New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 24


__ADS_3

Sabtu pagi 1 pekan kemudian, Dona tengah menyelesaikan nasi kotak untuk sarapan acara family gathering kantor Khalis.


" Sudah jam 5.30, jam 6 nasi boxnya akan diambil Pak Andi, jadi kamu atur di depan sekalian. Biar nanti tinggal diangkut "


" Baik Bu "


" Oiya, kita juga langsung berangkat setelah nasi boxnya diambil. Jangan lupa siapkan tisu basah, handuk kecil, plastik untuk pakaian kotor dan plastik untuk tempat sampah. Oiya, tolong masukkan sandal saya ke mobil ya, buat nanti wudhu "


" Saya mau nyiapin anak-anak dulu "


" Baik Bu "


Dona menuju kamarnya di lantai atas, untuk melihat kesiapan anak-anaknya.


" Eh Zalfa sudah cantik, dah wangi, oiya siapa yang lagi mandi?? " tanya Dona.


" Mbak Ara, mbak Aisha sudah mandi, lagi ganti baju "


" Bu, aku mau sarapan "


" Zalfa turun sendiri yaa, Ibu mau mandi dulu. Minta sama mbak Tati ya "


" Iya Bu, aku turun ya Bu "


" Iya, ibu mandi sebentar yaa "


Tak lama Ara pun keluar dari kamar mandi.


" Kamu langsung ganti baju. Baju ganti, kaos kaki, sabun, handuk, sudah siap semua ya?? "


" Sudah Bu, tinggal masukin sandal aja "


" Ya sudah, ibu mandi dulu, kamu langsung sarapan!! "


" Iya Bu "


Tepat pukul 6, Pak Andi datang untuk mengambil nasi box dan paket BBQ untuk makan siang nanti.


Setelah semua terangkut ke dalam mobil, Dona kembali mengecek semua barang, memastikan tidak ada yang tertinggal.


" Alhamdulillah, sudah semuanya Pak, saya segera menyusul sebentar lagi "


" Baik Bu, kalau begitu saya langsung ke kantor. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Dona memanaskan mobilnya lalu memanggil ketiga putrinya agar segera bersiap untuk berangkat.


" Pak, Bu, aku berangkat yaa"


" Iya, hati-hati "


" Nggih, Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Dona bersama ketiga putri dan 2 asistennya berangkat menuju kantor Khalis.


Terlihat 2 bis executive pariwisata terparkir di depan gedung dealer otomotif tersebut.


Rahma yang tengah menunggu kedatangan Dona pun segera menghampiri.


" Mbak, langsung parkir di belakang aja. Pak Bos sama keluarganya sudah datang, tapi masih di lobby. Mbak nanti di bis 1 bareng aku, sama keluarga Pak Bos juga "


" Ok Ma, aku parkir dulu yaa "


Setelah Dona memarkirkan kendaraannya, ia segera menuju ke lobby.


" En, Tati, kamu langsung ke bis 1 yaa, titip tas baju ganti anak-anak, saya ke lobby dulu sama anak-anak "


"Baik Bu "


Di dalam lobby telah ramai dengan anggota keluarga karyawan, tetapi Khalis dan keluarganya tidak terlihat disana.


" Bu Dona, ditunggu Pak Bos di ruang tamu " salah seorang front officer menghampiri Dona dan mengajak Dona ke ruang tamu, di belakang lobby.


" Silahkan Bu"


" Terima kasih "


Dona mengetuk pintu ruang tamu.


" Masuk" jawab Khalis dari dalam.


Dona masuk ke dalam bersama ketiga putrinya.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, masuk dulu "


" Ibuuuu " panggil Rafif yang berdiri disamping neneknya.


" Eh Rafif, makin ganteng aja "


" Hehehe iya dong, kan anak instannya ibu " jawab Rafif diikuti oleh tawa Dona.


" Mas Rafif, berarti kakak instan Zalfa ya Bu. Bu, kakak instan itu apa sih?? anak instan?? aku tahunya mie instan " tanya Zalfa yang mengundang gelak tawa.


" Pagi-pagi, kok sudah ngasih soal ujian buat ibu ?? jawabannya nanti yaa " jawab Dona.


" Anak instan itu anak yang suka makan mie instan. Kakak instan itu, yaaa kakak yang suka makan mie instan !! " canda Ara yang kembali memecahkan suasana.


" Maaf.... "

__ADS_1


" Eh kenapa minta maaf, Anda pasti Dona ya, saya Nina ibunya Khalis " potong ibu Khalis sambil menghampiri Dona.


" Iya Bu " Dona pun menyalami ibu Khalis.


" Kenalin dong Khal, kok diam aja " pinta ayah Khalis.


" Iya Pak, kenalin ini Dona, ibu katering... hmm yaa pokoknya itu "


" Plus calon ibunya Rafif!! " celutuk Rafif kencang.


Dona membelalakkan matanya,


" Ini anak bisa bikin salah paham keluarga nih!! duuu timbuktu mana sih.... ku pingin kabur " gumam Dona dalam hati.


" Fif, nol yaa... big zero!! " ucap Khalis yang berusaha mengendalikan suasana.


" Ya Allah, aku dimiskinkan oleh ayahku sendiri!!! Yangti, dengar sendiri kan. Ayah tuh kayak gitu kalau sama aku!! " protes Rafif.


" Yangti ga ngerti, apa sih nol itu?? "


" Nol itu artinya aku ga dapat uang saku bulan ini "


" Panjang ceritanya Bu, nanti aja dibahasnya. Oiya lanjut kenalannya... "


" Aku protes!! " seru Dona.


" Eh protes kenapa?? " tanya Khalis tidak mengerti.


" Kok tadi aku disebut ibu katering??!! yang bagusan dikit dong Pak!! Mbok yao, ini Dona, ownernya katering Dona's Kitchen. Sing apik sithik ngono lho "


Keluarga Khalis tertawa,


" Mbak, kenalin aku Khansa adik tunggalnya Mas Khalis. Ini anakku Alisha trus ini suamiku Dzaki " Khansa menghampiri.


" Ini anaknya saya yang pertama Aisha, yang kedua Ara dan ketiga Zalfa " Dona memperkenalkan.


" Semuanya cantik seperti ibunya " puji ibu Khalis.


" Akan menjadi aneh kalau ganteng seperti ibunya " canda Khalis yang segera mendapatkan tatapan tajam dari sang bunda.


" Bercanda Bu "


" Uuwaauuu Pak Bose iso guyon tho... what a surprise... a joke from mr. fridge " balas Dona santai yang membuat Khalis terdiam.


" Mr. Fridge?? " tanya Khansa.


" Hihihi maaf itu bercandaan karyawan di sini, untuk sebutan Pak Khalis " jawab Dona.


" Mas Khalis??? Mr. Fridge??? really???!!! a clown become a fridge???!!! " ucap Khansa tak percaya akan panggilan untuk kakaknya.


" Iya, Sa. They called me, Pak Bos Kulkas. Percaya ga percaya, percaya aja lah. Pokoknya nanti kamu akan menemukan kakakmu dalam bentuk kulkas"


" Ngeri amat Mas, kok jadi kulkas??!!! eh kapan naik nih?? "


" Sudah siap semua belum?? kalau sudah yaaa ayo masuk ke bis sekarang"


" Bu!! aku mau di depan yaa " pinta Ara yang didengar oleh Khalis.


Khalis segera menaiki bis terlebih dahulu, untuk memastikan 6 baris terdepan masih kosong. Lalu dilihatnya Aisha dan Ara berjalan mendekati bis. Setelah keduanya di depan pintu, Khalis memanggilnya.


" Aisha, Ara, ini sudah Ayah kosongin baris paling depannya"


Aisha dan Ara segera berlari memasuki bis.


" Makasih Yaah " ucap mereka berdua.


Beberapa karyawan yang telah duduk di dalam bis pun berpandangan?? drama apakah ini???


Dona yang mendengar panggilan itu hanya pasrah akan opini karyawan kantor.


" Sekarep mu wae Pak!! " gumam Dona.


Ketika Dona menaiki bis bersama Zalfa, Rafif memanggilnya.


" Zalfa!! duduk sama mas Rafif yaaa!! "


" Asyiiiikk " Zalfa pun menghampiri Rafif yang duduk dibelakang Aisha dan Ara.


Satu persatu anggota keluarga Khalis menaiki bis, terlihat disetiap kursi telah tersedia paket sarapan mereka.


Rafif tanpa menunggu segera membukanya.


" Zalfa, sarapan dulu yuk. Mau Mas Rafif bantu buka plastiknya?? "


" Makasih Mas "


Dona memilih duduk di barisan samping Zalfa dan Rafif, agar mudah mengawasi ketiga putrinya itu.


" Mbak, aku duduk disini ya " Khansa menghampiri.


" Boleh, aku sendirian nih "


Khalis duduk di belakang supir, di depan Dona dan adiknya.


Bis segera melaju, setelah semua dipastikan telah menaikinya.


" Mbak, sudah berapa lama kenal Mas Khalis? " tanya Khansa.


" Hmmm hampir sebulanan kayaknya, yaa itu pas diminta katering untuk rapat "


" Ooo, tapi kok bisa ngirim juga ke apartemen?? "


" Yaa, aku dengar mereka seringnya beli, yaa daripada beli di tempat lain, mending beli di aku. Lagian ga kebayang juga sih, tinggal cuma berdua aja, pasti pulang kerja dan sekolah sudah capek, maunya kan tinggal makan. Jadi yaa aku kirim deh makanan untuk mereka berdua, tapi ga nyangka kalau ternyata berefek pada anak-anak yang langsung akrab "

__ADS_1


Khansa tersenyum mendengar jawaban Dona.


" Eh Mbak, ini Mbak yang nyiapin?? " tanya Khansa menunjuk nasi box .


" Iya, dibantu 2 asisten. Tuh mereka berdua duduk di belakang "


" Oooo ikut juga "


" Iya, Alhamdulillah Pak Khalis ngajak kami semua "


" Kok orang tua Mbak ga sekalian?? "


" Bapak ibu lebih senang di rumah, untuk sekarang acara-acara seperti ini, bapak ibu milih ga ikut, mendingan di rumah saja "


" Memang usianya berapa Mbak, kalau boleh tahu "


" 70 tahun "


" Dua-duanya?? "


" Iya, usia bapak ibu itu cuma terpaut 1 bulan aja "


" Hmm kalau boleh tahu usia Mbak berapa?? "


" Dikurangi 30 dari usia bapak ibu "


" 40 ??!!! "


" Iya "


" Berarti kita nyaris seumuran, aku 39, terpaut 5 tahun dari Mas Khalis "


" Ooo Pak Khalis 44 tahun "


" Oiya Mbak, maaf yaa. Katanya single parent, hmmm ga ada rencana mau nikah lagi?? "


" Aku sih tadinya ga mikirin nikah lagi, ada sedikit trauma lah. Tapi melihat anak-anak yang butuh figur ayah, yaaa mungkin suatu saat nanti kalau tiba-tiba ada yang ngelamar, kenapa ga?? "


" Nah kriterianya gimana "


" Hmm tajir, ganteng, shalih.... hahaha bercanda!!! "


" Shalih dulu, itu yang penting. Bagaimana pun ia nantinya adalah imam keluarga. Jadi shalih itu wajib " lanjut Dona.


" Tajir mengikuti ya Mbak " canda Khansa yang membuat keduanya tertawa.


" Mas denger ga?? " ucap Khansa.


" Iya denger!! Noted!! "


Dona memandang Khansa dengan tatapan penuh tanda tanya.


" Ga, Mbak... biasa lah, isengin kakak itu tugas adik "


" Oooo kirain apa "


" Hmmm memang paling enak ngisengin jombloers yaa " lanjut Dona yang membuat Khansa tertawa.


" Hmmmeh tapi bener lho, sama Mas Khalis mau ga?? yang sudah jelas kan tajir!! manager area lhooo!!! ganteng juga kan, hmmm shalihnya in syaa Allah. Yang kelihatan sih, shalat tepat waktu berjama'ah di masjid hampir ga pernah absen dari jaman SMP. Ketua Rohis selama SMP dan SMA... eh kuliah juga "


" Pinter ngaji juga !!! sering ngimamin shalat di sekolah sama di kampus, ini kata temennya soalnya waktu aku masuk, Mas Khalis dah lulus. Jadi rebutan kaum akhwat waktu sekolah dulu. Trus sabuk hitam taekwondo, aman lah, bukan kaleng-kaleng untuk urusan machonya "


" Sa, promosinya bagus amat!! lanjut!!! " celutuk Khalis.


" Siap Bos!! tuh demen dia "


" Eh ini beneran?? serius?? " tanya Dona.


" Yaa bener lah Mbak, ngapain kita datang ke Jogja cuma buat acara family gathering?? "


Dona terdiam dan memandang Khansa, kemudian dilihatnya Zalfa asyik bermain dan tertawa bersama Rafif.


" Mbak pikirin aja dulu, tapi jangan lama-lama. Aku balik ke Jakarta, Ahad malam. Siangnya Mbak kasih jawaban yaa "


" Laaaa besok dong???!!! "


" Hihihi iya... surprise!! "


" Gubrak!! aku pingin gelundungan!!! perasan ini mau seneng-seneng, eee aku harus mikir!! " protes Dona.


Khalis tertawa mendengar jawaban Dona.


" Ya gitu deh, Mas Khalis penganut aliran gercep!! "


" Jadi sebetulnya ini adalah modus ada udang di balik bakwan, kah?? "


" Begitulah "


" Hmmm wait!!! jadi waktu Pak Khalis ke rumah itu!!! ..... "


" Iya Don... " jawab Khalis.


" Dan sekarang aku pingin kabur ke Timbuktu tapi apa daya hanya nyampe Kaliurang!! "


" Udah deh Mbak, iya aja. Aku yang ga sabar punya kakak kayak Mbak "


" Apakah aku begitu memukau dirimu?? eeh terpesona... sstt jangan nyanyi!! " celutuk Dona lagi.


" Mas, buruan deh!! ntar malam kita langsung ke rumah aja ya Mbak "


" Waaaiittt... tidak bisa begitu Marimar!!! Lupita belum siap !!! " celutuk Dona yang membuat Khalis dan Khansa tertawa cukup keras.


" PAK BOS!!!! lucunya dibagi-bagi dong!!! jangan ketawa sendiri, kita kan kepo Pak!! " teriak salah satu karyawan.

__ADS_1


" Masa' saya harus ngobrol pakai microphone?? Maaf ini urusan keluarga bukan untuk konsumsi umum "


Para karyawan kembali terdiam, tetapi tetap bertanya-tanya. Ada apa dengan ' Pak Bos Kulkas'.


__ADS_2