New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 35


__ADS_3

Akhirnya selesai sudah prosesi akad nikah Khalis dan Dona.


Anak-anak mereka, telah pulang ke rumah orang tua Dona. Tinggallah mereka berdua di kamar hotel.


" Aku siap-siap Jum'atan ya " ucap Khalis sambil masuk ke kamar mandi.


Dona melihat sekeliling kamar hotelnya, lalu ia mulai melepaskan kain jilbabnya satu persatu.


Rasa malu mulai menyelimuti dirinya,


" Aduuuuuh iniiii... aku takut!!! sssttt Donaaa!! what were you thinking!!! it's not your first time!!! but still.... I wanna run to Timbuktu!!! Duh harus ganti baju sebelum dia keluar dari kamar mandi!! Ini jilbab kenapa pakai acara berlapis-lapis sih!! "


" Ah selesai!! mana baju ganti!! di koper!! mana koperku!! nah pinter, kamu anteng yaa diam, aku mau ambil baju dulu. Nah inih!! jangan keluar dulu, plis jangan!! tunggu sampai selesai ganti... pliiiiss!!! "


Bunyi kunci pintu kamar mandi dibuka,


" Tunggu!! jangan keluar dulu... ntaaarrrr!! " teriak Dona.


Khalis terdiam,


" Kenapa?? ada apa?? " batinnya.


" Honey?? are you okay?? "


" Is something wrong?? "


Dona yang sedang memakai bajunya pun menjawab,


" I'm okay, there's nothing wrong. Just hold a second... nah, okay!! you can come out now!! "


Khalis pun keluar kamar mandi dengan pandangan menyelidik, ada apa barusan.


Setelah melihat Dona yang sudah melepas jilbab dan berganti pakaian, ia pun tertawa.


" Nah diketawain!! "


" Ya Allah!! jadi tadi lagi ganti baju?? gitu aja kayak ada sesuatu!! "


" Yang, cincin yang kemarin pas ga?? "


" Kegedean, tapi sudah aku kecilin. Nih.. " jawab Dona sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya.


" Makan rotinya dulu sebelum Jum'atan "


" Iya, bareng yuk "


Khalis dan Dona pun duduk berhadapan.


" Hmmm gini toh mukanya Pak Bos Kulkas eh melted " ucap Dona sambil memandangi wajah Khalis.


Khalis tersenyum dan mencium kening Dona.


" Yang, punya berapa kepribadian?? "


" Hmmm berapa yaa?? 4 kayaknya sih. 1, suami pribadi, 2, anak pribadi, 3, mobil pribadi, 4, katering pribadi " jawab Dona santai.


Khalis pun tertawa, lalu ******* bibir Dona. Tak lama, Dona pun mendorong Khalis.


" Dah buruan ke Masjid!! ntar telat!! "


" Siap Nyah!!"


Khalis pun harus mengulangi wudhunya karena telah mencium Dona.


" Jum'atan dulu yaa. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Lalu Dona menghubungi anak-anaknya di rumah,


" Assalamu'alaikum, ibuuuuuu " teriak Zalfa.


" Wa'alaikumsalam, mana mbak?? "


" Ada tuh lagi makan. Ayah mana?? "


" Sudah berangkat ke masjid, mas Rafif sudah ke masjid?? "


" Sudah, bareng yangkung sama pakde"


" Zalfa ga makan?? "


" Sudah, aku sudah selesai duluan. Ibu besok pulang kan?? "


" Iya, besok Ibu pulang. Ya udah dulu yaa, Zalfa jangan lupa shalat "


" Iya Bu "


" Nanti Ibu telpon lagi yaa. Assalamu'alaikum "

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam "


Tak lama, bel kamarnya berbunyi.


" Room service "


Room boy membawakan paket makan siang untuk Dona dan Khalis.


" Ini tadi dari acara di bawah " jelas Room Boy tersebut.


" Ooo ya, terima kasih "


Sebelum kembali ke kamar hotelnya, Khalis telah meminta waiter acara akadnya, untuk membawakan makan siang ke kamar mereka berdua.


Setelah membersihkan wajahnya, Dona pun melaksanakan ibadah shalat dzuhur.


Sambil menunggu Khalis pulang, ia mengirim pesan WA ke Ita.


" Mbak, nginep di lantai berapa?? aku di kamar 507 "


" Deketan kita, aku di 515. Eh keluar bentar"


Dona pun keluar kamarnya, dilihatnya Ita sedang berjalan menghampirinya.


" Ntar kita dinner bareng sama Ratna, mau ga?? sekalian kenalan "


" Boleh "


" Khalis sudah tahu ceritanya?? "


" Belum, aku belum kasih tahu, tapi sudah aku kasih clue sedikit "


" Dia ga nanya?? penasaran gitu?? "


" Cuma nanya kapan, kenapanya belum aku jawab... ntar lah "


" Yowes, ntar ba'da Isya, aku tunggu di restorannya jam 19.30. Jangan lupa "


" Iya, Mbak, makasih "


Tak lama Khalis pun kembali dari masjid.


" Mas, makan sekarang?? "


" Iya, sebentar ganti baju dulu "


" Mas, nanti malam kita dinner di restoran di bawah yaa. Aku janjian sama Mbak Ita dan Ratna "


" Siapa?? "


" Mbak Ita itu istri dari senior kampus dan kantor ayahnya Aisha, Ratna itu mantan atasannya di kantor "


" Kok bisa kesini?? "


" Yaa aku undang lah, kita berteman, ga ada hubungan sama kerjaan. Kalau ngobrol yaa masalah makanan, drakor tapi itu dulu, hmmm yaa seringnya sih berbagi resep "


Dona pun memperlihatkan beberapa WA Ita kepada Khalis.


Sambil membacanya,


" WAnya beginian semua?? makanan, wisata kuliner, masak apa sekarang, bagi resep, mager??!! "


Dona tertawa melihat ekspresi heran suaminya.


" Yaa gitu deh Mas, seru yaa. Seru dan ga penting, tapi hiburan "


Khalis menscroll daftar WA Dona,


" Ini apa?? the rempongs??! "


Dona kembali tertawa.


" Itu grup mak emak, aku sama mbak-mbak dan adik perempuan "


" Kalau yang ini, grup keluarga, ada ibu juga"


Khalis kemudian membaca nama grupnya.


" Indonesia lebih baik "


" Kok namanya?? "


Sambil tertawa, Dona menjawab,


" Itu Mas Verdi, kakak pertama, yang buat grupnya. Pas ditanya kenapa nama grupnya ini?? jawabnya yaa biar Indonesia lebih baik. Garing yaa "


" Tak kusangka, aku menikah dengan keluarga pelawak dan temannya pun pelawak semua??!! "


" Hihihi biar ga stres, Mas "

__ADS_1


" Pantesan anak-anak bilang, kalau ibu ketemu bude, pasti eror "


" Hahaha mereka bingung lihat emaknya, megang HP sambil ketawa-ketawa, tiada hari tanpa ke-eroran kami " ucap Dona sambil tertawa.


" Eh, anak-anak ga diajak?? " tanya Khalis.


" Kalau Mas mau antar jemput yaa, bolehlah "


" Ngapain aku yang antar jemput, suruh Dimas aja yang jemput anak-anak "


" Emang ga papa?? kan bukan urusan kantor "


" Ga papa lah, dia juga seneng, makan gratis di hotel "


" Hoke!! "


Dona mengirim pesan WA ke Aisha dan ibunya, untuk memberi tahu jika malam ini, anak-anak diajak makan di hotel.


Selepas maghrib, Dimas menjemput ke-4 anak Khalis dan Dona, menggunakan mobil baru Khalis.


" Yang, aku tunggu anak-anak di lobby"


" Ok "


Tak lama menunggu, keempat anaknya telah sampai di lobby hotel.


" Ayaaah!!! " teriak Zalfa.


" Zalfa, eee ga usah lari, jalan aja "


" Ibu dimana Yah?? " tanya Aisha.


" Di kamar, nanti kita ke restorannya ba'da isya. Sekarang naik aja dulu "


" Dim, kamu nunggu aja, sekalian makan malam disini. Ba'da isya kita ke restorannya "


" Baik Pak "


" Alhamdulillah, rezeki karyawan shalih " gumam Dimas.


Khalis beserta keempat anaknya menaiki lift untuk menuju lantai kamar tempat Khalis dan Dona menginap.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Bu, aku nonton yaa " pinta Zalfa begitu masuk ke dalam kamar hotel.


" Eeee datang-datang langsung mau nonton ??!! ga!! sebentar lagi isya. Ayo setoran hafalan dulu "


" Yaaaa kok ga libuuuurr???!! " protes Ara dan Zalfa.


" Ga ada libur, emang shalatnya pada libur?? "


" Ayo mulai !! Aisha, simak hafalan Ara. Zalfa sama ibu "


" Mas Rafif?? " tanya Zalfa.


" Mas Rafif sama Ayah " jawab Khalis.


Khalis tersenyum melihat ketegasan Dona dalam mendidik anak-anaknya.


Tak lama adzan Isya berkumandang.


" Rafif, ayo wudhu kita jama'ah di masjid "


Khalis dan Rafif segera menuju masjid untuk shalat isya' berjama'ah. Sedangkan Dona dan ketiga putrinya shalat berjamaah di dalam kamar hotel.


Setelah selesai, mereka bersiap menuju restoran di lantai dasar hotel tersebut.


Ketika keluar kamar,


" Don!! bareng aja turunnya!! " panggil Ita yang juga akan keluar kamar.


Setelah semua berkumpul mereka pun menuju lift.


" Mas, kenalin ini Mbak Ita, trus ini Bang Farhan. Hmm mereka ini... haadee ku harus jelasin yaaa?? "


" Saya senior mantan suami Dona, juga mantan atasannya di kantor. Dia sudah resign, makanya mantan " jelas Farhan.


" Ooo, saya Khalis ini putra saya Rafif "


" Kita sudah di tunggu Ratna dibawah, di pool side " ucap Ita.


" Aaiihh milih yang outdoor, di samping kolam pulak "


" Biar tambah romantis Don "


" Romantis kok segambrengan "

__ADS_1


__ADS_2