
" Ciiyeeeee mbak Aisha sama Bang Raffa nii yeee!!! " goda Ara.
" Ih siapa juga yang bilang mau. "
" Jadi kamu ga mau?? eh Bang Raffa tambah ganteng lho, nih tadi bunda kirim fotonya. "
Dona menunjukkan foto Raffa dari HPnya.
" Tambah putih aja sih Bang Raffa, " ucap Ara.
" Kata Bunda, itu efek kamera, aslinya ga seputih itu. "
" Eh, Bunda masih di Surabaya, Bu?? " tanya Aisha.
" Katanya sih baru pindah ke sini lagi. Tapi karena rumahnya baru di renovasi jadi belum bisa ketemu di rumahnya. "
" Jakartanya dimana?? " tanya Khalis.
" Slipi. "
" Ooo ngantuk, " canda Zalfa.
" Kapan yaa kita bisa ngobrol serius?? " protes Aisha.
" Kapan-kapan!!! " jawab kesemuanya kompak.
" Raffa kerja dimana ?? " tanya Khalis.
" Di rumah sakit Premier " jawab Dona.
" Eh ga jauh dari sini. "
" Bang Raffa dokter apa, Bu?? " tanya Ara.
" Masih dokter umum, tapi rencananya mau ambil spesialis penyakit dalam, " jawab Dona.
" Sha, boleh tuh, " ucap Rafif.
" Tau ah "
" Kalian istikharah aja dulu, nanti kalau sudah ada jawabannya, kita ngobrol lagi, " ucap Dona.
Malam hari sebelum tidur, Khalis yang asyik tiduran sambil membaca laporan penjualan cafe, sayup-sayup mendengar Dona berbicara sendiri.
" Nanti ada Rafif juga ada Raffa, " canda Dona.
" Lucu juga kalau mereka jadi, teman main waktu kecil, " tambah Dona.
" Menurut Mas gimana?? "
" Raffanya gimana?? sudah pernah bicara sama Sayang atau mbak Ita?? "
" Belum sih, ini baru idenya mbak Ita aja, belum ngobrol ke Raffa."
" Yaa harus dipastikan dulu, Raffanya mau atau ga, nanti Aisha sudah OK tiba-tiba disana ga OK kan jadi masalah."
Notifikasi WA Dona berbunyi.
" Don, Raffa bilang terserah Bunda, dia ga masalah yang penting aku suka. "
" Jadi deal nih Mbak?? "
" Iya lah, buruan aku tunggu jawabannya. "
" In syaa Allah secepatnya. "
Dona memberikan HPnya ke Khalis dan memintanya untuk membacanya.
" Ok deh, misi perjodohan. "
" Wait!! ini kenapa yaa, para lelaki kok terima beres begini?? ga ada protes mau yang gimana-gimana?? " tanya Dona.
" Lebih cepat prosesnya lebih hemat, mikirnya juga ga capek Yang. Nyiapin mental untuk kedepannya itu yang jadi PR, tapi sepertinya mereka sudah paham. "
" Hooo gitu yaa. Tapi iya juga sih, males mikir, paling enak terima beres. "
" Iya kan, Sayang juga dulu gitu, terima beres."
" Hmmm dia lupa nih.... WA ter-unfaedah yang ajaib. "
" Apa?? WA yang mana?? " tanya Khalis tidak mengerti.
" Waaah serius Pak Bose lali lulelo iki!! "
" Iku lho Mas.... yang dipilih dipilih dipilih ala-ala pedagang ITC !! "
Khalis pun tertawa mengingat kekonyolannya saat itu.
" Heran deh, laki nih, usia 45 tahun!! isi WAnya seperti ini?? amazing!! yang lebih amazing lagi ternyata aslinya suka aneh. "
" Makanya, Mas ngelamar Sayang "
" Waaaa.... waaaa... jadi maksud Mas, aku aneh?? gitu??!! "
__ADS_1
" Hmmm kira-kira jawabannya apa yaa?? " canda Khalis.
" Ish... tak patut. "
" Patutin aja lah Yang, kan sama suami?? "
" Mas, kita ngebahas apa sih?? penting ga sih?? back to the unfaedah conversation sponsored by Khalis Ghiban "
" Santai aja Yang, laki-laki memang suka yang simpel apalagi ga pakai mikir. Trus melakukan hal-hal yang ga penting tapi nikmat, waaa itu kepuasan tersendiri. "
" Contohnya?? "
" Mancing, ga mikir, ga penting tapi nikmat. "
" Ish, memang aneh."
" Trus apa lagi?? "
" Nonton pertandingan olahraga, ga mikir, ga penting tapi seru."
" Itu sih iya, aku juga suka. "
" Hmmm apalagi yaaa, itu deh, males mikir, " jawab Khalis seadanya.
" Haadeee, yang begini kok bisaa jadi Bos. "
" Karena ketika sudah berada di kantor, kami para pria berkamuflase, berubah menjadi robot petarung. "
" Hooo kamu flase... kalau aku?? "
" Aku padamu lah Yang "
" Padamu aku yaa "
" Seperti ini minta percakapan yang berfaedah?? laaa ini, isi otaknya unfaedah semua !! " ucap Khalis.
" Memang benar pertanyaan Aisha, kapan kita bisa serius?? dan jawabannya juga benar, kapan-kapan. Kita besok ngelenong aja deh !! " tambah Dona.
" Hahaha ada yang sewot. "
" Yes... say what!! Say what. "
" Yang, semakin error deh. "
" Ah gelap. Eh Mas, ingetin aku, besok WA Ayu, buat urusan Rafif "
" Woke, kalau urusan kita gimana?? "
" Ups, Nyonya besar moodnya sedang ga bagus. Mau es krim?? martabak manis?? "
" Kalau aku jawab mau, memangnya mau nyari, malam-malam begini?? "
" Ayo, Mas serius nih nawarin, kita midnite snack "
" Kita berdua atau seRT?? "
" Yaa berdua lah Yang, ngapain ngajak pasukan sirkus, biarin mereka di rumah aja. Kita kan sudah lama ga pacaran. Lagian kan belum pernah pacaran menjelang tengah malam begini."
" Waduh Bapak Khalis moodnya sedang aduhai nih, ngajakin aku pacaran jalan-jalan beli martabak manis?? "
Khalis pun mengganti celana panjangnya, sebelum keluar.
" Lets go, Babe"
" Maaaasss!!! geli ah!! "
" Mas ga ngelitikin Sayang, kok geli?? "
" Aaauuuuuk.... "
Lalu Khalis keluar dari kamar dan melihat Rafif yang sedang mengambil air minum.
" Fif, Ayah mau keluar sebentar sama Ibu "
" Mau kemana Yah?? malam-malam begini?? "
" Mau pacaran, " jawab Khalis sambil berjalan menuju carport dan segera menyalakan mesin mobilnya.
Ekspresi wajah Rafif pun mendadak berubah,
" What??? Ayah mau ngapain?? " tanyanya kebingungan.
Dona yang baru saja turun dan melihat Rafif seperti kehilangan sesuatu pun bertanya.
" Kenapa Fif?? kok seperti ada yang hilang?? atau bingung?? "
" Eh, ga Bu. Tapi tadi Ayah bilang, katanya Ayah mau pacaran dulu sama Ibu. "
" Ooo, iya tuh, Ayah lagi centil. Ngajakin Ibu pacaran malam-malam begini. Mau jajan martabak manis katanya."
" Hah ?? apa ?? beneran ?? Ayah ?? sejak kapan?? "
" Sejak tadi, selesai makan malam tuh " jawab Dona sekedarnya.
__ADS_1
" Ibu juga samaaaa aajaaaa !! "
" Beda lah, ayah kan laki, Ibu perempuan, beda Fif."
" Bu, buruan deh, sudah ditunggu Ayah di mobil tuh " ucap Rafif sambil mendorong badan Dona menuju pintu rumahnya yang membuat Dona tertawa.
" Yowes Ibu pergi yaa, baik-baik di rumah, jangan berantem yaaa. Kunci pintunya... "
" Buuuu.... sudah!! buruan masuk mobil!!! "
Dona pun tertawa melihat Rafif yang keheranan dan juga kesal.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam ," jawab Rafif lalu menutup pintu rumahnya.
" Kenapa sih ayah sama ibu?? kok jadi centil?? kompak lagi centilnya !! "
" Ah ribet!! mendingan tidur!! "
Khalis pun melajukan kendaraannya menuju kios martabak bangka langganan Dona di daerah Kelapa Gading.
Sembari menyetir, Khalis menghubungi penjual martabak manis langganannya.
" Bang, pesan 1 martabak manis coklat, 1 keju dan 1 oreo saya ambil sebentar lagi."
" Yaah Pak, sudah mau tutup ini!! "
" Tapi belum tutup kan, buruan deh bikinin, saya sudah di jalan nih. "
" Aduh Pak, sebentar saya tanya dulu. "
Lalu...
" Ok deh, pas adonannya buat 3 martabak. "
"'Sip, saya sebentar lagi sampai yaa. Atas nama Khalis, jangan lupa ya !! "
" Iya Pak Khalis, saya ingat kok. Nomornya sudah tersimpan di sini."
Setelah menutup sambungan teleponnya,
" Rezekinya Sayang tuh, adonannya pas untuk 3 porsi."
" Kita bakalan membulat makan itu di tengah malam begini. "
" Bulat sexy ga papa Yang. "
" Ooo pleaseeee... jebaaaalll!! "
Khalis pun tertawa, ntah kenapa ia tidak pernah bosan menggoda Dona dengan kata-kata yang sebenarnya biasa saja, tetapi untuk Dona itu sesuatu yang membuatnya ingin menghilang.
" Ususnya masih geli?? "
" Dah ga, ih kenapa sih nanyain ususku?? internis?? "
" Hmm yang mengobrak-abrik organ dalam Sayang?? "
" Mas!! sekali lagi nih yaa, beneran ini!!! ... "
" Sekali lagi kenapa?? "
" Sekali lagi... eh sesungai aja deh!! .... huaaaa kenapa ikutan eror!!! Mas tanggung jawab!!! "
" Laaa bukannya Sayang itu master error?? "
Khalis pun tertawa melihat ekspresi manyun Dona.
Setelah hampir 30 menit, tibalah mereka di kedai martabak Bangka Bong Ngian, Kelapa Gading.
" Pesanan atas nama Khalis. "
" Ini Pak, 1 coklat, 1 keju dan 1 oreo, totalnya 150 ribu. "
" Terima kasih Mas!! "
Khalis pun kembali menjalankan mobilnya menuju arah jalan pulang ke rumah mereka.
" Terus kita langsung pulang aja nih?? pacarannya dimana?? " tanya Dona.
" Oiya, kita mau pacaran ya?? kemana ya?? "
" Hmm paksu ga jelas deh."
" Kita keliling jalan tol aja, mau ga?? " tanya Khalis.
" Mau ngabisin bensin ?? "
" Hmmm, atau ke Ancol, melipir sebentar ke pantainya?? "
" Terserah aja, aku hanya mau makan martabak manis ini, yang aromanya telah memenuhi mobil ini. "
" Well, let's go home, then!! "
__ADS_1