New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 16 Dia Datang


__ADS_3

Menjelang liburan akhir tahun, Dona mendapat pesan dari Tyo dengan menggunakan nomor baru. Pesan setelah hampir 2 tahun menghilang.


" Assalamu'alaikum, ini saya, in syaa Allah akhir Desember saya mau ke Jogja untuk ketemu anak-anak. Boleh saya ajak anak-anak nginap di hotel?? "


" Wa'alaikumsalam. Boleh, asal jelas di hotel apa. Kapan kamu mau kesini?? "


" InsyaAllah tgl. 30 atau 31 sampai tgl. 2 "


" Ok, berkabar aja nanti "


Dona menarik nafas panjang, ia harus mempersiapkan ketiga anaknya untuk bertemu ayah mereka, yang kemungkinan besar akan datang bersama keluarga barunya.


Aisha yang sekolah boarding telah pulang untuk liburan semester.


" Sha, Ara, Zalfa.... sini, ibu mau bicara "


" Iya Bu " jawab ketiganya.


Dona mengumpulkan ketiga putrinya di kamar.


" Tadi ayah WA Ibu. Ayah bilang, ayah mau kesini, mau ngajak kalian nginap di hotel "


" Kapan Bu?? " tanya Aisha.


" Akhir tahun, tadi bilangnya kalau ga tgl 30 ya 31 , nanti disini sampai tgl. 2 "


" Hmmm sama perempuan itu?? " tanya Aisha.


" Yaaa paling gitu "


" Ibu ikut yaa!! Ibu harus ikut, aku ga mau nginep bareng mereka bertiga, kalau cuma ayah aja sih ga masalah, tapi kalau sama Uma, aku ga mau " pinta Aisha.


" Iya, aku juga ga mau " Ara mengikuti.


" Pokoknya kita mau pergi sama ayah, asal ibu juga ikut " tambah Aisha.


" Iya, Ibu juga ga akan ngelepas kalian gitu aja. Ibu akan ngikutin kalian dari belakang. Pas nanti nginap, ibu juga akan pesan kamar dekat dengan kamar kalian "


" Ayah nginap di hotel apa?? " tanya Aisha.


" Ayah ga bilang, ibu juga ga nanya. Kita lihat aja nanti "


" Ya sudah, yang penting sekarang ayah mau kesini, mau ketemu sama kalian. Sudah hampir 3 tahun ga ketemu, pasti ayah kangen. Apa kalian ga kangen?? "


" Ga " jawab ketus Zalfa.


" Eee kok Zalfa gitu?? ga boleh gitu, Sayang. Ayah mau datang, harusnya Zalfa senang dong?? "


" Ga, aku mau sama ibu aja. Aku ga mau ikut nginap sama ayah "


" Ya sudah, nanti biar mbak Aisha yang ngomong "


" Nanti kalau Ayah datang, kamu yang ngomong duluan yaa "


" Iya Bu " jawab Aisha.


5 hari kemudian,


" Saya sudah di Jogja, sebentar lagi saya sampai. Tunggu saya di Olive "


" Baik " jawab Dona.


Dona segera menyiapkan ketiga anaknya dan berpamitan dengan orang tua Dona.


" Ingat Don, jangan kamu lepas anak-anak "


" Inggih Pak"


Setelah ketiga anaknya siap, Dona segera menuju ke restoran cepat saji yang hanya berjarak 150 m dari rumahnya.


Sesampainya disana, ia tidak melihat Tyo.


Setelah menunggu sekitar 15 menit, Tyo menghubungi Dona.

__ADS_1


" Saya di sebelah Olive "


Dona segera mengajak ketiga anaknya menuju mobil Tyo.


Tyo membuka kaca jendela mobilnya. Terlihat Uma duduk di samping Tyo dan putri Uma duduk dibelakang.


" Ayo masuk, kita makan dulu nanti kita langsung nginap di hotel "


" Makan dimana Yah?? " tanya Aisha.


" Kamu mau makan apa?? "


" Hokben " jawab Aisha.


" Ya sudah kita kesana "


Dona berdiri dibelakang ketiga putrinya, dengan perasaan sedih dan marah.


Bagaimana mungkin, seorang Ayah yang hampir 3 tahun tidak bertemu dengan putrinya, begitu bertemu, bukan pelukan dan ciuman yang mereka dapatkan, melainkan percakapan biasa tanpa kehangatan.


" Trus nanti kita nginap dimana, Yah?? " tanya Ara.


" Nanti kita cari hotelnya, Ayah belum dapat "


Aisha segera menghampiri ibunya.


" Ayah belum dapat hotelnya "


" Hmmm ga bakalan dapatlah, ini malam tahun baru, ga mungkin dapat hotel!! "


Dona pun menghampiri Tyo,


" Kamu mau ajak anak-anak makan dimana??"


" Mereka minta ke Hokben"


" Trus nginap dimana?? "


" Saya belum tahu. Belum dapat Hotelnya "


" Pokoknya nanti saya akan usahakan, sekarang saya ajak anak-anak makan dulu"


" Ayo masuk, biar ga kemalaman " ajak Tyo.


Ketiga anak Dona pun masuk ke dalam mobil Tyo. Dona segera menuju mobilnya dan mengikuti mobil Tyo dari belakang.


Dona pun menghubungi ibunya,


" Bu, anak-anak diajak Tyo makan ke Hokben. Ini aku ngikutin mobilnya dari belakang "


" Ya hati-hati. Jangan sampai kamu lepas pandangan dari anak-anak "


" Iya Bu, aku ngikutin terus "


Setelah sampai di jalan utama, Tyo mulai menambah kecepatan dan mencoba menghindari mobil Dona.


" Waaa berusaha kabur nih!!! Dona dilawan!!! Heeeiiii aku duluan yang bisa nyetir!!! aku duluan yang punya SIM!!! "


Dona pun menambah kecepatannya.


Dalam mobil Tyo,


" Itu ibunya ngejar terus!!! " ucap Uma.


" Coba saja kalau bisa ngejar!! Ngapain sih ngikutin!! kan sudah jelas mau makan!!! Lihat aja nanti!! "


Ketiga anak Tyo tampak tegang, Uma pun mengeluarkan HPnya dan memperlihatkan foto dan beberapa video liburan Tyo dan dirinya.


Tyo terus berusaha menghindar dari kejaran mobil Dona. Tetapi usahanya selalu gagal. Sampai akhirnya Dona harus berhenti karena lampu merah dan Tyo telah melaju jauh di depan.


" Ya Allah, jangan sampai Tyo berhasil membawa anak-anak , mudahkan pengejaran ini Ya Allah, mudahkan!!! Jangan hilangkan Tyo dari pandangan hamba!! "


Setelah lampu hijau menyala, Dona segera menancap gas mobilnya, ia terus beristighfar agar ia dapat menemukan mobil Tyo yang mungkin sudah jauh di depannya. Setelah melewati beberapa kendaraan, akhirnya Dona kembali berada di belakang mobil Tyo.

__ADS_1


" Alhamdulillah ketemu juga!!! "


Tak lama, mereka berhenti karena lampu merah. Ibu Dona menghubungi Dona,


" Kamu dimana?? "


" Ga tahu Bu, tapi jauh lah. Ini lagi berhenti di lampu merah "


" Don, jangan matikan HPnya, biar bapak bisa lacak lokasinya. Jadi nanti kalau kamu butuh bantuan, Bapak segera kesana sama Ewing "


" Baik Bu "


Ewing adalah adik Dona, sebelum Wawan, yang kebetulan sedang berlibur di Jogja bersama keluarganya.


Setelah hampir 1 jam mengejar mobil Tyo, akhirnya Tyo menghentikan kendaraannya.


Dona pun berhenti, lalu segera menghampiri ketiga anaknya.


Zalfa segera membuka pintu mobil dan berteriak,


" Ayo mbak !! Ayooo ibu sudah datang!!! ayo kita pulang sekarang!!! "


Ia pun segera berlari ke arah Dona.


Dona segera memasukkan Zalfa ke dalam mobilnya.


" Heh!!! ngapain kamu!! kamu bilang saya boleh ketemu sama anak-anak, kamu bilang saya boleh ajak mereka makan dan nginap!!! kenapa kamu ikutin saya!! "


" Mau makan dimana!!!! ini sudah lewat jam 9 malam, kamu ga berhenti untuk makan!!! terus kamu nginap dimana!!! "


" Kan saya bilang, saya masih usahakan hotelnya!! "


" Woooow!!! ga ada model kayak gitu!!! "


Dona menghampiri mobil Tyo dan


" Aisha!! Ara!!! ayo kita pulang sekarang!!! ini sudah malam!!! kalian belum makan, ini sudah hampir jam 10 malam!!! Ayo kita pulang sekarang!!! "


Aisha dan Ara nampak kebingungan, satu sisi ia ingin bersama ayahnya, disisi yang lain, mereka tahu bahwa ibunya benar, ayah mereka kembali berulah tidak jelas.


" Jangan sampai Yangkung ke sini karena kamu ga mau ikut pulang!!! "


Akhirnya Aisha dan Ara mengikuti Dona, masuk kedalam mobilnya. Tentu saja hal itu membuat Tyo marah besar.


Tyo menghubungi ibunya ketika Dona mengajak Aisha dan Ara pulang. Dengan nada penuh kekesalan dan emosi, Tyo mengatakan kepada ibunya bahwa Dona ingkar janji, ia tidak melepaskan ketiga putrinya untuk makan malam dan menginap bersamanya.


Setelah ketiga anaknya di dalam mobil, Dona segera melajukan kendaraannya menuju rumah.


Tak lama, ibu Tyo menghubungi Dona.


" Don, kenapa kamu ga kasih anak-anak nginep bareng ayahnya?? kan kamu sudah memberi izin, kenapa kamu ingkari?? "


" Maaf Bu, bukan saya mengingkari, tapi Tyo sendiri bilang kalau dia belum dapat hotel untuk menginap. Trus katanya mau ajak mereka makan, tapi kok malah muter-muter sampai jam 10 !! Maaf Bu, tapi saya ga percaya Tyo!! dan benar saja, nyatanya ia kembali tidak bertanggung jawab, urusan begini saja masih mikir untuk menghindari saya, bukannya mikirin anak-anak dulu, Ayah macam apa yang tidak bisa memprioritaskan anaknya malah memilih mengikuti hawa nafsunya untuk menjauh dari saya. Maaf Bu, anak-anak tanggung jawab saya, saya tidak akan pernah lepaskan mereka lagi, walaupun untuk bertemu ayah mereka, kecuali Tyo bertobat!!! Maaf Bu, saya masih nyetir. Assalamu'alaikum "


Dona memutuskan sambungannya. Tak lama, ibu Dona menelpon.


" Kamu dimana?? anak-anak dimana?? "


" Aku sudah di komplek UGM. Anak-anak ada nih "


" Alhamdulillah, ibu tunggu yaa "


" Inggih Bu"


Dona menarik nafas panjang, jantungnya masih berdegup kencang setelah kejadian tadi. Keringat dingin pun membasahi dahinya jika ia mengingat kejadian tadi, dimana ia hampir saja kehilangan ketiga anaknya.


Ketika ia mengejar Tyo, ia hampir saja menabrak kendaraan-kendaraan yang melaju didepannya, bukan sekali mungkin beberapa kali, Dona tidak memperhatikannya, yang ia pikirkan hanyalah mengambil ketiga anaknya dari Tyo.


Aisha menangis di dalam mobil, Dona yang masih emosi dengan peristiwa tadi, tidak habis pikir dengan sikap Aisha.


" Kamu gimana sih?? kenapa nangis!! Lihat tuh, ayah kamu jam segini ga berhentiin mobilnya di tempat makan!! ini sudah jam 10 !!! kenapa malah menghindari ibu!! bukannya mikirin anaknya makan apa!! "


" Ibu aku lapar " rintih Zalfa yang duduk di samping Dona.

__ADS_1


" Iya, sebentar yaa. Sebentar lagi kita sampai rumah. Nanti setelah sampai di rumah, Zalfa bisa langsung makan yaa. Sabar yaa Sayang "


__ADS_2