New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 84 Salah Paham


__ADS_3

9 bulan berlalu semenjak kepulangannya ke Jakarta dari Doha.


Sejak saat itu juga Khalis dan Dona sibuk dengan bisnis kuliner mereka. Dona pun kembali menjajal kemampuannya di bidang desain.


Di bulan kelima Dona's Kitchen telah berhasil meraup omset ratusan juta tiap bulannya. Tidak hanya ramai untuk makan di tempat, tetapi orderan katering untuk acara-acara kantor, keluarga dan lainnya pun semakin banyak setiap bulannya. Untuk itu ia pun menambah karyawan khusus untuk katering yang di manajeri oleh Anisa, cheff berpengalaman di hotel bintang 3. Dona juga menyewa sebuah rumah untuk dapur katering dan tempat tinggal karyawannya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


KA's Cafe pun tak kalah bersaing dengan Dona's Kitchen. Dengan menyajikan minuman-minuman cafe kekinian di tambah dengan racikan khas dari Egi dan Arga, Barista yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun, membuat KA's Cafe tak pernah surut pengunjung.


Desain yang maskulin dan instagramable, ditambah dengan aneka pastry dan makanan yang lezat, menambah daftar pelanggan cafenya yang terkadang rela mengantri untuk mendapatkan meja.


Renovasi rumah Adi pun telah rampung keduanya pun sangat puas dengan hasil desain Dona.


" Ini dream home banget!!! Syukron Don." ucap Maya berulang kali.


Khalis pun tak dapat menyembunyikan rasa bangganya akan pencapaian Dona.


" You are amazing talented person!! "


" Sangkyu but pleaseee biasa aja lah Mas. "


" Hmmm selalu seperti itu kalau di puji. "


" You know why!! "


" Iya aku tahu. Punya istri ajaib ga suka dipuji, disanjung.... "


" Awas nanti kesandung. "


" Tapi ngelawaaaaak terus.... gemes tahu ga!! "


" Ga!! "


" Eh sudah pantes punya cucu, ngomongnya masih kayak bocah aja!! " protes Dona.


" Laaa istrinya aja masih bocah begini??!!! " ucap Khalis gemas sambil mencubit pipi Dona.


" Apaan siiiii main cubit!!! Maaasss kita dah tua!! malu sama umur!!"


" It's just a number .... jiwa masih 25 tahun. "


" Kirain 17."


" Tambahin 8 lah. "


" Yowes ku kasih.... dan kenapa semakin triple unfaedah sih!!! "


Mungkin ini adalah rahasia awet muda Khalis dan Dona yang kesehariannya diisi dengan canda dan tawa keduanya.


" Oiya, pekan depan ada orderan katering prasmanan di Sunter. Mereka minta set menu untuk 100 orang, 750.000/orang " ucap Dona.


" 75 juta?? " tanya Khalis, tidak mempercayai apa yang ia dengar.


" Yup. "


" Kapan? " tanya Khalis.


" Sabtu tanggal 19 jam 10 siang. "


" Acara apa dan siapa?? "


" Arisan, katanya istri Komisaris Direktur apalah, kantornya di gedung DBS.. hmm kirain SBS "


" Hmmm drakor mode on. "


" Eh itu bahasaku!! nanti aku tagih royaltinya. "


" Silahkan Sayang, berapa sih royaltinya?? "


" Ih geli deh, ngomongnya biasa aja Kek!!! "


" Iya deh Nek."


" Wait, arisan kok banyak banget orangnya?? " tanya Khalis.


" Kalau menurut Desi, sekretaris arisan, dia bilang yang ikutan arisan itu sebenarnya cuma 25 orang aja. Sisanya tim hore alias keluarganya yang ikutan kumpul bareng. "


" Yaa kira-kira, biasanya yang hadir paling banyak totalnya 100 orang. " lanjut Dona.


" Nanti Sayang datang sendiri atau Anis aja ?? "


" Tetap Anis yang nanganin, aku kan dibalik layar aja."


" Sayang atur aja, yang penting kualitas dan performanya tetap terjaga. "

__ADS_1


" Ini syaa Allah "


Sehari menjelang pesanan katering eksklusifnya, dapur Dona's Catering telah sibuk mempersiapkan bahan makanan arisan tersebut.


" 7 kg daging tenderloin, 8 kg lamb chop, 10 kg dada ayam fillet, semua ready yaaa!! "


" Siap, Bu !! "


" Ardi dan Dio, kalian bertanggungjawab di bagian grill seperti biasa. Bahan marinasi sudah siap yaa, jangan lupa dobel cek ya."


" Fira, Indah, dessert harus secantik mungkin, Oiya, untuk hampersnya sudah?? "


" Sudah Bu, cupcake coklat dan red velvet sudah ready, macaroon juga sudah. Tinggal finishing besok pagi " jawab Fira.


Dona selalu memeriksa sendiri untuk kelengkapan pesanan kateringnya, walaupun karyawannya semua telah terlatih dan profesional.


" Bu, tadi Bu Desi telepon, ibu diminta hadir di acara arisan besok, kalau bisa sekalian sama Bapak, " ucap Annisa.


" Ada apa, kok aku di suruh datang?? sama Bapak juga?? "


" Iya Bu, katanya besok siang, ditunggu kehadiran Bapak dan Ibu. Tetapi beliau tidak bilang alasannya. Oiya Bu, dresscodenya putih-biru. "


" Seragam SMP?? " canda Dona yang membuat karyawannya tertawa.


" Yoweslah, besok ikutan datang deh. Fighting!!"


Keesokan paginya, Khalis dan Dona berangkat beriringan dengan Dona's Catering menuju lokasi acara di Sunter.


Setelah sampai di rumah yang dimaksud, Khalis dan Dona dipersilahkan masuk ke ruang tamu, sedangkan tim kateringnya segera bersiap di halaman belakang rumah yang sangat luas yang telah dihias layaknya sebuah acara pernikahan ketimbang arisan.


" Assalamu'alaikum, " sapa Khalis dan Dona.


" Wa'alaikumsalam, " jawab seorang wanita anggun, yang usianya sedikit lebih tua dari Dona.


" Silahkan duduk Pak, Bu. Saya Kinanti "


Khalis dan Dona pun memperkenalkan diri mereka.


" Terima kasih atas kedatangannya. Maaf jika saya mengundang Anda berdua sedikit mendadak. "


" Oo tidak papa, ga masalah. Kami dengan senang hati menerima undangan Ibu, " jawab Dona.


" Maksud undangan saya sebenarnya karena adik ipar saya, Jennie. Dia sering makan di Dona's Kitchen dan KA's Cafe, jadi dia yang rikues untuk arisan kali ini menggunakan katering Anda. Dia juga follow instagram cafe dan resto Anda, sehingga ia bisa tahu tentang Anda berdua. Sebetulnya bukan tahu, tetapi lebih tepatnya penasaran. Duo suami istri tersukses katanya. "


Khalis dan Dona hanya tersenyum, tetapi di dalam hati mereka bertanya-tanya kemanakah arah pembicaraan ini.


Khalis dan Dona berpandangan,


" Maaf Bu, sebenarnya ada apa yaa?? " tanya Dona.


" Maaf, maaf jika pertanyaannya tidak relevan. Tetapi saya lihat Anda berdua masih muda, tetapi telah berhasil dalam bisnis ini."


" Kami berdua sudah separuh abad " jawab Khalis.


" Really?? tapi Anda berdua terlihat jauh lebih muda. "


" Saya bisa memperlihatkan KTP saya jika Anda tidak percaya, " jawab Khalis yang membuat Dona merasa keberatan dengan jawabannya.


" Ooo tidak perlu. Maaf, saya sudah sedikit lancang... "


"' Maaf Bu, tidak... Anda tidak lancang sama sekali. Maafkan suami saya, terkadang terlalu serius. "


" Tidak papa. Maaf ini jadi ngelantur. Oiya, silahkan ikut saya ke belakang. Suami saya sudah menunggu. "


Kinanti berjalan menuju taman di bagian belakang rumahnya, diikuti oleh Khalis dan Dona.


" Arisan atau nikahan sih?? " bisik Dona ke suaminya.


" Sultan bisa melakukan apa saja, Yang, " jawab Khalis juga dengan berbisik.


Kinanti menghampiri seorang pria kulit putih paruh baya yang tengah memperhatikan kesiapan acara nanti.


" Pak, ini Pak Khalis dan Bu Dona dari Dona's Catering "


" Assalamu'alaikum, saya James. "


" Wa'alaikumsalam, saya Khalis dan ini Dona, istri saya."


" Silahkan duduk Pak Khalis dan Bu Dona. "


" Saya sudah tidak sabar untuk mencicipi hidangannya, saya sangat suka dengan steaknya, makanya saya pesan banyak," ucap James.


" Pak Khalis, Anda tidak ingat siapa saya?? " tanya James.

__ADS_1


" Maaf Pak, apakah saya mengenal Anda?? atau kita pernah bertemu sebelumnya?? "


James dan Kinanti tertawa.


" Sepertinya Pak Khalis memang benar-benar lupa. Saya James O'Brien, dulu Anda pernah menolak cinta adik saya, Jennie. Mungkin sekitar 30 tahun yang lalu, saya juga tidak ingat pastinya."


" Jennie?? " tanya Khalis.


Dona semakin bingung dengan arah pembicaraan ini dan tentu saja hal ini membuatnya merasa tidak nyaman.


Khalis menggenggam erat tangan Dona, seolah berkata ' you have me, just listen to me '.


" Maaf, tetapi saya tidak pernah mengingat seseorang bernama Jennie, terlebih lagi menolak cintanya. "


Tiba-tiba seorang wanita berambut pirang menghampiri mereka.


" Jadi kamu sudah melupakan aku?? " tanyanya.


Khalis dan Dona berpandangan,


' What's going on?? '


Itulah kata yang terucap dari keduanya.


" Maaf, sepertinya Anda salah orang. Saya tidak mengenal Anda sama sekali, bertemu juga baru kali ini."


" Wow, I'm totally forgotten "


Khalis segera berdiri lalu, " Maaf saya permisi sebentar. "


Ia pun menggandeng Dona untuk ikut dengannya.


Akhirnya, Khalis menghentikan langkahnya di teras belakang.


" Ini apa sih!!! " ucap Khalis penuh emosi.


" Itu siapa, Mas?? " tanya Dona.


" Ga tahu!! lihat aja baru pertama kali!! "


" Kok seolah-olah sepertinya dia pernah kenal ?? " tanya Dona.


" Itu dia!! aku aja bingung. Tuh orang, sepertinya salah deh."


" Tapi maksudnya apa?? " lanjut Khalis lagi.


" Kita kembali kesana aja Mas, kita tanyakan lagi. Biar ga salah paham. "


" Ga perlu, kita pulang saja. "


" Tapi katering kita bagaimana?? kita pulang tapi anak-anak bagaimana?? "


Khalis pun membuang kasar nafasnya.


" All right, but you have to trust me, no matter what!! "


" I always do " jawab Dona.


Mereka berdua pun kembali ke taman belakang rumah James dan Kinanti.


" Maaf, sepertinya Anda salah orang "


" Saya tidak ingat jika dulu saya pernah mengenal Anda. " lanjut Khalis.


Jenie, wanita kulit putih itu pun angkat bicara dengan penuh percaya diri.


" Saya siswi pertukaran pelajar, kamu adalah kakak kelas saya. Saya tahu kamu karena kamu cukup popular semasa SMA. "


" Saya pernah mengatakan perasaan saya sebelum kamu lulus, tapi kamu tolak begitu saja. Kemudian ketika kamu sudah lulus SMA, kita bertemu lagi. Saat itu saya dan James, kakak saya, sedang berlibur di Anyer. Kita bertemu di resort saat kami selesai menjajal banana boat. "


" Indeed, it's a long time ago, but I still remember you. Well, you are my first love. Saya tahu, kamu pasti tidak ingat, but its oke, ga masalah "


" Saya melihat kamu di KA's Cafe, ketika saya tanyakan ke waiter mereka beritahu saya nama kamu, then all that memories kembali. But don't worry, saya ga minta kamu menerima saya kok. Hanya ingin melihat kamu saja. That's all "


" Maaf, 3 bulan suami saya baru saja meninggal. James membawa saya kembali ke Jakarta untuk menghilangkan kesedihan saya. Sampai akhirnya saya menemukan cinta pertama saya. Tapi tenang, saya tahu diri kok, saya senang melihat pasangan serasi seperti kalian. Reaksi kalian berdua sudah saya duga sebelumnya, persis seperti apa yang saya bayangkan."


" Suami saya meninggalkan harta warisan yang cukup banyak. Saya ingin menyumbangkannya sebagian untuk bisnis kuliner Anda. "


Kemudian Jennie mengeluarkan selembar cek.


" Ini untuk bisnis kalian, saya tidak minta laporan atau profit, it's pure sumbangan. So, take it, please. "


Khalis pun menerimanya dan membaca angka yang tercantum di dalamnya.

__ADS_1


" $ 50 ribu!!! "


" Yeah, take it "


__ADS_2