
2 tahun berlalu, kontrak masa jabatan Khalis di Jogja akan berakhir dalam 3 bulan.
" Mas, kapan selesai kontraknya?? " tanya Dona.
" 3 bulan lagi, kenapa?? "
" Trus dipindahkan?? atau ada kemungkinan diperpanjang, kah?? " tanya Dona lagi.
" Hmmm, bisa 2-2nya. Kalau dipindahkan, paling juga kembali ke pusat, karena aku kan rekrutan pusat "
" Rafif sudah mau lulus, nanti kuliahnya yaa dimana saja ga masalah karena bisa ngekost kalau jauh. Aisha biar selesaikan SMAnya disini, tanggung, kan baru masuk. Ara, boarding jadi ga masalah, palingan yang ikut pindah Zalfa dan Alta saja "
" Nah, Mas paham, Sayang berat untuk ninggalin bapak sama ibu berdua aja kan?? Belum lagi bisnis katering Sayang juga semakin banyak orderannya "
Khalis menggenggam kedua tangan Dona,
" Yang, we'll see later on ya. For now, kita do'a aja minta diberikan yang terbaik. Allah Maha Tahu, serahkan semua ke Allah, okay?? "
" K "
Hari demi hari dirasakan sedikit lebih berat oleh Dona, karena adanya kemungkinan Khalis pindah tugas ke Jakarta. Hingga apa yang Dona khawatirkan, menjadi nyata.
" Tadi Mas sudah dapat surat pindah tugas ke Jakarta, tertanggal 1 bulan Juli sudah di kantor pusat. Artinya 2 bulan dari sekarang, kita pindah "
Dona diam, tidak menjawab.
" Tetapi pekan lalu, Mas dapat tawaran untuk jadi executive manager perusahaan otomotif di Qatar, kontrak kerja 5 tahun. Kalau ok, 2 bulan dari sekarang pindahnya "
" Qatar ??? Arab?? " tanya Dona.
" Iya, bukan di Sumatra "
" Ish "
" Lagian diajak ngomong diam aja "
" Jakarta aja ku galau, lah ini Qatar !! "
" Tawaran dari mana?? kok bisa?? "
" Sebenarnya tawaran ini sudah dari bulan lalu, yang nawarin teman SMA yang juga kerja di Qatar. Batas waktunya 2 pekan lagi untuk menjawab "
" Kok baru cerita?? "
" Kan Mas harus mikir dulu, kira-kira gimana, condong kemana dan nunggu juga dari pusat, apa stay disini atau kembali ke Jakarta atau ke Qatar ?? "
" Trus hasil mikirnya apa?? "
" Menurut Sayang?? "
__ADS_1
" Kalau aku, yang mana lebih nyaman. Di usia segini, pindah tempat kerja artinya berganti keseluruhan, apalagi pindah negara, banyak yang harus dipikirkan, adaptasi bahasa, udara yaa lingkungan semuanya. Mas, pasti sudah punya jawabannya kan?? "
" But anyway, how much the salary in Qatar ??"
" 200.000 US dollar / year "
" Sekitar 240 juta rupiah/ bulan " lanjut Khalis.
" And how much you're making now?? "
" 30 juta/ bulan ++ "
" It's 8 times!!! "
" Yup, so what do you think?? "
" Do you really have to ask me?? really!!??? "
" Yaa, you're my wife, I have to, I need your opinion, even though no matter what, you will always follow me, but still, I need your opinion, your point of view "
" Kalau tutup mata dan only lihat pendapatannya di sana, I'd choose Qatar. But its not about the money, even it's tempting "
" First, jauh dari keluarga, but dekat dengan rumah Allah, it makes me galau "
Khalis pun tertawa.
" Laaa .... I'm serious Mas... "
" Perbedaan bahasa, kalau buat Mas, mungkin ga terlalu masalah, karena berhubungan dengan dunia profesional, bisa pakai bahasa Inggris, but di lingkungan sekitar, sekolah mungkin bisa di sekolah Indonesia di kedutaan di sana atau yaa sekolah internasional, but aku?? untuk bersosialisasi di lingkungan sekitar, ga mungkin dong pakai Inggris melulu, bahasa Arab ku hanya di Al Fatihah "
" Or, Mas berangkat tapi aku tetap di sini, LDR kita. Tapi ga ah, kalau sepekan sekali bisa pulang sih ga masalah, sebulan?? 2?? 3 ??!!! ga deh "
" Teruuusss, hmmm apa lagi yaaa. Jauh dari keluarga, perbedaan bahasa, hmmm ooo, biaya hidup pasti lebih mahal, gaji sih gede tapi pengeluaran lebih besar juga "
" Biaya hidup disana, kisaran 100-150 juta per bulan, we still save minimal 100 juta per bulannya " ucap Khalis.
" Sincha???!!! "
" Yup!! "
" Aaah gelap!!! Mas, aku ngikut aja, ga mau mikir!! "
Khalis menunjukkan WA yang berisi fasilitas yang akan ia dapatkan selama bekerja disana kepada Dona.
Setelah Dona selesai membacanya,
" Yuk kita pindah ke Qatar!! "
Khalis pun tertawa.
__ADS_1
" I knew it!! "
" Kenapa ga dari tadi sih ngasih infonya?? yang lengkap gitu lho!! "
" Yaa biar pandangannya belum teracuni dengan fasilitas menggiurkan ini "
" Anak-anak pasti njerit pingin ikut semua "
" Iya, ga papa kita bawa semua. Disana sekolah gratis, sekolah sunnah semua, pengeluaran hanya untuk makan dan transportasi "
" Rafif kuliah disana juga bisa " tambah Khalis.
" Ok, weekend ini, kita kumpulin pasukan " ucap Dona.
" Ok!!! "
Di akhir pekan, ketika semua berkumpul di rumah.
" Ayah mau bicara, tidak ada yang motong, sampai Ayah selesai "
" Apa sih?? kok serius banget?? " tanya Rafif.
" Ini memang serius, jadi dengerin yaa. Kita pindah ke Qatar, Ayah dapat kerjaan di sana. Kita pindah setelah kalian terima rapot. Dari sekarang Ayah dan ibu sudah mendaftarkan kalian untuk sekolah di sana, kecuali Rafif yang akan kuliah, silahkan daftar sendiri, cari kampusnya dan jurusan yang diminati. Disana dekat dengan Saudi, in syaa Allah kita bisa umrah sekeluarga, dengan biaya yang murah, karena dekat. Untuk bahasa, kalian sekolah di sekolah internasional, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tetapi pelajaran bahasa Arab tetap menjadi pelajaran wajib "
Keempat anak mereka pun hanya terdiam mendengarkan ayah mereka berbicara.
" Hmm kayaknya mereka masih loading nih!! " ucap Dona.
" Ok, dengerin ibu yaa. Setelah terima rapot kita pindah ke Doha, ibukota Qatar, nanti bisa lihat di peta. Kalian siapin diri aja, disana sudah disediakan tempat tinggal dan kendaraan. Ini rumahnya dan ini mobilnya " Dona menunjukkan foto rumah dan mobil dinas dari HPnya.
" Jadi cukup bawa pakaian dan apa yang akan kalian butuhkan selama sekolah disana, bisa dibeli disana. Kalau ada yang mau kalian bawa dari sini, juga bisa tapi secukupnya saja. Kapan berangkatnya?? masih menunggu keputusan dari sana, tiket dll. Teruuuusss hmmm, oiya, disana sama seperti disini, udaranya juga panas. Kalau kalian penasaran, gugling di internet aja, Doha seperti apa. Ok!! jadi setelah terima rapot, kita cuzz ke Doha "
Wajah mereka pun berubah dari bingung menjadi.....
" Yeeeeaaaaa!!! pindaaaah ke luar negeri!!!! Ahlan Wa Sahlan mode on!!!! " teriak Ara.
" Pindah!!! pindah!!! yeeaaaa!! "
" Naik pesawat yang gede dan lamaaaaa!!! "
Khalis dan Dona berpandangan,
" Caranya cukup kalimat perintah, mau apa, kemana, nyiapin apa. Mereka cuma dengar itu doang!! "
" Hmmm yowes, urusan bocah ku delegasikan kepada ibunya saja yaa "
" Siap Pak Bos!! "
" Eh kita harus ngasih tahu ke bapak, ibu lho " lanjut Dona.
__ADS_1
" Iya, malam ini setelah makan malam. Setelah itu kita video call Jakarta. Nah, besok, Sayang video call berlima, untuk ngebahas siapa yang akan ke sini, nemenin bapak ibu "
" Woke!! "