New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 53


__ADS_3

Kehamilan Dona, ternyata mengubah karakter kedua pasang sejoli itu. Ketika sebelumnya mereka berdua mempunyai karakter yang sama kerasnya, kali ini mereka berdua harus menerima keadaan 'Sindrom Bucin'.


Kata-kata gombal kekinian, sudah menjadi keseharian mereka berdua, baik secara langsung maupun melalui WA. Hal itu berdampak pada suasana kerja di kantor yang semakin ceria dengan kebahagiaan Pak Bos mereka, walaupun mereka belum mengetahui apa penyebab pastinya.


Dona sengaja merahasiakan kehamilannya, karena ia ingin ketenangan versinya. Hanya keluarga mereka saja yang mengetahui kabar baik itu.


Hingga memasuki bulan ke-4, perut Dona belum tampak membuncit, hanya badannya saja terlihat lebih berisi. Terlebih dengan gamis lebar dan jilbab yang panjang, yang sama sekali tidak menampakkan bentuk tubuhnya. Ia pun sering mengantarkan langsung makan siang ke kantor Khalis, untuk makan siang bersama. Tak jarang, Dona menunggu di kantor hingga jam kerja Khalis usai dan mereka pulang ke rumah bersama.


" Mas, aku kirim makan siangnya sekarang ya " WA Dona ke Khalis.


" Hmmm, anterin langsung dong "


" Aku males nyetir "


" Naik Grab aja, yaaa pliiisss honey???!! "


" Iya deh, tapi ntar pulangnya beliin roti John "


" Siaaap, Mas tunggu yaa "


Tidak sampai 15 menit, Dona telah sampai di kantor Khalis. Kantornya terlihat sepi, karena para karyawan banyak yang makan siang di luar kantor.


Khalis telah menunggu Dona di teras gedung kantornya. Begitu ia melihat mobil yang Dona tumpangi mendekat, ia pun menghampirinya,


" Makasih Pak, ambil aja semua "


" Terima kasih Bu, semoga sehat-sehat selalu "


" Aamiiinn, Bapak juga yaaa "


Dona segera menghampiri Khalis yang berdiri dengan senyum lebar merekah.


" Hmm Pak Bos senyum-senyum sendiri niii, ada apa siiii?? "


" Ada istri kesayangan datang "


" Hihihi, geli Mas "


" Iya hahaha, tapi lucu ah. Yuk masuk "


Khalis mengajak Dona masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Hmmm, menunya apa nih?? "


Dona pun membuka bento boxnya.


" Beef Katsu saos kari, salad, sama sup kimlo "


" Hmm bukan kim gw yaa, kim lo " canda Khalis.


" Terserah sih, mau gw atau lo. Yang penting, ini ga penting Maaassss!!! " jawab Dona gemas.


" Hahaha, yuk makan "


Sembari makan bersama, seperti biasa selalu ada percakapan diantara mereka, baik yang serius maupun yang tidak penting sama sekali.


" Oiya, besok kita ke obgyn ya Mas "


" Jam berapa?? "


" Dijadwalkan jam 4 sore sama dokternya "


" Ada keluhan ga Yang?? "


" Ada "


" Apa?? "


" Kan aku minta kulkasnya balikin, kok ga dibalikin juga?? "


" Ini kalau orang lain dengar, seolah-olah Mas minjam kulkasnya Sayang "


" Itu kan kalau orang lain, kalau orang yang sama?? "


" Cium aja!! "


" Ish!! "


Keesokan harinya, sesuai dengan jadwal, mereka kembali melakukan pemeriksaan kehamilan Dona.


" Penambahan beratnya masih normal yaa, ada keluhan?? mudah lelah atau pegal-pegal?? " tanya dokter Niza.


" Pegal sih ada Dok, biasalah punggung sudah mulai sakit "


" Kalau sakitnya bertambah, dosis kalsiumnya bisa dinaikkan. Nanti saya resepkan "


" Makasih Dok "


Sepulang dari dokter,


" Yang, ga ngidam apa gitu?? pingin dibelikan apalah?? makanan?? hmmm yang aneh-aneh?? "

__ADS_1


" Ga, dari hamil Aisha, aku ga pernah minta yang aneh-aneh. Cuma pas hamilnya Zalfa aja, aku selama 9 bulan ga bisa makan, eneg tapi ga sampai mual, ga nafsu aja. Kalau sekarang, kayaknya biasa juga. Ga tahu kepingin apa?? "


" Hooo, hmmm kalau kita jajan pizza mau ga?? extra cheese plus bruschetta?? "


" Mas yang pingin yaaaa??? beli lah, ntar ku nyicip !! "


" Hmmm nyicip?? nyicipnya 2 atau 4 slice nih?? "


" Minimal 2 dong!!! " jawab Dona sambil tertawa.


Khalis lalu memesan 2 pizza ukuran besar dengan ekstra keju, 2 bruschetta dan salad.


Tak lama sampai di rumah, pesanan pizzanya pun datang.


" Pizzaaaaa " teriak Khalis dari ruang makan.


Lalu ke empat anaknya pun berlari menuruni tangga dan segera duduk manis dengan pizza di mulut mereka.


" Hmmm anteng yaa kalau seperti ini " ucap Khalis sambil menggelengkan kepalanya.


Ayah dan ibu Dona pun keluar dari kamarnya,


" Beli pizza?? " tanya ibu Dona.


" Iya Bu. Silahkan Bu " jawab Khalis.


" Ibu setengah aja, kalau bapak boleh 1 slice "


Khalis lalu mengambilkan pizza untuk kedua orang tua Dona.


" Tadi gimana pemeriksaannya?? "


" Biasa aja, semua normal, tapi di resepin kalsium lagi, kalau badannya tambah sakit " jawab Khalis.


" Dona punya jubir yaa?? " tanya ibunya lagi.


" Ada sukarelawan yang dengan senang hati menjawab semua pertanyaan " jawab Dona santai sambil asyik menyantap pizzanya.


Notifikasi WA Dona berbunyi,


" Mbaaaak, bukain pintu, aku di depan "


" Siapa?? " tanya Khalis.


" Rahma, dah di depan minta dibukain pintu " jawab Dona sambil berjalan menuju pintu depan rumahnya.


" Assalamu'alaikum " salam Rahma.


" Wa'alaikumalam "


" Iya, aku nginap. Tadi sudah WA bude kok "


" Ooo masuk lah, ada pizza tuh "


" Alhamdulillah, rezeki anak kostan "


Keduanya berjalan menuju ruang makan.


Tak lama kemudian,


" Ada apa?? kok tumben nginap disini setelah sekian purnama?? " tanya Dona.


" Kostan ku mati lampu, sudah 2 jam belum nyala, mana HP ku low batt, yaa sudah, aku ngungsi kesini "


" Ooo karena HP "


Khalis hanya tersenyum memandangi Dona, membuat Rahma tidak bisa untuk tidak berkomentar.


" Mbak, serius nanya, anak-anak tuh masih penasaran, Pak Bos mereka diapain sama Mbak??!! "


" Emang diapain, Mas?? " tanya Dona balik.


" Hmm terjerat oleh ikatan cinta yang ... "


" Cetar membahana di dalam dada yang membuncah!!! dan aku ga ngerti itu artinya apa, tapi kayaknya keren " potong Dona yang disambut gelak tawa Khalis.


" Hmmm pantesan!! biang eror!! "


" Lagian nanyanya aneh gitu. Harusnya bersyukur, Pak Bosnya melted teroooss!! "


" Eh gimana?? ada kemajuan sama Dimas?? " tanya Dona.


" Kemajuan apa?? " tanya Rahma yang tidak mengerti maksud pertanyaan Dona.


" Yaa kamu sama Dimas, sudahkah muncul benih-benih asmara??? "


" Ih Mbak !!! Pak Dimas itu yaaa, gantian dia yang kulkas!! senyum ga ada, ngomong ga ada, nongol doang di kantor!! "


" Hmmm, Mas, ditraining tuh si Dimas "


" Training apaan?? "

__ADS_1


" Cara ngedeketin Rahma, melunakkan hati Rahma Adinda "


" Ooo comblangin??? Ahad kita makan bareng lagi aja, kita bahas bareng "


" Berasa rapat deh!! "


" No protes-protes, misi tetap berjalan!! " ucap Dona.


Khalis pun mengangguk tanda setuju.


" Eh, Mbak gemukan yaa "


Rahma lalu melihat ke arah perut Dona dan..


" Eh berapa bulan?? kok ga keliatan?? "


" Masuk 5 bulan "


" Barakallah!!! "


" Ih curang !! sudah 5 bulan kok ga cerita!!! "


" Surprise??!! "


" Ih ga seru!! "


" Dah lah makan aja, ntar keburu aku habisin lho "


Khalis hanya diam dan tersenyum memandangi Dona.


" Mas, kedip "


Khalis pun mengedipkan satu matanya.


" Bukan gituuuuu .... "


Khalis pun mengedipkan kedua matanya berulang-ulang.


Rahma pun tertawa.


" Ada yang seneng tuh "


" Mas, serius nanya, kok kulkasnya hilang total?? "


" Ya Allah, hari ini yang nanyain kulkas kok ada aja yaaa?? dengerin Ma, kulkasnya hilang, karena sudah ada yang menghangatkan hatikuuu " jawab Khalis.


Dona pun melemparkan tisu ke arah Khalis.


" Geli ah!!! "


Rahma semakin tertawa melihat pasangan kakak sepupunya ini.


Sedangkan Khalis tetap saja memandangi Dona, hingga akhirnya Dona mengambil bandana yang selalu ada di meja tengah, kemudian ia memasangkannya di mata Khalis.


" Inikah yang dinamakan cinta buta?? " canda Khalis.


" Haadeeee capeeee!!! " Dona pun akhirnya menyerah.


" Mas Khalis, bucin kuadrat nih!!! " ucap Rahma penuh semangat.


" Tuh Mas, dirimu 'bucin' "


" Ga papa, daripada micin, ga sehat "


Rahma tertawa puas menyaksikan komedi 2 pasangan aneh ini.


" Baru kali ini, ngeliat ada pasangan aneh seperti mbak Dona dan mas Khalis "


" Hmm yang penting nyata Ma "


Senyum Khalis semakin lebar, hingga matanya menyipit.


" Hati-hati ntar matanya hilang " ucap Dona.


Lalu, Khalis kemudian bangkit dari kursinya,


" Yuk " tangannya meraih tangan Dona.


" Kemana?? ngapain?? "


" Ikut aja, bentar kok "


" Hmmm baiklah. Ma, I'll be back!! stay tune yee!! "


" Siap Mbak, ku sabar menanti "


Khalis menggandeng tangan Dona menuju kamarnya.


" Kenapa?? "


" Ga papa, Mas mandi yaa. Sebentar lagi maghrib "

__ADS_1


Kalimat Khalis tentu saja membuat Dona tiba-tiba marah. Dengan mengambil bantal yang ada disampingnya, ia memukuli badan Khalis tanpa ampun lalu ia segera kembali ke ruang makan. Sedangkan Khalis yang tidak menyadari kesalahannya, hanya terdiam.


" Aku salah apa?? kok marah?? "


__ADS_2