New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 36 Makan Malam aka Reuni Tim Investigasi


__ADS_3

" Mbak Ita!! " panggil Ratna dari pinggir kolam renang.


Mereka pun menuju ke arah Ratna yang telah memesan 2 meja. 1 untuk mereka dan 1 lagi untuk anak-anak.


" Donaaa, barakallah laka wa baraka'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair " Ratna memberikan selamat atas pernikahan Dona.


" Aaamiiinnn. Kapan sampai?? " tanya Dona.


" Tadi jam 4. Dapat video eksklusif dari mbak Ita, jadi ku serasa hadir di akad tadi pagi "


" Iya ih, kenapa ga datang dari akad?? "


" Tuh bos besar ada urusan, jadi baru bisa berangkat dari Jakarta, ba'da dzuhur " jawab Ratna sambil menunjuk ke arah suaminya.


" Ok deh duduk dulu "


Dona pun memperkenalkan Khalis dan Rafif kepada Ratna, sebelum mereka memulai acara makan malam.


Perbincangan antar kawan lama ini pun berlangsung seru selama makan malam.


Khalis lebih banyak diam, mendengarkan Dona dan temannya saling bercerita. Hingga,


" Don, Khalis sudah tahu ceritanya?? " tanya Ita.


" Belum "


" Kenapa belum cerita??"


" Mumpung ada 2 orang saksi ahli dalam kasus aku, kuserahkan pada saksi untuk bercerita. Waktu dan tempat, kami persilahkan "


" Yaaa, dia kambuh!! "


" Yowes, eh aku manggilnya Khalis aja yaa " ucap Ita.


" Iya, Mbak kenapa? " jawab Khalis.


" Eee jangan panggil Mbak, kita berdua lebih muda "


Khalis melirik ke arah Dona.


" Ratna seumuran aku, Mbak Ita setahun lebih muda dari Mas " kelas Dona.


" Ok deh, nyambi ngunyah ga papa yaa. Jadi, kisah Dona sama Tyo itu uwau banget. Yang fatal selingkuh yang terang-terangan, tapi yang ga fatal tapi cukup uwaauu itu yaaa kebohongan Tyo selama pernikahan kamu ya Don? "


" Ya begitulah, saya adalah korban penipuan dari pengkhianat cinta!! ih geli!! "


Ita pun mulai bercerita tentang awal perpisahan dan perceraian Dona dengan Tyo.


" Intinya, pada akhirnya Tyo resign, yaa sekarang ntah kerja dimana "

__ADS_1


" Eh katanya waktu itu dia datang ke sini sama Uma dan anaknya?? " tanya Ratna.


" Waaah ini yaaa, diriku jadi pembalap di malam hari deh. Pengejaran terhadap tersangka itu uwaw banget!!! "


" Pengejaran?? pembalap?? " tanya Khalis tidak mengerti.


Dona menarik nafasnya dengan berat. Lalu ia pun mulai bercerita.


" Jadi, menjelang akhir tahun kemarin, setelah menghilang 2 tahun, dia datang bersama keluarga barunya. Katanya mau ajak anak-anak menginap di hotel. Anak-anak ga ada yang mau ikut kalau aku ga ikut, sampai akhirnya aku bilang ke mereka, kalau nanti kamu nginap, ibu akan ikut nginap di kamar yang berbeda tapi lantainya sama. Akhirnya mereka mau. Singkat cerita, akhirnya dia sampai disini, tapi ga mau mampir ke rumah, karena ga mau ketemu atau kelihatan bapak dan ibu. Dia minta aku antar anak-anak ke rumah makan fast food di jalan sebelum belok ke rumah "


Dona pun menceritakan detail pertemuan anak-anak dengan ayahnya, yang telah beberapa tahun tidak bertemu, hingga pengejaran di jalan raya.


" Anak-anak masuk mobilnya, aku ikutin dong. Awalnya masih pelan, sampai ring road mulai agak cepat, eee pas perempatan lampu merah mulai ngebut, kayaknya mau menghindar. Itu hampir jam 8 malam, dia jalan ngebut ga tahu kemana, tapi aku ikutin terus, sempat kehilangan jejaknya karena lampu merah lagi. Alhamdulillah ketemu lagi, karena lampu merah. Selama ngejar, aku kasih info ke ibu. Ewing sudah standby untuk bantu ngejar. Sampai akhirnya setelah hampir 1 jam, dia berhenti. Keluar dari mobilnya dan marah ke aku, aku samperin mobilnya dan ngeluarin anak-anak. Zalfa langsung lari begitu aku turun dari mobil. Aisha sama Ara masih bingung, tapi ga lama mereka masuk ke mobilku. Aku langsung lanjut pulang ke rumah. Disitu yaa aku berhak marah dong, ngajak anak nginap di hotel, tapi belum dapat hotelnya. Sudah jam 8 lebih, ga berhenti untuk makan. Aku sampai rumah sudah jam 9.30, Zalfa langsung makan, kasian, dia kelaperan. Biasa jam 8 sudah makan. Aisha dan Ara masih shock jadi setelah shalat langsung tidur, ga makan "


Khalis menggenggam tangan Dona selama ia bercerita. Khalis dapat merasakan apa yang Dona rasakan saat itu. Rasa hampir kehilangan 3 putrinya, hingga ia nekad mengejar mobil mantan suaminya di malam hari.


Dona menarik nafasnya,


" Ternyata aku berbakat juga jadi pembalap atau polisi yang ngejar penjahat " canda Dona sambil tertawa.


" Don, kita dengerin kamu cerita itu, sampai merinding, deg-degan. Eee malah ngelawak!! " protes Ita.


" Bukan Dona kalau endingnya nangis!! emak kudu strong!!! emak kudu fight!! so don't mess with me!! " ucap Dona.


" Tapi benar Khal, Dona ini strong banget!! aku aja sampai nangis waktu aku nemenin dia ke Jakarta, bukannya aku yang nenangin dia, malah dia yang nenangin aku "


Dona pun tertawa lirih,


Khalis menatap lekat wajah Dona dan mengenggam tangannya semakin kuat. Dona pun merasakan kekhawatiran Khalis.


" But I'm okay now!! Alhamdulillah!! "


" Iya lah, dah ngelawak terus!! eh dapat jackpot!! " ucap Ita sambil melirik ke arah Khalis.


" Ini?? jackpot?? ini Mas Khalis, Mbak. Kenapa jadi jackpot?? apalagi cepot!!?? " canda Dona.


" Kaaaann!! kan kambuh lagi!!" protes Ita.


" Ini yang bikin kita ga bisa ikutan sedih berlarut-larut. Gimana mau sedih kalau pemeran utamanya ngelawak terus!! " tambah Ratna.


Dona pun tertawa melihat respon kedua sahabatnya itu.


" Yaa maaf, aku ga bakat jadi artis yang terdzalimi, ntar filmnya berubah jadi OVJ kalau aku yang main " candanya lagi.


" Donaaa, senang deh akhirnya kamu happy to the max!! " ucap Ita.


" Khal, jaga Dona yaa. Jaga sampai akhir hayat. Ga ada perempuan seperti Dona, kita yang sama-sama perempuan aja ga mungkin bisa kuat menghadapi apa yang Dona alami" tambahnya lagi.


" Iya Khal. Jaga Dona, pelawak alami di antara kita bertiga" ucap Ratna.

__ADS_1


" Oiya Don, Pak Reynold senang banget dengar kabar akhirnya kamu nikah lagi. In syaa Allah besok beliau datang. Bu Irma juga mau datang, beliau ga akan melewatkan momen pernikahan kamu "


" Alhamdulillah, waaa senangnya. Nginap dimana?? " tanya Dona.


" Pak Reynold berangkat besok pagi, langsung ke resepsi. Bu Irma, malam ini baru sampai sini. Kayaknya sih nginap disini juga "


" Eh keluarga Tyo ga ada yang datang?? " tanya Farhan.


" Orang tuanya ga bisa, yaa dah sepuh kan. Tapi katanya salah satu atau dua dari kakaknya Tyo mau datang. Ga tau juga, biasanya WA, tapi ini belum "


" Tyo ga datang?? " canda Ita.


" Yaaa kali dia mau datang, setelah pengejaran kemarin, aku rasa dia ga akan berani. Intinya jangan macam-macam sama Dona. Kalau 1 macam ga papa!! "


" Haadeee sedih ga jadi kalau kayak gini!!" protes Ita dan Ratna.


Dona kembali tertawa melihat ekspresi Ita dan Ratna, sedangkan Khalis hanya terdiam setelah mendengar cerita Dona.


Makan malam bersama pun usai, keempat anak Dona dan Khalis telah diantar pulang oleh Dimas.


Khalis dan Dona kembali ke kamar hotel mereka.


Setelah menyelesaikan rutinitas sebelum tidurnya, Dona berbaring di tempat tidur sambil membuka akun medsosnya.


Khalis berbaring di samping Dona sambil menatap wajah istrinya.


Setelah acara makan malam tadi, Khalis tampak lebih banyak diam, karena ia cukup terkejut akan akhir pernikahan Dona sebelumnya.


" Badannya kecil tetapi menyimpan luka yang teramat besar " batin Khalis.


Dona menyadari jika Khalis memandanginya sedari tadi, ia pun meletakkan hpnya dan memiringkan badannya menghadap ke arah Khalis.


" Kenapa Mas?? apakah diriku begitu memukau?? hingga engkau tak melepaskan pandanganmu dariku?? " canda Dona.


Khalis pun meraih badan Dona dan memeluknya.


" Iya, Sayang sangat memukau diriku. Sayang telah berhasil membuat diri ini merasa ga ada apa-apanya "


" Hmm maksudnya ??? " tanya Dona.


" Mas kira, sakit hati sewaktu Nadia meninggal adalah sakit hati terburuk yang pernah ada. Tetapi ternyata, ditinggal meninggal secara perlahan dalam arti proses sakitnya telah menunjukkan ke arah sana, jadi sedikit banyak sudah mempersiapkan hal yang terburuk.


Dibanding dengan cerita Sayang, dikhianati, dibohongi, hingga dihina seperti itu, oleh orang yang dicintai, orang yang dipercayai. Aku ga tahu bagaimana Sayang bisa.. hmm overcome with it... bisa membuka hati Sayang lagi untuk aku, menerima seseorang untuk masuk ke dalam kehidupan Sayang lagi... it's not easy.... "


" Mas, aku sudah move on, sudah banget. 2 tahun ia menghilang itu sudah cukup membuktikan bahwa ia adalah pria yang sangat tidak bertanggung jawab, yang utama lagi, dia tidak takut Allah. Artinya keimanan dia patut dipertanyakan, dan artinya lagi, dia tidak pantas menjadi ayah dari anak-anak. Aku bersyukur, Allah memberi aku anak-anak yang kuat, orang tua yang kuat, aku dikelilingi oleh orang-orang yang kuat. Do'a dan dukungan mereka membuat aku bisa kuat. Allah Maha Baik, dari setiap kesulitan dan kesusahan yang kita hadapi, ada pahala yang besar jika kita menerimanya dengan ikhlas. Semuanya ada balasannya, kalau tidak di dunia yaa di akhirat nanti. Makanya aku tenang, karena ku serahkan semua urusanku ke Allah. Allah memberikan jalan ke A yaa jalan ke A, tiba-tiba di tengah jalan harus ke B yaa mau ga mau ke B. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Dan Mas adalah yang terbaik buat aku "


" Waaah prestasi!!! aku bisa ngomong kayak gini!!! "


" Saaayaaaaang!!!!....ga jadi terharu kalau begini!!!! "

__ADS_1


Dona hanya tertawa melihat ekspresi wajah Khalis antara terharu, kesal dan geli.


__ADS_2