
Dona senantiasa membacakan ayat-ayat suci Al-Quran di sebelah tempat tidur Al, selain membuat psikis Al lebih tenang, ia juga meyakini bahwa ayat-ayat suci Al-Quran dapat membantu membunuh sel-sel kanker. Alunan murottal 30 juz pun tak henti ia perdengarkan bergantian dengan tilawahnya di kamar perawatan.
Menjelang dzuhur, seperti biasa, Khalis akan shalat berjamaah di musholla Rumah Sakit.
" Mas, tolong belikan kurma ajwa, aku baca kalau kurma bisa mengobati kanker. "
" Oiya, tolong sekalian belikan minyak zaitun, kulit Al kering banget nih. "
" Tadi aku juga sudah cerita ke grup, mas Verdi akan kirim 4 botol madu hutan untuk Al. In syaa Allah nanti sore sudah sampai. "
" Ewing nanti sore mau datang bawa air zam zam dari temannya yang baru pulang umrah. "
" Oiya, Wawan juga mau kirim makanan buat kita, ga tahu apa, katanya tunggu aja. "
" Mbak Hana kirim video untuk Al, nanti kita lihat bareng yaa."
Khalis memandangi Dona, bagaimana bisa Dona dengan cepat memulihkan hatinya, sedangkan dia, seorang pria masih belum dapat berjalan tegak.
Ia pun memeluk erat tubuh Dona,
" Alhamdulillah I have you beside me, love you much!! " bisiknya di telinga Dona.
" Love you too , Mas. "
Khalis kemudian mendatangi Al yang terjaga.
" Al, Ayah shalat ke musholla dulu yaa. "
" Al pingin shalat jamaah juga, Yah. "
" Al kan belum bisa, masih harus di kamar dulu. Nanti kalau sudah sembuh, kita shalat jamaah bareng di masjid yaa. "
Al pun menganggukkan kepalanya.
" Ayah ke mushola dulu, yaa. Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam. "
Tak lama kemudian, perawat datang membawakan makan siang untuk Al dan Dona.
" Al makan dulu yaa. Ibu suapin atau mau makan sendiri?? " tanya Dona.
" Al shalat dulu aja, Bu. Al masih mual. "
Selesai shalat dzuhur, Dona menyuapi Al dengan perlahan.
" Sedikit-sedikit dulu yaa. Kalau mulai eneg, berhenti dulu. "
Setelah 3 suapan,
" Bu, sudah dulu, aku mual banget."
" Mau minum?? "
" Iya, sedikit aja. "
Beberapa saat kemudian, Khalis kembali dari musholla dan membawa pesanan belanja Dona tadi.
" Yah, sini kita lihat video dari bude Hana yuk, " ajak Al.
Khalis dan Dona duduk diantara Al di atas kasur, dengan menggunakan meja makan sebagai dudukan HPnya, ketiganya pun mulai menonton video dari kakak Dona.
" Assalamu'alaikum, Altaaaaa!!! " salam 5 orang kakak sepupu Al kompak.
__ADS_1
" Al katanya sakit yaaa, maaf mbak belum bisa jenguk, soalnya belum libur sekolah. Tapi kata Bunda, akhir pekan nanti, in syaa Allah kita jenguk Al di Jakarta!!! tunggu kedatangan kita ya Al!!! "
" Oiya, Al ini kita buatin kartu untuk Al. "
Mereka berlima memegang kertas karton yang berisikan ucapan untuk kesembuhan Al dihiasi dengan karakter bis mungil dari film kartun kegemaran Al.
Al pun tertawa melihat kartu ucapan itu.
" Al, cepet sembuh yaa. Biar kita bisa main bareng lagi. Oiya, nanti kita bawain Al sesuatu dari sini. Tunggu ya Al!!! "
" Ok deh, dah Al, laa ba sa thahurun insyaallah.. Aamiin yaa Rabbal'alamin. "
" Wassalamu'alaikum."
Video pun berakhir dengan lambaian tangan kelima kakak sepupu Al di Bandung.
Tak lama HP Dona berbunyi,
" Rafif video call " ucap Dona sambil meletakkan HP di atas meja makan.
" Assalamu'alaikum " sapa Khalis dan Dona.
" Wa'alaikumsalam, mana adik laki-laki jagoan Mas niiii!!! "
Dengan senyum lebarnya, Al segera menjawab,
" Disini Mas, lagi dihimpit sana ayah dan ibu!! "
" Eh sembarangan dihimpit, digencet!! " canda Dona.
" Lebih parah itu Bu, " sahut Rafif.
" Eh, kamu di mana Al?? waaa nginap di hotel apa nih kok ga ngajak-ngajak??? " canda Rafif.
" Lagi mau ke kantor, masih nguli. Al sudah makan siang?? "
" Sudah Mas, tapi cuma sedikit. Mas Rafif sudah makan?? "
" Sudah tadi sarapan roti tawar aja. "
"' Al, ada ibu?? "
" Al sebentar ya, ibu mau bicara sama mas Rafif dulu. "
Al mengangguk.
Dona kemudian keluar ruangan.
" Bu, gimana kondisi Al?? " tanya Rafif dengan nada cemas.
" Ya yang seperti kamu lihat tadi, masih naik turun. Alhamdulillah tadi sudah bisa makan, ga banyak tapi ada yang masuk. Ayah tadi juga sudah beli kurma untuk Al. Pakde Verdi mau kirim madu juga. Kamu tenang aja, Al baik-baik aja kok, dia kuat. "
" Ibu gimana?? "
" Ibu ga papa, ayah yang masih kelihatan shock, sedikit sih. Jadi yaa wajahnya ga segar. "
" Wajarlah Bu, tapi ayah, ibu tadi malam bisa istirahat?? "
" Alhamdulillah bisa, ada sofa bed cukup untuk berdua. "
" Kamu di sana juga harus jaga kondisi. Madu dan kurma, jangan lupa ya. "
" Iya Bu, yowes aku mau berangkat kerja. Salam buat Ayah ya Bu. Assalamu'alaikum. "
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam "
Dona pun kembali ke dalam kamar perawatan dan diikuti oleh dokter Asih dan perawat yang datang untuk memeriksa kondisi Al.
" Gimana Alta hari ini?? sudah makan?? "
" Sudah Dok, tapi cuma masuk 3 suap. Al mual banget."
" Ga papa, jangan dipaksakan. Dokter periksa sebentar yaa. "
Setelah pemeriksaan, Dokter Asih mengajak Khalis dan Dona bicara tentang pengobatan lanjutan yang akan Al jalani.
" Sementara ini, kita lawan dengan obat minum dan dari infus. Saya harap ada perbaikan, jika melihat kondisi Al, saya optimis dia bisa lewati. Saya belum jadwalkan untuk terapi radiasi ataupun kemoterapi, mengingat efeknya nanti. Kita lihat 2 hari ini apakah ada perkembangan atau tidak "
" Dok, saya berikan Al, kurma, madu dan air zam zam, ga papa ya Dok ?? "
" Ga papa, boleh kok. Saya dengar itu bagus untuk mengobati kanker. Apalagi Al masih di stadium awal, jadi in syaa Allah bisa membantu pengobatan. Jangan khawatir, pengobatan yang kami berikan tidak akan bertentangan dengan madu, kurma dan air zam zam. In syaa Allah bisa membantu asal dosisnya tepat. "
" Kakak saya sudah konsultasi dengan herbalis untuk dosisnya. "
" Ya ga papa, silahkan saja. Jika hasilnya positif, ini dapat menjadi pengobatan alternatif tambahan untuk kami. "
" Syukron, Dok. "
" Afwan. "
Setelah itu, Dona lebih bersemangat untuk memberikan Al pengobatan terbaik yang ia mampu.
Setelah beberapa hari di rawat, Al mulai terlihat kebosanan.
" Al, kamu ga capek?? kalau capek, tidur aja. "
" Capek sih ga Bu, tapi bosan. Al pingin keluar. Badannya jadi pegal karena tiduran terus. " keluh Al.
" Ibu tanyakan dulu yaa. "
Setelah Dona menanyakan kepada perawat, ia segera kembali menemui Al.
" Alhamdulillah, Al boleh keluar tapi di sekitar ruangan ini saja, tidak boleh sampai luar ruangan. Al juga harus pakai masker. "
Al pun mengangguk tanda setuju.
Khalis membantu Al untuk berdiri dan berjalan.
" Pelan-pelan aja, nanti kalau capek, istirahat dulu, " ucap Dona.
Al berjalan menuju jendela kamarnya di lantai 5, ia dapat melihat pemandangan sekitar yang penuh dengan rumah-rumah dan kendaraan yang berlalu-lalang.
" Al mau duduk disini aja, enak kena sinar matahari. "
Dona mengambil hpnya lalu memotret Al yang tersenyum memandang langit dari jendela.
" Al lihat nih " tunjuk Dona pada foto yang baru ia ambil.
" Al tetap ganteng seperti Ayah!! " ucapnya yang membuat Khalis meneteskan air mata kemudian ia memeluk buah hatinya itu sambil mengusap punggungnya.
Khalis dapat merasakan denyut jantung Al yang sangat teratur, suara yang sangat indah terdengar di telinganya. Ia berharap suara indah itu akan terus ada dan tumbuh bersamanya.
" Yah, Al ga papa kok. Nih lihat Al sudah kuat jalan lagi "
" Bu, besok pagi setelah subuh boleh buka jendela ga?? kan masih segar udaranya "
Dona pun mengangguk dan membelai wajah Al dengan lembut.
__ADS_1