New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 62


__ADS_3

Keesokan harinya, ayah Dona memberikan perlengkapan golf miliknya yang sudah lama tidak dipakai kepada Khalis.


" Ini tas golf kamu bawa saja. Isinya ada 9 stik golf. Bapak sudah ga pakai, kamu disana pasti akan main. Biasanya banyak proyek-proyek dibicarakan setelah main golf, mumpung masih disini latihan dulu "


" Inggih Pak, maturnuwun, teman saya juga barusan nanya, bisa main golf atau tidak. Karena Sabtu berikutnya, saya sudah dijadwalkan untuk bermain golf dengan pejabat-pejabat di kantor. Rencananya saya mau latihan intensif sebelum berangkat, biar ga malu-maluin"


" Ya sudah pakai aja, Bapak temenin kamu latihan. Masih ada 3 pekan lagi, cukuplah latihan 4-6 kali"


Sesuai dengan janjinya, Wawan akhirnya pindah ke Jogja sepekan sebelum kepergian Dona.


" Alhamdulillah, aku tenang kamu sudah sampai sebelum aku berangkat," ucap Dona.


" Berangkatnya naik apa Mbak?? "


" Pesawat," jawab Dona santai.


" Oh kirain getek. Serius nanya!! "


" Aku juga serius jawabnya."


" Ke bandara nanti naik apa?? bawaannya kan banyak, ga cukup 1 mobil," lanjut Wawan.


" Nah gitu, kalau nanya yang lengkap kalimatnya. Ke bandara nanti pakai mobil sendiri diantar Dimas, suaminya Rahma. Trus barang-barang nanti rental mobil aja "


" Aku ga perlu nganterin ya?? "


" Iya, ga usah. "


Persiapan pindah telah mencapai tahap akhir, tanggal 20 Juli, mereka sekeluarga pun bertolak menuju Jakarta dengan penerbangan pagi. Tetapi sehari sebelumnya,


" Mbaaak, aku ikut seneng, tapi aku jadi sendirian dong " ucap Rahma.


" Ma, kamu kan dah ada Dimas, memangnya masih butuh aku?? "


" Ih, mbaaak!! girls talk, mbak!!! "


" Ntar ku VC aja "


" Beda atuuuuuh mbak!!! "


" Laaa piye, aku kan harus ngikut. Manja ih, bawaan orok yaa. Eh kapan melahirkan?? "


" Oktober, kirimin kado yak "


" Hmmm sudah nodong kado aja!! tak patut!! "


" Hihihi biarin!! kado impor dari timur tengah nan mihil, siap menunggu!! "


" Ish ish ish.... kenapa adek sepupuku gini amat yak!!?? "


" Mbak, liburan sekolah atau lebaran, mudik kan?? "


" In syaaAllah, diusahakan pulang, mana yang lebih lama liburnya, biar ga rugi bandar "


" Tetep yaa, ngemaaat aja deh "


" Kudu Ma, ilmu kudu itu wajib digunakan selalu dalam setiap kesempatan "

__ADS_1


" Jadi besok, pesawat jam berapa?? "


" Jam 9 pagi, trus lusa ke Bandung. Pagi juga, sekitar jam 6, sorenya langsung balik ke Jakarta lagi, ga nginep "


" Salam-salam aja ya Mbak "


" Hoke!! lengkuas, sereh?? ga pakai?? "


" Terseraaaaaah!!! sebel deh ih!!! "


" Hahaha.... biar tambah kangen, ga ada duplikat diriku ini kan ??!! "


" Emang!! "


Keesokan paginya, keluarga Khalis telah siap menuju bandara internasional Yogyakarta di Kulon Progo. 2 koper besar, 3 koper medium dan 1 tas golf telah masuk ke dalam bagasi mobil.


" Hati-hati, seperti biasa yaa. Kabarin kalau sudah check-in dan boarding. Sampai di Jakarta juga langsung kabarin " pesan ibu Dona.


" Inggih Bu "


Setelah rutinitas pamitan, akhirnya mereka berangkat menuju bandara dengan 2 mobil.


1 mobil yang digunakan Khalis dan 1 lagi mobil rental untuk membawa koper dan tas.


" Hmm buat koper aja sampai 1 mobil sendiri "


" Pasukan banyak Pak " jawab Dona.


Setelah satu jam, akhirnya mereka sampai bandara.


" Yowes Ma, aku titip Bapak-Ibu yaa. Sering-sering main lah. Walaupun ada Wawan, tapi ibu senang kalau kamu datang. Palingan ntar dibawain segala makanan, lumayan kamu jadi ga masak " pesan Dona kepada Rahma.


" Yowes ku masuk yaa "


Dona dan Rahma berpelukan erat sebelum berpisah, begitu juga Khalis dan Dimas.


" Dim, sering main ke rumah ya. Oiya, ini buat kamu, persiapan untuk kelahiran nanti " ucap Khalis sambil memberikan amplop berisi uang tunai.


" Eh, apa nih Mas??!! ga usah!! " tolak Dimas.


" Ga, ini hadiah buat kamu, pakai aja untuk kebutuhan bayi kamu nanti, manfaatkan sebaiknya "


" Jadi ngerepotin "


" Ga, kan cuma duit aja. Aku ga belanja barang-barang "


" Jazakumullah khair "


" Waiyaki "


" Dah yuk, kita masuk. Assalamu'alaikum " pamit Khalis.


" Wa'alaikumsalam "


Dimas dan Rahma menunggu hingga keluarga Khalis tak terlihat dari pandangan mereka, sebelum akhirnya mereka kembali ke rumah orang tua Dona.


Setelah check-in dan menunggu boarding,

__ADS_1


" Semuanya, tolong dengerin Ayah "


Keempat anaknya pun mendekat, kecuali Alta yang asyik bermain dengan Dona.


" Nanti kalian duduknya depan-belakang yaa, Rafif berdua dengan Zalfa, depannya Aisha dan Ara. Ayah, ibu dan Alta di depan Aisha, ok?? "


" Ok Yah "


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di rumah orang tua Khalis.


Khalis tengah berbincang dengan kedua orang tuanya, sementara Dona berbincang dengan Khansa di halaman belakang sambil mengawasi anak-anak mereka bermain.


" Rencananya mau apa saja, masih ada 5 hari sebelum berangkat ke Qatar kan?? " tanya Khansa.


" Besok pagi mau ke Bandung, sorenya langsung pulang. Lusa ke rumah mbahnya anak-anak di Bekasi " jawab Dona.


" Oiya, keluarga mantan Mbak, sudah tahu kalau Mbak pindah ke Qatar?? "


" Belum, sengaja ga ngabarin. Biar mereka ga repot ntar nyiapin ini itu, lagian bawaan sudah ajaib seperti ini. Kalau aku bilang, mereka pasti ngebawain barang-barang lagi. Surprise aja lah "


" Ke Bekasi berarti Sabtu ya, hmmm kalau ketemu mantan disana?? seperti waktu sebelum honeymoon itu gimana?? "


" Yaa ga papa. Malah bagus, anak-anak bisa ketemu ayahnya dulu. Walaupun sepertinya anak-anak juga ga kepingin ketemu, karena ada trauma dengan pertemuan terakhir beberapa tahun yang lalu "


" Yaa semoga kalau nanti ketemu, semua baik-baik aja ya Mbak "


" In syaaAllah, kalau lusa ketemu, karena di rumah orang tuanya, in syaaAllah dia ga bakalan macam-macam "


" Mbak, sweet revenge ga sih?? "


" Apaan?? "


" Yaaa Mbak ke mantan?? is it the real sweet revenge? "


" Hmmm aku ga ngeliat ke arah sana sih. Honestly, ga pernah kepikiran untuk revenge dalam bentuk apapun. Serahkan ke Allah semua, biar Allah yang balas. Kalau ga di dunia yaa nanti di akhirat. Allah Maha Adil kok, jadi aku santai aja "


" Bisa sih Mbak, punya hati seperti itu?? kalau aku.... waaaa dah ga tahu deh... "


" Kekuatan istighfar Sa, serahkan semua ke Allah, percaya aja. Semua perbuatan ada balasannya, intinya cuma itu kok "


" Iya sih. Eh mas Khalis gimana?? hmmm maksudnya, dia kesal kah, cemburu kah?? atau gimana?? "


" Maksudnya?? "


" Waktu ketemu di rumah sebelum honeymoon itu?? Emang sih udah lama, cuma kok aku masih penasaran aja "


" Waktu ketemu itu, he looked relax. Malah dia yang nenangin aku, jujur aja, pada saat itu masih ada rasa kesal dengan pertemuan yang terakhir. Tapi yaa, harus dihadapi kan. Kalau lusa ketemu lagi, yaa Alhamdulillah, anak-anak bisa ketemu lagi. Kalau ga, yaa memang Allah menakdirkan kita ga ketemu lagi, as simple as that "


" Uwaau deh Mbak!! "


" Eh, tapi gantian aku yang penasaran. Memangnya Mas Khalis cerita apa aja sih?? " tanya Dona.


" Hmm yaaa aku kan penasaran sama kasusnya Mbak, tapi malu mau nanya, ga enak. Jadi aku tanyanya ke Mas Khalis. Yaa Mas Khalis cerita sesuai dengan yang aku tanya aja. Kecuali yang ketemu mantan Mbak itu, Mas Khalis cerita ke aku waktu Mbak istirahat di kamar. Katanya gini ' Sa, akhirnya aku ketemu juga sama mantannya Dona. Honestly, 1 sisi aku pingin tonjok mukanya but di sisi yang lain, aku mikir, what for, I'm glad mereka sudah selesai, terlepas dari sikap buruknya ke Dona dan anak-anak. Tapi itu juga yang bikin aku seneng, karena aku punya alasan lebih untuk melindungi mereka berempat. Yaa, aku berharap suatu saat, mereka ga ada ganjalan satu sama lain '. Gitu katanya "


" Mas Khalis ga pernah ngebahas masalah ini ke aku, ga pernah nanya-nanya lagi setelah kejadian itu " ucap Dona.


" Yaa jelas lah Mbak, your past is yours, the future is ours, tuh semboyan Mas Khalis. As long as his wife is happy, then he will "

__ADS_1


" Oouuu so sweet banget Mr. Kulkas yang sudah melted ini "


" I told you, he is romantic in his way "


__ADS_2