New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 19


__ADS_3

"Maaf, tadi putra saya telepon. Oiya, saya bawa pulang yang ini yaa," ucap Khalis menunjuk bento yang berisi norimaki dan bibimbap.


Dona hanya menjawabnya dengan tersenyum.


Tak lama kemudian, Rahma kembali dengan membawa tiga buah piring.


"Rahma, ini semua saya bawa pulang, bento ini saya bawa pulang, nanti saya bayar. Oiya sekalian sama hmm sandwich dan dim sum, " ucap Khalis sambil menunjuk ke arah dua kotak bento yang tersisa dan juga pada sandwich serta dim sum.


"Baik, Pak."


"Eh terus ini piringnya buat apa Pak?" tanya Rahma kebingungan.


"Isi dengan snack yang ada disini, nanti kamu bagi ke front office," jawab Khalis.


"Baik, Pak "


Mereka pun menikmati makan siang bersama di ruang rapat sambil berbincang-bincang.


"Sudah berapa lama bisnisnya?" tanya Khalis.


"Baru satu tahun, tetapi untuk katering kantor baru pertama kali," jawab Dona.


"So, it's the first time?" tanya Khalis.


"Yes."


Keheningan pun terjadi kemudian. Dona dan Rahma berusaha untuk menikmati makan siang mereka dengan kekakuan yang terjadi.


Beberapa saat kemudian, Khalis telah menghabiskan paket bentonya dan tanpa basa-basi lagi, ia berdiri untuk keluar dari ruangan.


"Baiklah, terima kasih. Saya tunggu di hari Senin pagi."


"Baik Pak "


"Kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Khalis pun keluar menuju ruang kerjanya, sedangkan Dona segera merapikan bawaannya.


"Mbak, biarin aja. Hmm tumben Pak Bos mukanya nggak nyeremin," ucap Rahma.


"Emang dia serem? perasaan ganteng deh," sahut Dona.


"Wah, ada yang demen nih. Emang ganteng, keren, hmm cowok idola deh. Tapi lihat aja tadi, muka datar tanpa ekspresi, ngomong nggak pakai basa-basi. Adalah sebuah keajaiban, ketika melihat Pak Bos ngomong banyak, apalagi ditambah senyum. Itu adalah peristiwa terlangka dalam sejarah kantor ini !"


"Makanya kita punya panggilan sayang buat pak bos," lanjut Rahma


"Ciee ada panggilan sayangnya, apa tuh ?" tanya Dona.


"Pak Bos Kulkas !"


"Hmm, apakah dia bisa mendinginkan hati yang panas ?" canda Dona.


"Idiiih gelai !" jawab Rahma dibarengi dengan tawa keduanya.


"Oiya Mbak, tolong tanda tangan kontrak dulu. Trus ini pembayaran test foodnya," ucap Rahma sambil memberikan lembaran kertas kontrak katering dan amplop


Setelah menandatangani kontrak katering, Dona segera menjemput kedua putrinya di sekolah sebelum pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, ia kembali kepada rutinitasnya.


"Bu, aku makan ya," ucap Ara.


"Iya, kalian makan dulu. Ibu tadi sudah, kok."


Lalu, Dona memanggil kedua asistennya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, makanannya cocok. Ini menunya, tolong kamu tempel di pintu kulkas. Ahad kita mulai tempur, sekarang saya istirahat dulu. Eh, kalian sudah pada makan belum?"


"Sudah, Bu."


"Yowes, aku kasih oleh-oleh," canda Dona sambil memberikan bento box yang telah kosong.


"Baiklah, laksanakan!" jawab kedua asistennya sambil tertawa kecil.


"Makasih, yaa," ucap Dona sebelum ia menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


Lalu, sambil menunggu waktu Ashar, Dona membuka aplikasi pertemanannya untuk memposting orderan bento hari ini.


Tak lama kemudian, terdapat notifikasi permintaan pertemanan. Dona pun membukanya, tercantum nama yang tak asing lagi olehnya, yaitu Khalis Ghiban. Ia pun segera menerima permintaan pertemanan tersebut, walaupun hatinya bertanya-tanya akan permintaan pertemanan yang dilayangkan oleh kliennya. Tetapi kemudian Dona berfikir, ini adalah kliennya dan semoga ini adalah awal bisnis kateringnya merambah perkantoran.


Dona segera memposting foto-foto orderan hari itu, tak lama Khalis memberikan tanda like dan komentar di postingan tersebut, the foods were absolutely delicious! it's five stars bento. Can't wait for Monday. Jazakumullah khair.


Dona pun segera membalas komentar Khalis,


Jazakumullah khair for your order. I'm glad, the foods were fit for your taste.


Khalis pun segera mengerikan tanda like untuk komentar balasan Dona.


Tetapi kemudian, Dona tersadar akan sesuatu


"Eh, kok Pak Khalis bisa tahu akunku ? perasaan tadi dia nggak nanya deh ?"


Dona lupa, bahwa di setiap kotak bentonya telah ditempel stiker nama katering dan akun pertemanannya oleh sang asisten.


Malam hari setelah shalat isya, Khalis sedang bersiap makan malam bersama putranya.


"Fif, ayo makan sekarang!"


Rafif putra semata wayang Khalis pun menghampiri.


"Waaah, cakep kotaknya," ucap Rafif.


"Jadi, gimana latihannya?" tanya Khalis.


"Pekan depan ujian kenaikan tingkat, jadi harus siapin fisik bener nih, Yah."


Rafif yang tengah duduk di kelas sembilan SMP, tengah bersiap untuk ujian kenaikan tingkat taekwondo di sekolahnya.


"Ya, siapin lah, setelah shubuh kamu latihan ringan. Besok kan libur, kita latihan bareng, nanti kita tanding," ajak Khalis.


"Wah, siap Bos! kita lihat, siapa yang menang kali ini !"


Khalis pun hanya tersenyum mendengarnya.


"Oiya, bagaimana persiapan UN kamu ?"


"Bulan depan sudah mulai try out. Banyak banget try outnya Yah. Ada try out sekolah, dinas, trus apa lagi ya, yang jelas dinas itu sampai tiga ronde try out-nya," jawab Rafif.


"Insyaallah kamu bisa lah, selama ini kan nilai kamu bagus. Minta dimudahkan sama Allah."


"Eh Yah, ini beli dimana? kok rasanya beda dari yang biasa, sushinya jumbo, tebel banget nih Yah !"


"Enak ya. Ini rencananya katering untuk rapat pekan depan. Owner kateringnya tadi datang untuk presentasi, sekalian makan siang, karena enak trus kamu juga minta, yaa Ayah bawa pulang."


"Yah, pesan lagi yaa, tapi menu yang lain Yah," pinta Rafif.


"Rencana Ayah, pekan depan mau nambah order buat kita makan malam, nanti Ayah akan hubungi tante Dona."


"Hmm owner-nya cewek ?"


" Iya, eh ga sopan ! perempuan, akhwat ! kok cewek, bahasamu!" tegur Khalis.


"Maaf, Yah," jawab Rafif sambil terkekeh.

__ADS_1


"Eh akhwat, pakai jilbab dong, cantik nggak?"


"Kamu ini banyak tanya, makan ajalah !"


"Ih kok nggak di jawab, jawab dong Yah!"


"Iya pakai jilbab panjang. Semua perempuan yaa cantik kalau ganteng itu laki."


"Hmmm selalu gitu jawabnya ! Yah, cari istri gih ! aku kan pingin punya ibu lagi, sepi bener ! kita kan berdua doang !"


"Ntar deh, ayah juga kepikiran untuk nikah lagi tapi.... hmmm apa ada yang mau sama duda anak satu, mana anaknya kayak kamu!"


"Ish, buah tuh jatuh nggak jauh dari pohonnya, kita tuh 11-12, Yah!" balas Rafif.


"Iya,11 nilai ganteng kamu, 12 nilai ganteng Ayah."


"Ada yaa, seorang ayah yang nggak pernah mau kalah saingan ganteng sama anaknya ?"


"Heran, kok bisa karyawan Ayah bertahan menghadapi bos seperti ini!"


"Bisalah, mereka terlalu terpesona akan ketampanan Ayah," jawab Khalis santai.


"Hmm sepertinya Ayah belum minum obat."


"Minum obat sesudah makan, jadi tunggu selesai makan dulu," jawab Khalis.


"Dan aku selalu kalah melawan Ayah! Yah aku mau ibu, biar ada yang ngalahin Ayah! aku pingin lihat Ayah diam tak berkutik !"


"Kenapa cari ibu ? Yangti datang, Ayah juga langsung diam."


"Yeee beda atuh, Yah. Ayah, please nikah lagi dong! aku kan pingin punya adik juga."


Kemudian Rafif membaca nama pada kotak bento.


"Eh ini, Dona's kitchen, ini yang punya tante Dona atau mbak-mbak ?"


"Tante lah, sepertinya lebih muda dari ayah tapi nggak tahu usia berapa," jawab Khalis.


"Hmmm single nggak ?"


"Mana Ayah tahu, nggak nanya, ini urusan kerjaan bukan perjodohan."


"Hmmm tanyalah, eh ada akun FB sama IG, kepoin lah, Yah!"


"Buat apa?"


"Ya saipa tahu single, janda gitu?"


"Eh sembarangan! dah buruan, Ayah sudah selesai. Kamu yang beresin yaa."


"Siap!"


Kemudian Khalis menuju kamarnya, lalu membuka HP-nya, ia pun berselancar di dunia FB, mencari profil Dona.


Sore tadi ketika ia meminta pertemanan dengan Dona, ia tidak membaca profil Dona. Ia hanya membaca postingan Dona saja.


Setelah ia membuka profil Dona, terdapat keterangan, divorce , single mom with three daughters. Ia pun membaca tanggal lahir Dona, Agustus 1980 tanpa keterangan tanggal.


"Berarti dia lima tahun lebih muda, anaknya tiga perempuan semua. Janda pemilik bisnis katering."


"Heeeh ini ngapain sih!"


Khalis segera keluar dari akun FB-nya, setelah menyadari apa yang sedang ia lakukan.


Tetapi pikirannya menari-nari mengingat pertemuannya dengan Dona siang tadi. Tetapi Khalis tidak mengingat wajah Dona, karena ia memang berusaha menjaga pandangannya.


Malam itu Khalis mulai berusaha untuk membuka hatinya, setelah dua tahun kematian istrinya karena leukemia.

__ADS_1


Dikarenakan kematian istrinya itulah, Khalis minta dipindahkan tugas dari Jakarta ke kota lain. Jogja pun menjadi tempat 'pelariannya' semenjak itu.


__ADS_2