
Akhirnya Tyo dan Dona masuk ke ruang mediasi.
" Silahkan tanda tangan dulu, Pak Tyo, Bu Dona "
Tyo dan Dona bergantian menandatangani berkas mediasi.
" Saya Fauzan Umar, saya bertugas untuk menjadi mediasi masalah rumah tangga bapak dan ibu, untuk mencari titik masalahnya. Yaa kami semua disini berusaha agar perceraian tidak sampai terjadi, semua masalah in syaa Allah ada jalan keluarnya "
" Jadi disini Pak Tyo menggugat cerai Bu Dona, dengan 3 alasan. Yang pertama, karena Bu Dona telah pergi meninggalkan rumah semenjak 6 bulan yang lalu, dari rumah di Semper pergi ke Kelapa Gading. Yang kedua, karena Bu Dona tidak melakukan kewajibannya sebagai istri, yaitu melayani suami dengan baik. Ketiga karena sifat keras Bu Dona, yang sering menghukum anak-anak jika mereka tidak menuruti kemauan Bu Dona."
" Baik untuk yang pertama, apa benar Bu Dona meninggalkan rumah 6 bulan yang lalu?? " tanya Pak Fauzan.
" Tidak Pak, saya tidak pernah pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami, saya selalu minta persetujuan suami untuk apa pun yang saya lakukan. 6 bulan yang lalu, saya dan anak-anak pindah ke Jogja, ke rumah orang tua saya dari Jakarta. Itu juga keputusan Tyo sebagai suami. Ia yang mengantarkan saya dan anak-anak ke Jogja. "
" Ooo jadi Bu Dona pindah ke Jogja?? "
" Iya, disitu dituliskan saya pergi dari rumah di Semper ke Kelapa Gading, Semper itu rumah om nya Tyo, saya ga pernah tinggal disana. Kelapa Gading itu rumah Om saya, tapi dulu itu rumah orang tua saya sebelum pindah ke Jogja. Saya sebelumnya tinggal bersama dengan Tyo dan anak-anak di Rawamangun, kami mengontrak rumah teman kerja Tyo. "
Pak Fauzan tampak bingung dengan pernyataan Dona yang berbeda jauh dari pernyataan Tyo. Sehingga ia hanya mencatat pernyataan Dona.
" Bagaimana dengan tidak melayani suami dengan baik?? "
" Sekarang kami mempunyai 3 putri yang usianya antara 5-12 tahun, tanpa pembantu, saya rasa saya tidak perlu menjelaskan lagi. "
" Bagaimana Pak Tyo, dengan 3 anak yang masih kecil, Pak Tyo yang harusnya lebih banyak pengertian dan membantu Bu Dona di rumah. "
" Yaa tapi saya sebagai suami kan juga ingin dia bisa membagi waktunya untuk saya juga, bukan alasan anak selalu. "
" Ya tidak bisa seperti itu Pak Tyo, Anda seharusnya harus lebih dapat memahami, menjadi ibu rumah tangga itu tidak mudah, tugasnya berat dan banyak, tidak ada habisnya. "
" Baiklah, untuk pasal yang terakhir, Pak Tyo mengatakan jika Bu Dona sangat keras terhadap anak-anak."
" Kebalik Pak, yang sering menghukum anak-anak itu Tyo. Waktu anak saya berumur 4 dan 6 tahun, saya lupa masalahnya apa, tapi yang jelas, Tyo mengusir mereka, melemparkan tas berisi pakaiannya dan menyuruh saya membawa mereka keluar, dan ia juga melemparkan uang 300 ribu untuk ongkos anak-anak, itu yang pertama. "
__ADS_1
" Yang kedua, anak saya, Ara dihukum dibelakang rumah ketika hari sudah malam, dikunci pintunya, sedangkan di belakang itu gelap sekali, anak saya menangis histeris, adiknya ikut menangis karena ketakutan. Saya membujuk Tyo untuk membukakan pintunya, setelah 10 menit akhirnya dibuka, anak saya sudah gemeteran badannya. Tyo masih dengan nada marah menyuruhnya masuk ke kamar. Saya segera menemaninya dan menenangkannya, belum lagi adiknya yang masih menangis ketakutan. "
" Dan yang terakhir belum lama, kami berencana bermain ke gelanggang renang Ancol, tetapi karena berangkat sudah kesiangan, jadi tidak dapat parkir, Ara tidak mau pulang, ia merengek untuk tetap turun bermain ke gelanggang renang. Tyo langsung marah, menghentikan mobilnya dan menyuruh saya mengeluarkan Ara dari mobil, dan biarkan ia bermain di gelanggang renang sendiri. Mana ada seorang ibu tega meninggalkan anaknya begitu saja, pada saat itu saya marah dengan Tyo, saya katakan padanya kalau sampai kapanpun saya tidak akan pernah buang anak, saya minta Tyo segera melajukan kendaraannya untuk pulang, tanpa memarahi Ara lagi."
" Tyo itu tidak sabar sama anak-anak, tapi ia selalu melihat saya yang selalu memarahi mereka. Di tempat belanja saja, berapa kali Tyo marah karena anak-anak lambat jalannya. Dan saya selalu tertinggal di belakang. Coba Pak, saya menggandeng anak saya yang masih balita, kan tidak mungkin cepat jalannya. Sedangkan dua putri saya berjalan di depan, namanya juga anak-anak tidak mungkin langkahnya secepat langkah orang dewasa. Tyo yang tidak sabar, setelah itu ia akan marah, karena anak-anak lambat, belum lagi jika makan di restoran, dia pasti marah dulu karena anak-anak maunya makan yang sama, tidak mau yang lain. Bapak silahkan menilai sendiri. "
Pak Fauzan pun hanya menggelengkan kepalanya dan mencatat jawaban Dona.
" Tetapi masalah sebenarnya apa?? saya rasa lebih dari itu ?? " tanya Pak Fauzan.
" Tyo selingkuh, dia tinggal bersama dengan wanita lain semenjak saya pindah ke Jogja, " jawab Dona singkat.
" Astaghfirullah, apa benar Pak Tyo?? "
Tyo tidak dapat menjawabnya.
" Ibu tahu darimana?? "
Dona pun menceritakan semuanya.
" Saya sudah lelah Pak, makanya saya minta Tyo yang urus perceraian, tapi saya ga menyangka kalau isi gugatannya semuanya penuh kebohongan, yang menyudutkan saya, " jawab Dona.
" Baiklah, jadi sekarang memang sudah sepakat untuk berpisah yaa, talak 1 atau bagaimana?? "
" Langsung talak 3 saja Pak, " jawab Dona cepat.
" Baik, untuk hak asuh akan dipegang oleh Bu Dona, sesuai peraturan perundang-undangan, bahwasanya hak asuh anak dibawah usia 12 tahun ada pada ibunya, kecuali ibunya tidak sanggup. "
" Pak, kalau salah satu anak, ikut saya gimana?? bisa tidak?? yang nomor 2, Ara. Dia paling sayang sama saya, " pinta Tyo.
" Iya !! yang paling sayang, yang paling sering kamu hukum!! " Dona membantah penyataan Tyo.
" Maaf Pak Tyo, tidak bisa. Lagipula jika anak-anak dipisahkan, berpengaruh terhadap psikologis mereka nantinya, " tolak Pak Fauzan.
__ADS_1
Tyo pun menunduk, ia sanggup tidak menyangka akan perlawanan Dona.
" Baiklah, untuk biaya anak-anak akan ditanggung seluruhnya oleh Pak Tyo, berapa besar yang disanggupi perbulannya?? "
" 3 jt diluar biaya kesehatan dan pendidikan, " jawab Tyo.
" Jadi 3 juta per bulan tidak termasuk uang sekolah dan semua kebutuhannya yaa. "
" Iya, Pak."
" Bagaimana Bu Dona?? cukup?? "
" In syaa Allah cukup Pak, " jawab Dona, walaupun dalam hatinya ia ingin meminta lebih untuk ketiga anak-anaknya.
" Untuk uang iddah, ini uang yang diberikan kepada Bu Dona, selama 3 bulan berturut-turut. Berapa besaran yang Pak Tyo sanggupi?? "
" 1,5 juta per bulan, Pak. "
" Uang iddah ini nantinya hanya digunakan untuk kebutuhan Bu Dona pribadi yaa, tidak untuk anak-anak ataupun pengeluaran yang lain, hanya untuk Bu Dona saja, " jelas Pak Fauzan.
" Untuk hak asuh yang tadi Pak Tyo sebutkan, dapat ditindaklanjuti setelah persidangan ini selesai. Nanti ada persidangan kembali untuk ini. "
Dona pun bersyukur, karena ia yakin Tyo tidak akan melakukannya, karena Tyo pasti akan kalah.
" Untuk talaknya saya cantumkan talak 1 yaa. "
" Maaf Pak, langsung talak 3 saja, " pinta Dona.
" Apa Bu Dona yakin?? karena kalau talak 3 itu sudah final. "
" Iya, Pak" jawab Dona tegas.
" Baik, ada yang perlu ditambahkan lagi ? " tanya Pak Fauzan.
__ADS_1
" Tidak, Pak " jawab Tyo.
" Kalau begitu, serahkan kertas ini ke bagian notulen, agar diketik, nanti bapak dah ibu silahkan menandatangani setelahnya. "