New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 13 Kembali Menghilang


__ADS_3

Dona memutuskan untuk tidak menghadiri sidang terakhir yang di laksanakan pada bulan Mei tahun 2017. Karena pada sidang sebelumnya di bulan April yang seharusnya menjadi sidang terakhirnya, Tyo membuat Dona marah kembali.


" Maaf Yang Mulia, saya belum dapat memenuhi permintaan untuk penyerahan uang talak hari ini "


" Jadi dananya belum siap, Pak Tyo?? " tanya hakim ketua.


" Iya, Yang Mulia "


" Kapan Anda dapat menyiapkan dana tersebut?? "


" In syaa Allah bulan depan "


" Baik, kalau begitu sidang di tunda hingga tanggal 23 Mei 2017 "


Hakim mengetuk palunya 3 kali, tanda berakhirnya sidang.


Dona tidak dapat mempercayai pendengarannya, " belum siap dananya??? apa tidak bisa menghubungi aku dulu sekedar bilang saya belum siap dananya, jadi kamu tidak usah datang dulu. Saya minta sidang keputusan ditunda ' , kan bisa bilang dulu!! aku ke Jakarta juga ngeluarin biaya!!"


Ingin rasanya Dona mengucapkan kalimat itu di depan Tyo, tapi ia tahu hal itu tidak ada gunanya. Sehingga ia memilih diam.


2 hari menjelang sidang terakhir, Dona memutuskan untuk tidak hadir.


" Jadinya kamu ga dateng nih?? " tanya ibu.


" Iya Bu, males. Kalau benar terakhir, kalau seperti bulan lalu cuma buang biaya pesawat aja!! paling cuma tanda tangan doang "


" Tyo bakalan transfer uangnya ga?? "


" Yaa, harusnya. Lihat aja nanti "


Dua pekan kemudian Tyo mentransfer uang sebesar 5 juta, tanpa ada penjelasan apa pun.


Dan seperti biasa, Tyo tidak dapat dihubungi.


Dona menggunakan untuk kebutuhan sekolah ketiga anaknya.


Setelah itu, tidak ada kiriman apapun di bulan-bulan berikutnya.


Setelah setahun berjalan, akhirnya Dona mulai bangkit, tadinya ia hanya sibuk mengantar jemput ketiga anaknya sekolah, maka saat itu ia sudah mulai bersosialisasi dengan orang tua murid yang lain. Ia mulai mengikuti kegiatan-kegiatan orang tua murid di sekolah.


Ia pun mulai menawarkan roti dan aneka makanan ke lingkungan rumah dan orang tua murid di sekolah.


Hampir setiap pekan Dona mendapat pesanan roti, walaupun pada awalnya keuntungannya tak seberapa, tetapi ia tidak patah semangat.


Sudah 2 bulan, Tyo tidak juga dapat dihubungi.


" Sudah, ga usah sibuk nelpon ayah, kita tunggu di telpon aja"


" Tapi ini sudah 2 bulan Bu " protes Aisha.


" Yaa ibu tahu, tapi mau bagaimana lagi. Ayah kamu maunya begitu "


Aisha telah lulus SD dan telah masuk ke SMP Islam berasrama.

__ADS_1


Biaya yang tak sedikit untuk memasukkan putrinya ke sekolah Islam dengan peringkat nomor 1 di Jogja. Pada saat mendaftarkan Aisha, Dona telah memberitahu Tyo. Saat itu, Tyo baru saja melayangkan gugatan cerainya kepada Dona. Pada saat tes penerimaan perihal pendaftaran sekolah Aisha, Tyo sempat mengatakan akan datang untuk wawancara orang tua murid.


Tetapi pada akhirnya ia tidak datang. Hingga Aisha di terima di SMP tersebut, Tyo hanya mengucapkan selamat.


Dari proses survey, pendaftaran, hingga ujian masuk, Dona selalu menginformasikan kepada Tyo. Sampai akhirnya Dona memberitahukan batas waktu pembayaran uang masuk.


" Pekan depan sudah harus nyicil uang masuk SMP. Bisa dicicil 3 bulan, untuk awal 40%, selanjutnya 30%. Total biayanya 23 juta sudah termasuk uang semester "


" Saya ga ada dana segitu " jawab singkat Tyo.


" Trus ini gimana?? " tanya Dona.


" Ya itu urusan kamu, lagian ngapain masukin Aisha ke sekolah mahal begitu. Kamu juga ga info apa-apa ke saya!! "


Dona menarik nafas panjangnya.


" Yo, pada saat mendaftarkan Aisha kamu kirim uang pendaftaran, bahkan pada saat tes, kamu bilang mau datang. Dari 2 sekolah yang kita survei waktu itu, kamu juga milih sekolah ini. Terus sekarang kamu bilang saya ga infoin apa pun!!! "


" Pokoknya saya ga ada dana segitu!!! cari aja sendiri!!! emang gampang cari duit!! jangan hanya bisanya minta aja!! "


Tyo pun memutuskan sambungan teleponnya, setelah itu, Tyo kembali tidak dapat dihubungi hingga setahun lamanya.


Dona tidak lagi mengharapkan Tyo akan bertanggungjawab akan membiayai anak-anaknya. Ntah siapakah Tyo sebetulnya, Dona tidak mengenalinya lagi.


Sosok yang lembut dan sangat mencintainya selama 12 tahun itu telah berubah menjadi orang yang sangat asing bagi Dona.


Dona bersyukur ia didukung oleh orang tua dan saudaranya.


" Kamu ga usah mikirin biaya sekolah anak-anak, kamu fokus untuk mendidik anak-anak kamu. Untuk biaya nanti Bapak yang usahakan, in syaa Allah ada. Cukup do'akan Bapak Ibu sehat, bisa mendampingi kamu sampai nanti kamu berjodoh lagi"


Hari-hari Dona kembali disibukkan urusan rumah tangga dan sekolah ketiga anaknya.


Sesuai janji ayahnya, biaya masuk SMP Aisha telah lunas dan Sabtu ini, adalah jadwal pengantaran ke asrama dan keesokan harinya adalah jadwal pertemuan orang tua murid.


Jadwal masuk asrama dari pukul 13.00 sampai dengan 17.00.


" Semua sudah lengkap yaa, ga ada yang ketinggalan " tanya Dona.


" Sudah Bu"


1 buah koper ukuran sedang, 1 box kontainer dan tas untuk keperluan lainnya telah masuk dalam bagasi mobil.


Setelah berpamitan dengan orang tuanya, Dona bersama ketiga anaknya, berangkat mengantarkan Aisha ke asrama.


" Nanti sampai kamar asrama kamu langsung pasang seprei, baru atur pakaian di lemari"


" Iya Bu "


" Mulai malam ini, kamu tidurnya di asrama, ga dirumah lagi. Besok pagi ibu datang lagi untuk POMG, selanjutnya tunggu jadwal perpulangan. Oiya, grup asrama sudah ada, jadi nanti kalau kamu butuh apa-apa, bisa minta tolong musyrifahnya untuk WA ibu "


" Iya Bu "


30 menit kemudian, mereka telah sampai di Asrama SMPIT. Mobil-mobil memenuhi lapangan asrama hingga keluar.

__ADS_1


Alhamdulillah, Dona datang lebih awal, sehingga ia tidak mengantri lama untuk dapat memasuki komplek asrama.


Setelah memarkirkan kendaraannya, Dona mengajak Aisha untuk bergegas membawa barang-barangnya ke dalam asrama dan meminta kedua adiknya untuk membantu.


Sesampainya di dalam kamar asrama, musyrifah atau penanggung jawab asrama menyambut kedatangan orangtua dan santri.


" Assalamu'alaikum, saya Najwa musyrifah asrama Khadijah "


" Wa'alaikumsalam, saya Dona ibu dari Aisha, mohon bimbingannya "


" Sama-sama Bu. Maaf sudah tahu letak kasur dan lemarinya?? "


" InsyaAllah sudah" jawab Dona sambil mengeluarkan kertas denah kamar dengan keterangan letak kasur dan lemari.


" Silahkan "


Dona dan Aisha segera menuju tempat tidur dan lemari yang telah diberi label nama.


" Sha, kamu beresin kasurnya, ibu masukin bajunya "


" Iya Bu "


Setelah 30 menit.


" Sha, sudah selesai?? "


" Sudah Bu "


" Ibu pulang yaa. Besok pagi ibu kesini lagi. Kamu baik-baik yaa. Kenalan sama temannya yaa "


" Iya Bu "


Dona pun menuju parkiran diikuti Aisha.


" Ara, Zalfa!! ayo pulang!! " panggil Dona.


Adik-adik Aisha yang asik bermain di lapangan mendekati Aisha.


" Mbak Aisha kita pulang dulu yaa"


" Iyaaa, bulan depan pas perpulangan, jemput mbak yaa "


" Iya mbak. Mbak Aisha baik-baik yaa disini, jangan nangis " goda Ara.


" Iyaaa, dah sana pulang!! "


" Hihihi "


Setelah memeluk dan mencium putri pertamanya, Dona bergegas masuk ke dalam mobil.


" Dah ya Sha, ibu pulang. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "

__ADS_1


Aisha melambaikan tangannya menunggu sampai mobil ibunya keluar parkiran, setelah itu ia masuk kembali ke dalam asramanya.


__ADS_2