
Setelah mediasi selesai, persidangan ditunda hingga 2 pekan ke depan, dengan membawa saksi dari 2 belah pihak.
" Wan, kamu jadi saksiku ya "
" Siap Mbak "
Dona bertanya dalam hatinya, siapakah saksi yang akan dibawa oleh Tyo untuk memperkuat gugatannya.
Selasa pagi, 2 pekan kemudian. Dona dan Wawan telah sampai di PA Jakarta Utara.
Seperti biasa, Dona tidak melihat Tyo, tetapi begitu di persilahkan masuk ke ruang sidang, Tyo pun muncul.
" Baiklah, seperti yang telah disepakati, sidang kali ini untuk menjawab gugatan Pak Tyo, Bu Dona telah membuat sanggahan atas gugatan Pak Tyo. Dan Pak Tyo, juga, telah membuat sanggahan atas pembelaan Bu Dona. Untuk itu kita mulai dari saksi Pak Tyo"
" Silahkan sebutkan nama dan hubungan Anda dengan Pak Tyo "
" Saya Andi Mansur, kakak dari Tyo "
" Jadi apakah Anda mengetahui permasalahan keluarga Pak Tyo?? "
" Menurut Tyo..."
" Bukan menurut Tyo, tetapi berdasarkan pengamatan Anda selama Pak Tyo menikah dengan Bu Dona apakah terdapat konflik yang cukup berat?? " tanya Hakim Ketua.
" Tidak, Tyo tidak pernah bercerita... "
" Cukup. Anda cukup jawab ya atau tidak saja" potong Hakim Anggota.
" Jadi selama ini, Anda tidak pernah mendengar atau melihat konflik di dalam rumah tangga Pak Tyo " lanjut Hakim Anggota.
" Ya"
" Apakah Anda mengetahui sebab utama gugatan Pak Tyo terhadap Bu Dona?? "
" Menurut cerita Tyo, karena sudah lama Dona tidak melakukan kewajibannya sebagai istri"
" Itu kan cerita Pak Tyo, yang saya tanyakan apakah Anda mengetahui keadaan rumah tangganya, sehingga Pak Tyo mengajukan gugatan cerai"
" Tidak "
" Apakah benar, Bu Dona adalah seorang ibu yang pemarah?? dan istri yang tidak patuh?"
" Tidak, selama ini saya melihat Dona, sangat patuh kepada Tyo, ia melayani Tyo dengan baik dan juga bertanggung jawab terhadap anak-anaknya "
" Baik, cukup. Silahkan kembali "
" Kami panggilkan saksi kedua dari Pak Tyo "
Dona melihat Om Tino, adik bungsu dari ibu Tyo. Dona tersenyum sinis, ' buat apa manggil Om No untuk jadi saksi?? tahu apa dia?? '.
" Silahkan sebut nama dan hubungan Anda dengan Pak Tyo "
" Saya Tino, adik bungsu ibunya Tyo"
Pertanyaan yang sama diajukan kepada Om No, dan jawaban yang sama pun diutarakan ke majelis hakim.
" Jelas Om No ga tahu apa-apa, ketemu juga setahun 3 -5 kali, duh nyari saksi kok ga bener," batin Dona.
" Baiklah, sekarang saksi dari Bu Dona, kami persilahkan "
Wawan pun maju dan duduk di kursi saksi.
Setelah memperkenalkan diri, dewan hakim pun mulai mengajukan pertanyaan yang sama.
" Saya sama terkejutnya dengan kakak saya atas gugatan cerai Tyo, yang tidak masuk diakal, karena selama ini mereka terlihat baik-baik saja "
" Kakak saya tidak pernah melawan Tyo, ia, istri yang baik. Kakak saya pulang ke Jogja juga atas permintaan Tyo, ga mungkin kakak saya pergi sendiri tanpa izin suami. Dia tidak pernah pergi keluar kota sendiri" jelas Wawan.
" Anda tahu masalah yang terjadi di rumah tangga kakak Anda?? "
" Tyo selingkuh "
__ADS_1
Hakim tidak melanjutkan peryataannya, ia meminta Wawan kembali.
" Pak Tyo dan Bu Dona silahkan maju "
Keduanya pun duduk di kursi saksi.
" Bu Dona, sekarang Anda tinggal dimana? "
" Saya di Jogja "
" Anak-anak Anda bersama Anda?? "
" Ya, mereka sudah bersekolah di Jogja. Saya tinggal di rumah orang tua saya"
" Jadi mereka sudah bersekolah di Jogja ya? "
" Iya "
" Dari hasil mediasi, dinyatakan termohon meminta talak 3 , benar begitu Bu Dona?? "
" Iya, saya meminta talak 3"
" Anda sudah menimbang keputusan Anda?? "
" Sudah Yang Mulia, saya tidak pernah lebih yakin dari ini" jawab Dona tegas.
" Bagaimana Pak Tyo, apakah Anda akan menambahkan?? "
" Tidak "
" Baiklah, kalau begitu sidang keputusan cerai, pembacaan ikrar talak dan penyerahan uang talak akan dilakukan 3 pekan lagi"
Hakim Ketua pun menutup sidang dengan mengetukkan palunya.
Tyo dan Dona menghampiri Majelis Hakim dan menyalaminya. Setelah itu mereka keluar ruang sidang.
" Don, ini buat anak-anak" Mas Andi memberikan Dona bungkusan plastik berisi cemilan kesukaan ketiga anak Dona.
" Kamu langsung pulang ke Kelapa Gading?? "
" Iya Mas, nanti malam langsung kembali ke Jogja via Halim "
" Wawan juga ke Jogja? "
" Ga Mas, dia ke Bandung"
" Jadi kamu sendiri?? "
" Iya, dah bolak-balik nih sendiri "
" Hati-hati ya. Salam buat bapak ibu sama anak-anak ya "
" In syaa Allah, makasih Mas. Salam juga buat bapak ibu di Bandung yaa"
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Keduanya berpisah di halaman PA Jakarta Utara.
Dona dan Wawan kembali ke rumah Omnya di Kelapa Gading.
" Gimana sidangnya ?? "
" Alhamdulillah sudah selesai Bulik"
" Tinggal sidang terakhir untuk pembacaan ikrar talak dll deh, itu 3 pekan lagi"
" Kamu datang Don?? "
" Ga lah, kayaknya ga datang juga ga pa-pa "
__ADS_1
" Wan, kapan balik ke Bandung ?? " tanya bulik Yuni.
" Ntar sore, pakai travel"
" Berarti bareng Dona yaa, eh sebentar "
Bulik Yuni menghubungi suaminya di kantor.
Lalu,
" Don, lik Eddy mau bicara "
Bulik Yuni menyerahkan HPnya ke Dona.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam, sidang sudah selesai Don ?? "
" Alhamdulillah sudah "
" Kamu mau pulang hari ini atau besok pagi?"
" Kalau bisa malam ini aja, Lik"
" Saya pesankan tiket ke Jogja malam ini ya"
" Syukron Lik"
" Afwan, yaa sudah kamu istirahat dulu. Oiya kalau mau beli oleh-oleh, bilang sama Bulik Yuni nanti dibelikan "
" Ngerepotin Lik!! "
" Ga lah, kapan lagi kan. Kalau kamu sudah selesai sidang, kita ketemu palingan setahun sekali, paling banyak 2 kali. Bilang aja sama Bulik Yuni, yaa. Assalamu'alaikum'
" Wa'alaikumsalam "
Dona mengembalikan HP ke Bulik Yuni.
" Wawan sama Dona, pulang nanti mau dibawain apa?? "
" Ngerepotin Bulik ah!! ga usah!! " tolak Dona.
" Siapa yang repot, tinggal pesan nanti diantar. Ayo mau pesan apa, biar sekalian "
Dona dan Wawan akhirnya memilih asinan betawi dan roti kesukaan anak-anak Dona.
Sore hari ba'da Ashar, Wawan kembali ke Bandung.
" Balik duluan ya Mbak "
" Iya, hati-hati"
" Bulik, aku pulang ke Bandung. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Dona segera bersiap untuk penerbangan malam ini. Lik Eddy telah mengirimkan tiket penerbangannya via WA, penerbangan pukul 18.30 WIB.
" Bulik, sudah jam 4, aku langsung ke bandara yaa "
" Iya, hati-hati. Salam untuk bapak, ibu sama anak-anak ya "
" Iya Bulik, Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Dona berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma, dengan diantar supir pribadi Lik Eddy.
Hatinya sudah terasa lega, karena persidangan telah usai. Ia bisa kembali fokus untuk anak-anaknya di rumah.
Terlebih lagi, Aisha sedang menuju Ujian Nasional SDnya bulan depan.
__ADS_1
Untuk itu ia bersyukur, sidang telah selesai.