
Keesokan harinya, pukul 08.00 pagi, kamar Dona telah di datangi oleh rias pengantin, Mbak Ami, yang juga telah meriasnya pada saat akad nikah.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam. Masuk Mbak "
" Maaf yaa, aku masuk "
Mbak Ami meletakkan tas perlengkapan make-upnya di meja rias.
" Sudah sarapan Mbak?? " tanya Mbak Ami.
" Sudah, baru selesai "
" Saya mulai ya Mbak "
" Silahkan "
" Warna bajunya senada dengan yang kemarin ya ?? "
" Iya, Mbak "
Busana resepsi Dona dan Khalis menggunakan model keluaran terbaru, berwarna putih gading dengan aksen kristal dibagian lengan dan bawah gaun Dona.
Khalis asyik memandangi Dona yang sedang dirias.
" Mbak, perasaan ada yang ngeliatin aku dari tadi. Siapa sih?? " canda Dona memecahkan keheningan.
Khalis tertawa,
" Istriku kambuh lagi!! " batinnya.
" Mbak Dona ini?? wong diliatin suaminya kok!! itu tandanya cinta "
" Hihihi bercanda Mbak. Tapi Mbak, diliatin juga bisa berarti lain!! "
" Artinya apa lagi kalau bukan cinta?? " tanya Mbak Ami.
" Curiga!! siapa yang ngambil potongan coklat terakhir tadi malam?? nah untuk membuktikan tersangkanya, yaa diliatin deh!! "
" Mbak Dona, baru kali ini saya dapat klien seperti Mbak. Ngelawak terus, bikin saya ga bosan dan santai ngeriasnya, jadi hasil riasannya lebih bagus "
" Menghibur orang lain itu juga menghibur diri sendiri, semuanya kembali ke kita. Efek mantapnya lagi, yaaa dapat pahala kaan "
" Iya Mbak, benar "
Khalis tak henti memandang Dona, dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
" Mbak, sebentar "
Dona meminta Mbak Ami, untuk menghentikan sejenak proses make-upnya.
Dona kemudian menghampiri Khalis.
" Mas, mukaku aneh?? atau ada yang salah?? "
Khalis menggelengkan kepalanya.
" Ok, Mas ga ada kerjaan?? ngapain gitu?? "
Khalis kembali menggelengkan kepalanya.
" Ok, fix. Mas, tolong beliin aku vanilla latte milkshake, Thai mango ice 2, sama waffle topping buah and cream 3 porsi "
" Hmm dimana?? "
" Cari lah, tolong ya paksu !! eeitt ga boleh suruh Dimas beli, dia juga lagi sibuk nyiapin acara di bawah "
" Hmm, walaupun aku tahu ini modus untuk menyingkirkanku, tapi tetap akan ku laksanakan!! tunggu ya " Khalis berdiri dan mencium pipi Dona, sebelum ia keluar kamar.
" Akhirnya!! ... lanjut Mbak!! "
Mbak Ami tersenyum geli melihat cara Dona mengusir Khalis.
" Baru kali ini saya lihat, pengantin wanita mengusir pengantin pria "
" Haadee, saya juga salting Mbak kalau diliatin terus kayak gitu "
" Suami Mbak, orangnya romantis ya?? "
" Deskripsikan arti romantis yang Mbak Ami maksud!! "
" Hmm yaaa berusaha membahagiakan hati istri dengan kesukaan istrinya. Menyediakan waktu untuk berdua, jalan-jalan berdua. Istrinya ga boleh susah, banyak sih Mbak "
" Hmmm ga tahu, kan baru sehari nikah "
__ADS_1
" Oiya. Ketemunya gimana sih Mbak?? "
" Saya di minta presentasi katering untuk rapat di kantornya. Yaa, berawal dari urusan bisnis sama klien "
" Mbak Dona punya bisnis katering?? "
" Iya, masih katering rumahan aja "
" Tapi bisa sampai ke kantor gimana caranya Mbak?? "
" Adik sepupu saya kerja di kantor Mas Khalis, jadi dia yang promosikan katering saya "
" Trus bos besar suka dan akhirnya menikah!!! waaa bagaikan drakor " ucap Mbak Ami.
" Hihihi drakor versi Jogja jadi drajog " jawab Dona.
" Mbak Dona memang beneran lucu!! "
Beberapa menit kemudian,
" Ok Mbak, sudah selesai. Ada yang mau ditambahin ?? "
" Ga, sudah cukup "
" Mbak, pasang bulu mata palsu sedikiiit aja yaa, biar cetar!!
" Ga, saya ga mau yang palsu-palsu. Yang asli sudah cukup "
Bel kamar hotel berbunyi, Dona segera membuka pintunya.
" Nih permintaannya " Khalis membawa semua pesanan Dona.
" Waaa, syukron "
" Sudah selesai dandannya?? "
" Sudah dong "
" Mbak, suaminya mau saya dandanin sekalian ?? " tanya Mbak Ami.
" Ga usah, nanti saya yang dandanin "
" Mbak, ambil minumannya yang mana aja " ucap Dona sambil memakai jilbabnya.
" Makasih Mbak " jawab mbak Ami.
" MasyaAllah... perfect!! " puji mbak Ami.
Khalis tetap asyik memandangi Dona sambil tersenyum.
" Ya sudah Mbak, saya sudah selesai. Saya pamit ya "
" Makasih Mbak Ami, jangan langsung pulang yaa. Makan dulu di acara resepsi "
" Iya, Mbak, terima kasih. Saya ke bawah ya. Assalamu'alaikum "
Setelah Mbak Ami keluar, Khalis pun berganti pakaian dengan jas koko pengantin.
" Jasnya jangan dipakai dulu, duduk disini "
Khalis duduk di kursi meja rias.
Dona membersihkan wajah Khalis dan mengoleskan toner. Lalu ia mengoleskan tipis-tipis BB cream di wajah Khalis.
" Yang, ntar aku kayak pakai topeng "
" Gaa, tenang aja. Biar kelihatan bagus di foto, make-up dikit "
Beberapa menit kemudian,
" Dah siaaap. Silahkan dipakai jasnya "
Khalis melihat wajahnya di cermin.
" Alhamdulillah tetap ganteng "
" Ooooo tidaaaak!!! apakah aku barusan mendengar kalimat narsis??? dari pak bos melted??!! meltednya kebablasan!! "
Khalis tertawa.
" Yang, sudah anggun, cantik, seperti Disney Princess, tapi kenapa ngelawak "
" Ngelawak buat paksu seorang ajah !! ... dah buruan pakai jasnya "
Suara bel kamar berbunyi.
__ADS_1
Khalis membuka pintunya dan...
" Ibuuuu... " Zalfa berlari dan memeluk Dona.
" Assalamu'alaikum. gimana tadi malam tidurnya?? "
" Wa'alaikumsalam, merem " jawab Zalfa yang membuat Khalis tertawa.
" Yaaa kaaliii Faaa, kamu tidurnya melek. Ngeri amat!! " balas Dona.
" Sudah sarapan semua?? " tanya Dona.
" Sudah Bu "
" Gimana Fif, dikelilingi adik-adik dan sepupu yang mayoritas perempuan? " tanya Khalis.
" Ya Allah Yah!! berisik banget!! mereka ngobrol, ketawa, ngemil ga berhenti!!! sampai jam 11 tadi malam!! sampai pakde Verdi keluar kamar, nyuruh kita tidur semua "
" Kamu ikutan ngobrol?? " tanya Dona.
" Mas Rafif, diinterogasi!! " jawab Ara.
" Heran yaa, pada kepo banget!! "
" Yaaa perempuan itu memang begitu, tapi senang, kan?? " tanya Dona.
" Seru sih, Bu "
" Eh Mbak Asya sama Aisha itu seumuran?? " tanya Rafif.
" Iya, cuma terpaut 3,5 bulan"
" Trus Ara, Mbak Elsa, Mbak Lita itu juga seumuran?? "
" Iya, usia mereka bertiga terpaut 2 bulan - 2 bulan " jawab Dona.
" Kalau Zalfa sama Ken "
" Seumuran juga "
" Berarti keluarga Ibu kalau hamil janjian yaa?? "
" Mana bisa kayak gitu Fif, yaaa Allah yang ngasihnya begini, mau gimana?? "
" Tapi kok lucu yaa, bisa barengan terus "
" Dah yuk, sudah hampir jam 10. Kita sudah di tunggu di bawah " ajak Khalis untuk segera menuju ruang resepsi.
" Yah!! foto dulu!! " pinta Ara.
" Hmm gimana caranya biar semua kefoto!! "
Bel kamar berbunyi, Khalis segera membukanya.
" Maaf Pak, kami Adi dan Arif tim fotografer pernikahan bapak dan ibu. Minta izin untuk mengambil fotonya sebelum turun "
" Alhamdulillah, kebetulan lagi mau foto keluarga. Silahkan masuk Mas "
" Mas langsung aja, anak-anak dah pose semua. Oiya, satu lagi pakai HP ini "
" Baik Pak. Yak, langsung yaa. 1,2,3 senyum!! "
" Ganti posisi!! " teriak Ara.
Keempat anak itu pun merubah posisi dan gaya mereka.
" Ok!! siap semuaa!! 1, 2,3 !! "
" Lihat Om !! " pinta Rafif.
Rafif dan ketiga adik barunya mendekati fotografer, untuk melihat hasil foto mereka.
" Lihat disini saja " ucap fotografer sambil mengembalikan HP Khalis.
" Dah yuk sambil jalan " ucap Dona sambil mengajak anak-anaknya untuk bergerak lebih cepat menuju ruang resepsi mereka.
Adi dan Arif mengambil candid foto-foto Khalis dan Dona beserta keempat anak mereka, dari lorong menuju lift hingga di dalam lift.
" Mas, itu hasil fotonya gimana, di lift sempit begini?? " tanya Khalis.
" Silahkan dilihat Pak "
Khalis dan Dona melihat hasil foto pada kamera Adi.
" Waaa canggih, view dari atas ga pakai ngelihat, hanya feeling yaa "
__ADS_1
" Sudah biasa Bu "
Ketika sampai di lantai dasar, Adi dan Ari keluar lift terlebih dahulu, untuk kembali mengabadikan momen tersebut.