
Kehamilan Dona mulai terlihat, perutnya semakin membuncit, kakinya pun sedikit membengkak.
" Sepertinya sudah semakin berat ya?? "
" Bukan sepertinya lagi, tapi emang berat!! "
Berat badan Dona di bulan ketujuh ini, sudah bertambah 15 kg.
" Aku bagaikan bolaaaaa!!! "
" Ya Allah, pipi!!! pipiku!!! "
" Kenapa sih Yang " Khalis pun menghampiri Dona yang terlihat stress dengan penampakannya saat ini.
" Aku gendut bangeeet!!! "
" Wajarlah Yang, kan ada bayinya. Gendut sexy kok " ucap Khalis sambil memeluk Dona dari belakang kemudian mengarahkannya ke depan cermin.
" Tuh lihat, sexy kok "
" Seksi konsumsi!!! "
" Eh beneran, gini deh, mau spa?? "
" Spanduk!! "
" Eeeeh kok sewot?? "
" Badan bulet gini ditawarin Spa?? yang bener aja Mas??!!
" Kan ada spa khusus untuk ibu hamil dan pasca melahirkan "
" Memang ada, tapi aku ga mau "
" Jadi maunya apa?? "
" Mau melahirkan ajaaa... "
" Masih 2 bulan lagi, Yang. Sabar aja "
" I know laaaa, hmmm tolong beliin asinan di depan superindo "
Khalis pun tertawa,
" Ujung-ujungnya tetap makan yaa "
" Eee tapi itu kan buah, ga bikin lemak "
" Iyaa, nanti pulang kantor Mas mampir "
" Ngantor dari rumah bisa ga??? "
" Hmmm akhirnya manja juga... "
" In syaa Allah nanti diusahakan pulang lebih cepat, hmm lebih cepat 15 menit?? itu kan juga lebih cepat "
" Pak Bos, bercandanya ga enak deh "
" Hahaha, maaf Yang. Siang ini ada rapat, kemungkinan sampai sore. Tapi diusahakan secepatnya selesai, terus langsung pulang ke rumah, eh mampir beli asinan dulu "
" Iyes, jangan lupa "
Hari-hari Dona mulai dirasakan membosankan, karena aktifitas yang terbatas, disebabkan oleh sakit pada tulang punggung dan lutut dikarenakan kehamilannya.
Ia juga sudah tidak kuat untuk berdiri lama, sehingga aktivitas memasak dan membuat roti atau kue pun terbatas.
Rabu pagi, Dona kembali mendapat orderan roti dan brownies untuk akhir pekan.
" En, ini ada orderan roti lagi untuk Sabtu ini, diambil pagi. Artinya kita baking jum'at. Kamu catat orderannya, 10 roti pisang coklat, 20 roti pizza, 20 roti sosis mayo, 20 roti keju. Bikin 2 kg, sekalian buat di rumah. Trus Sabtu sore, ada yang pesan fudgy brownies ukuran 20x20. Dia ambil jam 4 sore. Jadi weekend ini agak sibuk yaa. Nanti saya tulis orderannya di papan tulis, seperti biasa "
" Browniesnya polos atau pakai kacang, Bu??"
" Original. Oo, ntar atasnya di hias pakai coklat putih, yang corat-coret itu "
__ADS_1
" Baik Bu "
" Kamu siapin box-boxnya dulu aja, trus catat bahan yang ga ada. Nanti langsung order ke TBK langganan, ntar delivery aja "
" Baik Bu "
Di hari Jum'at siang, Dona dan kedua asistennya sibuk menyiapkan pesanan roti untuk esok hari.
" Don, kamu jangan kecapean, biar Eni dan Tati yang mengerjakan "
" Aku mandorin aja kok Bu "
" Pokoknya jangan kecapean, ingat!! "
" Iya Ibu "
Pukul 5 sore, Dona sudah mulai memanggang rotinya. Khalis yang baru saja sampai di rumah, mencium aroma butter dari teras depan rumah.
" Assalamu'alaikum " salam Khalis sambil membuka pintu rumah.
" Wa'alaikumalam " jawab Dona yang segera berjalan ke ruang tamu.
Setelah mencium tangan Khalis,
" Mau?? " tanya Dona menawarkan rotinya.
" Emang sudah ada yang matang?? "
" Otw Mas, 10 menit lagi matang "
Setelah mencuci tangannya, Khalis berjalan menuju dapur bersih.
" Yang seperti ini, bikin gagal diet "
" Makanya daripada diet mendingan kita duet aja "
" Yaaaang, Mas baru pulang niii!! "
" Lho kenapa?? ada masalah??? "
" Ooo, baiklah. Mas, maaf ya, aku mau ngelawak dulu, sudah ditunggu penonton " jawab Dona sambil berjalan menuju oven untuk mengecek rotinya.
Ibu Dona keluar dari kamarnya,
" Kenapa kok mukanya ditekuk gitu?? " tanyanya ke Khalis.
" Ga papa Bu, lagi capek aja "
" Kamu ga ada dinas keluar?? "
" Ga ada Bu, kenapa Bu?? "
" Ga papa, hanya saja kalau kamu ada keluar kota, jangan sampai kejadian seperti yang lalu. Pastikan chargernya "
" Iya Bu, kemarin sudah beli charger untuk di mobil, power bank juga sudah ada "
" Dona itu tidak memperlihatkan ekspresi cintanya dengan kata-kata, kesannya sering cuek, tetapi sebenarnya ia perhatian. Tidak manja dan mandiri, karena didikan keras bapak dari kecil. Sama anak-anak juga terlihat cuek, tapi yaa kelihatannya aja "
" Iya Bu, saya tahu. Dona juga keras, sama seperti saya. Tapi ada sisi lain dari Dona yang ga banyak orang tahu atau disadari dan itu yang membuat saya jatuh cinta setiap hari. In syaa Allah, saya akan jaga Dona sampai akhir hayat saya. Ibu ga perlu khawatir, kami berdua punya bahasa sendiri, yang tidak perlu diungkapkan. Dapat dikatakan bahasa cinta kami sedikit berbeda dari kebanyakan orang, tetapi itulah kenapa saya mencintai Dona, kalau bahasa kekiniannya, kami satu frekuensi, tanpa kata pun sepertinya kami saling memahami satu sama lain "
" Alhamdulillah sepertinya ibu tidak perlu mengkhawatirkan kalian berdua. Ibu senang, kalian berdua bahagia "
" Inggih Bu "
" Eee sudah bisa ' inggih' "
" Yaa latihan jadi orang Jogja "
Dona melihat ibunya berbicara dengan Khalis, membuatnya untuk tidak mendekat.
" Ya sudah, ibu ke kamar yaa "
" Inggih Bu "
__ADS_1
Sebelum ibu Dona masuk ke dalam kamarnya,
" Nanti roti yang buat bapak langsung dipisahin untuk di kamar yaa "
" Inggih Bu "
Dona mengeluarkan roti yang sudah matang dan memasukkan loyang berikutnya.
" Sudah matang, Mas. Silahkan, tapi masih panas " Dona mengambil 3 roti pisang coklat dan diletakkan di atas piring untuk Khalis.
" Syukron "
" Afwan "
" Sini, makan bareng "
" Ga ah, aku kalau sudah baking kayak gini, ga kepingin makan rotinya "
" Eh, kenapa ibu tadi?? "
" Ga papa, ngobrol biasa. Ngingetin charger sama yaa ngomongin Sayang "
" Hmmm aku?? kenapa?? ada yang salah?? katakan Rudolfo!! katakan!!! "
" Ok, baiklah. Esmeralda, sebaiknya kamu menghentikan telenovela mode on ini, sekarang jamannya drakor!! hmm ntar mikir dulu, kalau drakor tuh siapa cowoknya yang keren?? "
" Hmm siapa yaa... Gu Jun Pyo, Kim Joo Won, hmm "
" Itu siapa?? "
" Hmm Gu Jun Pyo itu Meteor Garden versi Korea, kalau Kim Joo Won itu Secret Garden, yang main Hyun Bin "
" Sukanya yang mana?? "
" Dramanya?? suka secret garden "
" Kalau orangnya?? "
" Khalis Ghiban "
Khalis tersenyum mendengar jawaban Dona.
" Maaf, Anda tidak bisa menjebak saya dengan pertanyaan seperti itu Pak!! Saya, terlalu cerdas untuk hal-hal seperti itu "
Khalis pun tertawa.
" Sepertinya, sulit mengalahkan Anda " jawab Khalis.
" Seperti yang dipercaya oleh banyak orang, emak-emak kok dilawan "
" Tapi emak yang satu ini memang tak terkalahkan, sehingga membuat khalayak kantor penasaran " ucap Khalis.
" Haadeeee Mas, masih ajah dibahas. Eniwei atau Tatiwei?? eh Donawei... kok aku berasa jadi orang Cina yaa "
" Hmmm mulai deh "
" Ups baiklah, sok lah di makan itu rotinya "
" Tadi mau ngomong apa yahh?? " tanya Khalis.
" Ga ingat bin lupa... kebanyakan 'wei' " jawab Dona sambil berjalan ke dapur.
" En, kamu lanjutkan manggang rotinya ya. Ku mo ngelurusin kaki di kamar "
" Iya Bu "
Di ruang makan, Khalis telah menghabiskan 2 potong roti.
" Mas, kalau sudah selesai, ke kamar yuk. Mo ngelurusin kaki nih, pegel "
" Mas sudah kok, dah habis 2. Yuk, mau digendong?? "
" Mas??? jalan aja ga usah pakai ilmu meringankan tubuh "
__ADS_1
" Baiklah " jawab Khalis sambil mencubit pipi Dona.