuka, sedangkan para wanitanya berada di dalam ruangan yang tertutup.


" Bu, aku mau sama Ayah " pinta Alta.


" Tunggu yaa, ibu WA Ayah dulu "


Tak lama kemudian pintu ruangan di ketuk, Dona lalu membuka pintunya setengah, lalu..


" Ayaaaah!!! " Alta berlari menuju Khalis.


Setelah menutup pintunya, Dona kembali duduk bersama.


Di luar, Khalis menggendong Alta menuju meja makannya.


" Al, mau makan apa?? "


" Tadi sudah. Al mau es krim aja, boleh Yah?? "


" Boleh, sebentar Ayah pesankan dulu "


Setelah pesanannya datang, Alta pun segera menikmati es krimnya.


" Ini anak atau cucu?? " tanya Mr. Abdullah, Direktur Utama.


Dengan tawa, Khalis pun menjawab,


" Ini anak bungsu saya, usianya baru 2 tahun "


" Anak ke berapa?? Yang pertama bukannya sudah kuliah?? " tanya Mr. Hassan, Wakil Direktur.


" Anak kelima. Yang pertama sudah kuliah di Universitas Qatar, fakultas teknik mesin jurusan otomotif "


" MasyaAllah, ada penerusnya. Nanti silahkan untuk magang di kantor, kami selalu membuka kesempatan untuk mahasiswa bekerja dan belajar di perusahaan ini "


" Alhamdulillah, jazakumullah khair. Dia pasti senang sekali mendengar hal ini "


" Dari kita semua, hanya Pak Khalis yang masih mempunyai batita, sedangkan kami sudah ada yang mempunyai cucu "


" Alhamdulillah, masih dipercaya untuk mempunyai anak lagi sama Allah "


" Tapi usia Anda berapa?? Maaf kalau boleh tahu?? "


" Saya 48 tahun "


" Berarti Anda termuda diantara kita semua, bahkan Anda adalah pejabat termuda yang menduduki posisi ini. Sebelumnya paling tidak sudah berusia 50 tahun "


" Ya, Anda adalah yang termuda dari kami semua "


" Ini suatu kehormatan bagi saya, berada di posisi ini dan Andalah yang menerima saya untuk bekerja disini "


" Sewaktu saya membaca CV dan profil Anda, saya yakin Anda cocok berada di posisi ini. Apalagi setelah wawancara, Anda berhak berada di posisi saat ini "


" Jazakumullah Khairan Katsiro "

__ADS_1


__ADS_2