New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 37


__ADS_3

Keesokan harinya, pukul 08.00 pagi, kamar Dona telah di datangi oleh rias pengantin, Mbak Ami, yang juga telah meriasnya pada saat akad nikah.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam. Masuk Mbak "


" Maaf yaa, aku masuk "


Mbak Ami meletakkan tas perlengkapan make-upnya di meja rias.


" Sudah sarapan Mbak?? " tanya Mbak Ami.


" Sudah, baru selesai "


" Saya mulai ya Mbak "


" Silahkan "


" Warna bajunya senada dengan yang kemarin ya ?? "


" Iya, Mbak "


Busana resepsi Dona dan Khalis menggunakan model keluaran terbaru, berwarna putih gading dengan aksen kristal dibagian lengan dan bawah gaun Dona.


Khalis asyik memandangi Dona yang sedang dirias.


" Mbak, perasaan ada yang ngeliatin aku dari tadi. Siapa sih?? " canda Dona memecahkan keheningan.


Khalis tertawa,


" Istriku kambuh lagi!! " batinnya.


" Mbak Dona ini?? wong diliatin suaminya kok!! itu tandanya cinta "


" Hihihi bercanda Mbak. Tapi Mbak, diliatin juga bisa berarti lain!! "


" Artinya apa lagi kalau bukan cinta?? " tanya Mbak Ami.


" Curiga!! siapa yang ngambil potongan coklat terakhir tadi malam?? nah untuk membuktikan tersangkanya, yaa diliatin deh!! "


" Mbak Dona, baru kali ini saya dapat klien seperti Mbak. Ngelawak terus, bikin saya ga bosan dan santai ngeriasnya, jadi hasil riasannya lebih bagus "


" Menghibur orang lain itu juga menghibur diri sendiri, semuanya kembali ke kita. Efek mantapnya lagi, yaaa dapat pahala kaan "


" Iya Mbak, benar "


Khalis tak henti memandang Dona, dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.


" Mbak, sebentar "


Dona meminta Mbak Ami, untuk menghentikan sejenak proses make-upnya.


Dona kemudian menghampiri Khalis.


" Mas, mukaku aneh?? atau ada yang salah?? "


Khalis menggelengkan kepalanya.


" Ok, Mas ga ada kerjaan?? ngapain gitu?? "


Khalis kembali menggelengkan kepalanya.


" Ok, fix. Mas, tolong beliin aku vanilla latte milkshake, Thai mango ice 2, sama waffle topping buah and cream 3 porsi "


" Hmm dimana?? "


" Cari lah, tolong ya paksu !! eeitt ga boleh suruh Dimas beli, dia juga lagi sibuk nyiapin acara di bawah "


" Hmm, walaupun aku tahu ini modus untuk menyingkirkanku, tapi tetap akan ku laksanakan!! tunggu ya " Khalis berdiri dan mencium pipi Dona, sebelum ia keluar kamar.


" Akhirnya!! ... lanjut Mbak!! "


Mbak Ami tersenyum geli melihat cara Dona mengusir Khalis.


" Baru kali ini saya lihat, pengantin wanita mengusir pengantin pria "


" Haadee, saya juga salting Mbak kalau diliatin terus kayak gitu "


" Suami Mbak, orangnya romantis ya?? "


" Deskripsikan arti romantis yang Mbak Ami maksud!! "


" Hmm yaaa berusaha membahagiakan hati istri dengan kesukaan istrinya. Menyediakan waktu untuk berdua, jalan-jalan berdua. Istrinya ga boleh susah, banyak sih Mbak "


" Hmmm ga tahu, kan baru sehari nikah "

__ADS_1


" Oiya. Ketemunya gimana sih Mbak?? "


" Saya di minta presentasi katering untuk rapat di kantornya. Yaa, berawal dari urusan bisnis sama klien "


" Mbak Dona punya bisnis katering?? "


" Iya, masih katering rumahan aja "


" Tapi bisa sampai ke kantor gimana caranya Mbak?? "


" Adik sepupu saya kerja di kantor Mas Khalis, jadi dia yang promosikan katering saya "


" Trus bos besar suka dan akhirnya menikah!!! waaa bagaikan drakor " ucap Mbak Ami.


" Hihihi drakor versi Jogja jadi drajog " jawab Dona.


" Mbak Dona memang beneran lucu!! "


Beberapa menit kemudian,


" Ok Mbak, sudah selesai. Ada yang mau ditambahin ?? "


" Ga, sudah cukup "


" Mbak, pasang bulu mata palsu sedikiiit aja yaa, biar cetar!!


" Ga, saya ga mau yang palsu-palsu. Yang asli sudah cukup "


Bel kamar hotel berbunyi, Dona segera membuka pintunya.


" Nih permintaannya " Khalis membawa semua pesanan Dona.


" Waaa, syukron "


" Sudah selesai dandannya?? "


" Sudah dong "


" Mbak, suaminya mau saya dandanin sekalian ?? " tanya Mbak Ami.


" Ga usah, nanti saya yang dandanin "


" Mbak, ambil minumannya yang mana aja " ucap Dona sambil memakai jilbabnya.


" Makasih Mbak " jawab mbak Ami.


" MasyaAllah... perfect!! " puji mbak Ami.


Khalis tetap asyik memandangi Dona sambil tersenyum.


" Ya sudah Mbak, saya sudah selesai. Saya pamit ya "


" Makasih Mbak Ami, jangan langsung pulang yaa. Makan dulu di acara resepsi "


" Iya, Mbak, terima kasih. Saya ke bawah ya. Assalamu'alaikum "


Setelah Mbak Ami keluar, Khalis pun berganti pakaian dengan jas koko pengantin.


" Jasnya jangan dipakai dulu, duduk disini "


Khalis duduk di kursi meja rias.


Dona membersihkan wajah Khalis dan mengoleskan toner. Lalu ia mengoleskan tipis-tipis BB cream di wajah Khalis.


" Yang, ntar aku kayak pakai topeng "


" Gaa, tenang aja. Biar kelihatan bagus di foto, make-up dikit "


Beberapa menit kemudian,


" Dah siaaap. Silahkan dipakai jasnya "


Khalis melihat wajahnya di cermin.


" Alhamdulillah tetap ganteng "


" Ooooo tidaaaak!!! apakah aku barusan mendengar kalimat narsis??? dari pak bos melted??!! meltednya kebablasan!! "


Khalis tertawa.


" Yang, sudah anggun, cantik, seperti Disney Princess, tapi kenapa ngelawak "


" Ngelawak buat paksu seorang ajah !! ... dah buruan pakai jasnya "


Suara bel kamar berbunyi.

__ADS_1


Khalis membuka pintunya dan...


" Ibuuuu... " Zalfa berlari dan memeluk Dona.


" Assalamu'alaikum. gimana tadi malam tidurnya?? "


" Wa'alaikumsalam, merem " jawab Zalfa yang membuat Khalis tertawa.


" Yaaa kaaliii Faaa, kamu tidurnya melek. Ngeri amat!! " balas Dona.


" Sudah sarapan semua?? " tanya Dona.


" Sudah Bu "


" Gimana Fif, dikelilingi adik-adik dan sepupu yang mayoritas perempuan? " tanya Khalis.


" Ya Allah Yah!! berisik banget!! mereka ngobrol, ketawa, ngemil ga berhenti!!! sampai jam 11 tadi malam!! sampai pakde Verdi keluar kamar, nyuruh kita tidur semua "


" Kamu ikutan ngobrol?? " tanya Dona.


" Mas Rafif, diinterogasi!! " jawab Ara.


" Heran yaa, pada kepo banget!! "


" Yaaa perempuan itu memang begitu, tapi senang, kan?? " tanya Dona.


" Seru sih, Bu "


" Eh Mbak Asya sama Aisha itu seumuran?? " tanya Rafif.


" Iya, cuma terpaut 3,5 bulan"


" Trus Ara, Mbak Elsa, Mbak Lita itu juga seumuran?? "


" Iya, usia mereka bertiga terpaut 2 bulan - 2 bulan " jawab Dona.


" Kalau Zalfa sama Ken "


" Seumuran juga "


" Berarti keluarga Ibu kalau hamil janjian yaa?? "


" Mana bisa kayak gitu Fif, yaaa Allah yang ngasihnya begini, mau gimana?? "


" Tapi kok lucu yaa, bisa barengan terus "


" Dah yuk, sudah hampir jam 10. Kita sudah di tunggu di bawah " ajak Khalis untuk segera menuju ruang resepsi.


" Yah!! foto dulu!! " pinta Ara.


" Hmm gimana caranya biar semua kefoto!! "


Bel kamar berbunyi, Khalis segera membukanya.


" Maaf Pak, kami Adi dan Arif tim fotografer pernikahan bapak dan ibu. Minta izin untuk mengambil fotonya sebelum turun "


" Alhamdulillah, kebetulan lagi mau foto keluarga. Silahkan masuk Mas "


" Mas langsung aja, anak-anak dah pose semua. Oiya, satu lagi pakai HP ini "


" Baik Pak. Yak, langsung yaa. 1,2,3 senyum!! "


" Ganti posisi!! " teriak Ara.


Keempat anak itu pun merubah posisi dan gaya mereka.


" Ok!! siap semuaa!! 1, 2,3 !! "


" Lihat Om !! " pinta Rafif.


Rafif dan ketiga adik barunya mendekati fotografer, untuk melihat hasil foto mereka.


" Lihat disini saja " ucap fotografer sambil mengembalikan HP Khalis.


" Dah yuk sambil jalan " ucap Dona sambil mengajak anak-anaknya untuk bergerak lebih cepat menuju ruang resepsi mereka.


Adi dan Arif mengambil candid foto-foto Khalis dan Dona beserta keempat anak mereka, dari lorong menuju lift hingga di dalam lift.


" Mas, itu hasil fotonya gimana, di lift sempit begini?? " tanya Khalis.


" Silahkan dilihat Pak "


Khalis dan Dona melihat hasil foto pada kamera Adi.


" Waaa canggih, view dari atas ga pakai ngelihat, hanya feeling yaa "

__ADS_1


" Sudah biasa Bu "


Ketika sampai di lantai dasar, Adi dan Ari keluar lift terlebih dahulu, untuk kembali mengabadikan momen tersebut.


__ADS_2