New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 63 Pertemuan Bekasi


__ADS_3

Tibalah hari saatnya ke rumah orang tua Tyo di Bekasi.


" Semua siap, jam 8 kita berangkat ke rumah mbah Ai yaa. Aisha kamu bawa oleh-olehnya. Fif, nanti ibu minta tolong kamu yang jagain Alta sebentar ya "


" Iya Bu "


Setelah berpamitan, mereka berangkat menuju perumahan Harapan Indah Bekasi.


Sesampainya disana, terlihat 3 mobil terparkir di depan rumah.


" Sepertinya lagi pada ngumpul " ucap Dona.


" Bu, itu mobil Ayah " tunjuk Aisha.


" Kok kamu tahu?? "


" Kan Ayah kirim fotonya "


" Yuk kita turun " ajak Khalis, sambil membuka pintu mobilnya.


Khalis lalu memencet bel rumah.


Tak lama, keponakan tertua, Irsyad, keluar membuka pintu pagar.


" Assalamu'alaikum " salam Dona dan Khalis.


" Wa'alaikumsalam... Ammah???!!! "


" Iya Syad, eh lagi pada ngumpul yaa?? " tanya Dona.


" Iya, lagi ngumpul semua. Masuk Mah "


" Makasih, eh kenalannya nanti yaa di dalam aja, sekalian "


" Iya Mah, padahal baru mau nanya "


" Aisha, Ara, Zalfa ayo masuk " ajak Irsyad.


" Iya Mas, pa kabar?? "


" Alhamdulillah baik yuk masuk "


Setelah bersalaman, keluarga Khalis dan Dona masuk ke dalam rumah.


" Mah, langsung ke ruang keluarga aja "


Dona pun memberi salam terlebih dahulu,


" Assalamu'alaikum "


Semua mata memandang ke arah Dona dan..


" Ya Allah!!! Donaaaa.... kok kamu ga ngabarin mau datang??!! " sambut ibu Tyo sambil memeluknya.


" Kejutan aja Bu, maaf bawa pasukan lengkap"


" Aisha, Ara, Zalfa tuh ada ayah " ucap Ibu Tyo.


Tyo menghampiri ketiga putrinya.


Setelah bersalaman dan berpelukan, mereka pun duduk berkumpul di ruang keluarga.


" Maaf yaa, lesehan. Ga cukup kursinya "


" Ga papa Bu. Oiya ini ada oleh-oleh dari Jogja dan dari Bandung "


" Bandung?? "


" Iya, kemarin kami ke Bandung, ngunjungin Mas Verdi sama Mbak Hana " jawab Dona.


" Ada acara apa?? kan bukan liburan sekolah?? Oiya, bapak ibu di Jogja, sehat?? " tanya ayah Tyo.

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat Pak, salam dari Bapak-Ibu "


" Wa'alaihissalam warahmatullah "


" Alhamdulillah kamu datang, pas kami ngumpul semua di rumah Bapak. Oiya jadi ada apa ke Jakarta, kok tiba-tiba aja "


" In syaaAllah, Rabu malam, kami pindah ke Doha, Qatar, minimal 5 tahun " jawab Khalis.


" Barakallah fiikum "


" Pindah tugas kesana?? " tanya ayah Tyo.


" Ga Pak, saya pindah kerja "


" Masa jabatan saya di Jogja sudah selesai, kebetulan saya ditarik kembali ke pusat, Jakarta. Tetapi ada kawan SMA saya yang menawarkan posisi jabatan lebih tinggi Doha, Qatar, jadi yaa setelah mempertimbangkannya, saya terima tawarannya "


" Perusahaan apa?? "


" Kantor pusat penjualan dan perawatan mobil Chrysler "


" Anak-anak ikut semuanya?? "


" Iya, semua "


Wajah Tyo pun menampakkan kecemburuannya. Sedangkan Uma, terdiam mendengar kabar tersebut.


" Anak-anak sudah saya daftarkan di sekolah internasional disana. In syaaAllah, tahun ajaran baru di mulai bulan September. Selama sebulan ini, mereka akan kursus intensif bahasa Inggris di rumah. Semoga disaat masuk nanti di bulan September, kendala bahasa bisa diminimalisir " jelas Khalis lagi.


" Alhamdulillah, bapak, ibu ikut senang mendengarnya. Kami disini mendo'akan, agar nanti perjalanannya lancar, selamat sampai tujuan "


" Aaamiiiinn "


Perbincangan santai pun berlanjut, Rafif dan Alta pun menjadi pusat perhatian keluarga Tyo.


" Ini Mas Rafif, kuliah dimana? " tanya Ayah Tyo.


" In syaaAllah di Universitas Qatar jurusan Teknik Mesin, kemarin sudah daftar dan tes on-line. Nunggu pengumumannya 2 pekan lagi"


" Rafif kok mirip sama Aisha yaa, model badannya sama, tinggi langsing " ucap Ibu Tyo.


" Ooo gitu. Ini Alta kok dari tadi diam aja, ini ada kue, mau ga?? " lanjut ibu Tyo.


Alta menjawab dengan menggelengkan kepalanya, lalu berlari menuju Dona.


" Oiya, Aisha sekarang kelas berapa?? "


" Kelas 11, Mbah "


" Berarti nanti kuliah disana juga?? " tanya Mukti kakak Tyo.


" In syaaAllah "


" Mau kuliah jurusan apa?? "


" Komunikasi atau Psikologi "


" Sama seperti mas Ad, juga Psikologi " ucap Mukti.


Perbincangan hangat pun berlanjut hingga waktu dzuhur. Setelah makan siang, Khalis dan Dona berpamitan.


" Bapak, ibu ucapkan fii amanillah, semoga perjalanan kalian lancar, selamat dan sehat sampai di Doha "


" Aamiiinn "


" Nggih, nunsewu. Assalamu'alaikum warahmatullah "


" Wa'alaikumsalam warahmatullah "


Tak lupa, Dona kembali menghampiri Mbak Shila.


" Assalamu'alaikum "

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam..... Ya Allah Donaaaa!!! kesini kok ga ngabarin lagi???!!! ayo masuk!!! "


" Ya Allah wis gedhe kabeh.... eee ini ada anak baru?? " tanya Mbak Shila.


" Iya Mbak, Alta ayok sini, salim dulu sama bude Shila "


Alta pun menghampiri Shila.


" Pintere cah bagus "


" Berapa tahun?? "


" 2 tahun Mbak "


" Ono opo, bukan liburan sekolah kok ke Jakarta?? "


" Kami sekeluarga mau pindah ke Doha, Qatar. In syaa Allah Rabu malam berangkat dari Cengkareng "


" Lho kok pindahe adoh men?? "


" Mas Khalis dapat tawaran kerja disana, kontrak jabatan di Jogja juga sudah selesai. Dapat tawaran yang lebih baik yaa kenapa ga?? walaupun jauh dari keluarga tapi lebih dekat dari rumah Allah "


" Alhamdulillah, iso bali tiap tahun?? "


" Diusahakan Mbak "


Setelah berbincang beberapa menit, Dona mengakhiri pertemuannya dan kembali pulang menuju Menteng.


Dona dan Khalis memang menggunakan kesempatan mereka untuk mengunjungi sanak saudara mereka yang lain sebelum bertolak menuju Qatar.


" Bu, pingin ke Dufan " pinta Ara.


" Iya Bu, kan ke Dohanya masih lusa, besok kan bisa ke Dufan " tambah Aisha.


" Tanya ayah " jawab Dona singkat.


" Yah ?? "


" Ok, besok kita ke Dufan, setelah dzuhur aja yaa. Besok pagi, ayah mau ke rumah sepupu ayah "


" Aisha, Ara, Zalfa?? gimana rasanya ketemu mbah, pakde, bude?? " tanya Khalis.


" Senang Yah. Lebih senang lagi karena bisa lihat ayah terdiam, ga ganggu ibu, ga banyak bicara, trus wajahnya itu lho... " Aisha tertawa tanpa menyelesaikan kalimatnya.


" Eh ngomong belum selesai, kok sudah ketawa sendiri?? "


" Maaf Bu, wajah ayah tadi tuh bengong gitu, waktu tahu kita mau pindah ke Qatar "


" Eh jadi ingat!! "


" Kenapa Yang "


Dona pun tertawa kecil.


" Jadi, dulu tuh Tyo sempat cerita kalau Uma itu mau dipindah tugaskan ke daerah Timur Tengah, ntah yaa timur mana dan tengah mana. Di tugaskan 5 tahun dan aku hanya bingung, bagian tiketing kok bisa dipindah ke luar negeri?? "


" Tiketing?? " tanya Khalis.


" Iya, ngakunya kerja di bagian tiketing Garuda, makanya tahu aku dan anak-anak, karena kalau pesan tiket pesawat ke Uma. Hadeeeh ngayal tingkat tinggi. Laa wong kenalane neng FB, Uma ga pernah kerja, boro-boro dipindah ke Timur Tengah, pindah rumah aja ngontrak, ngontraknya ngambil uang reksadananya Aisha "


" Wait?? gimana?? ga mudeng " tanya Khalis.


" Nanti di rumah, aku cerita " jawab Dona.


Malam hari sebelum tidur, Dona menceritakan apa yang ia maksudkan tadi.


" Jadi, dulu tuh bapak ngasih reksadana ke Aisha waktu umurnya 5 tahun, sebesar 25 juta. Sebelum pindah ke Jogja, aku minta itu dicairkan setelah tahu hukum syari'ahnya. Karena diatasnamakan Tyo, sebagai ayahnya Aisha, jadi dia yang mencairkan dananya dan otomatis dananya masuk ke rekeningnya. Trus, katanya sudah dicairkan tapi kok ga ditransfer, aku tagih dong. Jawabnya maaf nanti saya transfer, dananya terpakai. Setelah itu dia nyicil 5 juta, trus 10 juta dalam 2 bulan. Kurang 10 juta lagi. Aku tagih lagi tapi ga ditransfer juga. Sampai akhirnya aku dengar dia pindah kontrakan. Artinyaaa.... silahkan pikir sendiri "


" Astaghfirullah!!?? uang anaknya sendiri dipakai untuk selingkuh?? "


" Yaaa begitulah, sadis kan?? "

__ADS_1


" Kok ada yaa manusia seperti itu?? "


" Yaa nyatanya ada, kan?? kaget ya, ga nyangka, apalagi aku. Bapak marahnya luar biasa lah, itu uang bapak untuk Aisha kok malah dicuri ayahnya sendiri. Iya, bapak yang ngomongnya gitu, 'nyuri' "


__ADS_2