New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 45 Ke Jakarta


__ADS_3

Menjelang keberangkatan Khalis dan Dona menuju Turki, mereka berangkat ke Jakarta terlebih dahulu dengan penerbangan pagi, karena mereka berdua ingin berkunjung ke rumah orang tua Khalis terlebih dahulu.


" Nanti pesawat jam berapa?? " tanya ayah Khalis.


" Jam 21.30 sampai Istanbul jam 5 pagi, nonstop "


" Jadi tidur dipesawat yaa, sampai di sana langsung jalan-jalan ?? " tanya ayah Khalis lagi.


" Jadwalnya sih ke hotel dulu, jam 9 baru mulai tournya " jawab Khalis.


" Sekarang rencananya mau ngapain?? "


" Hmmm saya mau ke rumah mbahnya anak-anak di Bekasi, sudah hampir 3 tahun ga ketemu.


Mereka hanya tinggal berdua di rumah, walaupun ada kakak yang rutin berkunjung. Saya kasihan dengan beliau, di usia yang senja ini, dikecewakan oleh anak bungsunya. Alhamdulillah, hubungan saya dengan keluarganya baik-baik saja. Jadi paling tidak, yaa untuk menjalin hubungan kekeluargaan kembali "


" Pakai mobil Bapak saja, nanti mau pergi jam berapa?? "


" Ba'da dzuhur, jam 12an" jawab Khalis.


" Ya sudah, kalau kalian mau istirahat dulu di kamar, silahkan "


" Kamarnya tadi sudah dibersihkan kok " tambah ibu Khalis.


" Makasih Bu, kalau gitu kami permisi "


Khalis mengajak Dona beristirahat di kamarnya.


" Welcome to my 'single' bed room " ucap Khalis sambil membuka pintu kamarnya.


" Hmmm sudah berapa lama ga tidur disini?? "


" Hmmm kapan yaa terakhir pulang?? sekitar 4 bulan yang lalu, mungkin "


" Bapak ibu berdua aja?? "


" Ga, Khansa kan tinggal disini "


" Kok ga kelihatan?? "


" Ga tahu. Aaaaa.... pingin selonjoran dulu!! "


Khalis pun merebahkan badannya di kasur.


Dona melepaskan jilbabnya dan memulai 'investigasinya'.


" Buka lemarinya ya Mas "


" Buka aja "


Dona membuka lemari berisi buku-buku dan album foto Khalis. Dilihatnya juga koleksi mobil-mobil mainan serta robot.


" Mainan begini juga Mas?? "


" Apa?? Robot?? "


" Iya "


" Itu mainan jaman SD, sempat dimainin Rafif juga "


" Awet banget!! rajin ngerawatnya ya?? "


" Ibu sih yang rajin, tahu sendiri kalau anak laki selesai main, seringnya ditinggal aja ga diberesin. Ibu deh yang sibuk ngerapiin "


" Eh aku buka album fotonya yaa "


Dona menemukan album foto Khalis di tumpukan buku-buku kuliahnya.


Dona pun tersenyum dan tertawa melihat foto lama itu.


" Kayaknya ada yang happy yaa, ngelihat bentuk ku dulu ??? "


" Ternyata pernah culun juga!! "


" Eh, aku kok ga nemu foto kecilnya Sayang ?? "


" Misteri itu Mas, ga tahu hilang dimana, padahal waktu kecil aku tuh lucu, sekarang lucu banget!!! "


" Hmmm mulai deh!! "


" Eh, ini!! " Dona terkejut melihat sebuah foto, Khalis dan Khansa berpose di salah satu area di Dufan.


Dona pun menghampiri Khalis,


" Mas!! lihat ini!! "


Khalis pun berganti ke posisi duduk.


" Kenapa?? "


" Ini !! "


" Di Dufan?? tahun berapa itu yaaa?? '85 atau '86 kayaknya, kenapa memangnya?? "


" Lihat yang dibelakang!! "


" Hmmm siapa ?? anak perempuan kepang 2 ?? kayaknya lagi ngambek. Hmmm ntar... iya dia ngambek, kalau ga salah dia pingin naik kuda-kudaan, tapi antriannya panjang, jadi sama bapaknya disuruh ke wahana lain. Hahaha lucu.... "


Dona memandangi Khalis,


" Mas, kok ingat?? "


" Soalnya lucu, ekspresi ngambeknya itu, diam aja ga gerak, walaupun di tinggal sama keluarganya. Tadinya mau aku samperin, tapi trus dia akhirnya jalan ngikutin keluarganya dari belakang "

__ADS_1


" Oiya kenapa kok nanyain foto ini?? " tanya Khalis.


Dona menarik nafasnya dan


" Itu aku waktu TK, masih 5 tahun "


Khalis pun membelalakkan matanya dan mengambil album fotonya.


" Serius?? ini Sayang?? "


" Duarius !!! waktu itu aku masih TK, liburan sekolah main ke Dufan. Tapi yaa karena hari libur jadi lumayan ramai, aku pingin naik kuda-kudaan, tapi bapak ga mau antri, trus mas Verdi sama mbak Hana sudah jalan ke wahana lain. Akhirnya ibu mbujukin aku, trus lupa lanjutannya "


" Aku juga ada foto ini, fotoku lagi duduk ngambek, trus samping depanku ku ada kakak adik lagi foto berdua. Eh ternyata itu Mas sama Khansa " lanjut Dona menunjukkan foto Khalis dan Khansa di depan wahana Turangga-rangga.


Khalis menatap fotonya dengan rasa tidak percaya.


" Jadi sebetulnya kita sudah pernah ketemu puluhan tahun yang lalu dong ??!! " tanya Khalis.


" Yup, artinya begitu!! "


" Dulu Sayang tinggal dimana?? "


" Di Kelapa Gading, waktu itu masih awal pembangunan, belum ada mall sampai jadi cakep kayak sekarang "


" Kalau Mas dari dulu tinggal disini?? "


" Iya, dari lahir sudah tinggal di Menteng. Makanya dulu ikut SDIS di RISKA, angkatan 10 kayaknya "


" Mas!!! aku angkatan 13 !! "


" Anak RISKA juga ???!!! "


" Iya!! Mbak Hana juga, angkatan 11 !! "


" Yaa Allah!! kita... eh kok .... ya iya lah ga bakalan ketemu juga "


Dona tertawa mendengar Khalis.


Khalis pun memeluk Dona dari belakang,


" Ternyata kita sudah sering di satu lokasi yaa, tapi Allah baru mempertemukan kita berpuluh tahun kemudian. Ketika kita sudah matang dan membawa kesedihan dari masa lalu untuk berbagi kebahagiaan dimasa yang akan datang "


" Hope we'll meet again in Jannah "


" Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin "


Mereka berdua pun melanjutkan melihat album foto Khalis.


Ba'da Dzuhur setelah makan siang, keduanya pergi menuju rumah orang tua Tyo di Harapan Indah Bekasi.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam " jawab dari dalam.


Pintu rumah pun di buka dan


" Pak, Pak!!! Dona datang Pak!! " panggil ibu Tyo.


" Ayo masuk... masuk "


Dona dan Khalis masuk ke ruang tamu dan ayah Tyo pun menghampiri Dona dengan tangis harunya.


" Ya Allah, bapak kangen.... kangeeen sekali "


" Bapak, ibu sehat?? "


" Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat sendiri. Ini?? "


" Oh inggih, nunsewu. Ini suami saya Pak, Bu, namanya mas Khalis "


Ayah Tyo pun memeluk Khalis masih dengan tangis harunya sambil mengucapkan terimakasih.


" Ayo duduk dulu " ibu Tyo mempersilahkan.


Khalis pun duduk, tetapi Dona berjalan menuju ke ruang tengah dan diikuti oleh ibu Tyo.


" Nunsewu Bu, ga ngabarin kalau mau datang, biar kejutan "


" Iya, kamu ngagetin Ibu. Kalau tahu kamu datang, ibu kan masakin buat kamu "


" Nah itu kenapa aku ga ngabarin, nanti ibu jadi repot masak. Aku cuma sebentar kok Bu, nanti malam kami mau ke Turki trus lanjut umroh "


" Alhamdulillah, ibu senang dengarnya. Anak-anak gimana?? sehat semua?? "


" Alhamdulillah, sehat Bu. Mereka senang dapat kakak laki-laki, anaknya Mas Khalis "


" Alhamdulillah, siapa namanya?? "


" Namanya Rafif, terpaut 2 tahun sama Aisha, kakak kelasnya di SMP juga "


" Ooo sekolahnya sama?? "


" Iya, tapi yang full day "


" Oiya Bu, ini ada gudeg, bakpia sama yangko"


" Jazakumullah khair "


" Waiyakki "


" Eh makan dulu!! "


" Udah Bu, tadi sebelum ke sini sudah makan di rumah orang tuanya mas Khalis "

__ADS_1


" Tinggal dimana?? "


" Di Menteng "


Ibu Tyo dan Dona pun bercakap-cakap seputar anak-anak Dona. Sedangkan Khalis berbincang mengenai pekerjaannya dan pertemuannya dengan Dona.


Tak lama berselang,


" Assalamu'alaikum "


Suara seorang pria yang Dona tahu dengan baik dari depan pintu masuk.


" Wa'alaikumsalam. Tumben datang siang begini?? Sendiri?? " tanya ayah Tyo.


" Iya Pak "


" Ada tamu?? Maaf "


Khalis pun berdiri menyalaminya.


" Khalis "


" Tyo "


Khalis pun tersenyum mendengar nama pria itu.


Ibu Tyo pun menghampiri,


" Ada apa, jam segini kok pulang?? "


" Kerjaan sudah selesai, jadi ijin pulang sebentar, nanti balik lagi ke kantor "


" Oiya, ini suaminya Dona "


Tyo membelalakkan matanya.


" Dona disini?? "


" Iya, di dalam lagi buatin minuman "


Dona berjalan ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi minuman.


Tyo melihat ke arah Dona, dengan tatapan penuh tanya.


" Dona cuma mampir, nanti malam dia mau terbang ke Turki " ucap ibu Tyo.


Dona duduk di samping Khalis, ia tidak melihat ke arah Tyo sedikit pun.


Khalis merasakan hawa ketidaknyamanan Dona, lalu ia pun menggenggam tangan Dona.


" Selamat ya atas pernikahannya, maaf saya ga bisa datang "


" Oo ga papa, jauh juga, yang penting do'anya" jawab Khalis.


" Oiya, Khalis kerja dimana ya?? " tanya ibu Tyo.


" Saya di otomotif Jepang "


" Sebagai apa?? "


" Saya manajer area wilayah DIY dan Jawa Tengah "


" Wah, sibuk dong ya?? " ucap ayah Tyo.


" Alhamdulillah, sibuk tapi masih ada waktu buat keluarga "


" Oiya, anak-anak gimana?? " tanya ibu Tyo.


Khalis tertawa,


" Zalfa, sempet ngambek ketika kami tinggal, katanya Ayah curang cuma pergi berdua sama ibu, tapi waktu saya bilang nanti dibeliin oleh-oleh, eh dia ngeluarin daftar oleh-oleh yang diminta "


" Ara sekarang lebih sering ngobrol sama Rafif, anak dari pernikahan saya sebelumnya. Mereka berdua asyik bertukar cerita di sekolah setiap hari. Sekalian juga, Rafif membantu Ara mengerjakan tugas-tugas sekolahnya "


" Kalau Aisha, masih di asrama, masih pendiam, dan tingginya sudah melebihi Dona " jelas Khalis yang membuat Tyo cemburu.


" Oiya, ini dari anak-anak untuk bapak ibu " ucap Dona sambil menyerahkan surat dan foto mereka berenam ketika di Bukit Bintang.


" MasyaAllah, Aisha, Ara dan Zalfa sudah besar " ucap ibu Tyo sambil menitikkan air mata.


" In syaa Allah, kalau liburan sekolah, kami akan ajak anak-anak ke Jakarta. Mereka juga kangen sama Mbahnya " ucap Khalis.


Karena kedatangan Tyo, Dona memilih untuk diam.


" Kami tunggu "


" Oiya, kalian bertemunya gimana?? " tanya ayah Tyo.


Khalis menengok ke arah Dona dengan senyum,


" Awalnya karena katering untuk rapat di kantor, rapat kerja selama 5 hari, dengan petinggi dari Jepang dan Korea "


" Lalu karena saya cocok dengan masakannya, saya order untuk di rumah juga, Alhamdulillah, Rafif, putra saya juga suka, akhirnya jadi rutin katering untuk di rumah. Dan ternyata, kami juga baru mengetahuinya pada saat lamaran, kalau istri saya rahimahullah, itu senior Dona di kampus dan beberapa hari sebelum meninggal sempat membuat status kalau ia ingin Dona yang menggantikan posisinya. Dona bilang tanggalnya sama dengan sidang keputusan cerainya. Lalu hari ini, Dona membuka album foto lama saya, ternyata ada foto Dona didalam salah satu foto saya dan ternyata lagi, kami berdua anggota RISKA, tetapi beda angkatan "


" MasyaAllah!!! yaa kalau memang sudah berjodoh, akan dipertemukan juga dengan cara yang tak disangka " ucap Ibu Tyo.


" Oiya berapa hari liburannya?? " tanya ayah Tyo.


" In syaa Allah, 10 hari, 5 hari wisata Turki kemudian lanjut umroh "


" Pulangnya mampir lagi kesini?? "


" Maaf Bu, kami langsung ke Jogja, jadwal tiba di Cengkareng pukul 19.30 lalu kami lanjut ke Jogja pukul 21.00 " jawab Dona.

__ADS_1


" Yaa bapak, ibu do'akan semoga perjalanannya lancar dan kembali lagi ke rumah dengan keadaan sehat wal'afiat"


" Aamiin "


__ADS_2