
Malam harinya, sesuai janji Khalis, ia mengajak keluarganya berjalan-jalan mengelilingi kota Doha.
" Yah, besok pagi jadi ke pantai ?? " tanya Ara.
" Iya, in syaaAllah "
" Yang penting, bangunnya jangan kesiangan. Kalau mau ke pantai harus pagi, jam 6 " ucap Dona.
" Ok Bu!! "
Khalis lalu mengarahkan kendaraannya menuju pusat kota yang dihiasi dengan gedung-gedung pencakar langit modern.
" Al tidur ya?? " tanya Khalis.
" Iya, ga lama jalan langsung merem " jawab Rafif yang duduk di belakang memangku Alta.
" Yang lain?? ada yang tidur juga?? "
" Ga lah Yah!! rugi tidur jam segini !! " jawab Aisha.
Pemandangan malam itu pun dipenuhi oleh cahaya lampu sepanjang jalan. Lampu berwarna-warni menghiasi gedung-gedung yang berdiri megah di sepanjang pusat kota Doha, membuat siapapun akan takjub akan keindahannya.
Khalis mengarahkan mobilnya ke sebuah taman ' Tasty Street ' yang dipenuhi oleh penjual aneka makanan dan minuman.
" Mau berhenti?? beli kebab?? atau yang lainnya?? " tanya Khalis.
" Maauuuuu!! " jawab Zalfa.
Lalu Khalis memarkirkan kendaraannya.
" Ibu di mobil aja, nungguin Alta. Kalian silahkan jajan aja "
" Ibu ga turun?? Ibu mau pesan apa?? " tanya Rafif.
" Ga Fif, kasian Alta. Kamu keluar aja ga papa. Biarin Al tidur "
" Yang, mau dibeliin apa?? " tanya Khalis.
" Apa aja, terserah anak-anak "
" Yowes, tunggu ya. Kunci aja pintunya "
" Iya "
Khalis dan keempat anaknya pun menuju area penjualan makanan.
" Ayah aku mau kebab!! " tunjuk Ara pada salah satu food stall yang menjual kebab.
" Ok!! "
" Yah!! Masa' ada yang jualan 'dosa'?? " tunjuk Zalfa pada sebuah stand makanan India.
Khalis pun tertawa.
" Dosa itu nama makanan India, bukan dosa lawannya pahala " jawab Khalis sambil tertawa.
" Mau coba Yah!! " pinta Zalfa.
" Ok "
Khalis menuju ke stall makanan India.
Keempat anaknya pun tertawa membaca nama menu makanannya.
" Masala dosa??? " ucap Aisha.
" Yaa masalah lah, dosa yaa masalah !! " jawab Rafif sambil tertawa.
Khalis pun ikut tertawa mendengar gurauan Aisha dan Rafif.
Setelah selesai memesan, mereka menuju ke stand penjualan kebab.
Lalu mereka menuju stand penjual minuman smoothie.
" Dah banyak nih makanan sama minumannya, kita pulang sekarang "
Dalam perjalanan pulang,
" Fif, kamu kan sudah bisa bikin SIM. Sambil nunggu masuk kuliah, kamu latihan nyetir ya "
" Alhamdulillah, akhirnya aku boleh nyetir juga. Kapan Yah?? "
" Nanti Ayah tanya orang kantor gimana cara buat SIM disini, sekalian Ayah juga mau bikin SIM. Besok latihan sama Ayah juga bisa, buat permulaan. Sekarang belajar nyetir ga susah seperti dulu. Karena sudah banyak mobil matic, di tempat kursus juga rata-rata mobilnya matic "
__ADS_1
" Para gadis anteng banget?? sudah tidur?? " tanya Dona.
" Ngunyah semua Bu " jawab Rafif.
" Hmmm ga nunggu sampai di rumah. Oiya, yang buat Bi Narsih sama Bi Tini, sudah dipisahkan plastiknya?? "
" Sudah Bu " jawab Aisha.
Malam semakin larut dan tak lama kemudian mereka telah sampai kembali ke rumah.
" Sha, nanti kamu kasih kebabnya ke Bi Narsih dan Bi Tini ya "
" Bu, aku langsung bawa Al ke kamar ya " ucap Rafif sambil menggendong Alta.
" Iya "
" Yuk sudah malam. Siap-siap tidur semua "
Ketiga putri mereka segera menuju kamarnya masing-masing dan bersiap untuk tidur.
Setelah rutinitas sebelum tidurnya, seperti biasa Khalis dan Dona akan berbincang sebelum tidur.
" Disini kan weekendnya Jum'at sama Sabtu, weekdaysnya Ahad sampai Kamis, berarti besok libur dong "
" Iya, besok pagi kita ke pantai. Sabtu terserah, bebas mau kemana atau di rumah aja "
" Di rumah aja, kalau jalan-jalan, apalagi nge-mall, ngemilnya ga nahan!! lagian tadi perasaan pergi setelah makan malam deh, kok masih pada bisa makan 'dosa' sama kebab. Itu gede banget lho!! "
" Oiya, punya Sayang tadi... ?? "
" Aku makan setengah, ku simpan di kulkas "
" Ibunya kalah ternyata... "
" Yaaa jelas lah "
" Oiya Yang, aku kasih nomor HP Sayang ke grup istri kantor yaa. Siapa tahu mau ada kumpul-kumpul perkenalan ibu-ibunya?? "
" Hiks hiks hiks... harus yaa?? aku bingung kalau ketemu orang baru, mana harus meng-Inggriskan diri ini... "
" Resiko istri Bos!! "
" Dulu waktu acara family gathering itu, rasanya pingin ke Timbuktu!!! duh sekarang terulang kembali "
" Jadi aku bisa langsung 'go' aja gitu yaa!! "
" Ikuuut!! "
" Ih, ngapain ikut ke Timbuktu!! "
" Ya sudah, ikut ke hatimu ajah "
" Mas!! geli deh!! setelah sekian tahun menikah, kulkas itu tak pernah kutemukan kembali!! "
" Apakah akan menjadi sebuah misteri baru?? kemanakah kulkas yang hilang itu?? " lanjut Dona.
" Dia sudah terdampar di padang pasir nun jauh di sana " jawab Khalis santai.
Dona pun menarik selimutnya,
" Pak, tidur aja deh... never ending story nih kalau begini terus "
" Baiklah Bu, kita tidur... mimpikan diriku yaa "
Dona pun menghadiahi Khalis pukulan bantal yang membuat Khalis tertawa.
" Yowes, sini aku kelonin "
" Ga mau!! Ih serius... kulkasnya hilang kemana sih??? "
" Ntar dia akan kembali, setelah pulang kerja dengan jadwal meeting yang padat. Dijamin, kulkasnya kembali "
" Begitu yaa... jadi sementara ini aku harus menerima melted yang kebablasan inih?? "
" Yes, my dear "
" Oooo pleaseee .... help meeee "
Khalis menarik tubuh Dona dan memeluknya erat.
" Dah, anteng.... nite " ucap Khalis sambil mencium kening Dona.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk keduanya terlelap.
__ADS_1
Keesokan paginya,
" Ayooo, jadi ke pantai ga?? ga usah mandi, mandinya nanti pulang dari pantai "
" Iya Bu, sebentar lagi, ganti baju!! "
Menjelang pukul 7, mereka pun telah siap menuju pantai.
" Dah siap semua?? ga ada yang ketinggalan?? " canda Dona.
" Gaaaa !!! "
" Let's go!! "
Khalis pun melajukan kendaraannya menuju pantai Al
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, sampailah mereka di pantai dengan playground dan saung-saung di sepanjang bibir pantai.
" Bersih banget!!!! " ucap Rafif.
" Mas!!! aku mau main itu!! " Alta menunjuk ke arah playground yang terdapat ayunan, prosotan dan permainan yang lain.
" Yuk!! "
" Mas!! aku ikut!! " pinta Zalfa.
" Ayooo, kita semua main disana!! "
Kelima anak itu pun berlari menuju playground dan meninggalkan ayah dan ibunya yang asyik berjalan santai menyusuri pantai.
" Jadi ingat waktu kita ke pantai Indrayanti sama Rahma "
" Eh, aku VC Rahma aja!! "
" Hmmm mulai iseng deh "
" Ssstt, ini urusan cewek!! "
Tak lama,
" Assalamu'alaikum!!! mbaaaak!! baru ngabarin ih!!! "
" Wa'alaikumsalam, iya ih. Baru inget!! eh lihat nih!! "
Dona mengarahkan kamera hpnya ke arah pantai,
" Mbaaaaak!!! bagus banget pantainyaa !! dimana?? pantai apa??"
" Pantai Al Wakra, ntar kamu googling aja. Lagi ngapain?? "
" Lagi mau makan siang "
" Eh mana fotonya?? video gituuu?? " pinta Rahma.
" Maaf, kemarin lupa. Ntar deh ku foto n videoin "
" Eh Mbak, anak-anak pada kemana?? kok ga kelihatan?? "
" Ntar yaa "
Dona pun berjalan cepat menuju playground, lalu...
" Tuh lagi pada main "
Rahma pun berteriak...
" Jogjaaaa!!! bikin pantainya kayak gitu doooong!! "
" Asyik yaa.... seru tuh, bocah langsung pada lari aja"
" Mbak, jangan lupa video sama fotonya. Hiks hiks aku pingiiiiin "
" In syaa Allah kalau ada rezeki, liburan kesini aja, nginap di rumah. Kamu cuma modal tiket pesawat aja "
" Iya cuma, tiketnya PP paling murah 9 jutaan untuk 1 orang!! berdua hampir 20 juta!! makasih!! "
" Jangan sewot dong Ma. Eh setelah kepergianku, apakah dirimu menangis?? "
Khalis hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan Dona dan Rahma.
" Ini VCnya unfaedah banget yak!! lagi banyak kuota yaa!! "
__ADS_1
" Tahu aja, kuotaku masih utuh. Selesai ini, langsung turun mendekati garis merah " jawab Dona.