
Di hari-hari berikutnya, aktivitas di Dona's Kitchen mulai menggeliat, dengan promosi gencar yang dilakukan berbagai pihak baik di medsos maupun dari mulut ke mulut.
Bahkan setelah lewat masa promosi, Dona's Kitchen tak surut dari pelanggan, hingga terkadang mereka rela mengantri untuk menikmati hidangannya.
Beberapa review pelanggan pun menjadi ajang promosi tak langsung.
" Suasananya homy, makanannya enak, pelayanannya cepat dan memuaskan "
" Yang bikin penasaran pertama kali adalah desainnya yang asik, kelihatan ekslusif. Mumpung masih promo, jadi berani untuk nyobain. Ternyata harganya ramah di kantong, padahal rasa dan pelayanan lebih seperti restoran bintang 5 "
" Unik, setiap waktu shalat tutup. Yang wanitanya berhijab syar'i semua. Yang mau pacaran di sana bakalan mikir dosa!!! bisnis plus dakwah tidak langsung, nice!! "
Beberapa pelanggan juga terlihat tertawa membaca ' Dona's Quotes', sehingga beberapa dari mereka pun penasaran akan sosok Dona.
" Mbak, Bu atau Mbak Donanya ada ga?? "
" Maaf, Bu Dona biasanya datang di hari Sabtu atau Ahad. Kalau hari Senin - Jum'at, hanya suaminya Bu Dona saja "
" Anda bisa follow di medsos kami untuk mendapatkan info dan promosi " lanjut Asri, salah satu waiter.
" Hmmm kalau gitu, weekend kita kesini lagi "
Jadilah di setiap weekend, Dona's Kitchen ramai didatangi oleh pelanggan yang penasaran akan sosok Dona.
Di suatu Sabtu pagi,
" Ibu sama Ayah ke mall yaa.... "
" Buuuu, ikut!! aku mau ke toko buku " teriak Zalfa.
" Aku juga ikut !!! " Alta pun tak mau ketinggalan.
" Yowes, melu kabeh!! Aisha, Ara ga ikut sekalian?? " tanya Dona.
" Ayah, Ibu sampai jam berapa?? " tanya Aisha.
" Yaa belum tahu, nanti kamu kan bisa pulang duluan "
" Ikuuuut!! "
Sabtu itu pun Dona sekeluarga 'berwisata' di Mall.
Sesampainya di Mall, Aisha, Ara dan Zalfa memisahkan diri untuk menuju ke toko buku. Sedangkan Alta mengikuti Dona dan Khalis menuju Dona's Kitchen.
" Assalamu'alaikum " salam Khalis dan Dona.
" Wa'alaikumsalam "
" Silahkan Pak, Bu "
" Tumben sudah ramai jam segini " tanya Khalis heran melihat beberapa kursi sudah mulai terisi lebih dari setengah kapasitas cafenya, sedangkan waktu baru menunjukkan pukul 10.30 WIB.
Seperti biasa, Khalis akan menuju ke meja Manajer, sedangkan Dona menuju dapur.
" Alta disini dulu yaa, Ibu mau masuk ke dapur. Alta tunggu disini, sama Ayah "
" Ga papa Bu, saya temenin mas Alta " salah satu waiter menawarkan diri untuk menemani.
" Syukron "
" Mas Alta mau makan sama minum apa?? "
" Aku mau es krim waffle aja "
__ADS_1
" Ok, tunggu disini ya, mbak ambilin dulu "
Khalis menghampiri Alta,
" Al, sendirian?? Ayah temenin yaa "
" Yah, aku tadi pesan es krim waffle "
" Eh, masih pagi kok makan es krim?? nanti Ayah nyicip yaa "
Alta pun melirik ke arah ayahnya.
" Kenapa Al, minta dikit kok, lebih enak minta daripada order sendiri "
" Ayah, ibu sama aja anehnya "
" Hahaha dah yuk, bantuin Ayah deh. Alta bacain angka ini yaa, biar cepet trus nanti kita bisa main "
Alta pun membantu Khalis menyelesaikan pencatatan manajemen Dona's Kitchen.
Dona di dapur mengamati proses memasak dan memeriksa persediaan bahan baku.
" Pak, untuk reservasi hari ini sudah siap?? "
" In syaa Allah sudah, Bu "
" Ini ada 2 reservasi yaa, yang pertama untuk 20 orang jam 1 siang dan untuk 15 orang untuk jam 7.30 malam. Mereka sudah order menunya sekalian?? "
" Yang malam sudah, tetapi yang siang ini belum Bu, hanya reservasi tempat saja "
" Baik Pak, fighting!!! "
" Siap Bu!! "
Khalis yang memperhatikan hal tersebut mulai menampakan kecemburuannya.
Ia pun menutupi wajah Dona dengan badannya kemudian mengajaknya berbincang.
" Yang, kok rasanya agak beda yaa?? "
" Beda apanya?? kan belum pesan makanan?? "
" Bukan itu maksudnya, suasananya, hawa..."
" Adam?? Hawa?? "
" I'm not in the mood for joking now "
" Ups, I'm sorry. Memangnya ada apa?? kayaknya sama aja, malah lebih ramai dari biasanya, padahal hari ini sudah ga promo lho "
Dona pun membaca bahasa tubuh Khalis yang merasa tidak nyaman akan kehadirannya.
" Ada apa sih Mas?? "
" Just look at me " jawab Khalis.
" I am looking at you "
Khalis pun menggandeng Dona menuju bagian luar cafe yang belum ramai.
Ia pun meminta Dona untuk duduk bersamanya.
" Kenapa Mas?? "
__ADS_1
" I hate this kind of feeling "
" Feeling apa?? "
" How they're looking at you!! I don't like it!! "
Dona pun segera menyadari kecemburuan Khalis.
" Are you jealous?? "
" Yeah!! absolutely!! "
" Well, aku pakai cadar yaa "
" Waktu di Doha, aku kan beli beberapa " lanjut Dona.
" Sayang mau bercadar?? I think they're gonna be more curious about you "
" So?? what do you want me to do?? berhenti ke sini?? just tell me, I'll follow you "
" I don't know either. But I don't like the way they're looking at you "
" Mas, kita bahas nanti lagi yaa. Just calm down, ignore them. Hari ini, kita ada 2 reservasi, just focus on that, ok?? "
" Ok, I'm sorry "
" No, thank you for being jealous.... "
" I have to, I'm your husband. Pingin ku culekin matanya satu-satu!!! "
Dona pun tertawa melihat Khalis yang terbakar api cemburu. Ia pun membelai lembut wajah suaminya,
" I love you, ke bulan sampai belakang " canda Dona yang tentu saja membuat kemarahan Khalis hilang seketika.
" Your jokes never failed me "
" So now, temenin Alta makan es krim aja yuk. Hmmm kita bikin menu baru aja gimana?? "
" Apa Yang?? "
" Jealous fire chicken wings sama sweet cutie jealous strawberry pie "
" Hmmm sudah berani nyindir nih yaa... "
" Habisan lucu sih, eh tapi nama menunya catchy lho, bolehlah kita serve menu baru yang terinspirasi oleh Bapak owner Khalis Ghiban tercintah "
" Awas ususnya geli "
" Aman kok "
Keduanya pun kembali masuk ke dalam cafe dan duduk bersama Alta.
" Mbak Aisha kok lama?? "
" Biarin aja, biar puas lihat-lihat bukunya " jawab Dona.
" Lihat, ambil, trus bayar tepatnya Yang "
" Iyes, betul. Anak itu dari dulu, paling excited kalau ke toko buku. Bisa buka perpustakaan tuh. Koleksi bukunya rapi, disampulin plastik semua "
" Yaaa siapa yang ngajarin seperti itu?? kan Sayang juga. Buku-buku kuliah Sayang aja masih rapi seperti baru, makanya masih bisa dipakai Aisha "
" Mbak Hana yang ngajarin aku merapikan buku-buku biar awet, jadilah begitu "
__ADS_1
Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 11.45 WIB, 5 menit sebelum tutup untuk shalat dzuhur. Seperti biasa, Aydan mengumumkan kepada tamu Dona's Kitchen bahwa mereka akan tutup sesaat untuk melaksanakan shalat dzuhur.