New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 98 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Sudah sebulan keluarga Khalis menempati rumah baru, rumah yang dibeli Khalis sesaat setelah mereka kembali ke Jakarta beberapa tahun yang lalu itu selesai dikontrakkan.


Sedangkan rumah mereka sebelumnya, sedang di cat ulang untuk nantinya ditempati oleh Rafif.


" Kapan jadi undangannya?? " tanya Khalis.


" Sebentar juga jadi " jawab Dona yang sedang membuat undangan di HPnya.


" Redaksinya seperti ini, sudah benar yaa?? " tanya Dona.


Khalis pun membacanya,


" Sudah."


" Ok, kalau begitu .... selesai !! "


" Fif, Shaaa kesini dulu!! " panggil Dona dari dalam kamarnya.


Keduanya pun mendatangi Dona.


" Ini desain undangannya, kalau oke, bisa kamu share mulai pekan depan. "


" Oiya, besok jam 10.00 kalian fitting baju pengantinnya."


" Bu, ga weekend aja fittingnya?? aku besok kan kerja?? " ucap Rafif.


" Izin satu jam, memangnya ga bisa?? "


" Ga tahu juga sih Bu. "


" Ya kamu coba dulu, kalau ga bisa, ibu atur jadwalnya lagi."


" Oiya, undangannya gimana ?? " tanya Dona sambil memperlihatkan desainnya.


Rafif dan Aisha pun mendekati.

__ADS_1


" Aku sih yes, " ucap Rafif.


" Aku juga, " begitu juga dengan Aisha.


" Alhamdulillah, Anda berhasil menuju babak selanjutnya!! " canda Dona.


" Ampun deh, heran!! dikira emaknya audisi idol?? pakai 'aku sih yes'?? soprano sekali kalian berdua!! "


" Ooo sebentar, ehm ehm tes tes " Rafif pun berakting sedang membersihkan tenggorokannya.


" Tarik suara.... Aaaaaa "


" Aaaaaa " Aisha mengikuti.


Khalis dan Dona pun menarik kedua tangan Rafif dan Aisha menuju luar kamar kemudian menutupnya.


" Maaf, ga terima ngamen " ucap Khalis sebelum menutup pintunya yang membuat Rafif dan Aisha tertawa.


" Buuu, makasih yaaa. Undangannya is the best!! " teriak Rafif dan Aisha dari luar kamar.


" Haadeeee ibu yaaa, dari dulu.... " ucap Rafif sambil berjalan kembali ke kamarnya.


" Mas, aku deg-degan deh, Mas Rafif deg-degan ga?? " tanya Aisha.


" Sama lah Sha, ga mungkin ga. Tapi santai aja, lihat ayah, ibu aja, mereka pasti juga deg-degan mau nikahin kita berdua sekaligus. Tapi, mereka santai selalu. Lihat bercandanya, semakin jadi kan, semakin kompak. Hubungan ayah dan ibu itu, life's goal banget "


" Iya, ayah yang dulu sama yang sekarang beda jauh yaa. Sekarang frekuensi ayah dan ibu itu sama, kompaknya luar biasa!! " ucap Aisha.


" Yaa sudah pensiun, bisnisnya sudah jalan semua, Al sudah sehat, kita semua sehat, tingkat stres ayah bisa dikatakan mendekati titik nol atau mungkin sudah nol, ditambah jokesnya ibu yang ga pernah salah, itu yang membuat ayah semakin cinta sama ibu. Kamu perhatiin ga, gimana cara ayah melihat ibu?? matanya tuh beda. Full of love banget!! " jawab Rafif.


" Iya, trus ibu juga jadi tambah lucu aja yaa. Kok bisa yaa?? "


" That's love. " jawab Rafif penuh senyum.


" Eh Sha, nanti kamu tinggal dimana?? sudah dibahas belum?? "

__ADS_1


" Kemarin sih bilangnya sementara disini, karena lebih dekat ke tempat prakteknya Bang Raffa. "


" Jadi nanti kita tetap ngumpul semua yaa."


Hari berlalu, tak terasa, persiapan menuju pernikahan Rafif dan Aisha pun semakin dekat.


Undangan telah dikirim, pakaian pengantin dan seragam keluarga juga telah siap.


Rumah yang nantinya akan ditempati Rafif juga telah selesai di cat ulang.


Aisha juga telah mendekorasi ulang kamarnya, yang nantinya tetap akan ia gunakan setelah menikah.


Dua hari menjelang hari H, tiba-tiba Tyo menghubungi Dona.


" Assalamu'alaikum."


"' Wa'alaikumsalam."


" Lusa saya akan datang untuk menghadiri akad nikah Aisha. "


" Bertiga?? " tanya Dona.


" Iya. Saya mau tanya, kamu bicara apa ke Aisha, kenapa bukan saya wali nikahnya?? "


" Saya ga bicara apa-apa, Aisha sendiri yang memutuskan. "


" Ya tapi kenapa dia bisa milih Mas Dedi untuk jadi wali nikahnya, kan saya masih sanggup sebagai ayahnya. "


" Saya juga sudah bilang begitu, tidak ada mantan ayah dan anak, ayah masih berkewajiban untuk nikahin kamu. Tapi dia tetap lebih memilih Mas Dedi. Bagaimanapun juga perhatian Mas Dedi tiba disaat mereka membutuhkannya, sehingga berkesan hingga saat ini. Mas Dedi datang merangkul mereka, memeluk, mendengarkan cerita mereka, bercanda walaupun hanya sesaat, tetapi hadir disaat mereka membutuhkan perhatian dari ayahnya. Mas Dedi datang memberikan perhatian itu semua. Jadi jangan salahkan Aisha lebih memilih pakdenya ketimbang ayahnya. Bahkan Ara dan Zalfa berpendapat yang sama. "


" Kamu yang meninggalkan anak-anak, kamu yang telah melepaskan mereka. Jika mereka bisa memilih orang lain sebagai wali nikahnya, mereka mungkin akan memilih ayah mereka yang sekarang. Mas Khalis memang bukan ayah kandung mereka, tapi ikatan ayah dan anak diantara mereka lebih kuat dibandingkan dengan ke ayah kandungnya. Mengapa hal itu bisa terjadi?? coba kamu pikirkan sendiri, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, lihat dirimu sendiri !! Apa yang telah kamu berikan untuk anak-anak?? Peranmu sebagai ayah telah tergantikan bertahun-tahun yang lalu dan mereka sama sekali tidak merindukan kehadiran ayah kandungnya, karena kamu telah meninggalkan mereka dan tidak terucap kata maaf sekalipun untuk mereka. Bahkan tidak terdengar kata rindu dari ayah mereka. Mereka juga punya hati. Mereka dapat merasakan kasih sayang yang tulus dan yang terpaksa karena status. Jadi saya cuma bisa katakan, ini adalah hasil dari apa yang kamu tanam bertahun-tahun yang lalu. "


Tyo pun terdiam, tidak dapat membalas ucapan Dona. Di dalam hati kecilnya, ia mengakui apa yang diucapkan mantan istrinya itu adalah benar adanya. Dia telah meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk bersama dengan wanita lain yang juga telah bersuami. Ia juga menyadari, jika ia telah menghancurkan 2 keluarga sekaligus, keluarganya dan keluarga selingkuhannya. Tetapi ia dibutakan oleh rayuan setan, sehingga pada saat itu, ia tidak menyadari bahwa yang ia lakukan adalah sebuah dosa besar.


Ia pun harus menerima kenyataan, bahwa saat ini ia telah benar-benar kehilangan ketiga putrinya. Ketiga putri yang ia sia-siakan bertahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2