New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 73 Back to Jakarta


__ADS_3

6 bulan sebelum kontrak jabatannya berakhir, seperti yang telah diduga, Khalis mendapat tawaran kontrak baru, dengan kenaikan pendapatan dan tunjangan.


" Gimana nih?? lanjut 5 tahun lagi or back to Jakarta " tanya Khalis.


" Jujur, I prefer back to Jakarta. Disini aku ga bisa ngapa-ngapain. Okelah, ketemuan sama ibu-ibu sosialita itu, but it's not me. Aku ga nyaman "


" So, we're back?? for good?? "


" Me with kids, Mas lanjut, terima tawarannya aja gimana?? "


" Just like I said before, I won't if you don't. Sayang pulang ke Indonesia, it means we're all back home . I can't stay without you "


" But, Mas ga sayang melewatkan kesempatan ini?? bigger income?? "


" Money is not everything, togetherness is everything " jawab Khalis.


" Besides, tabungan kita sudah saatnya diputar. Oiya, Dzaky kirim WA, ngasih daftar sewa ruang di Mall dan ruko. Coba nanti kita lihat bareng "


" Ok, deal yaa, no regret?? " tanya Dona.


" In syaa Allah for sure "


" Nanti biar Rafif stay disini, kan dia baru kerja. Terserah dia yang putuskan mau kembali ke Jakarta atau stay disini " lanjut Khalis.


" Eh Mas, di Jakarta tinggal dimana?? bukannya rumah Mas masih dikontrak orang?? "


" In syaa Allah 2 bulan lagi kontraknya selesai dan aku sudah bilang kalau mau balik ke sana. Jadi dia juga sudah siap untuk pindah. Yang jelas nanti ada renovasi yang cukup besar, yaa di cat ulang sama penambahan ruangan. Nanti aku minta Dzaky untuk foto ruangan-ruangan di sana, sekalian kirim denahnya via e-mail, jadi nanti Sayang bisa atur ruangannya sesuai kebutuhan "


" Rumahnya ada berapa kamar?? "


" Rumahnya ga besar, kamarnya hanya ada 3. Yaa namanya juga untuk keluarga kecil. Tapi sekarang, yaaa sudah pasti ga cukup "


" Luas tanah berapa?? luas bangunan "


" Luas tanah 450 meter persegi, luas bangunan 200 meter persegi. Cuma 1 lantai "


" Aku minta denahnya aja deh Mas, aku otak-atik disini "


" Nanti aku minta Dzaky kirim via e-mail "


Khalis pun mengajak Rafif bicara mengenai kepindahannya.


" Fif, in syaa Allah Ayah kembali ke Jakarta setelah kontrak disini selesai, yaa sekitar 6 bulan lagi. Nah, kamu kan masih ada kontrak kerja, jadi kamu stay disini sendiri. Nanti kita cari tempat tinggalnya "


" Hmmm sebenarnya aku juga sudah mikirin itu Yah, kemarin juga sudah sempat nanya ke orang kantor dan teman kuliah untuk sewa apartemen barengan disini "


" Trus?? "


" Yaaa ini lagi cari-cari sewa apartemen yang reasonable harganya. In syaa Allah nanti patungan 3 orang "


" Ayah serahkan ke kamu sendiri yaa. Sudah dewasa kan?? "


" Ga, masih bayi "


" Hahaha sewot nih "


5 bulan berlalu, Khalis telah mempersiapkan kepindahannya ke Jakarta. Konsep restoran untuk Dona telah ia matangkan. Dibantu oleh rekan di bengkel miliknya, ia mencari lokasi strategis untuk restorannya.


Renovasi rumahnya pun telah rampung.

__ADS_1


Ara yang telah lulus SMA, berhasil masuk di kedokteran gigi UI. Sedangkan Zalfa duduk di kelas 8 SMP dan Alta kelas 2 SD.


Sepekan menjelang kepindahannya, Dona telah menyusun beberapa barang-barang yang akan dibawa pulang ke Jakarta di dalam box moving.


" Nanti kontraktor moving akan membantu di H-3. Jadi di H-2 sisa koper yang kita bawa nanti "


" Aku packing barang pecah belahnya aja kok "


" Santai aja Yang, mereka profesional, semua barang akan dibungkus buble wrap. Nanti setiap box juga diberi keterangan isinya apa, jadi sampai Jakarta ga bingung "


" Jadi aku kebas-kebas jilbab aja nih?? "


" Asal jangan kau kebaskan hatiku "


" Mas, aku lagi megang piring nih!! "


" Ooo, kirain sapu. Maaf undur diri ya Yang "


" Ish kenapa jadi dia yang ngelawak??!! itu kan job ku!!! "


Hari kepindahan mereka ke Jakarta semakin dekat. Rafif juga telah mendapatkan sewa apartemen yang sesuai dan lokasinya pun tak jauh dari tempatnya bekerja.


" Barang-barang sudah kamu pindahin?? " tanya Khalis.


" Sudah sebagian Yah "


" Nanti aku pindah setelah ayah berangkat ke Jakarta. Tinggal koper aja kok "


" Teman kamu sudah ada yang disana?? "


" Sudah, Amar sudah sepekan disana. Tinggal aku sama Hasan nanti barengan "


" Tini, Narsih, jazakumullah khair sudah membantu saya sekeluarga selama 5 tahun ini. Saya minta maaf atas semua kesalahan saya dan keluarga saya ataupun semua hal yang membuat kalian merasa terganggu atau tidak berkenan, mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya "


" Sama-sama Bu, kami berdua sangat senang bisa melayani keluarga ibu. Dapat dikatakan, keluarga ibu adalah keluarga yang paling menyenangkan selama kami bekerja. Selalu tertawa, bahagia selalu rasanya, anak-anak juga kalaupun bertengkar hanya sebentar dan tidak terdengar kata makian sama sekali. Kami berdua sangat beruntung dapat bekerja dengan keluarga ibu "


" Oiya, setelah ini kalian sudah ada keputusan kerja dimana?? "


" Kontrak saya bulan depan selesai, sepertinya saya kembali ke kampung, ke Cilacap " ucap Narsih.


" Mau nikah?? "


" Belum Bu, nanti lah, belum ada keinginan "


" Oiya, kalau kamu pulang, masih butuh kerjaan, InsyaAllah saya bantu. Nanti hubungi saya aja "


" Bener Bu?? ibu serius?? "


" Iya, saya di Jakarta juga belum ada ART, yaa gajinya pasti jauh lebih kecil dari disini, tapi kalau berkenan yaa saya dengan senang hati menerima "


" Alhamdulillah, in syaa Allah nanti setelah sampai di kampung, saya hubungi Ibu " ucap Narsih dengan mata berbinar.


" Yaaa curang, kamu bisa kerja sama Bu Dona lagi, aku masih ada kontrak tiga tahun lagi "


" Yaa nanti kalau kontrak kamu selesai, bisa hubungi saya, semoga saya bisa membantu "


" Alhamdulillah, semoga Allah merahmati dan memberkahi keluarga Bu Dona "


" Aamiiin yaa Rabbal'aalamiin "

__ADS_1


Setelah selesai berpamitan, Dona dan Khalis bersama keempat anaknya berangkat menuju bandara dengan menggunakan 2 kendaraan.


" Fif, kamu hati-hati yaa. Jaga kesehatan, jangan malas makan "


" Iya Bu "


" Oiya, Bi Tini tadi sudah menyiapkan makanan untuk kamu bawa ke apartemen. Nanti kamu tinggal angetin aja "


" Alhamdulillah, waa kangen masakan dirumah nih "


" Eh, coba aja kamu minta Bi Tini untuk masakin kamu, hmm katering gitu "


" Memangnya bisa Bu?? "


" Yaa kamu coba tanya aja. Tadi ibu juga lupa ga sekalian tanya. Kamu bayarnya mingguan diawal, biar dia ga ngeluarin uang sendiri "


" Ok deh, ntar aku tanya Bi Tini "


" Ini ibu juga lagi WA Bi Tini "


Tak lama,


" Bisa Fif, katanya boleh banget, dia senang banget. Ya sudah kamu atur aja sama Bi Tini, setiap hari untuk berapa orang, berapa kali makan, seperti dulu ayah pesan katering ke ibu "


" Siap Bu!! "


Sampai di Bandara,


" Fif, kamu sekarang sendiri ya. Jaga kesehatan itu yang utama, jangan malas makan buah dan sayur. Tadi ibu sudah kasih tahu Bi Tini, kalau salad atau gado-gado, kamu masih mau "


" Jazakallah khair Bu. Ibu juga yaa, sehat ya Bu, telpon aku nanti yaa "


" Fif, you're a grown up man now. You know your best. Kabarin kalau bisa pulang "


" Iya Yah "


Tak ketinggalan Zalfa dan Alta yang tampak bersedih dengan perpisahan mereka.


" Ra, jaga Zalfa sama Alta yaa "


" Mas juga jaga kesehatan. Mas , nanti video call yaa "


" In syaa Allah "


" Love you all " ucap Rafif sambil memeluk ketiga adiknya.


" Ayah , ibu ga nih Fif " canda Khalis.


" Save the best for last kan Yah "


Setelah berpelukan dan berpamitan, Khalis sekeluarga masuk ke dalam Bandara meninggalkan Rafif sendiri di pelataran bandara.


Ia tidak beranjak hingga ayah, ibu dan adiknya tak terlihat.


" Fif, ayah sudah check-in, kamu pulang yaa. Hati-hati "


" Iya, Yah. Fii amanillah. Love you Yah "


" I love you too "

__ADS_1


__ADS_2