New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 57 It's a Boy!!!


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, dari UGD, Dona segera dilarikan ke ruang bersalin.


" Ma, kamu urus administrasinya, pakai kartu saya, pinnya tanggal pernikahan kemarin " ucap Khalis sambil memberikan kartu debitnya kepada Rahma sebelum turun dari mobil.


Setelah berganti dengan mantel rumah sakit, Khalis segera mendampingi Dona yang tengah diperiksa oleh bidan yang bertugas.


" Dokter Niza sebentar lagi akan datang, beliau masih praktek di bawah "


" Bu Dona, atur nafasnya. Anak ke berapa Bu?? "


" Ke... eemmm.. pat... " jawab Dona sambil menahan sakitnya.


Dona meremas tangan Khalis dengan kuat. Khalis hanya dapat membantu Dona dengan istighfar yang ia ucapkan tanpa henti.


Tak lama, dokter Niza pun datang.


" Kontraksinya sudah per 10 menit Dok " lapor bidan kepada Dokter Niza.


" Bu Dona, ingat yaa latihan pernafasannya. Saya periksa sebentar yaa, tarik nafas.... ok, sudah bukaan 5 "


" Tadi sudah makan malam?? "


" Sudah Dok, ga lama setelah makan malam tiba-tiba kontraksi. Seharian tadi katanya lumayan kencang kontraksinya " jawab Khalis.


Tiba-tiba Dona kembali mengerang kesakitan, keringat mengalir membasahi jilbabnya.


" Usia kandungan 38 minggu yaa, ga papa. In syaa Allah sudah siap lahir. Pekan lalu berat badan bayi berapa Pak?? "


" Kalau tidak salah 3,2 kg "


" Ok, kita tinggal tunggu yaa. Ayo bu Dona, atur nafas "


Satu jam kemudian,


" I think it's coming!!! " ucap Dona sambil meremas tangan Khalis yang sudah duduk di bed pasien, untuk menjadi sandaran badan Dona.


" Bu Dona, tunggu aba-aba dari saya yaa. Jangan mengejan dulu.... "


Dona mengerang kembali, Khalis mencium kepala Dona dan membisikkan,


" I love you, honey. You can do it!! Bismillah!! "


" Ok, Bu Dona tarik nafas panjang..... dorong!!! "


Dona mengejan dengan sekuat tenaganya.


" Ok, kepalanya sudah mulai terlihat. Bu Dona, sekali dorongan yang kuat yaaaa... in syaa Allah langsung lahir.... "


Dona menganggukkan kepalanya.


" Tarik nafas panjang.... dorooooong!!!! .. iya Bu teruuusss... sedikit lagi..... yaa Alhamdulillah!! "


" Barakallahu fiikum, laki-laki "


" Alhamdulillah.... " ucap Khalis dengan mata berkaca-kaca.


" Putih dan bersih sekali kulitnya " ucap dr. Niza sambil meletakkan bayinya di dada Dona.


Khalis pun mendoakan bayinya,


“U'iidzuka bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli 'ainin lammah”.


Setelah proses bersalin selesai, Dona dipindahkan ke ruang observasi sebelum ke ruang perawatan.


Khalis berjalan menuju ruang tunggu bersalin untuk mengabarkan kelahiran putranya.


Rahma dan Dimas segera berdiri begitu melihat Khalis membuka pintu.


" Gimana Mas?? "


" Alhamdulillah laki-laki. Sebentar lagi Dona dipindahkan ke ruang perawatan, sekarang masih observasi dulu "


" Ada fotonya ga Mas " tanya Rahma.


Khalis mengeluarkan HP dari saku celananya dan menunjukkan foto bayinya kepada Rahma dan Dimas.


" Barakallah.... lucuuuuuukk "

__ADS_1


" Berapa beratnya Mas, ndut ituuuu "


" Belum tahu, berat dan panjangnya belum tahu. Bayinya juga masih di observasi dulu. Saya masuk ya, oiya nanti saya kabarin nomor kamarnya "


" Mas, kirim fotonya dong "


" Ok "


" Kalian pulang aja, sudah malam. Kamu bawa aja mobilnya, sekalian antar Rahma pulang "


" Aku pulang ke rumah Bude aja, tadi sudah siapin baju buat nginap kok "


" Oo ya sudah, berarti kamu nanti antar Rahma pulang sekalian sama mobilnya "


" Baik Pak, ada yang perlu saya bawa besok pagi?? "


" Ga ada. Oiya, izin cuti saya, berlaku mulai besok yaa "


" 7 hari kan Pak " tanya Dimas.


" Iya, 7 hari. Ya sudah kalian istirahat, hati-hati yaa. Syukron "


" Afwan, Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Keesokan paginya, orang tua Dona datang menjenguk.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Barakallahu fiik!! " ucap ibu Dona sambil menghampiri lalu mencium putrinya itu.


" MasyaAllah, ganteng... gede, 3,55 kg??!! "


" Setelah memaksakan diri minum susu, Alhamdulillah ndut juga bayinya " jawab Dona.


" Berat nggendongnya yaa "


" Altamis Fathan artinya panglima yang mempesona " jawab Khalis.


" Dan kemudian terdengar backsound 'terpesona' yang sangat mengganggu diriku inih!! " canda Dona.


" Hmm mulai lagi nih. Oiya, ini ibu bawain madu. Khal, ini baju ganti kamu "


" Syukron Bu "


" Sudah ngabarin ke Jakarta?? "


" Sampun Bu, tadi sudah telpon ibu di Jakarta. InsyaAllah pas aqiqah nanti, bapak ibu datang sama Khansa sekeluarga "


" Jadi, tadi malam, jam berapa lahirnya?? " tanya ibu Dona.


" Sekitar jam 12an, lewat tengah malam " jawab Khalis.


" Anak-anak sudah ribut minta kesini, ibu bilang nanti sore aja "


" Tadi pada susah dibangunin ga Bu?? "


" Ga, tadi pagi Rahma yang ngebangunin anak-anak. Alhamdulillah pas Rahma ke rumah"


" Kamu cuti ?? " tanya ayah Dona kepada Khalis.


" Iya Pak, 7 hari, terhitung hari ini "


Sore harinya, Dona mendapat kunjungan dari karyawan kantor Khalis.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam " jawab Khalis dan Dona.


" Bu Dona, selamat ya Bu. Barakallahu fiik "


" Pak, laki!! "


" Alhamdulillah, Rafif dapat teman "

__ADS_1


" Assalamu'alaikum " sapa Rahma yang baru saja masuk.


" Wa'alaikumsalam "


" Mana bebinyaaa.... waaaa lucuuuuuk... Mbaaaak ini mirip bayinya Zalfa yaa, putih bulet "


" Iya, tapi ini versi gedenya, Zalfa dulu lahirnya mungil "


" Zalfa mungil?? " tanya Khalis.


" Iya Mas, cuma 2,8 kg, panjang 46 cm, jadi tetap kelihatan bulet, tapi yaa mungil "


" Kok sekarang bisa gede banget??? " tanya Khalis lagi.


" Setelah bisa makan nasi, dia langsung membulat sampai seperti sekarang, 8 thn, tinggi 135 cm, berat 40 kg "


" MasyaAllah gede banget ya Bu "


" Yaa memang terbesar fisiknya "


Tak lama kemudian,


" Assalamu'alaikum " anak-anak Dona datang menjenguk.


" Wa'alaikumsalam "


" Ibuuuu, mana adek??? " tanya Zalfa


" Tuh, di box bayi "


" Yang diomongin pun datang " lanjut Dona.


" Fif, selamat yaa, dapat adik laki " ucap Dona.


" Alhamdulillah, rikues ku terpenuhi!!! "


" Namanya siapa Bu?? " tanya Ara.


" Altamis Fathan "


" Haaii adek Alta... kamu nduuut banget!! " sapa Ara.


" Ehm ehm... kok ga ada yang nyari Ayah?? "


" Ooo ada Ayah... ntar mau lihat adek... eh Ayah!! fotoin aku sama adek.. sama ibu!! " jawab Zalfa.


" Laa kok Ayah ga diajak??!! "


" Udah buruan Ayaaaah, fotoinnn!! " rengek Zalfa.


" Fa, tante Rahma aja yang fotoin, biar satu pasukan lengkap!! ga ada yang ketinggalan!! "


" Nah cerdas!! fotografer andalan keluarga memang harus siap sedia!! " ucap Dona yang disambut tawa.


" Bu Dona, seger banget!! ga capek?? "


" Alhamdulillah tadi pagi sudah bayar hutang tidur. Capek sih ga, pegel aja badannya, ntar juga ilang sendiri "


" Maaf yaa, rombongan sirkus sudah pada datang jadi rame " lanjut Dona.


" Pawangnya juga ngikut foto dulu " tambah Khalis yang sedari tadi berdiri di samping tempat tidur akhirnya duduk di samping Dona.


Tak lupa, ia mengambil dan menggendong Alta untuk berfoto bersama.


" Ok, pasukan!! siaaap!! 1..2...ciiiiisss "


" Lagi Tan!! ubah formasi!! " teriak Rafif.


" Yaaaa, mbak Aisha ga ikutan!! ga seru ada yang ga ada " ucap Ara.


" Besok kan jadwal mbak Aisha pulang, nanti kita foto lagi " jawab Khalis.


Setelah foto keluarga, karyawan kantor pun tak melewatkan momen foto bersama.


" Baiklah, aku yang fotoin!! " ucap Rafif.


" Siap, 1...2...cuuuussss !!! "

__ADS_1


__ADS_2