New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 46


__ADS_3

Ba'da Ashar, Khalis dan Dona berpamitan pulang, tetapi sebelumnya HP Khalis berbunyi.


" Siapa?? " tanya Dona.


" Rafif, video call "


" Assalamu'alaikum "


" Ayaaaaahhh!!!! " teriak Zalfa


" Wa'alaikumsalam " jawab Ara dan Rafif.


" Ibu ga??? " canda Dona.


" Ibuuuuu, ibu dimana??? " tanya Zalfa.


" Ibu di rumah mbah Ai di Bekasi, kamu ngomong sama mbah Ai dan mbah Oko dulu "


Khalis memberikan hpnya kepada ibu Tyo.


" Assalamu'alaikum " salam ayah dan ibu Tyo.


" Wa'alaikumsalam, mbah sehaat??? " tanya Ara dan Zalfa.


" Alhamdulillah sehat, Ara sama Zalfa sehat??"


" Sehat Mbah!! Mbah kenalin, ini Mas Rafif " ucap Ara.


" Assalamu'alaikum Mbah, saya Rafif "


" Wa'alaikumsalam, ooo ini Mas Rafif yaa, ganteng seperti ayahnya yaa "


" Mbah bisa aja, gantengan aku lah Mbah!! "


Orang tua Tyo pun tertawa.


" Ini baru pulang sekolah?? " tanya ibu Tyo.


" Kalau Zalfa sudah dari tadi pulangnya, kalau aku sama mas Rafif baru pulang "


" Tadi dijemput Yangkung ya?? "


" Ga, selama ayah ibu pergi, kita diantar jemput sama om Dimas, asistennya ayah di kantor. Om Dimas orangnya lucu, baik juga " jawab Ara.


" Ini ada ayah juga " ibu Tyo mengarahkan HPnya ke arah Tyo.


" Assalamu'alaikum " Tyo memberi salam.


" Wa'alaikumsalam " jawab Ara dan Rafif.


" Ayah ga kerja?? " tanya Ara.


" Kerja, tapi tadi pulang, sekarang mau ke kantor lagi "


" Sehat Ra, Zalfa mana ?? "


" Alhamdulillah sehat Yah "


" Tuh Zalfa ngumpet. Fa sini, ngomong dulu sama ayah!! "


" Ga mau, mbak aja "


" Yah, aku mau ngomong ke ibu "


Tyo menyerahkan HP ke Dona.


" Kenapa Ra?? "


" Ibu berangkat jam berapa?? "


" Nanti ba'da maghrib ke Bandara, pesawat jam 21.30, nanti ibu kabarin kalau sudah boarding "


" Yah!! " teriak Ara.


Dona pun mengembalikan HPnya ke Khalis.


" Kenapa Ra?? "


" Ayah jangan lupa videonya yaa!! "


" In syaa Allah nanti Ayah videoin "


" Ayah, ibu pulang mau ke rumah Yangti dulu yaa. Nanti ayah telpon lagi "


" Ok Yah, Assalamu'alaikum!! "


" Wa'alaikumsalam "


" Alhamdulillah anak-anak kelihatan segar, sehat semua " ucap ibu Tyo.

__ADS_1


" Inggih Bu, Alhamdulillah " jawab Dona.


" Nunsewu Pak, Bu, kami pamit pulang " lanjut Dona.


" Iya, hati-hati yaa. Bapak, ibu do'akan yang terbaik untuk kalian berdua "


" Khalis, terima kasih yaa. Tolong jaga Dona dan anak-anak. Bapak, ibu bahagia sekali dapat melihat senyumnya Dona sepanjang hari ini. Bapak dan ibu merasakan kebahagiaan kalian. Jazakumullah khair "


Khalis menjabat erat tangan ayah Tyo, lalu mereka pun berpelukan. Ibu Tyo pun memeluk erat Dona, sambil berbisik,


" Ibu bahagia melihat kamu dan Tyo. Saling menjaga yaa, ibu sayang kalian "


" Inggih Bu, maturnuwun. Ibu jangan kecapean yaa. In syaa Allah nanti aku hubungi ibu lagi. Aku juga sayang Ibu sama Bapak "


Dona pun melepaskan pelukannya. Nampak air mata menetes di pipi ibu Tyo. Dona pun menghapusnya dengan tangannya.


" Ga, Ibu ga papa. Ibu bahagia dapat bertemu kamu lagi, apalagi sekarang sudah ada yang menggandeng tanganmu "


" Maturnuwun Bu"


" Tyo, saya pamit " ucap Khalis sambil menjabat tangannya.


" Iya Mas, titip anak-anak ya "


" In syaa Allah "


" Kalau begitu kami pamit sekali lagi, assalamu'alaikum " ucap Khalis.


" Wa'alaikumsalam "


Khalis lalu melajukan kendaraannya menuju rumah orang tuanya, di Menteng tetapi,


" Mas, mampir sebentar. Belok kiri nanti berhenti di rumah tingkat warna putih pagar hitam itu " tunjuk Dona.


" Rumah siapa?? "


" Nanti aku cerita "


Khalis menghentikan mobilnya di depan rumah yang dimaksud Dona.


Dona segera turun dari mobil dan memencet bel rumah tersebut. Tak lama, pintu rumah pun dibuka.


" Assalamu'alaikum " sapa Dona dari luar pagar.


Dengan wajah yang terkejut,


" Pa kabar Mbak??"


" Alhamdulillah, masuk ayo masuk "


Dona dan Khalis pun memasuki rumah tersebut.


" Kenalin Mbak, ini Mas Khalis, suamiku "


" Alhamdulillah, Barakallahu fiik "


" Kapan?? kok ga ngabarin?? "


" 2 pekan yang lalu, maaf lupa banget, prosesnya lumayan cepat jadi yang di luar kota lupa ga keundang"


" Mas Khalis kayaknya bingung nih, ini mbak Shila walaupun beda blok tapi hubungannga masih cukup dekat sama ibunya Tyo "


" Eh Mas Hardi mana, Mbak?? "


" Belum pulang dari mushola, paling ngobrol sama bapak-bapak disana "


Pintu pagar pun dibuka dari luar,


" Nah tuh, yang dicari baru datang "


" Assalamu'alaikum " sapa Hardi.


" Wa'alaikumsalam "


" Eh Dona?? "


" Iya Mas, maaf dadakan "


" Apa kabar?? ini?? "


" Baik Mas, ini kenalin Mas Khalis, suami "


" Alhamdulillah, barakallah " ucap Hardi sambil memeluk Khalis.


" Ayo duduk, ada apa ke Jakarta??? anak-anak gimana?? " tanya Mas Hardi.


" Alhamdulillah, anak-anak di Jogja sehat. Maaf Mas, Mbak, aku lama ga berkabar "


" Ga papa, sing penting koe sehat nduk "

__ADS_1


" Inggih Mbak"


" Ini ada urusan apa ke Jakarta?? "


" In syaa Allah nanti malam kami mau berangkat ke Turki, disana 5 hari lalu lanjut umrah 5 hari juga "


" Alhamdulillah " ucap Hardi dan Shila.


" Hmm, kayaknya suami kamu bingung nih " ucap Shila.


Dona pun tertawa.


" Ini Mbak Shila dan Mas Hardi, hubungan kami sudah seperti kakak-adik. Mbak Shila banyak membantu sewaktu proses perceraian aku, support morilnya besar banget "


" Aku yo emosi waktu tahu kamu diperlakukan seperti itu sama Tyo, sampai sekarang aku masih ga sudi ngelihat mukanya, apalagi kalau dia datang sama penyihir itu!! "


Dona tertawa mendengar kekesalan Shila.


" Haduuu Mbak, santai aja laaa. Capek hati lhoo. Move on laaa, aku yo wis move on, kok "


" Iya sih, tapi aku yo seneng, akhirnya kamu bisa menemukan cinta mu lagi, jauh lebih keren dari yang dulu!! "


" Ah Mbak bisa aja, GR nih "


" Don, ini pembalasan terbaik dan tercantik. Kamu nikah lagi dengan orang yang jauh lebih keren dari dia, bikin dia cemburu dan sakit hati!! belum lagi kamu bisa tunjukkin kalau kamu jauh lebih bahagia sekarang ketimbang sama Tyo dulu!! " ucap Shila dengan semangat berapi-api.


" Merdeka!!! " celutuk Dona.


" Wis sehat yo ndhuuuk "


" Hahaha Alhamdulillah Mbak "


" Tadi aku dari rumah ibu, eh ga lama Tyo datang juga "


" Nah apik kui!! trus piye?? "


" Yaa Mas Khalis aja yang ngomong banyak "


" Seneng yaa, punya jubir pribadi " ucap Khalis.


" Seneng dong, ganteng pulak!! "


Dona pun bercakap-cakap dengan Shila dan Hardi seputar kehidupannya secara singkat.


" Mas, Mbak, maaf, aku ga lama-lama yaa. Nanti malam ba'da maghrib langsung ke Cengkareng"


" Yowis, Barakallah fiikum, fii amanillah " doa Shila dan Hardi untuk Dona dan Khalis.


" Aaamiiinn "


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Dona dan Khalis kembali pulang menuju Menteng.


Di dalam mobil, Dona menceritakan tentang hubungannya dengan Shila dan Hardi.


" Mbak Shila itu sudah seperti kakak buatku, seumuran sama Bulik Uci. Beliau banyak ngebantuin aku. Waktu aku dirawat karena operasi, ia bantu jaga anak-anak, malah sempat diajak nginap di villanya di kota Wisata. Baik banget. Trus karena Tyo ga cukup dana untuk operasi ku, Mas Hardi minjemin uang untuk biaya operasi ku, dengan pinjaman lunak. Kapan aja boleh bayarnya. Alhamdulillah Bapak transfer untuk nggantiin uang Mbak Shila, jadi bisa langsung lunas "


" Memang dulu operasi apa?? "


" Hidrochephalus karena autoimun. Aku operasi 3 kali berturut-turut selama 2 bulan, sebulan setelah melahirkan Zalfa. Trus setahun kemudian aku operasi lagi, nah yang operasi terakhir itu, Tyo sudah kehabisan dana. Kalau sebelumnya, operasiku masih ditanggung sama kantor. Tapi karena sudah melebihi jatahnya, yaa kantor ga bisa kasih dana bantuan lagi "


" Memangnya berapa biayanya "


" 45 juta, itu fasilitas kelas 2 "


" Kelas 2 ??!! kok ga VIP?? "


" Laaa kelas 2 aja ga sanggup bayar, gimana VIP?? itu juga sudah diskon banyak, karena yang ngoperasi aku, teman baiknya Tyo "


" Operasinya cukup mendadak, aku tiba-tiba pusing trus pandangan kabur, setelah di cek ke dokter syaraf, ternyata hidrochephalus, ga lama langsung dijadwalkan untuk operasi. Operasi berulang sampai 3x, karena autoimunku melawan jadi nyumbat terus. Sempat ada efek samping yang diluar dugaan pada operasi ke-2, disalah satu titik pusat memoriku di otak, terganggu akibat operasi itu. Jadi aku sempat hilang ingatan selama beberapa hari dan efeknya sampai sekarang. Ingat, kan?? waktu kita ke Mall, aku foto kode area parkirnya?? yaa karena aku sering lupa. Trus banyak hal-hal baru yang aku sering lupa. Itulah salah satu alasan akhirnya Tyo berpaling, dia capek. Apalagi setelah itu, aku mudah lelah dan linglung. Belum lagi aku ga bisa melayani dia di tempat tidur, seperti yang dia mau. Namanya juga pria normal, akhirnya ga kuat juga menghadapi istri yang berulang kali sakit dan mudah lupa "


Khalis menghentikan mobilnya,


" Kenapa Sayang baru cerita?? kenapa ga bilang dari awal??"


" Maaf Mas, bukannya aku ga jujur tapi aku takut.... "


" Yang, kalau Mas tahu, Sayang ada riwayat autoimun, Mas pasti akan nyiapin untuk proteksi Sayang. Untuk perjalanan ini, apa saja yang Sayang butuhkan?? Mas ga mau terjadi apa-apa nantinya " ucap Khalis dengan suara bergetar.


" Mas, in syaa Allah aku sekarang sudah sehat. Autoimunku sudah dapat dikendalikan setelah terapi vitamin dan suplemen. Mas tahu kan, setiap pagi aku minum vitamin D3 dan Omega3, lalu malamnya aku minum kalsium dan asam folat?? itu untuk mengendalikan autoimun ku "


" Dioperasi yang terakhir, aku ditangani oleh dokter senior, memang bukan beliau yang mengoperasi karena sudah sepuh. Tetapi beliau yang merencanakan proses operasinya dan mengawasi langsung di ruang operasi sampai selesai. Setelah selesai beliau juga yang mengkonsulkan aku ke dokter ahli imunologi, setelah itu aku berangsur-angsur membaik. Sudah ga pusing atau vertigo, yang penting suplemennya harus setiap hari diminum, seumur hidup "


" Jadi bener?? sekarang sudah ga papa?? "


" Iya Mas, palingan aku cuma harus cukup istirahat, itu aja kok. Terakhir dokter bedah syaraf dan imunologi juga bilang, aku sudah sehat, in syaa Allah ga akan kambuh lagi, asal suplemennya diminum rutin setiap hari "

__ADS_1


__ADS_2