New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 94 Perjodohan


__ADS_3

" Ciiyeeeee mbak Aisha sama Bang Raffa nii yeee!!! " goda Ara.


" Ih siapa juga yang bilang mau. "


" Jadi kamu ga mau?? eh Bang Raffa tambah ganteng lho, nih tadi bunda kirim fotonya. "


Dona menunjukkan foto Raffa dari HPnya.


" Tambah putih aja sih Bang Raffa, " ucap Ara.


" Kata Bunda, itu efek kamera, aslinya ga seputih itu. "


" Eh, Bunda masih di Surabaya, Bu?? " tanya Aisha.


" Katanya sih baru pindah ke sini lagi. Tapi karena rumahnya baru di renovasi jadi belum bisa ketemu di rumahnya. "


" Jakartanya dimana?? " tanya Khalis.


" Slipi. "


" Ooo ngantuk, " canda Zalfa.


" Kapan yaa kita bisa ngobrol serius?? " protes Aisha.


" Kapan-kapan!!! " jawab kesemuanya kompak.


" Raffa kerja dimana ?? " tanya Khalis.


" Di rumah sakit Premier " jawab Dona.


" Eh ga jauh dari sini. "


" Bang Raffa dokter apa, Bu?? " tanya Ara.


" Masih dokter umum, tapi rencananya mau ambil spesialis penyakit dalam, " jawab Dona.


" Sha, boleh tuh, " ucap Rafif.


" Tau ah "


" Kalian istikharah aja dulu, nanti kalau sudah ada jawabannya, kita ngobrol lagi, " ucap Dona.


Malam hari sebelum tidur, Khalis yang asyik tiduran sambil membaca laporan penjualan cafe, sayup-sayup mendengar Dona berbicara sendiri.


" Nanti ada Rafif juga ada Raffa, " canda Dona.


" Lucu juga kalau mereka jadi, teman main waktu kecil, " tambah Dona.


" Menurut Mas gimana?? "


" Raffanya gimana?? sudah pernah bicara sama Sayang atau mbak Ita?? "


" Belum sih, ini baru idenya mbak Ita aja, belum ngobrol ke Raffa."


" Yaa harus dipastikan dulu, Raffanya mau atau ga, nanti Aisha sudah OK tiba-tiba disana ga OK kan jadi masalah."


Notifikasi WA Dona berbunyi.


" Don, Raffa bilang terserah Bunda, dia ga masalah yang penting aku suka. "


" Jadi deal nih Mbak?? "


" Iya lah, buruan aku tunggu jawabannya. "


" In syaa Allah secepatnya. "


Dona memberikan HPnya ke Khalis dan memintanya untuk membacanya.


" Ok deh, misi perjodohan. "


" Wait!! ini kenapa yaa, para lelaki kok terima beres begini?? ga ada protes mau yang gimana-gimana?? " tanya Dona.


" Lebih cepat prosesnya lebih hemat, mikirnya juga ga capek Yang. Nyiapin mental untuk kedepannya itu yang jadi PR, tapi sepertinya mereka sudah paham. "


" Hooo gitu yaa. Tapi iya juga sih, males mikir, paling enak terima beres. "


" Iya kan, Sayang juga dulu gitu, terima beres."


" Hmmm dia lupa nih.... WA ter-unfaedah yang ajaib. "


" Apa?? WA yang mana?? " tanya Khalis tidak mengerti.


" Waaah serius Pak Bose lali lulelo iki!! "


" Iku lho Mas.... yang dipilih dipilih dipilih ala-ala pedagang ITC !! "


Khalis pun tertawa mengingat kekonyolannya saat itu.


" Heran deh, laki nih, usia 45 tahun!! isi WAnya seperti ini?? amazing!! yang lebih amazing lagi ternyata aslinya suka aneh. "


" Makanya, Mas ngelamar Sayang "


" Waaaa.... waaaa... jadi maksud Mas, aku aneh?? gitu??!! "

__ADS_1


" Hmmm kira-kira jawabannya apa yaa?? " canda Khalis.


" Ish... tak patut. "


" Patutin aja lah Yang, kan sama suami?? "


" Mas, kita ngebahas apa sih?? penting ga sih?? back to the unfaedah conversation sponsored by Khalis Ghiban "


" Santai aja Yang, laki-laki memang suka yang simpel apalagi ga pakai mikir. Trus melakukan hal-hal yang ga penting tapi nikmat, waaa itu kepuasan tersendiri. "


" Contohnya?? "


" Mancing, ga mikir, ga penting tapi nikmat. "


" Ish, memang aneh."


" Trus apa lagi?? "


" Nonton pertandingan olahraga, ga mikir, ga penting tapi seru."


" Itu sih iya, aku juga suka. "


" Hmmm apalagi yaaa, itu deh, males mikir, " jawab Khalis seadanya.


" Haadeee, yang begini kok bisaa jadi Bos. "


" Karena ketika sudah berada di kantor, kami para pria berkamuflase, berubah menjadi robot petarung. "


" Hooo kamu flase... kalau aku?? "


" Aku padamu lah Yang "


" Padamu aku yaa "


" Seperti ini minta percakapan yang berfaedah?? laaa ini, isi otaknya unfaedah semua !! " ucap Khalis.


" Memang benar pertanyaan Aisha, kapan kita bisa serius?? dan jawabannya juga benar, kapan-kapan. Kita besok ngelenong aja deh !! " tambah Dona.


" Hahaha ada yang sewot. "


" Yes... say what!! Say what. "


" Yang, semakin error deh. "


" Ah gelap. Eh Mas, ingetin aku, besok WA Ayu, buat urusan Rafif "


" Woke, kalau urusan kita gimana?? "


" Ups, Nyonya besar moodnya sedang ga bagus. Mau es krim?? martabak manis?? "


" Kalau aku jawab mau, memangnya mau nyari, malam-malam begini?? "


" Ayo, Mas serius nih nawarin, kita midnite snack "


" Kita berdua atau seRT?? "


" Yaa berdua lah Yang, ngapain ngajak pasukan sirkus, biarin mereka di rumah aja. Kita kan sudah lama ga pacaran. Lagian kan belum pernah pacaran menjelang tengah malam begini."


" Waduh Bapak Khalis moodnya sedang aduhai nih, ngajakin aku pacaran jalan-jalan beli martabak manis?? "


Khalis pun mengganti celana panjangnya, sebelum keluar.


" Lets go, Babe"


" Maaaasss!!! geli ah!! "


" Mas ga ngelitikin Sayang, kok geli?? "


" Aaauuuuuk.... "


Lalu Khalis keluar dari kamar dan melihat Rafif yang sedang mengambil air minum.


" Fif, Ayah mau keluar sebentar sama Ibu "


" Mau kemana Yah?? malam-malam begini?? "


" Mau pacaran, " jawab Khalis sambil berjalan menuju carport dan segera menyalakan mesin mobilnya.


Ekspresi wajah Rafif pun mendadak berubah,


" What??? Ayah mau ngapain?? " tanyanya kebingungan.


Dona yang baru saja turun dan melihat Rafif seperti kehilangan sesuatu pun bertanya.


" Kenapa Fif?? kok seperti ada yang hilang?? atau bingung?? "


" Eh, ga Bu. Tapi tadi Ayah bilang, katanya Ayah mau pacaran dulu sama Ibu. "


" Ooo, iya tuh, Ayah lagi centil. Ngajakin Ibu pacaran malam-malam begini. Mau jajan martabak manis katanya."


" Hah ?? apa ?? beneran ?? Ayah ?? sejak kapan?? "


" Sejak tadi, selesai makan malam tuh " jawab Dona sekedarnya.

__ADS_1


" Ibu juga samaaaa aajaaaa !! "


" Beda lah, ayah kan laki, Ibu perempuan, beda Fif."


" Bu, buruan deh, sudah ditunggu Ayah di mobil tuh " ucap Rafif sambil mendorong badan Dona menuju pintu rumahnya yang membuat Dona tertawa.


" Yowes Ibu pergi yaa, baik-baik di rumah, jangan berantem yaaa. Kunci pintunya... "


" Buuuu.... sudah!! buruan masuk mobil!!! "


Dona pun tertawa melihat Rafif yang keheranan dan juga kesal.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam ," jawab Rafif lalu menutup pintu rumahnya.


" Kenapa sih ayah sama ibu?? kok jadi centil?? kompak lagi centilnya !! "


" Ah ribet!! mendingan tidur!! "


Khalis pun melajukan kendaraannya menuju kios martabak bangka langganan Dona di daerah Kelapa Gading.


Sembari menyetir, Khalis menghubungi penjual martabak manis langganannya.


" Bang, pesan 1 martabak manis coklat, 1 keju dan 1 oreo saya ambil sebentar lagi."


" Yaah Pak, sudah mau tutup ini!! "


" Tapi belum tutup kan, buruan deh bikinin, saya sudah di jalan nih. "


" Aduh Pak, sebentar saya tanya dulu. "


Lalu...


" Ok deh, pas adonannya buat 3 martabak. "


"'Sip, saya sebentar lagi sampai yaa. Atas nama Khalis, jangan lupa ya !! "


" Iya Pak Khalis, saya ingat kok. Nomornya sudah tersimpan di sini."


Setelah menutup sambungan teleponnya,


" Rezekinya Sayang tuh, adonannya pas untuk 3 porsi."


" Kita bakalan membulat makan itu di tengah malam begini. "


" Bulat sexy ga papa Yang. "


" Ooo pleaseeee... jebaaaalll!! "


Khalis pun tertawa, ntah kenapa ia tidak pernah bosan menggoda Dona dengan kata-kata yang sebenarnya biasa saja, tetapi untuk Dona itu sesuatu yang membuatnya ingin menghilang.


" Ususnya masih geli?? "


" Dah ga, ih kenapa sih nanyain ususku?? internis?? "


" Hmm yang mengobrak-abrik organ dalam Sayang?? "


" Mas!! sekali lagi nih yaa, beneran ini!!! ... "


" Sekali lagi kenapa?? "


" Sekali lagi... eh sesungai aja deh!! .... huaaaa kenapa ikutan eror!!! Mas tanggung jawab!!! "


" Laaa bukannya Sayang itu master error?? "


Khalis pun tertawa melihat ekspresi manyun Dona.


Setelah hampir 30 menit, tibalah mereka di kedai martabak Bangka Bong Ngian, Kelapa Gading.


" Pesanan atas nama Khalis. "


" Ini Pak, 1 coklat, 1 keju dan 1 oreo, totalnya 150 ribu. "


" Terima kasih Mas!! "


Khalis pun kembali menjalankan mobilnya menuju arah jalan pulang ke rumah mereka.


" Terus kita langsung pulang aja nih?? pacarannya dimana?? " tanya Dona.


" Oiya, kita mau pacaran ya?? kemana ya?? "


" Hmm paksu ga jelas deh."


" Kita keliling jalan tol aja, mau ga?? " tanya Khalis.


" Mau ngabisin bensin ?? "


" Hmmm, atau ke Ancol, melipir sebentar ke pantainya?? "


" Terserah aja, aku hanya mau makan martabak manis ini, yang aromanya telah memenuhi mobil ini. "


" Well, let's go home, then!! "

__ADS_1


__ADS_2