
Malam harinya Khalis dan Dona memberitahu orang tua mengenai rencana kepindahan mereka ke Qatar di akhir bulan Juli.
" In syaa Allah, akhir bulan ini, kami akan pindah ke Qatar. Kebetulan juga, kontrak jabatan saya selesai pertanggal 30 Juni dan sebetulnya saya ditarik kembali ke Jakarta, tetapi saya mendapatkan tawaran kerja untuk menjadi eksekutif manajer di Doha, tertanggal 1 Agustus sudah mulai disana. In syaa Allah anak-anak semua ikut, Rafif bisa melanjutkan studinya di sana dengan mengambil kelas internasional. Anak-anak juga sudah saya daftarkan di sekolah Internasional di Doha. Mereka masih punya kesempatan untuk belajar bahasa Inggris intensif disana selama sebulan, sebelum sekolah dimulai di awal bulan September "
" Jadi kalian mau pindah ke Qatar?? " tanya ayah Dona.
" Inggih Pak, in syaa Allah "
" Tempat tinggal, fasilitas di sana bagaimana?? "
" Alhamdulillah, dari perusahaan sudah di siapkan rumah dan kendaraan. Untuk sekolah anak-anak juga diberikan tunjangan, jadi bisa dibilang biaya sekolah juga gratis. Mungkin yang cukup besar untuk biaya kuliah Rafif nantinya "
" Alhamdulillah, Bapak dan ibu ikut senang, dimanapun kamu bertugas yang penting adalah kalian tetap bersama dan Doha itu kehidupannya cukup gemerlap, negara kaya, jangan sampai kalian terlena dengan semua fasilitas dan penghasilan yang didapatkan. Bapak, ibu mendo'akan agar kalian tetap sehat dan rukun. Dan ingat, semuanya diniatkan untuk beribadah kepada Allah, sehingga kalian tidak lupa bersyukur dan berbagi "
" Baik Pak "
" Berangkatnya kapan ?? "
" In syaa Allah tanggal 20 Juli ke Jakarta, lalu tanggal 25 berangkat ke Doha "
" Baiklah, Bapak, ibu percaya kalian mampu beradaptasi dengan baik, ingat!! jangan lupa do'a, do'a dan do'a. Niatkan ibadah ya?! "
" Inggih Pak "
Setelah itu Dona menghubungi keempat saudaranya melalui video call.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Ada apa malam-malam kita dikumpulin kek gini?? " tanya Hana.
" Maaf mbak, saya mau buat pengumuman " jawab Khalis.
" Oooo si Bapak, ada apa niii??? "
" In syaa Allah akhir Juli ini, kami sekeluarga pindah ke Doha, Qatar. In syaa Allah minimal 5 tahun, sesuai kontrak kerjanya "
" Arab???!!! Qatar Arab???!!! " tanya Hana.
" Emang ada Qatar Eropa?? " jawab Dona.
" Eh serius ini??!!! beneran?? "
" Ga, cuma mimpi, ngayal !! " jawab Dona.
" Ish, aku serius nanya??!!! eh kok yang lain pada diam?? bangun!!! bangun dulu!!! ada yang mo pindah niii!!! "
" Iya, sudah denger. Nunggu aja, trus lanjut, gimana rencananya?? " tanya Verdi.
" Ya, karena kami mau pindah, artinya disini ga ada yang nemenin bapak-ibu "
" 5 tahun yaa, tiap tahun bisa pulang ga ?? " tanya Hana.
" In syaa Allah, diusahakan tiap tahun pulang " jawab Khalis.
__ADS_1
" Alhamdulillah, trus?? " tanya Hana.
" Yaa, maaf banget, tapi berarti nanti bapak, ibu jadi tinggal berdua saja ... "
" In syaaAllah saya yang rutin pulang, diusahakan sebulan sekali " ucap Ewing.
" Kerjaan ku masih ada yang cukup dengan online kok, jadi ga terlalu masalah " lanjut Ewing lagi.
" Hmmm tapi tetap beda Wing, tetap harus ada yang nemenin disini, paling ga, ada yang laki-laki. Kalau tiba-tiba butuh ke RS kan bisa cepat atau ada masalah apalah yang darurat harus keluar, ga bisa yang sesekali datang. Belum lagi kondisi kesehatan bapak, belakangan juga mulai menurun. Ibu juga butuh teman diskusi, ngobrol, jadi it's not about sesekali datang, it's about siapa yang mau mengambil alih posisiku untuk nemenin bapak-ibu "
" Kalau menggantikan posisi kamu tuh sulit Don!! serius, kita berempat belum tentu sanggup mengerjakan kerjaan harian yang kamu. Dari masak, kebun juga, walaupun ada helper tetap banyak juga yang kamu kerjakan " ucap Verdi.
" Laaa terus piye, kewajiban aku kan ke suami. Pokoknya siapa yang bersedia pindah ke Jogja, biar kita semua ga kena dosa dengan menelantarkan orang tua "
" In syaa Allah aku deh mbak, aku kan masih ngontrak juga tinggalnya, bisnis kulinernya ku bawa ke Jogja, yaa sekalian buka cabang disana. Yang di sini kan sudah jalan, jadinya bisa aku tinggal " ucap Wawan.
" Alhamdulillah, bener ya Wan, kamu pindah ke sini. Aku berangkat ke Jakarta tanggal 20, tanggal 25 langsung ke Doha, pakai penerbangan malam "
" In syaaAllah Mbak "
Khalis kemudian mengirim pesan WA kepada Wawan.
" Jazakumullah khairan katsiro, sudah bersedia pindah ke Jogja. Nanti tiap bulannya saya akan transfer ke rekeningnya Wawan yaa "
" Transfer apa Mas?? "
" Yaa buat kebutuhan bapak-ibu dan kamu sekeluarga juga "
" Ga usah Mas "
" Ga, ini tanggung jawab saya juga kok. Mbak Dona dari dulu selalu seperti itu "
" Amiinn Yaa Rab, sama-sama, kamu juga ya Wan "
Kembali ke video call,
" Di Doha, perusahaan yang sama?? atau gimana?? " tanya Verdi.
" Beda Mas, ini tawaran dari teman SMA dulu. Perusahaan tempat dia kerja butuh manager eksekutif, sama sih otomotif juga. Bentley "
" Barakallah, mobil mewah tuh!! hmm penghasilannya pasti aduhai " komentar Hana.
" Alhamdulillah, in syaaAllah bisa nabung dan berbagi banyak lah. Anak-anak juga dapat tunjangan pendidikan, kecuali Rafif, kan nanti kuliah "
" Oiya, Rafif kuliah yaa. Dimana?? " tanya Hana.
" Kemarin sudah daftar online di Universitas Qatar, jurusan teknik mesin "
" Wah, ada penerusnya "
" Sepertinya begitu, dia juga minat ke otomotif. Makanya nanti mau ambil teknik otomotif "
" Eh, anak-anak sekolah dimana?? " tanya Verdi.
" In syaaAllah di sekolah Islam Internasional, jadi bahasa pengantarannya bahasa Inggris, tapi tetap ada kelas bahasa Arab "
__ADS_1
" Wah, berapa tuh?? "
" Alhamdulillah dapat fasilitas tunjangan pendidikan dari SD-SMA, jadi hanya keluar biaya untuk perlengkapan sekolah aja. Kalau besaran biayanya, yaa cukup fantastik dibandingkan Indonesia, tapi Alhamdulillah dicover perusahaan semua "
" Alhamdulillah, wah pulang-pulang ntar jadi milyuner nih!! " ucap Hana.
" Aaamiiinn, yang penting kami semua sehat dan selamat sampai di sana nanti "
" Aaamiiinnn "
" Oiya, karena saya berangkat ke Jakarta tanggal 20, sebelum itu sudah bisa sampai disini, Wan?? "
" In syaaAllah, diusahakan "
" Anak-anak semua ikut?? trus kendala bahasa nanti, gimana?? " tanya Hana.
" In syaaAllah semua ikut, sampai disana, anak-anak kursus privat intensif bahasa Inggris, senin-jumat, 3 jam sehari "
" Tahun ajaran baru di mulai per bulan September, jadi ada kesempatan 1 bulan untuk adaptasi dan belajar bahasa " lanjut Khalis.
" Alhamdulillah, sebulan In syaaAllah cukup lah, buat anak-anak belajar bahasa " ucap Hana.
" Iya Mbak. Kami minta do'anya saja. Oiya, nanti diusahakan mampir ke Bandung. In syaaAllah tanggal 20 kami ke Jakarta dulu, tanggal 25 penerbangan malam ke Doha "
" Yaa kita disini semua ikut senang. Diantara kita berlima yang sudah kesana kemari ya Dona. Dulu sewaktu masih anak-anak, yaa dia yang selalu ikut kalau bapak pindah tugas, kalau aku sama Hana, sempat ga ikut waktu bapak dinas ke Sulawesi, karena aku sudah SMA dan Hana sudah SMP. Tapi Dona, Ewing dan Wawan selalu ikut pindah, karena mereka masih TK dan SD, sampai akhirnya kita ngumpul di Jakarta lagi. Setelah pensiun, baru Bapak pindah ke Jogja, karena dekat dengan keluarga besar mbah. Diantara kami berlima yang sudah keluar negeri yaa, yang nomor 1,3 dan 5. 2 dan 4, cinta nusa dan bangsa, jadi masih belum pernah meninggalkan tanah air tercinta. Setelah nikah, Dona kembali ke Jakarta dan sempat beberapa tahun di Sumatera. Juga sempat ikut liburan kantor waktu masih sama Tyo, ke Hongkong, Macau dan Singapore. Memang rezekinya Dona untuk bisa menjelajahi dunia. Satu hal yang utama lagi, diantara kami berlima, yaa Dona yang paling ajaib, fisik dan non fisiknya. Walaupun katanya punya outoimun, tapi secara fisik dia cukup kuat, bisa ngerjain segitu banyak kerjaan dalam sekali waktu. Secara non fisik, sudah teruji sewaktu sama Tyo, kita semua salut deh. Nah, sekarang, Allah ngasih kamu rezeki yang berlipat-lipat, ganjaran karena kesabaran dan ridho atas apa yang terjadi in syaaAllah akan menjadi berkah jika kalian juga meningkatkan ibadah. Pesan aku itu aja, selain jaga kondisi dan kesehatan " ucap Verdi.
" Iya Mas, jazakumullah khair "
" Kalau aku boleh pesan ga?? " tanya Hana.
" Hmmm.... aku curiga... sok atuh "
" Hmmm curigation is no no.... pesanku sebagai kakak perempuan walaupun kita ga mirip, kamu lebih mirip ke Mas Verdi, itu menunjukkan kalau kamu kayak cowok "
" Hmm my curigation terbukti "
" Kalau Hana sama Dona sudah ngobrol, mending kita off aja deh, aneh berdua nih!! "
" Ntar Mas, kan aku belum selesai. Don, aku pesan!! ingat reportase pandangan mata lengkap yak!! trus jangan "mendorikan" diri yaa!!! jangan lupa rumahnya yang mana, jangan suka nyasar, jangan lupa fotoin kode area parkiran, jangan lupa kalau masak nasi harus dipencet tombol 'cooknya', jangan salah hari, jangan lupa kalau belum makan, mie time at late of night sesekali ga papa, kita mukbang pakai VC bareng mbak Ita kek dulu, oiya aku akan selalu tetap menanyakan 'what's cooking today!! ', ingat jawabannya harus disertakan dengan resep komplit dan foto buktinya!! "
Khalis pun tertawa, sedangkan ketiga saudara laki-laki Dona hanya menggelengkan kepalanya.
" Hmmm perasaan yang tadi disebut itu, masalah hakiki kita berdua deh "
" Eh iya, kita punya masalah yang sama, nama kita juga cuma beda di Do n Ha. Eh Doha!!! curang!! kamu yang nyampe sana duluan!!! aku ikut dong, dipaketin juga ga papa "
"Ok, kita sudahi saja sambungan video kali ini. Wassalam.... "
" Ish, adek ga sopan!! "
" Aku terlalu sopan Mbak, lihat tuh, para bapakers, mukanya dah pada BT "
" Ih kenapa BT, aku kan menghibur, kita berdua itu kan ditakdirkan untuk menghibur hati yang gundah gulana "
" Haish sudah!! saya ambil alih yaa!! Wing, Wan!! ada pesan ga?? "
__ADS_1
" Sukses terus buat Mas Khalis sama Mbak Dona, sehat-sehat ya Mas, Mbak "
" Syukron Wing "